SIMULATION

SIMULATION
I AM SANDRA SALVARIAN*


__ADS_3


Sandra dan Matteo lalu mengantarkan warga lainnya yang ingin mengunjungi Mega-US. Sebuah pesawat kargo warna merah disediakan oleh negara tersebut karena mereka juga tak memiliki pesawat sipil.


"Selamat jalan, semuanya. Nikmatilah kunjungan kalian di Mega-US. Semoga, saat kalian kembali nanti, Great Ruler telah pulih sepenuhnya," ucap Sandra di hadapan penduduknya yang bersiap untuk menaiki benda terbang tersebut.


Sandra melambaikan tangan saat satu per satu orang-orang itu menaiki tangga memasuki pesawat. Armada terbang tersebut mampu menampung hingga 300 orang.


Tony dan Sora memilih Mega-US sebagai tempat mereka untuk mengungsi sementara waktu sekaligus mempelajari banyak hal dari negara merah tersebut.


Presiden Birova tetap berada di Great Ruler termasuk pemimpin yang lain sampai urusan mereka selesai di negara tersebut.



Sandra dan Matteo lalu melanjutkan ke Distrik 10 di mana banyak perahu layar akan diberangkatkan menuju ke Kepulauan Jepang.


Penduduk dari kota-kota yang masih bertahan, siap untuk menerima para pengungsi dari Great Ruler yang ingin menjelajah negeri Sakura tersebut.


Mayor Kyel bahkan tampak antusias saat akan pergi berlayar dengan cara kuno tersebut. Ia membawa 150 orang untuk ikut bersamanya mengarungi lautan.


"Hati-hati, Mayor Kyel! Bawalah bunga Sakura yang banyak untuk mempercantik Distrikmu!" seru Matteo seraya melambaikan tangan dan Kyel membalasnya dengan senyum terkembang di hari yang mulai senja.


Praktis, kepergian orang-orang dari Great Ruler membuat negara besar itu tampak luang. Beberapa warga juga pergi ke negara Baatar dan Russ-King bersama para cendikiawan selama sebulan penuh.


"Semoga mereka betah dan baik-baik saja di sana," ucap Matteo seraya menggandeng tangan sang isteri yang berjalan di sampingnya dengan senyuman.


"Jadi, kau akan pergi besok?" tanya Sandra menoleh ke arah suaminya yang menundukkan wajah, tapi mengangguk membenarkan.


"Aku akan selalu menghubungimu, Sayang. Aku ingin memastikan jika dunia benar sungguh aman seperti dalam perjanjian. Lalu, akan kutepati janjiku untuk membawamu dan Alva berkeliling dunia," jawab Matteo lalu menghentikan langkah.


Sandra mengangguk pelan lalu mendekatkan wajahnya. Sang Presiden tahu yang diinginkan oleh sang isteri. Keduanya berciuman dengan penuh cinta kasih di depan gerbang Distrik 10.


"Ehem! Anda sudah ditunggu di Great Mazepita," ucap Khan mengingatkan dengan Bom berdiri di sampingnya.


Matteo tersipu malu saat melepaskan ciumannya yang ternyata dilihat oleh banyak orang.


"Oke," jawabnya dengan tarikan napas panjang.


Sandra tersenyum lebar dan melambaikan tangan saat helikopter warna putih membawa suami, para pemimpin negara dan pemimpin kota-kota besar ke Great Mazepita untuk menyelesaikan urusan.


Saat Sandra membalik badannya, ia terkejut karena Lala dan lainnya seperti menunggunya untuk melakukan sesuatu.


"What?" tanya Sandra bingung.


Ternyata, Sandra dinobatkan sebagai pejuang perdamaian dan dianggap pahlawan. Sosoknya ditampilkan dalam sejarah perdamaian dunia dan kisahnya akan diceritakan.


Para anggota dari LPD meminta agar Sandra mengisahkan ulang perjuangannya ke dalam sebuah video dokumenter yang disisipkan rekaman dari tayangan misi serta peperangan yang terjadi sebagai bukti sejarah.


Sandra awalnya menolak, tapi orang-orang mengatakan jika hal itu patut untuk diabadikan agar para generasi penerus tahu, apa yang sudah diperjuangkan oleh para pendahulunya agar perang tak lagi berkobar.


