
Hari-hari dalam pelatihan dan pengawasan Komandan Ego telah dianggap cukup. Esok hari adalah hari yang dinantikan oleh 19 kandidat calon User pria, tapi mendebarkan untuk Sandra. Hari di mana Jenderal muda Great Ruler—Matteo Corza—akan memberikan pelatihannya.
Sandra terlihat gugup saat sudah memasuki ruangan di mana tempat tersebut telah terisi penuh oleh para kandidat User dan operator yang bertugas.
Hari itu, mereka akan melakukan simulasi, tapi tak diketahui jenis misi yang akan dikerjakan.
"Di mana Jenderal? Kenapa belum tiba?" tanya Ben penasaran.
"Dia tidak tepat waktu. 1 menit lagi dimulai," sahut Sam ikut melihat sekitar dari tempatnya berdiri.
Sedang Sandra, malah sangat berharap agar Matteo tak bisa hadir dengan alasan sibuk atau apapun. Entah kenapa, wanita cantik itu terlihat tak siap bertemu dengan sang Jenderal.
PIP!
"Selamat datang, Jenderal Matteo Corza. Anda datang tepat waktu," ucap Eco menyapa.
Semua orang langsung berdiri dengan sikap siap sempurna. Matteo berjalan tegap menuju ke panggung. Ia menghentikan langkah tepat di hadapan para kandidat dengan Spectra melayang di sampingnya.
"Selamat pagi. Kenapa kalian datang begitu awal? Padahal sudah sangat jelas aku meminta kalian berkumpul tepat pukul 8. Namun aku lihat, beberapa dari kalian sudah datang sejak pukul 7.30. Apa yang kalian lakukan di sini selama 30 menit? Apakah menyelesaikan suatu hal yang memberikan sebuah kontribusi besar kepada Great Ruler? Atau ... berdiri diam menunggu kedatanganku? Bergosip?" tanya Matteo berkesan menyindir.
"Dia sudah tidak waras. Kita datang agar tak terlambat, ia malah menyalahkan kedisplinan kita," bisik Retro.
"Diam. Jangan cari masalah," sahut Baden ikut berbisik.
Sandra hanya melirik kawan-kawannya dan memilih tak berkomentar.
"Sepertinya, kalian sudah tak sabar. Baiklah. Ego sudah membagi kalian menjadi empat tim. Berbaris sesuai tim kalian. Kerjakan," perintahnya serius.
"Yes, sir!"
Segera, para kandidat berbaris sesuai kelompoknya. Utara, Selatan, Timur dan Barat. Sandra, memilih berdiri di paling belakang dari timnya karena tak ingin ditatap atau memandang langsung sang Jenderal.
"Kau," tunjuk Matteo tegas ke arah Sandra. Praktis, semua mata tertuju pada wanita berambut pirang itu.
"Yes, Sir?" jawab Sandra gugup.
"Kau sudah tahu jika kau yang paling pendek diantara anggota kelompokmu. Kenapa kau berdiri di paling belakang? Pindah ke depan!" serunya garang.
Dengan sigap, Sandra langsung melangkah cepat ke depan dan kini berada di barisan paling depan di ujung kanan.
__ADS_1
"Sesuaikan dengan tinggi kalian. Yang paling tinggi di belakang. Kerjakan!"
Dengan cepat, para kandidat segera menyesuaikan diri. Sandra berdiri tegak tak bergerak karena posisinya sudah tepat.
"Good. Ingat posisi ini sampai kelompok kalian dibubarkan. Mengerti?"
"Yes, Sir!" jawab para kandidat serempak dalam posisi siap sempurna.
Matteo lalu menoleh ke arah tempat para operator bertugas. Xili, yang menjadi salah satu petugas di ruang simulasi tersebut mengangguk pelan. Seketika, PIP!
"Woah," kagum para kandidat saat melihat 20 set seragam tempur yang terlihat begitu gagah dan modern di balik dinding yang terbuka ke atas dari tempat Matteo berdiri.
"20 seragam tempur untuk User robot level E yang kuberi nama E G2. Ini adalah model terbaru. Belum diproduksi secara masal karena masih prototype. Namun, mendengar kesaksian dari Komandan Ego, sepertinya kalian tertarik untuk menjadi relawan untuk melakukan uji coba dengan seragam ini. Bagaimana?" tanya Matteo seraya menunjukkan 20 seragam tempur 1 set dengan persenjataan serta helm.
"Yang bersedia. Angkat tangan."
Ternyata, dua puluh kandidat tersebut bersedia termasuk Sandra. Matteo tersenyum dengan anggukan.
"Kalian percaya dengan hasil karyaku? Bagaimana jika ternyata setelah kalian pakai tubuh kalian meledak? Atau mungkin, ada yang salah dengan sistem persenjataan hingga melukai diri kalian. Yakin, ingin menjadi relawan uji coba?" tanya Matteo berwajah malas.
Seketika, beberapa orang menurunkan tangan terlihat ragu usai mendengar perkataan sang Jenderal. Namun, ada beberapa kandidat yang masih mengangkat tangan terlihat teguh dalam pendirian. Matteo menyipitkan mata.
"Saya percaya dengan hasil kerja Anda meskipun itu masih prototype, Sir. Jika tak dicoba, bagaimana kita tahu kelemahan dari seragam tempur dan sistem persenjataannya. Seorang prajurit, siap mati demi negaranya. Saya tak takut dan saya siap," jawab Sandra mantap.
