SIMULATION

SIMULATION
PAST CONFLICT*


__ADS_3

Seperti permintaan dalam misi, kepala Yofalen yang telah dipenggal dimasukkan dalam sebuah kotak kaca anti peluru, anti laser, dan anti getaran.


Alolo sengaja melakukannya agar pihak Great Ruler selalu teringat akan kekejaman mereka, meski tindakan tersebut terpaksa dilakukan.


Sandra terbang menggunakan HeliBot ke kota selanjutnya di mana hal mengerikan tersebut akan terjadi lagi. Semua orang di pusat kendali membisu karena tragedi naas yang harus mereka alami sampai misi level selesai.


Sepeninggalan robot level A, SpiderBot yang ditinggalkan oleh Sandra untuk mengawasi pergerakan di kota Magenta, kembali membuat Presiden Roman dan jajarannya tegang.


Alolo bersiap untuk membawa warganya menuju ke Great Ruler. Hanya saja, Roman meminta agar mereka tetap bertahan di kota Magenta karena kekacauan di negara yang akan menaungi mereka masih dalam keadaan tak terkendali.


“Kami lebih percaya jika datang ke tempat kalian langsung untuk membuktikan hal tersebut! Kami akan pergi ke Great Ruler saat ini juga suka atau tidak!” ucap Alolo lantang di mana ia kini menjadi pemimpin baru kota Magenta.


Seluruh warga yang telah mengetahui perjanjian itu bersikeras untuk pergi. Roman tak bisa menahan pergolakan dalam diri orang-orang itu. Akhirnya, sang Presiden mengizinkan.


Hanya saja, mereka tak bisa dikawal karena dua WolfBot harus melindungi Sandra. Alolo dan para penduduknya tak mempermasalahkan hal itu. Esok hari, rombongan dalam jumlah besar akan bergerak ke Great Ruler.


“Biar aku saja yang nanti akan mengurus mereka, Sayang,” ucap Wakil Presiden Lala saat mendengar kabar mengejutkan barusan dari pusat kendali.


Roman mengangguk dan berterima kasih kepada sang isteri yang selalu ada untuk memberikan solusi dalam kerumitan yang harus diambil oleh seorang Kepala Negara.


Para pejabat negara berikut seluruh aktivis yang tersebar di seluruh Distrik dikumpulkan untuk membahas persiapan penyambutan dan penempatan warga baru di Distrik yang masih dibersihkan dari pertempuran.



Di ruang rapat Distrik 9.


“Para manusia evolusi saja belum kita urus, dan kini harus bertambah dengan penduduk kota Magenta. Selanjutnya apalagi?” tanya Sora selaku Sekretaris Negara terlihat kesal.

__ADS_1


“Ini sungguh masa yang sulit bagi kita semua. Aku tahu, tak semua dari kita setuju dengan keputusan ini. Namun, posisi kita juga tak sedang diuntungkan, Saudara-saudara. 1000 User level B terperangkap dalam simulasi dan mengalami hypersleep. Kita telah kehilangan Distrik 10 yang menewaskan 200 orang prajurit bahkan Mayor Petroska! Tak cukupkah bagimu pembantaian hari ini, Sora?” tanya Wakil Presiden Lala memelototi wanita berambut toska tersebut dari tempatnya duduk.


“Itu benar. Kita masih beruntung karena Distrik 1 sampai dengan Distrik 9 masih bertahan dengan sisa User level D dan E 200 orang di tiap Distrik,” sahut Laksamana Joe menegaskan. Sora mengangguk meski wajahnya tegang.


“Saranku, biarkan saja Distrik 10 terlihat kacau agar para penduduk baru itu menyadari jika kita memang dalam keadaan sulit. Sehingga, mereka bisa bertahan di luar gerbang dan berkumpul bersama para manusia evolusi sampai keadaan dinyatakan aman. Selanjutnya, kita bereskan Distrik 10 sembari memberikan peraturan yang harus ditaati oleh mereka. Karena kulihat, penduduk Magenta adalah manusia bar-bar,” saran Colonel Brego.


“Oh, wait. Bukankah dalam misi Otka disebutkan jika pemimpin tiga kota itu adalah para penjahat yang membuat para manusia evolusi tersebut menjadi seperti itu?” tanya Captain Tony yang ikut bergabung dalam rapat.


“Ya, itu benar. Kami mencoba mencari petunjuk itu dalam sejarah sebelum akhirnya saling terpecah dan bertikai. Sayangnya, belum ditemukan petunjuk tentang hal itu,” jawab Lala terlihat pusing.


PIP!


Semua orang menoleh saat pintu ruang rapat terbuka dan muncul seorang wanita yang tak mereka kenal, tetapi seorang pria di samping wanita tersebut membuat kening semua orang berkerut.


“Otka?” panggil Tony di mana ia satu-satunya pria yang mengenal sosok itu.


“Maksudmu … dia Otka yang sebenarnya? Otka Oskova?” tanya Sora memastikan dan Tony mengangguk.


