SIMULATION

SIMULATION
NEW PLAN


__ADS_3

Keesokan harinya, Sandra mendapat panggilan dari Komandan Akira perihal sebuah surat dokter yang dikirimkan dari Sentra Video Games. Sandra pun memenuhi panggilan itu meski tangannya masih terbalut gips.


"Kenapa kau bisa terluka? Lalu, kau akan berhenti kerja? Sungguh sangat disayangkan, Sandra," tanya Komandan Akira terlihat sedih saat membaca surat elektronik itu.


"Ya begitulah, aku minta maaf. Aku sepertinya, memang harus beristirahat untuk menyembuhkan lukaku. Aku mengucapkan terima kasih atas bantuan Anda selama ini, Komandan Akira," ucap Sandra sungkan dan pria berwajah Asia itu mengangguk pelan.


Akira mengantarkan Sandra untuk berpamitan kepada kawan-kawannya yang ikut mendengar jika dirinya mengalami cidera dan terpaksa berhenti bekerja.


"Jangan sedih, Sandra. Kau pasti akan menemukan jalan lain untuk menjadi seorang User," ucap Gora-wanita berambut hitam yang digulung ke atas-menyemangati.


Sandra mengangguk seraya memberikan pelukan salam perpisahan. Sandra memeluk semua kawan wanita yang satu kelompok dengannya selama bekerja di tambang.


Meski baru beberapa minggu bekerja, tapi ia merasa jika para wanita itu adalah orang terdekatnya selain Eliz-sahabatnya.


Sandra kembali pulang ke Apartmen dan tetap mendapatkan upah atas hasil kerja kerasnya selama bekerja di tambang, langsung masuk ke rekening Bank.


Asisten ruangan-Rey-menginformasikan, jika ada dua pesan masuk ke kotak pos elektriknya. Salah satunya dari Sentra Video Games. Entah kenapa, pesan itu sangat ia nantikan dan membuat jantungnya berdebar.


"Bacakan, Rey," pinta Sandra sembari duduk di kursi meja makan ditemani secangkir cokelat panas belum ia teguk.


"Hai, aku Blue. Kau, masih mengingatku? Seharusnya iya. Aku berharap kau tak mengalami amnesia karena insiden kecil di gedungku," ucap Colosseum yang praktis, membuat Sandra tersenyum. Wanita cantik itu bisa membayangkan ekspresi lucu si pria berkacamata. "Mm, aku hanya ingin mengatakan jika ... aku sudah menceraikan Angel. Tepatnya kemarin malam, setelah kau pergi. Sayangnya, Angel tak menangis. Ia seperti tak berduka sama sekali atas perpisahan kami yang sudah bertahun-tahun dijalani. Angel sungguh tak berperasaan," ucapnya melantur, tapi ceritanya malah membuat Sandra terkekeh geli.


"Dia sudah tak waras. Wajar saja, sepanjang hidupnya hanya ditemani robot. Pria kesepian," celetuknya masih tak bisa menahan tawa.


"Jadi ... pegawai manusiaku, kapan kau akan masuk bekerja? Aku tahu kau sedang sakit, dan mungkin aku akan terkena pasal berlapis oleh Hukum Great Ruler. Namun sungguh, aku sangat menantikan kedatanganmu. Bisakah besok kau mulai bekerja? Kau cukup duduk di kursi yang sudah kusediakan. Kau tak perlu melakukan apapun. Duduklah di sana sampai jam kerja selesai. Lakukan hal itu setiap hari sampai lukamu pulih. Bagaimana?"


Sandra tertawa terbahak. Ia tak pernah menyangka akan mendapatkan pekerjaan pengganti dengan mudah, bahkan tak perlu melakukan hal sulit. Namun lebih tepatnya, pekerjaan membosankan.


"Jadi, besok sopirku, em ... maksudku, mobil otomatisku akan menjemputmu. Pukul 8 pagi. Sebaiknya kau bersiap. Baiklah, aku rasa cukup. Jika aku ingat sesuatu, aku akan menghubungimu lagi. Sampai jumpa, Asisten."

__ADS_1


Sandra tersenyum lebar sembari meraih gelas minumnya. Ia memandangi pekatnya cokelat yang tak memantulkan gambar apapun di permukaannya. Namun seketika, senyumnya memudar.


"Apa yang kupikirkan? Jangan lupa tujuanmu, Sandra. Matteo Corza. Kematian Rey akan sia-sia jika kau sampai gagal membalaskan dendam," ucapnya serius. "Colosseum Blue hanya jembatanmu untuk membawamu menjadi seorang User. Selama kau menjadi asistennya, carilah kesempatan agar bisa berlatih dalam simulasi video games, dan cara agar bisa menjadi seorang User tanpa sertifikat kelayakan kerja," sambungnya memantabkan hati.


Sandra segera meneguk habis minuman cokelatnya dan bersiap untuk tidur, meski hari masih siang.


Namun, saat Sandra baru akan merebahkan dirinya, Rey kembali menginformasikan jika Eliz dan Tony datang berkunjung. Sandra kembali bangun dan menyambut kedua tamunya.


"Sandra!" panggil Eliz saat pintu rumahnya terbuka setelah Sandra mengizinkannya masuk melalui Rey.


"Hei, ada apa?" tanya Sandra bingung.


"Oh, ya Tuhan. Dia sungguh terluka," ucap Eliz melihat tangan Sandra yang dibalut gips.


"Ah, ini hanya retak. Aku akan kembali baik. Setelah 3 bulan tentunya," jawab Sandra santai.