Namun, Sandra juga meminta kepada pihak-pihak yang terkait juga ikut membuat catatan sejarah itu. Tokoh-tokoh yang dianggap sebagai pejuang ikut memberikan kesaksiannya.

__ADS_1


New-US bahkan tak keberatan saat harus memberikan kesaksian jika merekalah yang pertama kali mengobarkan peperangan setelah perang terakhir 170 tahun silam.


Keesokan harinya, cacing robot yang telah dimodifikasi siap untuk meninggalkan Great Ruler. Robot itu mengangkut para pemimpin negara besar di dunia.


Matteo, bahkan mengajak bersulang kawan-kawan barunya dari negara tetangganya dengan air biru selama perjalanan panjang dari satu negara ke negara lain untuk disinggahi, termasuk kota Magenta, Cryzen, dan Pipemo.


Matteo melihat orang-orang itu berkumpul dengan pakaian dari ciri khas negaranya masing-masing. Sejenak, Matteo merasakan hal ini bagai dejavu.


Ia melihat Birova dari Mega-US mengenakan seragam warna merah. Lalu Curva mengenakan seragam warna biru tua sebagai perwakilan negara Bintang-Titan.


Matteo menoleh ke samping kanan dan mendapati Geros mengenakan baju warna abu-abu.


Begitupula dengan Khan yang mengenakan seragam warna cokelat. Selanjutnya Bom yang mengenakan pakaian dengan warna hitam.


Matteo melihat dirinya yang mengenakan baju warna emas. Seketika, Matteo tersadar. Kejadian ini persis dengan mimpinya kala itu.


Matteo sampai membuka mulutnya lebar saat ia menyadari jika mimpinya telah berubah menjadi nyata.


"Anda tak apa, Presiden Matteo Corza?" tanya Ceros dengan pakaian warna putih menatapnya lekat.


"Mungkin dia mual," sahut Alolo dengan pakaian warna ungu menunjuk pria bermanik biru tersebut.


Matteo masih diam saja saat salah satu pemimpin Pipemo yang mengenakan pakaian warna hijau memegang pundaknya.


"Yah, aku baik-baik saja. Sepertinya, aku terlalu banyak minum. Aku mau duduk sejenak," ucapnya seperti orang mabuk dan para pemimpin itu mengangguk mempersilakan.


Matteo mengembuskan napas panjang seraya mengusap mulutnya dengan perasaan tak menentu. Namun perlahan, ia tersenyum.


Cacing robot singgah dari satu negara ke negara lainnya. Para pemimpin memberikan kabar gembira tersebut kepada rakyatnya. Tentu saja, berita baik itu disambut suka cita oleh semua orang.


Para pemimpin melakukan perekaman seperti permintaan dari LPD, termasuk New-US. Bahkan, Geros terlihat tak malu untuk mengakui kesalahan yang dibuat oleh pemimpin sebelumnya dari negaranya tersebut.


"Seluruh manusia yang hidup di Bumi harus tahu kesalahan yang diperbuat oleh para pendahulunya. Dengan begini, kejadian serupa tak akan terulang. Hal ini diperlukan, sebagai pengingat generasi penerus Bumi. Ingat, perang sangatlah tidak menguntungkan bagi pihak mana pun. Perang hanya memberikan penderitaan, kematian dan kesengsaraan. Kini, kedamaian telah terjalin dan kita harus terus menjaganya," ucap Geros tegas selaku Presiden New-US saat melakukan perekaman di ruang kepresidenannya dan disaksikan oleh seluruh pemimpin yang ikut dalam perjalanan menggunakan cacing robot.


Geros dan orang-orang yang terlibat di negaranya dalam peperangan tersebut, memberikan kesaksian jika negara di Amerika Utara itu adalah pencetus perang di Great Ruler.


Matteo kagum karena Geros tetap bersikap bijak menyikapi hal tersebut. Video-video yang digabungkan oleh beberapa tokoh tersebut, dikerjakan dalam waktu yang cukup lama hampir 1 tahun.


Mereka tak ingin ada hal yang terlewat karena dokumentasi bersejarah itu salah satu catatan penting dari munculnya perdamaian.


Nantinya, video tersebut akan disebarkan ke seluruh anggota dalam LPD sebagai bukti sejarah.


