
“Rey!” panggil Sandra lantang.
“Selamat, Otka Oskova. Kau berhasil menyelesaikan misi level 9 dengan menemui Morlan Corza dan berjabat tangan dengannya. Selanjutnya, misi level 10. Kau harus kembali ke Great Ruler untuk membasmi para mutan. Misi dinyatakan selesai begitu robotmu menyentuh panel ruang simulator tempat tubuhmu berada. Kau siap?”
“Yes, I am ready,” jawabnya mantap seraya melepaskan jabat tangan itu.
“Dalam hitungan mundur. 10 … 9 … 8 ….” Sandra terlihat siap, begitupula Morlan. “1, go!”
Sandra berlari kencang bersama Morlan yang ikut berlari di sampingnya. WolfBot yang mengisi daya baru 60 persen itu ikut berlari untuk melindungi majikannya.
Tak lama, muncul Vemo mengendarai WolfBot dari sisi kanan Sandra.
“Ha! Serigala robotmu ini bisa diakali saat pengisian daya! Kau tetap bisa menggunakannya selama panel pengisian daya terbuka,” ucap Vemo dengan wajah gembira.
“Dia mengakali serigalaku. Benar-benar gila,” gerutu Matteo kesal. Matteo keluar dari ruang komunikasi dan kini berdiri di hadapan semua orang termasuk Tony yang menatapnya saksama. “Kalian dengar instruksi misi terakhir dari Rey?” tanya Matteo tegas yang kini wajahnya dilihat oleh semua orang di seluruh Distrik Pusat Kendali. “Amankan ruang simulasi ini sampai robot Sandra kembali dengan selamat. Dan pastikan, semua User yang terkena hypersleep diamankan. Jangan sampai para mutan itu menemukan mereka!”
“Yes, Sir!” jawab semua orang serempak dengan hormat, bahkan Presiden Roman.
Tony ditugaskan untuk menjaga gedung di mana 1000 User robot level B yang terkena hypersleep masih tersekap di ruang simulator.
Lima wanita perkasa berjaga di bangunan yang menyimpan robot level B dalam kondisi belum aktif. Mereka mengamankan robot-robot itu agar tak rusak karena serangan mutan.
Matteo dan timnya bertugas di ruang simulator Pusat Kendali Distrik 9 untuk mengamankan Sandra karena ia adalah kunci untuk membangunkan seluruh User.
Serangan para mutan membuat Great Ruler kehilangan prajurit gagah berani mereka satu per satu. Dari 200 User robot level E yang ditempatkan di setiap Distrik, hanya tersisa beberapa orang saja yang mampu bertahan.
Saat Great Ruler dalam keadaan sekarat, tiba-tiba saja, dari luar tembok terluar, muncul beberapa orang seperti sebuah pasukan mendatangi dari segala penjuru.
Mata Matteo terbelalak. Ia khawatir jika orang-orangnya kali ini tak akan bisa bertahan dari serangan skala besar entah mereka datang dari mana.
Tiba-tiba, Matteo menghadapkan dirinya ke para petugas berwajah lesu karena serangan hebat sebentar lagi akan menghantam negaranya bahkan mungkin menewaskannya.
“Aku … minta maaf jika selama ini sikapku menyebalkan. Aku—”
“Sir! Sir!” panggil Xili memotong ucapan perpisahan sang Jenderal seraya menunjuk layar di belakang sang Jenderal, tetapi Matteo malah meliriknya tajam.
“Kau sungguh tak sopan, Xili. Kau tak lihat aku sedang—”
__ADS_1
“Sir! Lihat! Aku rasa mereka bukan musuh, tapi pasukan bantuan yang datang untuk menolong kita!” potong Xili cepat seraya menunjuk layar yang menangkap pergerakan manusia evolusi yang berhasil tiba dengan WolfBot melindungi mereka.
Mata Matteo terbelalak saat para manusia evolusi itu menyerang para manusia dari Negara Baatar yang berusaha untuk menjebol pintu utama Great Ruler dari Distrik 3 menggunakan tubuh mutan yang telah terpotong.
Peperangan besar terjadi di luar benteng. Ternyata bukan hanya para manusia evolusi yang melakukan penyerangan, tetapi para pejuang dari kota Magenta yang ikut membantu.
Orang-orang Alolo menyerang pasukan Baatar yang mencoba membobol pintu masuk dari Distrik 4.
Otka yang menjadi penanggungjawab para pengungsi dalam bunker di Distrik tersebut terlihat gugup karena mendengar suara peperangan di atas permukaan.
Hal serupa juga terjadi di luar gerbang Distrik 2, di mana pasukan Baatar melawan para pejuang dari kota Cryzen yang dipimpin oleh pemuda yang seharusnya telah tewas karena Sandra memenggal kepalanya.
Pemuda itu berdiri di sebuah papan yang memiliki baling-baling di bagian bawah seperti helikopter portabel. Ia melayang ke lubang yang telah dibuat sebelumnya oleh pasukan Baatar.
Matteo mengizinkan pemuda berambut putih tersebut masuk, dan sosoknya ditangkap oleh SpiderBot saat di dalam Great Ruler. Pemuda itu mengambil robot mungil itu dan menunjukkan wajahnya di kamera tersebut.