“Maaf, jika kami lancang. Namun, setelah mengetahui hal ini, kami langsung kemari. Kebetulan, saat penyerangan terjadi, kami terperangkap di Perpusatakaan. Kami melihat tayangan penyerangan serta perjanjian Presiden Roman dari televisi Perpustakaan. Dan, atas nama puteraku Yaz, aku minta maaf karena terpaksa menjebol pintu agar bisa keluar. Yaz sedang menerima hukumannya dengan para polisi agar kami bisa kabur kemari,” ucap Roves menjelaskan dengan suara serak.


“Ya, kami bisa memaklumi hal itu. Kemarilah, katakan apa yang kalian temukan,” pinta Lala. Dua buah kursi di meja panjang ruang rapat itu mundur secara otomatis untuk diduduki dua peserta rapat.


Dua orang itu segera duduk. Mata semua orang terfokus pada Otka yang membuka sebuah buku langsung ke halaman dan telah dilipat seperti ia tandai.


Sebuah robot berbentuk bola seukuran bola tenis warna hitam mendekat dan melakukan pencitraan dari isi tulisan dalam buku itu layaknya proyektor, ke monitor besar di ruang rapat tersebut. Otka menggunakan telunjuknya untuk mengarahkan letak catatan sejarah itu berada.


“Di sini tertulis. Tiga pemimpin pada zaman itu bersaudara. Pemimpin Kota Magenta bernama Yozie Yofalen lalu digantikan Yovic Yofalen puteranya, selanjutnya pemimpin kota Cryzen bernama Ceros Cromoson dan kota Pipemo bernama Bebelo Mokoka. Tiga pemimpin kota tersebut bergabung untuk merebut seluruh kota yang masuk dalam jangkauan mereka, salah satunya kota Zezeta, tempat ditemukannya para manusia evolusi," ucapnya membacakan. Semua orang serius menyimak.

__ADS_1


"Kabar menyebutkan jika kota Zezeta sangat kaya karena memiliki tambang emas. Penduduknya selalu tampil mewah dengan perhiasan berkilau tiap mereka melakukan perdagangan dengan kota-kota di sekitar. Oleh karena itulah, tiga saudara itu sepakat untuk menguasai kota tersebut. Mereka menghancurkan pemukiman dengan serangan nuklir berhulu ledak kecil sehingga kota mereka tak terkena dampak karena telah menggunakan pelindung anti radiasi yang saat itu hanya bisa dimiliki oleh negara atau kota-kota kaya," imbuhnya. Semua pendengar tampak tegang.


"Sayangnya, saat mereka mencoba menjarah kota tersebut, tiga pemimpin itu tak mendapatkan apa pun. Bahkan, wilayah tersebut tak bisa dinetralisir karena tingkat radioaktif yang tinggi. Ketiganya malah saling bersengketa dan pada akhirnya berselisih,” ucap Otka dengan telunjuk mengetuk di akhir kalimat.


“Wow! Aku … baru tahu tentang hal itu,” ucap Mayor Kyel tercengang.


“Ya, buku ini agak sulit ditemukan. Ini masuk dalam rak paling ujung bahkan tak ada dalam sistem pencarian. Mungkin karena itulah, tim pencari tak menemukannya, tapi aku berhasil. Karena … aku pernah melihat buku itu. Aku menghabiskan banyak waktu di Perpustakaan sebagai pembunuh rasa bosan,” ucapnya dengan embusan napas panjang. Semua orang terdiam karena Otka terlihat sedih akan sesuatu.


“Kau sangat membantu kami, Otka. Terima kasih,” ucap Lala dengan senyum terkembang, dan Otka membalasnya dengan senyum yang sama.


“Jika diperkenankan, libatkan aku, Eliz, Yaz, dan kawan-kawan pertambangan Sandra untuk membantu, Nyonya Wakil Presiden. Aku ingin agar hidupku berarti di Great Ruler. Aku memang tak bisa bertarung seperti Sandra, tapi aku bisa melakukan hal lain. Kalian butuh banyak orang, dan aku siap untuk membantu,” ucap Otka penuh harap.


“Libatkan saya juga. Si tua ini sungguh bosan menghabiskan sisa hidupnya menunggu kematian hanya dengan duduk merenung. Tolong, kabulkan permintaan terakhirku ini sebagai mantan User robot level E. Tugaskan aku kembali,” ucap Roves dengan sorot mata tajam.


Semua orang terdiam. Otka terlihat tegar. Wanita gemuk itu menggenggam tangan sang ayah erat begitu pula Roves.


“Baiklah, kalian kami izinkan. Bersiaplah,” ucap Lala dengan anggukan, dan dua orang itu berterima kasih.


Sore itu, orang-orang yang telah mendapat izin dari Lala dikirim ke bagian terluar Great Ruler di wilayah yang nantinya akan dihuni oleh para manusia evolusi dan penduduk kota Magenta. Matteo menyebutnya Oasis.


Lala berasumsi jika akan terjadi pertikaian ketika dua kelompok itu bertemu nantinya. Lala meminta agar kedatangan Magenta di Distrik 10 dialihkan ke wilayah tersebut usai mereka diizinkan melihat keadaan Distrik 10.


Colonel Brego yang diberikan tanggung jawab sebagai pemimpin misi mengangguk siap.


***


ILUSTRASI

__ADS_1


SOURCE : GOOGLE


__ADS_2