SIMULATION

SIMULATION
BREAK THROUGHT THE DEFENSE*


__ADS_3


Benteng di Distrik 1 masih kokoh berdiri meskipun barikade penutup langit telah tertembus.


Meriam laser tak henti-hentinya menembaki drone bersenjata yang ikut meluncurkan misil-misil untuk merobohkan benteng.


"Mayor Kyel! Status!" pinta Lala karena roket berisi manusia yang diluncurkan dari kapal militer musuh mendarat di luar benteng Distrik tersebut.


"Kami masih bisa bertahan! Namun, menara pengawas melihat pergerakan besar dari luar benteng. Sepertinya, para pasukan robot itu akan mencoba memasuki benteng entah dengan cara apa!" jawabnya dari hasil pengamatan SpiderBot yang menjadi mata di luar benteng dengan menempel pada dinding.


Para manusia dengan pakaian robot itu berlari menuju ke benteng. Kyel, tak akan membiarkan bentengnya tertembus.


"Mereka menggunakan pakaian besi. Kita setrum mereka semua! Siapkan dinding sengat!" titah Kyel lantang dari Pusat Kendali Distrik 1.


"Yes, Sir!" jawab salah satu operator yang dengan sigap memegang tuas pada genggaman tangan kanan untuk mengaktifkan.


Mata semua orang dari kubu Great Ruler terfokus pada pergerakan puluhan manusia robot yang mencoba memanjat dinding Great Ruler.


SpiderBot ditarik mundur dan kini berada di atap Distrik 1 agar tak terkena imbas dari sengatan yang akan dikeluarkan melalui panel-panel logam yang terpasang pada dinding terluar.


"Sir?" panggil operator karena Kyel masih diam saja seperti menunggu.


"Tahan. Biarkan mereka semua memanjat, seolah kita tak bisa menghentikannya. Mereka pikir, dengan rusaknya meriam laser, kita telah kalah. Salah besar," jawab Kyel dengan wajah bengisnya.


Semua orang tampak tegang ketika semua pasukan robot itu mulai memijakkan kaki di dinding layaknya melakukan panjat tebing menggunakan tali tambang yang terkait pada celah dinding.


"Now!" titah Kyel tiba-tiba.


KLEK! CRETTT!!


"AARGHHH!" erang para manusia robot yang terkena sengatan hebat hingga tubuh mereka mengejang dan satu per satu tergantung karena masih terikat dengan tali ke pakaian robot mereka.


"Yeah!" seru orang-orang dari kubu Great Ruler karena berhasil menjalankan strategi dari Kyel untuk mempertahankan benteng.



Namun tiba-tiba, sekumpulan drone muncul bagaikan serangga. Mata Kyel melebar ketika melihat pergerakan kedua dari kubu musuh yang masih bernapsu untuk menjebol benteng pertahanan Great Ruler.


"Sir! Mereka tahu jika dinding terdapat aliran listrik. Mereka terbang mengitarinya! Mereka akan masuk dari celah atap!" ucap salah satu operator yang melihat pergerakan drone-drone tersebut terbang berputar.


"Gunakan SpiderBot!" seru Sandra tiba-tiba. Kyel dan lainnya tertegun. "Gunakan SpiderBot untuk melakukan perlawanan, jangan hanya sebagai mata saja. SpiderBot bisa menyerang dengan kaki laser. Lakukan!" titah Sandra dari bangku cacing robotnya.


"Kalian dengar yang dikatakan Wakil Presiden? Segera kerjakan!" sahut Kyel mengomandoi pasukannya.

__ADS_1


"Yes, Sir!"


Segera, para operator menggunakan SpiderBot. Laba-laba itu bergerak dan menyebar di sekitar atap barikade Distrik 1 bagian dalam agar sosok mereka tak terlihat.


SpiderBot menunggu drone-drone itu memasuki celah. Seketika, CLEB! CLEB!


SpiderBot melompat ke tubuh drone yang terbang memasuki lubang yang berhasil ditembus. Para operator segera mengaktifkan fungsi kaki laser pada serangga robot itu.


SRINGG! DAR! DAR!


"Yeah!" seru para operator yang menugaskan SpiderBot saat serangga-serangga kecil itu berhasil merusak drone-drone tersebut.


Drone dari musuh meledak di angkasa setelah komponen dalam mesin dirusak. Meski demikian, SpiderBot terkena imbas dan ikut gugur saat melakukan penyerangan.


"Gunakan cara yang sama ke seluruh drone musuh. Kerjakan!" titah Lala kepada semua operator yang menugaskan SpiderBot.


Tiba-tiba saja, drone-drone yang lepas dari bidikan senjata pasukan Great Ruler meledak dan jatuh satu per satu. Alolo, Joe, dan para tentara yang berperang tersenyum saat mereka sudah kualahan menembaki musuh.


Ceros yang seperti kehilangan kemampuan bertempurnya dan malah diam saja, tak menyadari ketika sebuah drone bersenjata membidiknya.


"Tuan Muda Ceros!" teriak salah satu tentara asal Cryzen yang melihat moncong senapan drone itu terarah ke tubuh Walikotanya.



