
Di pusat kendali simulasi Sandra berada.
“Bagaimana daya baterai laser? Sandra menggunakannya cukup lama?” tanya Matteo cemas.
“Tinggal 40 persen lagi. Jika Otka tak segera menumpas mereka, laser akan padam dan para serigala itu tak bisa dibunuh dengan senjata biasa,” jawab operator yang panik usai melihat laporan pada data sistem persenjataan robot.
Saat semua orang dilanda kecemasan, tiba-tiba ….
“Harggghh!” Mata Sandra melebar saat melihat empat serigala robot muncul entah dari mana dan langsung menyerang para serigala mutan tersebut.
“Wow, apa ini? Mola! Identifikasi!” perintah Sandra yang kebingungan karena kemunculan empat serigala yang tak dikenalnya.
“Teridentifikasi. Empat serigala robot tersebut bernama WolfBot ciptaan Departemen Pertahanan Great Ruler. Mereka dikirim oleh Jenderal Matteo Corza sebagai bala bantuan untuk membantumu menyelesaikan misi.”
“What?” tanya Sandra heran dan tetap siaga.
Matteo tersenyum tipis karena namanya disebut, dan semua operator hanya berdeham dengan wajah malas. Matteo mengabaikan apa pun isi pikiran orang-orang di ruangan itu.
Empat serigala robot itu sama beringasnya dengan serigala mutan. Sandra mematikan pedang laser dan menonaktifkan duri di tubuhnya.
Ia kini menggantinya dengan sebuah pistol laser dalam genggaman. Sandra berlari mendekati sebuah batu dan berdiri di sana. Ia melihat dari atas pergerakan empat serigala mutan yang berusaha menjatuhkan lawan mereka.
Para serigala robot terlihat tangguh. Mereka memiliki kuku dan gigi tajam seperti para mutan. Tubuh mereka juga kuat karena berlapis baja.
Sandra melihat pergerakan dan cara bertarung para serigala robot itu di mana matanya malah dimanjakan karena tak pernah melihat hal ini sebelumnya.
“Serigalamu boleh juga, Jenderal Matteo. Sayangnya, aku menganggap ini sebagai penghinaan untukku. Sepertinya, kau merasa jika aku lemah sehingga kau mengirimkan bantuan,” sindir Sandra, dan Matteo terkejut mendengar pengakuannya.
Semua petugas langsung menutup mulut rapat, enggan berkomentar. Wajah Matteo berubah masam, tetapi ia memilih diam.
“Tak merasakan sakit? Hem, robot yang sangat ideal untuk sebuah pertempuran,” ucap Sandra menilai para robot serigala yang terlihat mampu bertahan dari cakaran dan gigitan para mutan. “Oke, aku bantu agar cepat selesai.”
Sandra mengarahkan pistolnya ke salah satu serigala mutan yang terkapar di tanah dengan luka di sekujur tubuhnya karena serangan mematikan dari robot serigala tersebut.
Sandra membidik para serigala mutan. Ia menembaki para mutan itu dengan pistol laser hingga hewan-hewan berbulu hitam tersebut tergolek tak bergerak lagi.
“Au … u … uuu!”
Lolongan para serigala robot membuat Sandra terkejut karena empat WolfBot mampu melolong dan suaranya terdengar sungguhan seperti serigala asli.
“Your welcome,” ucap Sandra dengan senyuman saat melihat empat serigala itu duduk manis di depannya.
Matteo dan lainnya tersenyum karena robot Sandra dan robot serigala terlihat baik-baik saja.
“Selamat. Anda berhasil menyelesaikan misi level 5. Lanjutkan atau beristirahat?” tanya Mola.
__ADS_1
Orang-orang di pusat kendali bertepuk tangan karena misi level 5 berhasil dengan sukses.
“Mm, Mola. Boleh kutanya?” tanya Sandra saat robotnya telah turun dari batu dan kini ikut berjongkok di depan empat serigala robot yang duduk berjejer. “Mereka ini … akan terus bersamaku, atau hanya muncul saat keadaanku terdesak?”
“WolfBot akan terus ikut denganmu sampai mereka rusak dan tak bisa ikut dalam misi lagi. Energi mereka dari sinar matahari. Disarankan, saat mereka melakukan pengisian daya, kau beristirahat, dan melanjutkan misi ketika baterai mereka terisi penuh. Dibutuhkan dua jam untuk pengisian optimal.”
