
Hari berikutnya, malam hari pukul 9 malam. Komandan Ego yang telah mendapatkan surat tugas dari Presiden, segera mendatangi Distrik 10 untuk menemui Vermendis Vemo.
Sang Komandan didampingi oleh pasukan robot level E yang mengawalnya.
"Malam, Komandan. Kami sudah mengawasi pergerakan Vemo sejak perintah diturunkan. Dia masih berada di dalam rumahnya dan belum keluar sampai sekarang," lapor User robot level E di pintu gerbang perbatasan antara Distrik 9 dan 10.
"Kerja bagus. Aku akan menjemputnya," jawab Ego mantap dengan seragam perwira.
Ego berjalan menuju kediaman Vemo yang jauh dari pusat keramaian Distrik 10 di mana aktivitas seperti barter dan jual beli berada di kawasan terdepan.
Saat Ego sudah melihat kediaman Vemo dengan jarak 10 meter dari tempatnya berjalan, tiba-tiba ....
BLUARRR!!
"Oh, shitt! Cepat selidiki!" perintah Ego yang langsung menghentikan langkah dan menutup wajahnya dengan kedua tangan untuk melindungi dari ledakan.
Para User robot level E ikut dibuat terkejut karena ledakan itu cukup santer terdengar dan membuat rumah Vemo hancur terbakar. Para polisi robot itu segera berpencar dan mengamankan lokasi.
"Sir, ada pergerakan," lapor salah seorang User yang menghentikan langkah dengan senapan laser membidik sebuah pergerakan di balik kobaran asap.
Ego segera mengepalkan tangan kanannya ke atas dan meminta semua petugas untuk bersiaga. Para User terlihat fokus karena gerakan itu semakin jelas terlihat. Dan sekejap, mata para manusia itu melebar.
Seekor makhluk tak dikenal dengan kulit bersisik, memiliki sayap seperti burung, paruh yang runcing dan bergerigi, dan juga kuku tajam seperti cakar burung pemangsa.
Makhluk menyeramkan tersebut seperti kombinasi antara burung elang dan manusia karena memiliki dua tangan dan dua kaki, berikut tubuhnya sebesar orang dewasa.
Burung mutan itu mengepakkan sayap dan terlihat, sosok manusia tergeletak di bawah pijakan burung itu dalam kondisi tak sadarkan diri.
"Vemo!" teriak Ego lantang, tapi pria bertato itu tak menanggapi sang Komandan yang memanggil namanya.
"Oaakkk!!" lengking burung mutan tersebut ketika kedua kakinya mencengkeram kuat tubuh Vemo seperti siap untuk di bawa pergi.
"Jangan biarkan burung itu kabur! Tembak makhluk itu!" perintah Ego lantang.
Dengan sigap, SHUW!! CESS!!
"Oaakkkk! Akkk! Akkk!" erang burung tersebut ketika tubuhnya ditembak oleh senapan laser dan membuat kulit terluarnya seperti hangus terbakar.
"Tembak terus! Dia lemah dengan senapan laser kita!" perintah Ego lantang dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
Saat para User robot level E bersiap untuk menjatuhkan hewan tersebut, tiba-tiba ....
BLUARR!!
DOOM! DOOM!
"AAAAA!" suara teriakan dari para penduduk di Distrik 10 terdengar mengejutkan.
Fokus para User teralih karena suara ledakan bersahut-sahutan di pusat kota. Kepulan asap membumbung tinggi di angkasa dan seketika, suasana mencekam terjadi di kegelapan malam.
Para warga yang berhasil meloloskan diri berlarian menjauh dari keramaian dan menuju ke arah Komandan Ego serta pasukannya yang sedang berusaha untuk mengalahkan mutan burung.
"Roaarrr!!"
"Oh, shitt! Makhluk apa itu?! Hubungi pusat dan segera amankan perbatasan!" teriak Ego lantang dengan pistol laser ia siagakan dalam genggaman.
Fokus para User terbagi. Burung mutan tersebut ikut melakukan perlawanan dengan suara lengkingan yang memekakkan telinga hingga para warga berjatuhan sembari menutup telinga rapat.
Ditambah, kini beberapa makhluk berkaki empat seperti macan kumbang muncul dan menyerang para warga yang lari terbirit-birit menyelamatkan diri.
Serangan hewan berbulu hitam itu begitu mematikan, kukunya yang tajam dan runcing, mampu merobek kulit hingga menembus tulang.
