
Keesokan harinya, Sandra kembali menjalani pelatihan dengan para kandidat lainnya untuk melatih fisik. Kali ini, mereka menggunakan seragam User robot level E lengkap dengan persenjataannya.
"Good news. Divisi pengembangan robot membuat sebuah inovasi terbaru seragam untuk User level B menjadi lebih ringan dengan perisai tempur pakaian robot lebih kuat dari sebelumnya. Doakan saja pekerjaan mereka selesai tepat waktu," tegas Ego yang membuat wajah semua kandidat berbinar seketika.
"Bisakah ... kami melihat prototype-nya? Pasti robot itu sudah ada 'kan hanya saja belum diproduksi dalam jumlah banyak," sahut Sam terlihat semangat.
Ego menatap mata para kandidat itu yang terlihat begitu penasaran.
"Oke. Ingat, jangan mempermalukanku dengan ekspresi kampungan kalian saat melihat robot generasi baru itu. Jika tak salah, hari ini Captain Tony melakukan percobaan," jawab Ego yang membuat semua orang makin semangat untuk melihat.
Ego membawa orang-orang itu ke ruangan uji coba. Benar saja, Tony sedang berada di dalam ruang simulasi tempat robot level B generasi terbaru yang diberi nama B G2 sedang mencoba senapan laser dalam genggaman.
Namun sepertinya, ucapan dari Ego tak diindahkan oleh para kandidat. Ekspresi mereka tak bisa menutupi rasa kagum akan robot baru yang terlihat begitu hebat dan sudah mirip dengan tubuh seorang manusia.
Robot yang didominasi dengan warna merah hitam itu terlihat berkilau layaknya body sebuah mobil yang baru saja dipoles.
Robot tersebut juga lebih ramping tak seperti generasi sebelumnya yang cukup besar dan berat sehingga butuh tenaga besar untuk menggerakkannya.
Mereka melihat dari dua sisi. Di ruangan sisi Barat terlihat Tony berada dalam ruang simulasi di balik dinding kaca dengan pin-pin logam menempel di tubuh. Sebuah kacamata fiber ia kenakan sebagai visual ketika robot berada di lapangan.
Sedang di dinding yang berlapis beton tebal di sebelah Timur, terlihat robot level B generasi 2 sedang bersiap untuk membidik papan tembak dengan senjata laser.
Wajah para kandidat terlihat tegang ketika Tony mulai menggerakkan tubuhnya yang seirama dengan gerakan robot di ruang uji coba.
SHUW! SHUW!
"Wow!" seru para kandidat di luar dinding kaca saat melihat senapan laser tersebut mampu melubangi dan melelehkan logam papan sasaran tembak.
__ADS_1
Robot itu juga bergerak dengan lincah persis seperti pergerakan di ruang simulasi yang Tony lakukan.
Sang Kapten bergulung, membidik, menembak, berlari, melompat seraya melakukan gerakan lainnya sebagai salah satu bentuk keseimbangan dan kecepatan untuk menganalisis penerimaan sinyal antara User dengan robot.
"Sudah tersinkronisasi 100 persen antara User dan robot, Sir!" seru Xili yang bertugas sebagai operator di Ruang Kendali.
Ternyata Roman dan Matteo berada di sana untuk mengawasi serta melihat langsung demo tersebut.
Praktis, mata Sandra langsung terkunci pada sosok sang Jenderal yang ternyata juga melihatnya di balik dinding kaca.
Sandra memalingkan wajah dan segera menutup helm robot level E miliknya. Matteo berdiri diam di kejauhan melihat gerak-gerik Sandra yang seperti enggan untuk bertatapan dengannya entah apa yang terjadi.
"Good, Captain. Sekarang cobalah pedang lasernya," pinta Matteo dari earphone portabel sebagai alat komunikasinya.
"Yes, Sir," jawab Tony sopan seraya menyarungkan kembali senapan besarnya di punggung di mana terdapat magnet untuk merekatkannya.
Sebuah pedang laser muncul dari paha sebelah kanan robot warna merah darah tersebut ketika gagang pedang ditarik.
"Oh, aku sangat berharap bisa menjadi User robot level B," ucap Retro sudah berimajinasi.
