
Sandra terkejut saat mendengar pernyataan dari Komandan Ego. Masih terdengar suara ledakan dan tembakan dari balik dinding di mana Sandra yakin jika para User robot level B sedang bertarung hebat dengan para mutan di Distrik 10.
Walikota Distrik 9—Mayor Petroska—mendata para warga dari Distrik 10 di mana kumpulan orang-orang itu belum memiliki barcode.
Sandra melihat para User robot level E menggiring orang-orang itu ke sebuah kendaraan tanpa roda dengan kapasitas hampir 30 orang.
Kendaraan dengan kaca pelindung tebal anti peluru dan anti getaran tersebut melayang di atas jalanan besi.
Mobil pengangkut seperti bus yang berjumlah 5 buah, meninggalkan perbatasan Distrik 9 yang berisi para penduduk Distrik 10.
"Kau tahu, ke mana mereka akan dibawa?" tanya Sandra menatap Komandan Ego usai diobati dan terlihat ia baik-baik saja meski harus menggunakan kursi roda robot.
"Ya. Mereka dibawa ke tempat penampungan. Yang selanjutnya, akan dikembalikan lagi ke Distrik 10 usai tempat itu selesai dibersihkan," jawab Ego santai dari kursi rodanya yang didominasi warna silver tersebut.
Sandra terlihat iba dengan kondisi orang-orang itu, tapi ia menyadari jika tak semua orang bisa bermukim dan tinggal di Great Ruler.
"Aku baik-baik saja. Sebaiknya kita kembali ke tempat pelatihan. Sepertinya Tony sibuk hari ini. Aku bisa menggantikannya untuk besok jika dia masih ditugaskan di Distrik 10. Kau ... tidak keberatan, bukan?" tanya Ego menawarkan dan Sandra mengangguk setuju.
Kursi roda itu bergerak dengan sendirinya di samping Sandra. Kedua tangan Ego ia pangku di atas paha saat benda itu menggelinding dengan suara mesin begitu halus hampir tak terdengar.
Para User robot level E mengikuti Ego dan Sandra sampai ke sebuah mobil khusus militer berwarna hitam tanpa roda yang melayang di atas jalanan logam untuk membawa mereka kembali ke fasilitas pelatihan di Gedung berwarna hijau yang dikelilingi air tersebut.
Sandra kembali ke kamarnya untuk segera beristirahat dan membersihkan diri. Ia yang tadinya sudah bersiap untuk tidur langsung bersiaga saat sebuah alarm panggilan datang dari Eco—asisten ruangan, dan memintanya untuk berkumpul.
Sayangnya, Tony tak mengizinkan kawannya itu untuk ikut dalam simulasi. Namun, para pejabat militer meminta Sandra untuk terjun langsung mengingat penyerangan berada di Distrik 10. Tony dan Sandra baru menyadari jika Vemo terlibat dalam skenario mereka.
Pagi harinya, Sandra sudah bersiap untuk melakukan pelatihan. Namun, Eco memberikan instruksi agar Sandra mendatangi sebuah ruangan yang tak pernah ia kunjungi sebelumnya.
__ADS_1
Dua buah robot warna hijau menggelinding sebagai pemandu. Sandra mengenali robot itu dari bentuk mereka seperti bola bowling di mana ia pernah berinteraksi dengan mereka sebelumnya.
PIP!
"Otka Oskova. Silakan masuk," ucap Eco seraya membuka pintu usai Sandra melakukan scan barcode di papan pemindai.
Praktis, mata Sandra melebar. Ia mematung untuk beberapa saat ketika menyadari jika tempat tersebut adalah ruang meeting, dan para petinggi negara sudah ada di sana. Sandra terlihat gugup, dan Lala menyadarinya.
"Duduklah di sebelahku," pintanya ramah.
Sandra mengangguk pelan lalu berjalan menuju ke kursi kosong tersebut. Sandra tersentak saat kursi itu mundur dengan sendirinya sebelum ia menyentuh.
Orang-orang menatap gerak-gerik Sandra seksama yang terlihat canggung berada di antara mereka. Sandra segera duduk dan kursi itu kembali dengan sendirinya.
"Baiklah. Selamat pagi semua. Rapat hari ini membahas tentang insiden yang terjadi di Distrik 10," ucap Sekretaris Negara bernama Sora, terlihat dari papan nama digital di atas meja tempat ia duduk. Semua orang terlihat serius menyimak. "Setelah Captain Tony dan timnya menyelidiki sekitar lokasi kejadian, ditemukan sebuah jalan rahasia yang tak kita ketahui sebelumnya. Ada sebuah lorong di balik sebuah batu besar yang ternyata batu tersebut adalah sebuah pintu rahasia. Terowongan tersebut ternyata menembus ke bagian terluar dari Great Ruler. Hanya saja, terowongan itu hanya bisa dilewati oleh satu orang. Soal mutan berbentuk burung yang berhasil masuk dalam tangkapan kamera pengawas, hewan itu melumpuhkan sistem perlindungan terluar dengan zat asam yang keluar dari paruhnya. Seluruh anggota tim penyidik menyimpulkan, hewan-hewan mutan itu adalah kiriman Morlan. Dan yang menjadi pertanyaan besar adalah, apakah keterlibatan Vemo dengan Morlan?" ucap Sekretaris menutup laporan, tapi diakhiri dengan lirikan tajam ke arah Sandra.