“Oke. Bisa diskripsikan, kelebihan dari WolfBot ini?” tanya Sandra yang kini duduk menyender pada sebuah batu seraya mengamati empat hewan robot itu saksama.
“WolfBot dirancang sebagai pelindung. Dalam misi kali ini, mereka telah diprogram untuk melindungimu. Mereka bisa menembakkan laser dari dalam mulut, tapi hal itu cukup menghabiskan daya baterai. Tembakan laser hanya bisa dilakukan jika kau perintahkan. Kau cukup mengatakan ‘Fire 1 atau 1 Fire’, maka WolfBot dengan seri 1 akan melakukan perintahmu. Kau bisa melihat nomor mereka di bagian dahi.”
Sandra mengangguk paham. “Hem, sangat menarik. Lalu … dalam sekali pertempuran, disarankan berapa batas maksimal melakukan tembakan laser?”
“Tiga kali.”
“Oke,” jawab Sandra terlihat puas dengan penjelasan Mola.
“Pengulangan instruksi. Melanjutkan misi atau istirahat?” tanya Mola mengingatkan.
“Lanjut. Aku sangat penasaran dengan level selanjutnya,” jawab Sandra semangat dan kembali berdiri.
“Perintah dilaksanakan. Melanjutkan misi. Level 6. Selamat datang dan inilah instruksi misi.”
“Wow, ada instruksi misi?” tanya Sandra heran karena sebelumnya hal itu tak ada. “Oke. Apa itu?”
“Level 6. User harus menyelamatkan para warga yang disekap oleh para penjahat dan dijaga oleh para mutan. Jenis mutan, tak diketahui. Jarak tempuh menuju lokasi kurang lebih dua jam dengan berjalan. Berlari, membutuhkan waktu satu jam. Rute telah diatur,” ucap Mola.
“Oke, aku siap,” ucap Sandra mantap.
Empat serigala itu masih duduk diam seperti menunggu instruksi.
“Misi dimulai dalam hitungan mundur. 10 … 9 … 8 … 7 … 6 … 5 … 4 … 3 … 2 … 1, go!”
Sandra segera berlari kencang, dan empat serigala robot merespon gerakan itu. Mereka ikut berlari mengikuti User yang harus mereka lindungi.
Sandra tersenyum karena kali ini ia merasa seperti mendapatkan partner bertarung. Seekor serigala robot di sisi kiri dan kanan. Dua sisanya berada di belakang.
“Pemandangan ini sangat luar biasa. Ini tak pernah terjadi sebelumnya,” ucap Matteo dengan senyum terkembang.
“Sir,” panggil Xili mengangkat tangan.
“Yes?” tanya Matteo dengan kedua tangan menyilang di depan dada, menoleh ke arah Xili yang terlihat gugup akan sesuatu.
“Saya melakukan analisis dengan pencitraan satelit. Lokasi yang sedang dituju Otka adalah tempat di mana regu dari Morlan terakhir kali terlihat sejak diasingkan dari Great Ruler. Kawasan itu memiliki tingkat radiasi tinggi, Sir. Saya khawatir, tempat itu akan menyulitkan pergerakan Otka dan WolfBot kita,” jawab Xili menjelaskan.
Kening Matteo berkerut seketika. Ia terlihat berpikir serius akan suatu hal.
“Oh, sebentar. Kenyataannya, Sandra menjalankan misi sesungguhnya, bukan simulasi dalam simulator buatan kita di Great Ruler. Benar ‘kan?” tanya Matteo menatap para petugas operator yang duduk menghadapnya. Orang-orang itu mengangguk membenarkan. “Kita bisa memberikan informasi pada Sandra di lapangan. Seperti saat mengirimkan WolfBot. Bagi sistem Mola yang telah diperbaharui, kehadiran WolfBot bukan dianggap sebagai perubahan kode dalam pemrograman. Bisa dibilang, kita melakukan kecurangan dengan menyusup dalam simulasi yang dibuat oleh Morlan!” jelasnya dengan mata berbinar.
