
Kabar penculikan Vemo sampai ke telinga Otka, Roves, dan Yaz. Mereka terlihat cemas karena bagaimanapun, Vemo sudah menjadi skenario ciptaan mereka.
Di rumah Sandra, di mana Roves dan Yaz datang berkunjung karena permintaan Eliz yang ingin membahas hal insiden ini.
"Kira-kira, kalian tahu alasan Vemo diculik oleh mutan itu?" tanya Eliz penasaran dengan Akira dan Tony juga berada di sana.
"Mungkinkah ... karena teknologi barcode yang ia miliki?" tanya Otka seperti memberikan petunjuk.
"Oh! Maksudmu ... alat yang ia gunakan untuk menukar barcode Sandra denganmu?" sahut Roves, dan Otka mengangguk.
"Apa kau tahu di mana alat itu disembunyikan?" tanya Tony serius, dan Otka mengangguk mantap.
Segera, Akira dan Tony pergi ke Distrik 10 untuk melanjutkan penyelidikan. Dua orang itu menggunakan seragam perwira tidak dalam simulasi karena ingin menyelidikinya secara langsung tanpa robot.
Otka memberikan petunjuk di mana ia pernah melihat Vemo memasukkan sebuah koper di bawah lantai rumahnya.
Gadis gemuk itu sempat melirik karena ketakutan saat akan melakukan perubahan barcode di lengannya kala itu.
Otka bahkan memberitahu rahasia dari Vemo saat ia dan Sandra melakukan pertukaran barcode. Kini, rasa penasaran Akira, Tony, Roves, Yaz, dan Eliz terungkap.
"Tony!" panggil Akira saat ia menemukan sebuah tempat tersembunyi yang tertutup oleh tumpukan barang yang telah hancur akibat ledakan.
"Oke, pindahkan!" perintahnya.
Dua pria bertubuh atletis itu segera memindahkan puing-puing yang menghalangi sebuah papan kayu di mana terdapat sebuah lubang di sana.
Akira melihat sebuah koper besar berwarna hitam dan ia segera mengangkatnya. Dua pria itu terlihat gugup saat mencoba untuk membuka benda tersebut di mana koper itu tak terlihat seperti memiliki pemindai, atau kunci apapun untuk dibuka.
"Bagaimana membukanya?" tanya Akira bingung karena baginya, benda itu seperti dari zaman purbakala.
"Laser?" tanya Tony siap untuk melubangi koper tersebut.
"Jangan gegabah. Bagaimana jika kau malah merusak isi di dalamnya?" tanya Akira melotot.
Tony menyarungkan kembali pistol lasernya dan ikut mengamati koper itu seksama.
"Congkel?" tanya Tony seraya membawa sebuah lempengan besi yang ia temukan dalam puing.
"Kita bawa saja ke markas. Bisa jadi, benda inilah yang dicari oleh Morlan, tapi mereka tak menemukannya jadi ... Vemo yang diculik," sahut Akira menduga.
Saat Tony mengangguk siap, tiba-tiba saja ....
"AAAKKKKK!"
__ADS_1
"Oh shitt! Burung mutan itu kembali lagi!" pekik Akira dengan mata melotot saat mutan terbang itu mendarat di atas batu di depan mereka.
"Run! Run! Run!" teriak Tony lantang seraya mendorong punggung Akira agar segera berlari.
Tony segera mengaktifkan alarm penyerangan dari jam tangannya. Seketika, TET! TET! TET!
Suara alarm peringatan terdengar di seluruh Distrik 10. Praktis, para robot level D yang sedang melakukan pembersihan langsung bersiaga. Robot-robot itu melindungi dinding agar mutan terbang tersebut tak masuk ke Distrik 9.
"Bunuh burung jelek itu!" teriak Tony memerintahkan dan terus berlari karena burung mutan tersebut mengejar mereka berdua.
SHUW! SHUW!
Tembakan sinar laser di arahkan oleh robot level D seri 05 untuk menjatuhkan burung tersebut. Mutan itu melengking saat tubuhnya terkena tembakan laser, tapi hal itu malah membuatnya marah.
CRATT!! CESSS!!