"Tiga bulan? Lama sekali. Kau berobat di mana? Jika retak, sebulan saja gips-mu itu sudah bisa dilepas. Selain itu, kita sudah tak menggunakan gips lagi. Pengobatan modern yang diterapkan oleh Presiden Morlan sebelum diusir, memiliki cara ampuh untuk pemulihan tulang yang rusak. Meregenerasi dengan cepat. Akan kubawa kau ke Rumah Sakit militer. Kau bisa pulih dengan segera," sahut Tony serius.


"Kau berobat di mana, Sandra? Apakah tempat itu sangat kuno, hingga kau memilih cara tradisional? Apakah biayanya terlalu mahal, hingga kau tak bisa membayarnya?" tanya Eliz iba.


"No. Setahuku, para dokter di Distrik 2 yang melakukannya. Para dokter robot di Sentra Video Games," jawabnya menebak.


"What? Mustahil. Setahuku, tempat itu sangat modern bahkan memiliki ruang medis tercanggih di Great Ruler secara pribadi," sahut Tony tegas.


Mulut Sandra menganga. Ia merasa bingung dengan hal ini. Tony melihat gelagat aneh Sandra seperti memikirkan sesuatu.


"Sandra. Apa yang kau sembunyikan? Ceritakan padaku. Ingat, meskipun Rey sudah tiada, tapi aku merasa bertanggungjawab untuk melindungimu. Kau sudah kuanggap seperti Adik layaknya Eliz. Jadi, bicaralah. Biarkan kami membantu kesulitanmu," sambung Tony menatapnya lekat dan Eliz mengangguk setuju.


Sandra memejamkan matanya rapat. Ia sudah berjanji pada Colosseum Blue untuk merahasiakan tentang dirinya.

__ADS_1


Sandra berpegang teguh pada hal itu, tapi dua orang di depannya ini bukan tipe manusia yang bisa dibodohi. Sandra terpaksa membeberkan sedikit dari yang ia tahu.


"Kita duduk di ruang tengah saja. Dan berjanjilah, cukup kita bertiga yang tahu," pinta Sandra, dan dua kawan akrabnya itu mengangguk dengan wajah serius.


Sandra pun bercerita, meski bagian yang mengatakan jika Colosseum Blue dan Matteo Corza adalah saudara kembar ia hilangkan. Tentu saja, Eliz dan Tony terkejut.


"Kau bertemu Colosseum Blue? Wah, apakah ia sungguh tampan?" tanya Eliz dengan mata membulat penuh.


"Ya, cukup tampan untuk pria seusianya," jawab Sandra terdengar jujur. Tony memalingkan wajah, terlihat tidak senang.


"Dia playboy, Sandra. Hati-hati. Ia sangat tahu bagaimana mempermainkan perasaan seorang wanita. Kau jangan termakan tipuannya," sahut Tony berwajah dingin.


Sandra diam dan mengangguk pelan. Eliz melirik Kakaknya dalam diam tak berkomentar.


"Apa kau pernah bertemu Colosseum sebelumnya?" tanya Eliz penuh selidik. Tony menggeleng. "Kalau Matteo Corza?" Tony kembali menggeleng. "Jangan sok tahu dan jangan menjelek-jelekkan seseorang jika kau tak berkawan akrab dengannya. Jangan jadi lelaki gosip!" tegas Eliz garang.


Tony terkejut karena malah dipojokkan. Sandra tersenyum dan tak mau mengomentari hal itu. Ia merasa ucapan Eliz ada benarnya. Ia percaya dengan kepolosan Colosseum Blue yang ditemuinya.


"Ingin dengar saranku?" tanya Tony tiba-tiba. Sandra mengangguk pelan. "Selama kau bekerja di sana, itu kesempatanmu untuk mencari tahu tentang Matteo Corza. Colosseum Blue adalah orang penting. Dia penguasa Distrik 2, dan ia berkawan baik dengan Presiden Roman. Jika kau bisa bicara dengan Presiden Roman, aku yakin, Roman akan mendukungmu untuk memberikan hukuman pada Matteo," tegas Tony.


"Katamu, kau satu-satunya pegawai di sana bukan?" tanya Eliz memastikan, dan Sandra mengangguk membenarkan. "Kau akan menjadi asistennya. Kau akan tahu semua jadwal dan kegiatan Colosseum. Pastikan, kau ikut dengannya. Buatlah alasan agar kau selalu berada di sisinya agar bisa mencari peluang masuk ke gedung pemerintahan. Aku rasa, bantuan dari Wakil Presiden Lala akan sangat bermanfaat. Anggap saja garansi jika misimu mendekati Roman gagal," sahut Eliz memberikan idenya.


"Hem, aku setuju. Demi Rey, Sandra. Mungkin terlihat seperti penjilat dan mata-mata, tapi inilah jalan tercepat untuk menjatuhkan Matteo Corza. Kau pasti bisa. Aku akan ikut memberikan informasi untuk membantumu menemukan Jenderal lalai itu," timpal Tony menggebu.


Sandra bisa melihat mata kedua sahabatnya begitu lekat menatapnya. Sandra menarik nafasnya dalam dan mengangguk mantap.


"Oke. Akan aku lakukan, demi Rey," ucapnya yakin.


Senyum Eliz dan Tony merekah. Mereka terlihat senang karena Sandra tak kehilangan kesempatan untuk menemukan Matteo dan menjadi seorang User.

__ADS_1


***


uhuy makasih udah mampir. jangan lupa like dan komennya yak. lele padamu💋💋💋


__ADS_2