Saat hewan itu menatap korbannya, seketika, mata para manusia itu rabun karena terkena silau dari cahaya mata.
Praktis, para warga yang tak bersenjata itu menjadi santapan empuk para mutan yang entah datang dari mana, dan kini memporak-porandakan Distrik 10.
Komandan Ego dan pasukannya berusaha mati-matian menjatuhkan para hewan mutan ganas tersebut.
Namun, serangan dari senjata laser mereka hanya berdampak minim, tak bisa membunuh, hanya melukai. Selain itu, semakin hewan tersebut terluka, mereka menjadi semakin agresif.
Tak lama, para User robot level B muncul untuk melakukan perlawanan. Namun, hewan-hewan mutan itu tak mudah untuk ditaklukkan.
"Komandan, Vemo!" teriak salah satu User robot level E yang terlihat kerepotan saat melakukan aksi balas karena burung mutan tersebut bisa menyempotkan semacam zat asam dari paruhnya dan mampu melelehkan logam senjata laser para User.
Mata Ego terbelalak, saat melihat tubuh Vemo mulai melayang di udara ketika burung mutan itu terbang dan meninggalkan kawasan pertempuran.
User lainnya berusaha menjatuhkan macan kumbang mutan tersebut, tapi gigi makhluk itu mampu meremukkan baju pelindung robot level B.
Ego berusaha menjatuhkan mutan burung dengan berlari dan terus menembak, tapi usahanya gagal karena para macan kini mengincar dan malah mengejarnya.
__ADS_1
Robot level D muncul dan langsung bersiaga melindungi dinding perbatasan. Para warga yang berusaha menyelamatkan diri dengan mencoba menerobos perbatasan, ditahan oleh para robot.
"Biarkan kami masuk! Kami bisa terbunuh! Buka gerbangnya!" teriak para warga Distrik 10 panik karena para mutan itu terus memburu mereka.
Distrik 10 kacau balau, dan pejabat di Great Ruler terlihat shock dengan serangan yang terjadi secara tiba-tiba di Distrik terluar dari Distrik utama negara besar tersebut.
KRAUK!!
"Agh!" rintih Komandan Ego, saat seekor macan mutan menerkam dan menggigit kaki robotnya hingga sepatu logam tersebut remuk. Gigi makhluk itu tertancap kuat di sana.
"Heahhhh!!"
KRAS!! BRUKK ....
"Hah, hah," engah Ego dengan mata melotot, saat mendapati Sandra berdiri di sampingnya dengan sebuah pedang laser dan senapan laser ia kalungkan di punggungnya.
"Cepat, evakuasi Ego!" perintah Tony yang ikut muncul dengan robot level B sebagai pelindung Sandra.
Ego melihat Sandra seperti tak takut dan kini melindunginya dengan pedang laser menyala ungu dalam genggaman.
Ego dibopong oleh User robot level B untuk dibawa masuk ke Distrik 9, di mana para warga Distrik 10 akhirnya diperbolehkan masuk.
Akan tetapi, mereka semua di tahan di balik dinding karena tak diizinkan ke wilayah Distrik 9, di mana semua warga Great Ruler yang telah resmi bermukim memiliki barcode sebagai identitas.
KRAKK!!
"Gila! Giginya menancap dalam!" pekik salah seorang User robot level B saat melepaskan gigitan mutan karena kepalanya masih tersangkut di kaki robot Ego.
"Hei, apa yang terjadi? Kau tak apa?" tanya Sandra cemas seraya berjongkok di samping Ego.
"Hah, ini gawat. Vemo diculik, dan aku yakin jika Morlan pelakunya," jawab Ego yang praktis membuat orang-orang yang mendengar terperanjat.
"Apa?!" pekik Sandra hingga matanya melotot.
***
ILUSTRASI
SOURCE : DeviantArt & PINTEREST
Aduh yang kasih koin tapi gak bisa lele ss maap bgt. MT masih eror. Notif tips koin gak masuk sampai sekarang tapi rupiahnya ada di statistik. Katanya lagi coba dibenerin dan semoga sistem MT kembali pulih.
__ADS_1
Dan ini dia calon novel fantasi setelah SIMULATION tamat nanti dimana rencana akan publish bulan november karena mau ikut lomba lagi. Kwkwkw isinya semua anak-anak jajaran 13 Demon Heads yg kisahnya gak lele ceritain di novel2 sebelumnya. Itu aja informasinya dan tengkiyuw❤️