SIMULATION

SIMULATION
FINAL RESULT


__ADS_3

Wakil Presiden Lala dan Sandra saling membungkuk memberikan hormat. Lala mulai melangkah terlihat siap untuk menangkap Sandra dengan salah satu tangannya.


Kali ini, wanita berambut pirang itu waspada. Tubuh keduanya membungkuk dan mata mereka mengincar bagian tubuh lawan yang akan diserang.


GRAB!


"Oh! Otka tertangkap!" pekik Xili lantang dari meja operator.


Mata semua orang melebar. Lala berusaha menjatuhkan Sandra dengan melilit salah satu kakinya, tapi pertahanan wanita berambut pendek itu kokoh.


BRUK!!


"Oh!" kejut para penonton saat Sandra membalik kondisi dan menjatuhkan tubuh Lala cukup keras.


Punggung wanita berumur itu menjadi alas dan kini harus tergencet tubuh Sandra yang menekannya seraya mengunci kedua tangannya agar tak bisa membalas serangan.


Dengan sigap, Sandra melepaskan kunciannya dan kembali berdiri. Lala terlihat kesal karena rambutnya jadi berantakan.


"Kau tetap cantik, Sayang," ucap Roman dari bangku penonton, tapi Lala malah melirik sang Presiden sadis.


"Ugh. Sepertinya, Anda harus bersiap dengan makan malam romantis, Presiden. Wapres Lala terlihat dalam kondisi buruk," bisik Laksamana Joe dan Roman mengangguk dengan senyum kaku.


Kedua wanita itu saling mengibaskan jemari tangan yang terasa kaku agar lebih sigap dalam menangkap dan mencengkeram lawannya.


Keduanya mulai melangkah dan saling bertatapan tajam. Tangan kanan Lala bergerak agresif dengan berulang kali mencoba untuk menangkap lengan Sandra, tapi wanita berambut pirang itu bisa menghindarinya.


Tiba-tiba, GRAB! DUK! BRUKK!


"Oh!" seru penonton untuk kesekian kali di mana kali ini Sandra yang melakukan serangan.


Ia berhasil menangkap kedua tangan Lala lalu dengan cepat melingkarkan kakinya dar luar ke dalam di pergelangan kaki kiri sang Wakil Presiden dan menjatuhkannya.


Lala roboh dengan posisi seperti orang bersujud. Ia menahan kedua tangan Sandra. Wanita berambut pirang itu ikut membungkuk dan kini tubuh bagian atasnya berada di punggung Lala.


Sandra berusaha menarik cengkeraman Lala, tapi wanita itu tak memberikannya peluang. Sandra menarik nafas dalam dan seketika, "Harrghh!!" BRUKK!


"Ohhh!" seru para penonton dengan mata terbelalak lebar saat melihat Sandra memanfaatkan cengkeramannya yang tak dilepas oleh Lala dengan mengangkat pinggul lawannya lalu membantingnya.


Lala jatuh dalam posisi miring dan tubuh Sandra berada di atasnya.


"Anda tidak apa?" tanya Sandra cemas karena Lala sampai mengerutkan wajah.


"Baru lima menit, Sayang! Bertahanlah!" seru Roman dari bangku penonton, tapi hal itu malah membuat Lala semakin menyipitkan mata kepada suaminya.


"Kau dalam masalah, Presiden. Sebaiknya, Anda tak usah berkomentar. Itu lebih baik," ucap Colonel Brego menyarankan dan Roman menghembuskan nafas panjang.


Orang-orang menahan senyum. Wajah Presiden mereka mendadak pucat. Baru kali ini mereka melihat Roman seperti takut akan sesuatu, ketakutan melebihi serangan mutan yang terjadi baru-baru ini.


Lala kembali berdiri tanpa dibantu oleh Sandra. Sang Wakil Presiden melakukan perenggangan di arena. Sandra terlihat waspada akan serangan selanjutnya.


Kaki keduanya kembali melangkah maju. Kali ini, mereka memutari arena dengan tubuh membungkuk dan saling bertatapan tajam.


