
Semua orang menatap Sandra saksama yang tampak serius memikirkan tawaran dari simulator Rey tersebut.
“Mengingat Great Ruler terancam, dan aku ingin sekali menghajar Bos di akhir level ini, kita lanjutkan,” jawab Sandra mantap.
“Yeah! Itu baru namanya semangat. Semuanya, bersiap!” ucap Matteo lantang mengomandoi semua operator yang bertugas di pusat kendali.
“Yes, Sir!” jawab semua orang mantap.
Para manusia itu digiring oleh dua ekor WolfBot menuju ke tempat yang telah dipetakan oleh Xili.
Orang-orang itu percaya dan berterima kasih kepada Sandra serta semua orang di pusat kendali karena memberikan mereka kesempatan hidup di dunia luar.
Para manusia itu berlari kecil meninggalkan kawasan yang selama ini mengurung keberadaan mereka yang hampir tak diketahui oleh semua orang karena terabaikan.
Sandra melihat orang-orang itu begitu gembira karena dibebaskan. Sandra kembali fokus pada tujuannya di mana ia masih harus menyelesaikan 4 level untuk bisa bertemu dengan Bos.
“Rey! Level 7. I am ready,” ucapnya mantap dengan dua WolfBot melindunginya.
“Selamat datang di level 7, Otka Oskova. Berikut instruksi misi,” ucap Rey yang membuat semua orang berwajah serius. “Temukan para penjahat yang mengurung para penduduk di ruang bawah tanah dengan memenggal kepala mereka. Begitu berhasil, kau langsung melanjutkan ke level 8 dengan misi pertukaran. Batas waktu untuk menyelesaikan level 8 hanya satu hari,” jelas Rey yang membuat Sandra terlihat pucat seketika. “Reward, tiga buah kepala ditukar dengan Vermendis Vemo.”
“Oh! Vemo masih hidup?” pekik Sandra langsung melebarkan mata.
Semua pendengar ikut terkejut karena hampir melupakan tujuan utama dari misi Sandra sebagai relawan robot level A, yakni untuk mencari keberadaan Vermendis Vemo yang diculik oleh mutan burung.
“Diskripsikan para penjahat itu,” pinta Sandra cepat.
“Jumlah penjahat 3 orang. Mereka adalah para pemimpin kota yang akan kaulewati sampai menuju ke titik pertukaran dengan Vemo.”
“What? Kau memintaku untuk melakukan pembantaian? Kau gila, Rey!” pekik Sandra menolak keras.
“Penolakan misi berakibat pada pemutusan hubungan syaraf antara robot dengan User di simulator. Terima atau menyerah?”
Sandra tampak syok. Ia melihat wajah dari ketiga orang itu dari kacamata fiber yang Rey proyeksikan. Bahkan, ada remaja di antara mereka. Matteo dan lainnya ikut terkejut akan misi di luar nalar ini.
“Cari tahu tentang tiga orang itu. Cepat, Xili!” perintah Matteo dan pria berambut hitam itu dengan segera mencari tahu tentang orang-orang yang ditunjukkan oleh Rey.
“Dapat! Oh, benar yang dikatakan oleh Mola, emm … maksudku, Rey. Tiga orang itu adalah para pemimpin di sebuah kota yang tak terlibat pertempuran dengan Negara manapun. Mereka kota netral, Jenderal. Jika Sandra melakukan pembunuhan, terlebih kepada penguasa tertinggi mereka, itu bisa memicu perang,” ucap Xili yang membuat wajah semua orang tegang seketika.
“Agh, sial! Apa yang direncanakan oleh ayahku?! Dia sungguh keterlaluan!” teriak Matteo geram hingga wajahnya memerah meluapkan amarah.
“Kita tak memiliki pilihan,” sahut Lala yang tiba-tiba muncul dan diikuti oleh Roman.