__ADS_1
“Oh! Itu benar!” sahut Xili membulatkan mata. Orang-orang mulai menunjukkan wajah gembira karena memiliki secerca harapan untuk menyelamatkan Sandra.
“Namun, hanya robot-robot jenis tertentu yang bisa kita kirimkan, Jenderal. Pengendalian jarak jauh akan sedikit menyulitkan karena harus melewati beberapa kawasan di mana beberapa kota memiliki penghalang sinyal. Jika robot kita memasuki area itu, mereka akan mati. Dan teknologi robot kita bisa dicuri,” sahut Xili menjelaskan.
Matteo kembali berpikir keras. Ia melihat Sandra masih berlari bersama para WolfBot menuju ke lokasi di mana Morlan dan orang-orangnya berada.
“Kirimkan WolfBot susulan dengan rute berbeda. Aku tak tahu ke mana tujuan akhir dari misi ini. Setidaknya, kita mengantisipasi jika empat robot serigala yang bersama Sandra hancur, ada robot lain yang akan melindunginya,” tegas Matteo.
“Siap! Saya akan mengirimkan dua tim WolfBot masing-masing regu berjumlah empat serigala robot,” sahut Rhyz sigap.
“Tunjukkan padaku pencitraan satelit seluruh wilayah yang bisa kita pantau. Aku ingin melakukan pemetaan dan perkiraan rute selanjutnya,” perintah Matteo menunjuk Xili.
Pria bertubuh jangkung itu segera menampilkan pencitraan satelit dari atas. Titik di mana Sandra dan empat robot serigala terlihat. Begitu pula beberapa kota yang memiliki penghalang sinyal meski jarak Sandra dengan kota itu cukup jauh.
“Sepertinya Sandra akan terus bergerak menuju ke Utara. Namun, aku ambil antisipasi. Tempatkan Tim Dua di sisi Barat Laut, lalu Tim Tiga di sisi Timur Laut,” perintah Matteo.
“Yes, Sir!” jawab Rhyz cepat dan segera menandai tempat tersebut di luar penghalang sinyal.
“Selain itu, kirimkan HeliBot. Aku terpikirkan sesuatu,” ucap Matteo dengan senyum tipis. Xili dan para petugas lainnya terlihat bingung, tetapi mereka mengangguk siap.
Para penjaga WolfBot yang mendapatkan instruksi dari pusat kendali segera melepaskan delapan serigala robot yang akan melakukan perlindungan di dua titik yang telah Matteo tandai.
Para operator terus mengawasi segala bentuk pergerakan dari pantauan satelit. Mereka berusaha agar robot yang dikendalikan oleh Sandra tak rusak agar manusia asli dalam mesin simulator tetap hidup.
HeliBot diterbangkan dan ia mengunci titik pendaratan pada empat WolfBot yang kini melindungi Sandra. Benda terbang portabel itu bergerak cepat melintasi daratan dan perairan menuju ke tempat Sandra berada.
Di sisi lain. Penjagaan ketat dan persiapan akan segala jenis serangan yang bisa saja terjadi segera diberlakukan oleh Presiden Roman.
Para warga Great Ruler terlihat panik, meski serangan belum terjadi. Ruang bawah tanah sebagai tempat evakuasi dijaga ketat oleh robot level D seri 05. Robot seri D masih dioperasikan oleh manusia yang ditempatkan dalam robot besar tersebut.
Masing-masing bunker dilindungi oleh empat buah robot level D seri 05, 10 User robot level E seorang manusia dengan tubuh robot dilengkapi persenjataan seperti senapan laser, bom, pedang laser dan peluncur misil ukuran kecil di punggung.
Barikade menutup langit Great Ruler mengingat musuh mereka adalah mutan dan beberapa dari mereka bisa membobol dinding serta melubangi logam dengan zat asam.
Seluruh persenjataan otomatis bersiaga, mengelilingi tembok Great Ruler yang menjulang tinggi dan terbentang membentuk sebuah lingkaran besar di salah satu Benua Asia tersebut.
Pemandangan ini mirip dengan kejadian lima tahun silam dan membuat semua orang yang pernah terlibat sebelumnya ketakutan.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Sampai udah gak tau nih berapa ngetipsnya. Pokoknya habiskan!! Semangat diriku!
__ADS_1