Lala kembali melakukan gertakan dengan mencoba menangkap lengan Sandra. Kali ini, wanita muda itu tertangkap. Lala menarik tubuh Sandra hingga keduanya saling terpepet.


Lala mencengkeram kuat dan mendorong tubuh Sandra untuk dijatuhkan, tapi wanita itu bertahan dengan memegangi pergelangan tangan Lala.


Tubuh keduanya saling membungkuk, Sandra berusaha melepaskan cengkeraman Lala di bajunya di mana kaki Lala juga berusaha menjeratnya agar ia jatuh. Dan benar saja, BRUKK! HAP! BUK!


"Oh!" seru penonton terkejut saat Lala berhasil menjatuhkan Sandra dengan lilitan di salah satu kakinya seperti menjegalnya.


Sandra telah terlentang dengan kaki kiri yang bebas ia tekuk di atas perutnya. Tubuh Lala yang berada di atas tubuhnya di tahan dengan telapak kaki tersebut.


Sandra mendorong pinggul Lala kuat hingga sang Wakil Presiden terlempar dan jatuh bergulung-gulung ke samping.


Sandra dengan sigap memiringkan tubuhnya dan segera berdiri. Ia terlihat tak lelah dan hanya berkeringat sedikit. Ia menatap Wakil Presidennya saksama dari tempatnya berdiri. Lala terlihat letih dan mulai berdiri tergopoh.

__ADS_1


"Oh, kenapa 15 menit terasa lama sekali?" keluhnya dengan pakaian Judo sudah berantakan. Semua orang yang mendengarnya terkekeh.


"Aku sungguh minta maaf, Wakil Presiden Lala, tapi ... aku memang harus melakukannya. Aku tak ingin gagal, ini tes terakhir," ucap Sandra meringis tak enak hati.


Lala mengangguk mengerti. Meski ia terlihat lelah, tapi ia tetap berusaha bertahan sampai waktu berakhir.


"Jangan melemah, Otka. Tetap kerahkan seluruh kemampuanmu. Ingat, yang menilai Eco, bukan aku atau para penonton. Tak ada wasit dan juri di sini. Kau paham?" tegas Lala yang telah siap di posisinya. Sandra mengangguk mantap.


Lagi, Lala berhasil menangkap kedua tangan Sandra dan menariknya ke bawah. Sandra terpaksa membungkuk, beserta Lala di hadapannya. Lala berusaha menarik tubuh lawannya agar jatuh, tapi Sandra mampu bertahan.


Dengan cepat, Sandra menggunakan bahunya mendorong tubuh Lala dan menaikkan tubuhnya. Lala terkejut karena tenaga Sandra sungguh kuat.


Sandara melingkarkan kaki kanannya ke kaki kiri Lala seraya mencengkeram kuat baju Lala di pinggulnya. BRUKK!!


"Yeah!" seru para penonton karena Sandra memenangkan perolehan poin. Akira dan lainnya mengangguk ikut bertepuk tangan.


Pertandingan terakhir ini terlihat mudah bagi Sandra dan seperti dimenangkan telak tanpa kesulitan, tapi rona kebahagiaan tak tampak dari wajah perempuan berparas cantik tersebut.


Sandra berhasil menjatuhkan Wakil Presiden dan membuat Lala memiringkan tubuhnya. Kaki kanan Sandra terlilit di antara kedua kaki Lala yang mengapitnya.


Namun, Lala tak bisa berkutik karena kedua tangannya di tarik Sandra ke belakang dan membuatnya terkurung


Sandra melirik penghitung waktu, tersisa 5 menit lagi. Sandra langsung berdiri seraya merapikan pakaiannya.


Nafas Lala tersengal, ia terlihat sudah seperti orang terdampar di pinggir pantai usai terkena terjangan ombak dan badai dahsyat di lautan hingga kapalnya tenggelam.


"Ayo, Wakil Presiden. Sekali lagi," pinta Sandra telah bersiap dengan nafas terengah.


Lala mengangguk dan berusaha bangun sekuat tenaga, tapi terlihat jelas, ia sudah tak sanggup lagi. Semua orang khawatir jika orang nomor dua di Great Ruler tersebut akan pingsan.