Ceros menoleh dan mendapati seorang pemuda menggenggam senapan laser sedang terbang menggunakan HeliBot yang memeganginya tubuhnya.


"Jika lelah, istirahatlah, Walikota. Aku bersedia menggantikanmu," ucap Yaz dengan pakaian tempur robot level E entah ia dapat dari mana.


"Hei! Kau mencuri pakaian tempurku!" seru Roves yang terdengar di telinga Ceros dan juga HeliBot yang membawa Yaz.


"Aku tak bisa berdiam diri saja di bunker! Aku seorang pejuang dan aku ingin bertempur!" jawab Yaz marah dan kembali menembak drone bersenjata yang mencoba menembaknya jatuh.


"Dasar anak keras kepala. Awas saja jika kau sampai mati. Akan kuseret rohmu dari neraka!" geram Roves, tapi membuat semua pendengar meringis mendengarnya.


"Ayo, Walikota! Kita beraksi. Kudengar, kau suka bermain video games bukan? Ini sama, hanya bedanya, jika kita terkena, kita bisa mati. Jadi, berani adu nilai denganku? Jika skorku lebih tinggi darimu, aku akan menggantikan kursimu sebagai Walikota. Umurku hampir sama denganmu, jadi ... aku juga pantas menjadi pemimpin sepertimu," ucap Yaz menantang.


"Dasar bocah gila! Bisa-bisanya dia menantang Walikota. Aku menyesal menjadi Ayahnya," gerutu Roves untuk kesekian kali.


Ceros yang sedari tadi diam dengan wajah datar, akhirnya menunjukkan senyuman.


"Oke. Kuterima tantanganmu. Jika kau kalah, kau harus menjadi asistenku," tegasnya dengan kedua tangan langsung bersiap dengan mengaktifkan senapan tembak yang terpasang pada punggung lengannya.


"Haha! Aku tak akan kalah!" jawab Yaz senang dan segera mengendalikan HeliBot generasi terbaru yang kini bisa dikemudikan dari pengenal suara. "Kiri! Kanan! Ke atas!"

__ADS_1


SHUW! DAR!


"Wohooo! Aku sudah dapat tiga, Ceros!" ucap Yaz gembira atas aksinya barusan.


"Berani-beraninya dia memanggil Walikota dengan nama saja! Ingatkan aku untuk menghajarnya, Otka!" pekik Roves yang membuat Ceros tersenyum tipis.


Sedang Otka, yang terkoneksi dengan Pusat Komando di bunker evakuasi hanya menghela napas tak ingin ikut campur.


Ternyata, jenis drone yang dikerahkan oleh negara New-US beragam. Mereka mengembangkan teknologi persenjataan demi memenangkan perang.


Para User robot level E juga memanfaatkan HeliBot untuk membawa mereka terbang mengalahkan para drone bersenjata.


HeliBot generasi ketiga, memiliki fungsi pengenal suara untuk lima jenis saja. Naik, turun, kanan, kiri, dan seimbang.


Kini, pekerjaan para operator semakin mudah karena mereka tak perlu lagi mengatur pergerakan HeliBot tersebut.


Peperangan terlihat begitu mengerikan di hari menjelang senja. Great Ruler terkepung dari segala sudut.


Jauhnya jarak dari Baatar menuju Great Ruler, membuat orang-orang yang pergi menuju ke negara yang sedang diserang itu tak sabar untuk segera tiba.


WolfBot ikut dikerahkan untuk menjaga pertahanan. Sayangnya, kemampuan tembak WolfBot yang terbatas, membuat serigala robot itu tak bisa bekerja dengan maksimal.


"Mam! 100 WolfBot kehabisan daya dan kini sedang mengisi ulang energi," ucap operator wanita yang bertugas mengoperasikan serigala robot tersebut.


Lala memijat kepalanya karena ia khawatir tak bisa mempertahankan benteng lebih lama lagi. Barikade langit Great Ruler telah berlubang termasuk beberapa dinding telah jebol dan membuat pasukan musuh berhasil masuk ke beberapa wilayah Distrik.


Meski semua orang masih berjuang keras, tapi tanpa adanya pemimpin Great Ruler, semua terasa berat. Beban yang dipikul Lala ternyata membuat fisiknya terkena dampak. Tiba-tiba saja, BRUK!


"Menteri Lala!" panggil Qimi panik karena Lala tiba-tiba saja pingsan.


Petugas medis segera berlari mendatangi Lala. Roman yang mendengar isterinya jatuh pingsan terlihat shock. Morlan dan lainnya ikut cemas mengingat jarak yang harus ditempuh masih sekitar 6 jam lagi.


Entah, masih ada waktu atau tidak untuk menyelamatkan negara dari peperangan yang tak pernah mereka harapkan itu.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy makasih tipsnya mbak Aju😘 Abiskan ya biar semangat tamatin Simulation yang tinggal dikit lagi. Doain lele selalu sehat dan rejekinya lancar. Amin~

__ADS_1


__ADS_2