"Robot yang digunakan oleh Tony, hanya dikhususkan oleh para Perwira saja seperti Kapten, Komandan, Letnan, Mayor, Laksamana, dan Jenderal. Hanya saja, Jenderal Matteo tetap memilih menggunakan B-One sebagai robotnya. Namun jangan khawatir, Jenderal Matteo juga telah membuat pembaharuan untuk robot level E. Hanya saja, aku belum melihat prototype-nya sampai sekarang. Berdoa saja, kalian nanti bisa mencobanya," ucap Ego yang membuat wajah para User kembali berbinar.
"Oke, sudah cukup menonton. Ayo, kita harus segera berlatih. Beruntung, minggu depan Captain Tony yang bagi kalian cukup seram dalam mengajar, sepertinya tak bisa melatih karena dia masih harus terus melakukan percobaan dengan robot level B G2 tersebut sebelum akhirnya diaplikasikan kepada seluruh User yang terpilih," sambung Ego dan para User mengangguk.
"Jadi ... kami berlatih dengan Anda sampai minggu depan?" tanya Baden menatap Ego seksama.
"Tidak. Kalian beruntung. Jenderal Matteo Corza yang akan melatih kalian sampai akhir bulan."
Tentu saja, semua kandidat langsung tertegun mendengar berita mengejutkan tersebut termasuk Sandra. Wanita cantik itu menelan ludah di balik helm yang menutupi paras cantiknya.
__ADS_1
"Jarang sekali Jenderal bersedia untuk melatih kandidat User," sambungnya seraya melirik Sandra. Wanita itu langsung menunduk meski wajahnya tertutup oleh helm.
"Ini sungguh hebat. Aku penasaran bagaimana rasanya dilatih oleh Jenderal Matteo yang katanya, sistem pelatihannya berbeda dengan para Perwira lainnya," sahut Ben dengan mata berbinar.
"Berbeda bagaimana?" tanya Ego heran.
"Maaf, bukannya menyinggung, Komandan. Ayahku dulu mantan User level B. Katanya, Jenderal Matteo Corza itu sangat tegas, sedikit kejam, tapi semua materi yang ia terapkan sangat berguna. Terbukti ketika negara kita di serang oleh negara dari Kepulauan Bia-Bia sekitar 10 tahun yang lalu. Hampir tak ada pasukan yang tewas karena strategi tempurnya yang menerapkan cara kuno untuk menyerang dan bertahan. Hanya beberapa User yang terluka dan tewas khususnya level E. Semenjak kejadian itu, robot level E berubah tugas menjadi polisi perbatasan antar Distrik. Mereka tak ditugaskan untuk keluar benteng lagi," sambung Ben mantap.
"Hem, ternyata cerita itu benar adanya. Jujur, aku hanya mengetahuinya saja dari video saat sekolah militer. Oleh karena itu, semua prajurit kini berumur muda. Berbeda dengan puluhan tahun silam yang masih dikendalikan oleh User di atas umur 35 tahun. Matteo salah satu pencetus jika prajurit tempur level B seharusnya para pemuda pemudi di mana fisik mereka sangat penting dikarenakan sebuah pertempuran pasti menghabiskan banyak energi. Jika dikendalikan oleh User berumur di atas 35 tahun, itu akan membuat kemampuan robot berkurang," sambungnya menegaskan.
Sandra terdiam mendengar penuturan dari orang-orang yang ternyata lebih mengetahui banyak hal tentang Matteo Corza. Ego lalu mengajak para kandidatnya untuk berpatroli di Distrik 1 kota Zalama.
Terlihat, para warga memberikan dukungan kepada para calon User itu dengan melambaikan tangan dan senyum terkembang.
Bahkan beberapa gadis cantik mengedipkan mata seraya melakukan kiss bye. Tentu saja, para kandidat pria dibuat berbunga-bunga seakan mereka sudah menjadi User sungguhan.
Sandra tersenyum di balik helm robotnya di mana ia juga ikut merasa bangga seakan sebuah pengakuan akan jerih payahnya menjadi salah satu User terwujud.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
sebenernya mau kasih foto lele pas kiss bye tapi takut kalian muntah jadi diwakilin sama mbak google aja. kwkwkw😆
oia mau info bagi yg mau punya novel cetak simulation, silakan PO dulu ya mumpung ini lagi ada diskon, tapi bonusnya bukan masker wajah lagi tapi kalender. mayan nih jadi 75rb tapi belom include ongkir ya. kuy segera DM lele di IG atau wa ya. tengkiyuw
__ADS_1