Saat Lala masih dalam posisi merangkak, tiba-tiba saja, Roman masuk ke arena dan berdiri di lingkaran. Lala terkejut karena Roman membungkuk lalu berjalan mendekat dengan seragamnya.


Sandra terkejut, tapi ia menyadari jika yang dilakukan oleh Roman karena waktu sudah mendesak dan lawan bertarungnya sudah tak bisa melanjutkan.


"Ayo! Jangan banyak alasan. Waktumu tinggal sedikit," pinta Roman sudah bersiap di tengah arena.


Sandra mengangguk paham. Ia bergegas masuk ke arena. Kini, ia sudah tak sungkan lagi. Ia fokus dan ingin lulus karena enggan mengulang. Kedua orang itu saling membungkuk dan bertatapan tajam.


GRAB!


Sandra terkejut saat kedua tangan Roman menangkap lengannya dan mencengkeramnya kuat. Sandra bisa merasakan perbedaan tenaga dari lawan yang kini ada di hadapannya.


Sandra memperkuat pertahanannya. Bola mata Sandra bergerak saat melihat kaki Roman mulai menyerang kakinya.


Sandra dengan cepat menghindar, tapi Roman tak melepaskan cengkeramannya. Pergerakan Sandra terbatas dan ia terperangkap.


Semua orang seakan tak berkedip melihat pertandingan final itu di mana kini, sang Presiden yang maju untuk menjadi lawan dari calon User robot level A nantinya.


Sandra membungkukkan tubuhnya dan mendorong tubuh Roman, tapi sang Presiden bagaikan dinding yang kokoh, kakinya bahkan tak bergeser sedikitpun. Sandra terlihat begitu berusaha.


Tiba-tiba saja, Sandra malah menarik tubuhnya dengan berpegangan kuat di lengan Roman yang mencengkeramnya.


Sandra memiringkan tubuhnya seraya melebarkan kedua kakinya ke depan dan ke belakang. Ia melilitkan kedua kakinya sekaligus ke pergelangan kaki Roman untuk menjatuhkannya.


"Heyahhh!"


BRUKK!


TET!!


"Uji coba ilmu bela diri Judo telah selesai. Mengakumulasi persyaratan lolos uji coba 10 level," ucap Eco yang membuat semua orang di sana gugup seketika.


Roman bahkan masih dalam posisi terlentang di arena setelah dijatuhkan oleh Sandra yang menggunakan berat tubuhnya. Wanita berambut pirang itu berdiri dengan gugup menunggu hasil.


"Otka Oskova gagal dalam ujian ilmu bela diri Judo karena tak memenuhi persyaratan. Dari sepuluh level, Otka Oskova hanya melengkapi 9 level."

__ADS_1


Sandra lemas seketika. Ia langsung roboh dalam posisi berlutut. Pandangannya tak menentu seperti kehilangan gairah hidup. Semua orang saling bertatapan terlihat bingung dengan penilaian Eco.


Roman dengan sigap langsung bangkit dan mendatangi pusat kendali untuk mengecek hasil penilaian Eco. Akira, Tony dan Ego dengan cepat mendatangi Sandra yang tertunduk dengan mata berlinang seperti akan menangis.


"Hei, hei, tak apa, jangan sedih," ucap Tony ikut berjongkok di sampingnya mencoba menghibur Sandra.


"Hanya ... hanya kurang satu persyaratan, Tony. Itu ... itu sangat menyesakkan," jawabnya sedih, meski air matanya tak menetes. Ego dan Akira saling berpandangan.


"Aku juga heran, kenapa bisa kurang satu poin? Presiden sedang mengeceknya. Berdoalah semoga ada kesalahan dalam penilaian Eco," sambung Ego seraya menepuk pundak Sandra pelan.


Sandra tak menjawab. Ia hanya tertunduk dan terlihat kecewa pada dirinya. Semua orang ikut iba karena mereka melihat jika Sandra bersungguh-sungguh dalam menjalankan latihan serta ujian ilmu bela diri.