"Oh, shitt! Dia mulai menyemburkan zat asam! Kita bisa meleleh, Tony!" teriak Akira panik sembari memeluk koper temuannya dan terus berlari kencang di mana jarak untuk sampai di gerbang perbatasan masih sejauh 30 meter dari tempatnya berada.
Tony mengeluarkan kembali pistol lasernya dan menembak mutan terbang itu untuk melindungi calon iparnya.
Akira terus berlari dengan kencang untuk menyelamatkan diri dan koper tersebut. Saat ia sudah tiba di depan pintu, tiba-tiba ....
"Oh, shitt!" pekiknya langsung menghentikan laju lari saat seekor burung mutan lain muncul di hadapannya dengan sayap terbentang lebar menghalangi jalannya.
GRAB!!
"Agh!" erang Akira mempertahankan koper saat kedua tangan makhluk itu menangkap koper tersebut dan menariknya.
"Akira!" teriak Tony lantang saat Akira berusaha menarik koper itu dari cengkeraman mutan terbang.
SHUW! SHUW!
"OOAAKKK!!"
Mutan itu kembali melengking saat tubuhnya ditembaki oleh Tony dengan pistol laser dan berhasil melukainya, meski tak membunuhnya.
SWING! CLEB!!
BRUKK!!
"AGGHHH!"
"AKIRA!" teriak Tony dengan mata melotot saat ekor dari mutan itu berayun dan mengenai kaki salah satu Komandan pasukan robot level B tersebut.
__ADS_1
Akira roboh, tapi saat ekor duri dari mutan itu ditarik, kaki Akira tersangkut dan membuat tubuhnya terbalik.
Akira mengerang kesakitan dengan darah mengucur deras karena ia tak menggunakan pakaian pelindung.
SWINGG!! BRAKKK!!
"AKIRA!" teriak Tony kesekian kali saat mutan itu mengayunkan ekornya dan membuat tubuh Akira yang tersangkut terlepas.
Akira terlempar dan tubuhnya menghantam dinding perbatasan hingga membuatnya tergeletak tak sadarkan diri.
"Arrrghhhh!!"
SHUW! SHUW!
Tony terus menembaki mutan terbang tersebut dengan pistol laser membabi-buta. Makhluk itu kembali mengepakkan sayap dan terbang meninggalkan kawasan Distrik 10 dengan koper temuan Akira dan Tony.
Burung mutan yang lainnya tewas setelah kaki robot level D menginjak dan meremukkan kepalanya. Makhluk itu dibawa untuk kemudian diotopsi.
Akira segera ditolong oleh para penjaga User robot level E. Tony ketakutan karena kepala Akira berdarah hebat dan denyut nadinya lemah.
Mobil ambulance segera datang untuk mengangkut calon suami Eliz tersebut ke Rumah Sakit.
Tangis Eliz pecah begitu mendapat kabar jika kekasihnya mengalami koma akibat serangan tak terduga dari mutan tersebut.
Roves dan Otka menemani Eliz ke Rumah Sakit di mana Tony telah menunggu kawannya itu yang menjalani operasi karena mengalami pendarahan hebat.
Tragedi ini sampai ke telinga Pejabat Tinggi Pemerintah termasuk Sandra yang sedang melakukan latihan simulasi perang dengan Komandan Ego yang masih duduk di kursi roda.
"Akira? Mutan-mutan itu datang lagi? Apa yang mereka curi?" tanya Sandra dengan mata melotot begitu Ego mendapat telepon dari Tony.
"Alat barcode Vemo. Ini rahasia, Sandra. Jagalah informasi ini, jangan sampai terbongkar. Oke?" tegas Ego dan Sandra hanya bisa mengangguk mengiyakan.
Dua orang itu terlihat cemas karena Akira dinyatakan koma dan mengalami pendarahan dalam.
Sandra bisa merasakan kesedihan yang sedang dialami oleh Eliz, tapi ia tak bisa meninggalkan fasilitas pelatihan karena ia juga dituntut agar bisa segera menjalankan misi.
"Katakan pada Eliz bahwa aku akan berusaha. Aku akan membuat para mutan itu merasakan penderitaan dari pukulan robotku nanti," ucap Sandra geram, dan Ego mengangguk mantap.
***
Makasih tipsnya❤ Lele padamu😍 Semoga gak ada tipo, kalo ada koreksi aja ya. Ngantuk berat uyy😵
__ADS_1