“Aku yang akan bertanggungjawab jika nanti para warga dari ketiga kota itu menuntut keadilan. Kita, harus membangkitkan seluruh User yang terkena hypersleep. Sebuah pengorbanan keji karena permainan licik Morlan. Sayangnya, aku sebagai Presiden sekaligus saudara kandungnya, menerima konsekuensi ini,” ucapnya serius.
“Paman!” sahut Matteo tak sependapat.
__ADS_1
“Oke,” jawab Sandra tiba-tiba yang mengejutkan semua orang.
“Berikut rute yang akan kaulalui untuk tiba di kota-kota tersebut. Estimasi perjalanan ke kota Magenta dengan berlari selama dua jam, berjalan empat jam. Pemimpin yang harus kaubunuh dan bawa kepalanya adalah Yovic Yofalen,” ucap Rey seraya menunjukkan diskripsi dari seorang pria tua beruban, memakai kacamata tebal, dan duduk di sebuah kursi roda.
Sandra membungkam mulut. Ia tak menyangka jika harus membunuh seorang kakek yang tidak berdaya. Semua orang terdiam merasakan pilu yang sama dalam tekanan dari simulasi itu.
“Aku mengerti,” jawab Sandra dengan wajah tertunduk.
“Hitung mundur untuk memulai misi. 10 … 9 … 8 … 7 … 6 ….”
Sandra memejamkan mata dengan kedua tangan saling menggenggam di depan dada seperti orang berdoa. Tiba-tiba saja, terdengar suara lirih yang ternyata muncul dalam hati Sandra. Orang-orang terdiam.
Akan kutebus dosaku ketika semua telah berakhir. Aku mohon pada kalian semua agar membantuku. Apa pun pilihanku nanti, dukung aku demi keselamatan Great Ruler, ucap Sandra sedih dalam hati.
“5 … 4 … 3 … 2 … 1, go!” seru Rey memulai level 7.
Sandra segera memposisikan diri. HeliBot dengan sigap menempel pada tubuh robotnya. Dua serigala robot melolong sebagai pertanda mereka siap untuk beraksi.
HeliBot terbang dengan kecepatan penuh menerobos wilayah radiasi sejauh dua puluh kilometer di mana kota Magenta menunggunya di balik bukit siap untuk menerima penghakiman.
Sedang di sisi lain, Distrik 9.
Gempuran hebat terjadi di Distrik tersebut. Namun, berkat petunjuk yang diberikan Sandra karena berhasil menemukan cara mengalahkan para mutan itu, para User robot level D dan E dengan gagah berani melawan serangan para mutan.
“E1 sampai E5! Fokus melumpuhkan musuh dengan menebas kuku-kuku tajam mereka!” perintahnya lantang.
“Yes, Sir!” jawab para User tersebut saat menggunakan pedang laser untuk memotong lengan monster kepala hiu yang mulai kewalahan karena dikeroyok.
“E6 sampai E10! Fokus melakukan serangan balik! Bunuh mereka semua!” serunya lantang dengan senapan laser dalam genggaman.
“Ai, ai, Sir!” jawab para kandidat calon User mantap.
Kawan-kawan Sandra yang pernah ikut pelatihan kala itu kini ditugaskan. Para pria itu dengan gagah berani ikut dalam pertempuran melawan para mutan.
Para User segera mengambil potongan lengan mutan lalu ditusukkan ke tubuh makhluk-makhluk ganas itu sebagai aksi balas karena memporak-porandakan negara mereka. Para mutan ciptaan Morlan mulai roboh satu per satu.
Tony telah memeriksa isi kepala para mutan yang berhasil dibunuh, dan benar, sebuah chip pengendali terpasang.
Para robot level D menginjak kepala-kepala mutan yang telah terpenggal dengan kaki besar mereka dan meremukkannya.
“Jatuhkan para monster burung itu!” perintah Tony kepada para pasukan robot level D.