Kini, sosok Sandra menjadi bidikan para pejabat. Sandra terlihat gugup.
"Yes, Sir," jawab Sandra sopan.
"Kau adalah isteri dari Vermendis Vemo, secara ilegal," tegasnya, dan Sandra mengangguk pelan. "Apakah kau tahu, kehidupan Vemo sebelum kau mengenalnya lalu kalian memutuskan menikah?"
Sandra terlihat gugup karena ia sungguh tak tahu dengan jawaban itu. Ia berusaha tetap tenang meski semua mata menatapnya tajam.
"Saya tidak tahu, Pak. Vemo yang saya kenal pria yang baik dan ia sejak kecil sudah berada di Great Ruler Distrik 10. Ia tak pernah keluar dinding. Namun, jika boleh saya menawarkan bantuan, biarkan saya pergi mencari keberadaan Vemo."
Praktis, semua orang terkejut.
"Apa kau seorang cenayang, Otka?" sahut Colonel Brego mengejutkan semua orang karena pertanyaannya.
"Cenayang?" tanya Sandra dengan senyum aneh.
__ADS_1
"Kau sepertinya tahu jika tujuan kami memintamu ke sini untuk mencari keberadaan Vemo. Jujur, Vemo belum resmi menjadi salah satu penduduk Great Ruler. Bahkan bisa dibilang, jika dia diambil oleh Morlan, itu tak memberikan dampak apapun pada negara," sahut Sekretaris Sora. Seketika, mata Sandra langsung menyorot wanita berambut toska sebahu itu tajam. "Oleh karena itu, kami memberikanmu kesempatan untuk membawa kekasihmu, oh maaf, suami ilegalmu kembali," sambungnya dengan wajah dingin.
Sandra mengunci pandangannya ke arah Sora dengan wajah datar. Semua orang memilih diam tak mau berkomentar.
"Tentu saja, aku dengan sukarela akan mencari keberadaan Vemo. Aku tahu jika kalian khawatir jika mengirimkan robot yang telah dikenal oleh negara lain saat melintasi perbatasan wilayah. Hal itu, bisa memicu perang. Dengan adanya aku dalam simulasi robot level A yang nantinya akan kugunakan, negara lain tak akan tahu jika robot tersebut adalah buatan Great Ruler," jawab Sandra tegas.
Lala tersenyum tipis berikut beberapa orang. Sora memutar bola matanya terlihat malas.
"Baiklah, sudah diputuskan. Otka dengan sukarela akan menjadi detektif dan penyelamat dengan robot barunya nanti yang direncanakan akan mulai bertugas dua minggu dari sekarang usai percobaan simulasi dengan robot level A minggu depan," sahut Wakil Presiden Lala.
"Dua minggu lagi? Kenapa begitu lama?" tanya Sandra langsung menengok ke arah wanita yang mulai terlihat keriput di sudut matanya.
Lala tersenyum. "Ingat, Otka. Pelatihanmu belum usai. Kau juga belum melakukan percobaan simulasi. Kita tak boleh gegabah. Kami yakin jika Vemo mampu bertahan. Oleh karena itu, latihlah dirimu agar saat misi nyata diberikan, kau bisa menyelesaikannya dengan baik. Bawa Vemo pulang, dan kami janjikan, pernikahan legal untuk kalian berdua, dan Vemo bisa tinggal di Great Ruler sampai akhir hayat."
"Per-pernikahan legal?" tanya Sandra mengulang.
"Ya. Bukankah hal itu yang diinginkan olehmu? Roves akan merestuinya," sahut Ego, tapi membuat Sandra meliriknya sadis. Akira tersenyum tipis, tapi Tony dan Matteo berwajah masam.
"Ya, tentu saja. Pernikahan legal. Terima kasih atas kemurahan hati kalian," jawab Sandra dengan senyum kaku.
Semua pejabat menunjukkan senyum terkembang, terlihat seperti bangga akan kebaikan hati yang mereka berikan untuk Sandra.
***
ILUSTRASI
SOURCE : PINTEREST and GOOGLE (weburbanist.com)
wah makasih tipsnya. lele padamu❤️ya ampun sehari lele ngebut ngerjain naskah ampe pegel punggung dan mata sliwer demi cetakan simulation tapi baru dpt 10 eps. masih 25 lagi😩 terima kasih dukungannya. kalo ada tipo koreksi aja. kwkwkw lelah sangat ini
__ADS_1