“Kalian … bisa mendengar dan melihatku?” tanyanya dengan wajah datar.
PIP!
“Kami bisa mendengarmu, Tuan muda Ceros,” jawab Matteo yang sosok hologramnya muncul di mata SpiderBot dalam ukuran kecil.
“Terima kasih atas koreksinya,” jawab Matteo berusaha untuk tetap sopan.
“Bahkan dia tak bisa membedakan antara manusia asli dan kloningan. Bodoh,” sambungnya menghina.
Matteo menunjukkan senyum, meski terlihat terpaksa. “Karena kebodohan dari Mola, Anda dan Sandra berhasil mengelabui sistem,” jawab Matteo tetap sabar.
“Itu benar. Oleh karena itu, aku putuskan untuk membantu Great Ruler, asalkan orang-orangku diizinkan untuk menjadi penduduk di negeri ini. Jika tidak, aku akan pulang dan menarik bantuanku untuk membasmi para mutan,” ucap Ceros masih bertahan dengan wajah datarnya.
Matteo melihat layar yang menampilkan wajah dari pamannya, dan Roman mengangguk.
“Diizinkan, Tuan Ceros. Terima kasih atas bantuan dan kepedulian Anda,”ucap Matteo mewakili sang Presiden.
“Dan aku ingin menjadi Walikota Distrik 2 Sentra Video Games. Aku menyukai permainan, terlebih permainan simulasi di negaramu ini. Diizinkan?”
Mata Matteo melebar. Ia terlihat berat untuk menyerahkan posisi Blue padanya. Matteo ditatap semua orang. Xili meringis seraya menunjuk layar saat para mutan di dalam Distrik 2 mulai menguasai wilayah.
Matteo mengepalkan kedua tangan dan memejamkan mata sejenak terlihat berusaha agar tak mengamuk.
__ADS_1
“Ya! Anda, diizinkan. Anda bisa mengambil alih pekerjaan Coloseum Blue untuk menjadi pemimpin Distrik 2. Saya rasa, 2 permintaan sudah cukup, Tuan Ceros Cromoson,” ucap Matteo dengan senyum paksa dan penekanan dalam ucapannya.
“Ya, sudah cukup. Terima kasih,” jawabnya santai.
Para mutan di Distrik 2 melihat pergerakan Ceros yang melayang di langit. Para mutan itu mulai mengincarnya. Matteo dan seluruh orang yang melihat jika Ceros dalam bahaya mulai panik.
“Oaakkk!”
“Berisik,” ucap Ceros dingin, dan seketika, “kill them.”
Dari balik jubah putih Ceros muncul sebuah lingkaran seperti alat pemotong yang berputar cepat dengan sinar hijau menyala terang.
Pisau-pisau itu meluncur dengan cepat sesuai dengan gerakan tangan Ceros seperti mengendalikannya.
“Okkkk!” erang mutan burung saat sayapnya robek dan terpotong oleh pisau-pisau laser tersebut.
Ceros bahkan bisa bergerak dengan lincah di atas papan seperti drone dan menukik tajam menghindari bangunan yang menghalangi jalannya saat dikejar oleh mutan burung.
“Wow!” kagum Matteo karena Ceros terlihat tetap tenang dengan wajah datar seraya mengayunkan kedua tangannya seperti pengendali.
Tak lama, datang pasukan berpakaian putih seperti Ceros memasuki Great Ruler. Mereka manusia setengah robot di mana tubuh robot mereka memiliki kemampuan seperti senjata. Matteo dan orang-orang di Great Ruler dibuat kagum akan teknologi mereka.
“Kita sungguh seperti katak dalam tempurung selama ini, Matteo. Lihatlah, ada teknologi lebih hebat dari yang kita miliki. Selama ini, kita terlalu sombong dan berpikir jika telah berada di puncak dari kehidupan. Ternyata, kita salah,” ucap Roman terdengar miris dan Matteo mengangguk setuju.
Namun, sebuah keanehan terjadi di Distrik 5. Para penyerang dari Baatar yang ternyata berkomplot dengan pasukan Russ-King seperti diserang oleh sesuatu karena mereka tiba-tiba saja tewas padahal tak terlihat satu pun senjata melayang atau ditembakkan ke arah mereka.
“Hei, apa yang terjadi dengan para penyerang itu?” tanya Lala heran menunjuk kamera dari SpiderBot yang menangkap pergerakan di luar benteng tersebut.
“Oh!” pekik Bablo mengejutkan semua orang di pusat kendali. “Itu pasti orang-orang Pipemo! Kalian ingat? Mereka tak terlihat! Mereka pasti ikut membantu kita!” ucap Bablo terharu.
“Aku tak menyangka jika kita bisa bersatu dengan beberapa kota untuk mempertahankan kedamaian. Ini … sungguh indah, meskipun pemandangan sebenarnya cukup mengerikan,” ucap Matteo karena banyak mayat-mayat bergelimpangan dari tiga kubu di segala penjuru Great Ruler. “Kita harus bertahan sampai Sandra tiba! Berjuanglah!” ucap Matteo lantang yang terdengar di seluruh pusat kendali di sepuluh Distrik.
“Yes, Sir!” jawab orang-orang itu lantang.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1