Para User tersebut berusaha menangkap burung-burung mutan dengan tangan besar mereka. Sengatan listrik dengan tegangan tinggi digunakan seperti cara Sandra ketika menghabisi mutan Derga saat di terowongan.
Burung-burung itu hangus tersengat. Bangkai-bangkai mereka tergeletak di sekitar kawasan Distrik 9.
__ADS_1
Sebuah pemandangan horor di mana pertempuran manusia melawan binatang terjadi lagi sejak terakhir kali bencana tersebut menimpa lima tahun silam.
Para mutan yang berhasil menerobos ke Distrik 9 mulai kewalahan dan tak ada pasukan mutan tambahan yang datang sebagai bala bantuan musuh.
Sorakan kemenangan bergema di seluruh Distrik yang menyaksikan ketangguhan para User. Tak ada User yang tewas dan hanya beberapa saja terluka karena serangan mutan tersebut.
Tenaga medis segera menggotong para pejuang yang terluka untuk segera dirawat secara intensif di rumah sakit terdekat.
Para warga masih dievakuasi dan belum boleh kembali ke rumah sampai keadaan dinyatakan aman. Beruntung, penduduk Great Ruler bisa memahami hal tersebut.
Di ruang kendali tempat Sandra menjalani simulasi.
“Kau hebat, Captain Tony. Great Ruler bangga padamu,” ucap Roman memberikan selamat dan pria tampan itu menyambut jabat tangan sang Presiden dengan mantap.
Namun, Matteo terlihat tak acuh. Ia fokus pada misi Sandra, dan hal itu disadari oleh Tony. Sang Captain mendekati Matteo yang berdiri tegak dengan kedua tangan melipat di depan dada.
“Seharusnya, Anda ikut bertempur di luar sana, Jenderal. Yang Anda lakukan, seperti mengulang kesalahan lima tahun silam,” ucap Tony di telinga kanan sang Jenderal, dan Matteo langsung menatapnya tajam.
Namun, Tony membalas dengan menunjukkan seringainya, tampak tak terintimidasi. Tony keluar meninggalkan ruang simulasi tak mengucapkan kata lain.
Orang-orang yang mendengar ucapan sang Captain karena suaranya cukup keras, memilih diam tak ikut campur.
“Aku ingin memastikan persediaan makanan untuk para warga di tempat evakuasi cukup sampai tiga hari ke depan,” ucap Lala seraya mohon diri.
Matteo diminta oleh Roman menyempatkan makan siang karena ia ingin menggantikan tugas keponakannya untuk mengawasi Sandra. Matteo tak berani membantah dan menuruti perintah sang Presiden.
Roman berjalan mendekat dan duduk di sebuah RC dengan sorot mata terfokus pada Sandra yang terbang menggunakan HeliBot dan diikuti oleh dua WolfBot yang berlari di bawahnya.
Pandangan Roman perlahan kabur. Sebuah ingatan lama membawanya kembali beberapa tahun silam saat menyadari kebenaran dari sosok Otka Oskova.
Ia teringat setelah kejadian meninggalnya Rey, saat sang Presiden melihat Sandra datang ke Hall of Heroes Distrik 9 untuk mengikuti prosesi pemakaman ala militer.
Wanita berambut pirang itu terlihat begitu sedih dan hanya bisa menundukkan wajah sejak ia datang dan akhirnya pergi begitu pemakaman usai dilangsungkan.
Sayangnya, Sandra menolak datang ke Pusat Pemerintahan untuk menerima jaminan karena berduka.
Roman memahami pilu yang dirasakan Sandra. Sebagai balas budi atas jasa Rey, Sandra tetap diberikan fasilitas tempat tinggal dan uang jasa.
Namun ternyata, semua fasilitas yang diberikan oleh Roman tak membuat wanita itu kembali hidup, malah semakin terpuruk.
***
uhuy makasih tipsnya mbak aju😘 semoga bisa menyelesaikan novel SIMULATION dengan baik. lele padamu❤️
__ADS_1