"Dasar Eco. Itulah, kenapa robot tak memiliki rasa kemanusiaan," ucap Roman tiba-tiba. Semua orang langsung menoleh ke arahnya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Lala menatap suaminya keheranan.


"Otka, kembali ke lingkaran. Cepat," pinta Roman. Sandra mengangguk pelan seraya menarik nafas dalam. Ia lalu bangkit dan berjalan menuju ke lingkaran tersebut.


Akira, Ego dan Tony diminta untuk kembali ke bangku penonton. Tiga pria itu melaksanakan perintah sang Presiden dengan segera.


Sandra melakukan yang diperintahkan oleh sang Presiden. Ia berdiri di atas lingkaran terlihat gugup dan bingung.


"Kau tahu persyaratan dari penilaian Eco yang terlewat?" tanya Roman dari tempatnya berdiri. Sandra menggeleng pelan. "Zarei atau sikap duduk," sambungnya yang membuat Sandra langsung mengedipkan mata berulang kali.


"Maksud Anda, teknik penghormatan?" tanyanya memastikan dan Roman mengangguk pelan dengan kedipan mata. Semua orang tersenyum ringan.


"Jika kau ingin lolos, cepat lakukan," pinta Roman dan Sandra mengangguk.


Wanita cantik itu menarik nafas dalam. Ia terlihat serius untuk melakukan penilaian akhir dari syarat mutlak Eco.


Sandra memposisikan tubuhnya dengan berdiri tegak. Ia lalu memundurkan kaki kanan dan berlutut secara perlahan. Jari-jari kakinya terarah ke belakang. Sandra membungkukkan badannya ke depan seraya meletakkan kedua telapak tangan di atas arena.


TET!!


"Uji coba ilmu bela diri Judo telah selesai. Mengakumulasi persyaratan lolos uji coba 10 level."


Sandra masih diam terpaku dalam posisi bersujud. Semua orang terlihat tegang menunggu hasil dari penilaian Eco usai Presiden Roman melakukan perekaman terakhir untuk gerakan Sandra.


"Selamat, Otka Oskova. Anda lolos 10 level ujian ilmu bela diri Judo."


"Wohooo! Yeah!" sorak-sorai terdengar memenuhi ruangan. Tepuk tangan meriah dari para penonton memberikan selamat kepada calon User robot level A tersebut.


"Hahaha! Kau hebat!" puji Tony yang langsung berlari ke arah wanita cantik tersebut yang masih bersujud dengan tubuh bergetar.


Akira dan Ego terkekeh saat melihat Sandra menangis dan wajah cantiknya tergenang air mata kebahagiaan. Sandra spontan memeluk Tony erat dan hal itu cukup mengejutkan semua orang, termasuk Tony.


"Hiks, aku ... aku berhasil, Tony ... aku berhasil," ucapnya dengan senyuman, meski menangis.


"Tentu saja kau berhasil. Aku 'kan mentormu," jawabnya berlagak.


Akira dan Ego yang awalnya cemas jika Sandra patah semangat kini tidak lagi. Sandra melepaskan pelukannya dan menjabat dua mentor yang membantunya hingga bisa lulus 3 ujian berat itu.


"Terima kasih, terima kasih," ucapnya dalam tangisan.


Akira dan Ego hanya tersenyum dengan anggukan. Sandra berdiri dan membungkuk ke hadapan semua orang yang masih bertepuk tangan untuknya.


"Dia sudah siap," ucap Matteo dengan wajah datar masih terlihat pucat.


Sang Jenderal diam-diam mengawasi di kamarnya mengenakan kacamata fiber. Spectra menangkap semua pergerakan Sandra selama ujian akhir termasuk ketika wanita cantik itu memeluk Tony.


"Awas saja jika dia tak memelukku. Aku memiliki andil besar hingga ia bisa sampai sejauh ini," gerutunya sembari duduk di atas ranjang.


***


uhuy tengkiyuw tipsnya. lele padamu💋 puanjang nih epsnya😆

__ADS_1



__ADS_2