Matteo mengangguk pelan. "Bagaimana denganmu, Retro?" tanya Matteo kini mengalihkan pandangan ke pria di belakang Sandra.
"Saya setuju dengan pemikiran Otka, Sir. Jika bukan kami yang melakukan uji coba, siapa lagi? Menjadi relawan tentu saja kebanggaan sebagai seorang prajurit. Anda membuat sebuah inovasi baru demi memperkuat pertahanan Great Ruler, dan saya siap untuk mendukung usaha Anda, Sir," jawab Retro mantap.
Seketika, para kandidat yang awalnya ragu dan menurunkan tangan, kembali mengangkat tangan mereka. Keyakinan terlihat jelas di raut wajah para pria itu yang siap untuk menjadi relawan. Matteo bertepuk tangan, begitupula para operator lainnya sebagai bentuk pujian.
"Baiklah. Segera maju dan pilih pakaian sesuai dengan ukuran kalian. Dan maaf, Otka. Aku membuatnya untuk semua jenis kelamiin, jadi ... jika kau terlihat seperti laki-laki, kau maklumi saja ya," ucap Matteo menunjuknya dan Sandra mengangguk dengan senyuman. Matteo balas tersenyum.
"Oke, bersiap!"
"Yes, Sir!" jawab para kandidat serempak.
Segera, para kandidat itu mendekati seragam tempur tersebut di mana sebuah tampilan berupa video ditayangkan sebagai panduan dalam mengenakan seragam.
Para kandidat sengaja dibiarkan melakukan sendiri tak dibantu oleh petugas untuk melihat kesiapan mereka dalam keadaan terdesak.
__ADS_1
Sandra mendengarkan sekaligus mempraktekkan cara mengenakan seragam tempur, mengaktifkan senjata, dan berkomunikasi dengan operator dari instruksi yang ditayangkan oleh Eco.
"Yang sudah siap, segera kembali ke barisan!" seru Matteo usai memberikan waktu 15 menit untuk persiapan dan pengecekan senjata.
Sandra dan timnya ternyata telah selesai lebih dahulu. Mereka berlari dan kembali ke posisi masing-masing dalam posisi siap. Tim lainnya segera menyusul. Terlihat, 20 kandidat calon User telah berseragam lengkap sesuai petunjuk.
"Good. Tetap dalam kelompok dan ikuti aku. Kita akan berlatih tempur di luar Great Ruler. Tempat itu sedang dalam pengawasan penuh karena kondisi alamnya yang mulai membaik. Divisi Pelestarian Lingkungan berhasil membuat tempat tersebut layak huni nantinya. Presiden Roman sedang berupaya membuat benteng untuk melindungi tempat tersebut, tapi sepertinya baru bisa terealisasi tahun depan mengingat banyak hal yang harus dikerjakan. Oleh karena itu, kalian diminta untuk mengamankan tempat tersebut karena banyak pihak yang ingin merebutnya. Kalian siap?" tanya Matteo serius.
"Yes, Sir!" jawab 20 kandidat serempak.
Sebuah truk besar mengangkut 20 kandidat User yang langsung diterjunkan ke lapangan. Entah apa yang Matteo pikirkan, tapi banyak pihak yang kurang setuju karena hal itu cukup beresiko mengingat mereka belum dinyatakan lulus dan siap dengan pertarungan sebenarnya.
Namun Matteo meyakinkan, jika pelatihan ini perlu dilakukan untuk menguatkan mental para calon User.
Pertama kalinya, 20 kandidat User tersebut keluar benteng. Mereka tak menyangka jika apa yang dikatakan oleh orang-orang benar tentang keadaan di luar Great Ruler.
"Menyeramkan. Aku harus bersungguh-sungguh selama mengikuti pelatihan. Aku tak ingin berada di luar benteng dan hidup sengsara di tempat mengerikan ini," ucap Ben terlihat pucat setelah melihat kondisi luar Great Ruler yang tandus.
"Yah. Ini sungguhan, bukan mimpi. Pantas saja banyak orang ingin hidup di dalam Great Ruler," sambung Cendric dan diangguki kandidat lainnya.
Sekitar 1 jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di lokasi yang ditutup dengan sebuah pagar dari seng dan dijaga ketat oleh robot level D bersenjata.
Para kandidat turun dari truk berbaris rapi. Mereka digiring oleh Matteo yang menggunakan robot B-One sebagai pemandu anak buahnya.
"Woah," seru para kandidat kembali kagum karena tempat itu terlihat asri bahkan memiliki air terjun.
"Kami menampung air hujan. Sebenarnya, itu adalah air terjun buatan. Air terjun itu difungsikan sebagai penyuling agar air bisa dikonsumsi nantinya. Sayangnya, wilayah ini tak begitu luas. Hanya bisa dihuni sekitar 100 orang saja. Oleh karena itu, Presiden Roman sedang berusaha untuk memperluas cakupannya. Namun, untuk membuat akses agar bisa menjangkau sampai Great Ruler, cukup memakan biaya dan keamanan ketat karena pasti akan banyak pihak yang ingin mengklaim tempat ini," ucap Matteo menjelaskan yang suaranya terdengar ke seluruh helm komunikasi para User.
"Tetap siagakan senjata. Adanya musuh atau tidak, tetap waspada. Ini di luar wilayah Great Ruler. Serangan bisa terjadi kapanpun. Bersiaplah," tegas Matteo dan diangguki oleh semua User.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Tengkiyuw tipsnya tante Aju semoga cepet sehat ya dr bengeknya😘 lele padamu❤️
__ADS_1