Hari itu, cacing robot kembali ke Great Mazepita usai perjalanan panjang dalam aksi mengobarkan perdamaian dan kerjasama dalam mengembalikan kearifan Bumi yang rusak.


Matteo menginjakkan kaki setelah hampir 12 bulan lamanya ia tak pulang ke rumah demi mensukseskan perdamaian dunia.



Matteo terlihat kagum saat melihat Great Mazepita telah berubah. Tempat itu kini memiliki benteng yang tinggi dan kokoh.


Great Mazepita sudah berbeda seutuhnya. Matteo hampir tak mengenali wilayah yang dulunya tandus dan gersang itu.

__ADS_1


Kini, banyak tumbuhan hidup di bagian luarnya. Matteo menyentuh pintu masuk dari benteng dari negaranya itu dengan jantung berdebar.


GREKKK ....


Praktis, Matteo langsung memundurkan langkah. Matanya melebar saat pintu gerbang tersebut terbuka lebar dan terlihat sang isteri yang dicintainya sedang menggendong bayi cantik bermata biru yang melambaikan tangan padanya.


Seolah anak itu tahu, jika sang ayah telah kembali dari masa bertugasnya.


"Alva?" panggil Matteo dengan senyum terkembang.


"Dada!" panggil Alva riang.


Matteo langsung berlari dengan penuh kebahagiaan menghampiri anak dan isteri yang sangat ia rindukan. Matteo memeluk dua orang kesayangannya dengan erat seolah enggan dilepaskan.


Sandra meneteskan air mata kebahagiaan karena suaminya telah pulang ke tanah airnya dengan selamat.


"Selamat datang kembali, Presiden Matteo Corza. Kau membuatku kerepotan selama dirimu tak ada," ucap Sandra yang langsung melakukan sindiran.


"Terima kasih, Sayang. Aku juga sangat mencintaimu," jawab Matteo seraya merangkul pinggul sang isteri meski Sandra memasang wajah masam.


Tiba-tiba, tepuk tangan meriah terdengar dari dalam benteng. Para penduduk Great Mazepita dan Great Ruler telah berkumpul menanti kepulangan pemimpin mereka.


Matteo begitu terharu karena tak menyangka akan mendapatkan sambutan sebanyak ini.


Acara besar diselenggarakan di Great Mazepita yang kini telah mampu menampung hingga 1500 orang.


Matteo tampak kagum melihat perubahan yang terjadi di negaranya yang ia tinggal pergi selama 1 tahun.


Matteo semakin bangga kepada sang isteri yang mampu menjaga amanatnya untuk memimpin negara.


Senyum Matteo terkembang saat melihat sang isteri menjabat para tamu dari negara dan kota lain yang ikut datang merayakan 1 tahun terjalinnya perdamaian dunia di bawah LPD dalam kepemimpinannya.


Akhirnya, Sandra, ikut memberikan kesaksiannya di Aula Great Mazepita di mana wanita berambut pirang tersebut adalah tokoh terakhir yang belum melakukan perekaman karena ia ingin memprioritaskan wilayah lain sebelum dirinya.


Semua orang yang melihat proses perekaman itu tampak serius mendengarkan pesan penting dari Wakil Presiden Great Ruler tersebut.


"Lihatlah, Alva. Itu Ibumu yang akan berbicara. Kau harus menjadi wanita tangguh sepertinya. Jagalah perdamaian ini dengan nyawamu. Oke?" ucap Matteo seraya memangku buah hatinya yang terlihat serius melihat sang Ibu yang berdiri di atas mimbar dengan bendera Great Ruler dan LPD terbentang lebar di belakangnya.


"Aku bukan siapa-siapa tanpa kalian. Aku berdiri di sini menyerukan perdamaian agar semua generasi kita tak perlu merasakan kepahitan hidup dalam kebencian yang bisa menghancurkan kedamaian. Jiwaku akan selalu hidup meski ragaku mati. Aku akan selalu hidup di hati tiap orang yang menjaga perdamaian. Aku, Sandra Salvarian. Dan akulah, pencetus perdamaian dunia yang menyudahi perang."


Praktis, suara tepuk tangan langsung terdengar menyelimuti ruangan besar di Great Mazepita, tempat diselenggarakannya pertemuan akbar merayakan satu tahun lahirnya Hari Perdamaian Dunia.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



makasih tipsnya anik❤️berkah selalu💋

__ADS_1


__ADS_2