SIMULATION

SIMULATION
NEW TERRITORY*


__ADS_3


Matteo menggiring anak buahnya untuk memasuki kawasan yang dilindungi oleh beberapa bukit batu yang menutupi wilayah asri tersebut. Di atas dan di balik bukit, tepat itu dijaga oleh robot level D dan E.


Terlihat, beberapa robot konstruksi level D bekerja di dampingi oleh beberapa manusia yang bertugas untuk melestarikan tempat itu.


Namun, Sandra menyadari sesuatu dari para pekerja manusia tersebut yang membuatnya nekat untuk berbicara dengan sang Jenderal.


"Maaf, Jenderal Matteo," panggil Sandra mendekat.


"Yes?" jawab Matteo membalik tubuh robotnya, meski raganya berada di ruang simulasi.


Sandra membuka penutup helm-nya karena baginya tak sopan berbicara dengan atasan dalam bentuk robot.


"Para pekerja ini ... apakah mereka yang bermukim di Distrik 10 sebelumnya?" tanya Sandra menduga karena penampilan mereka tak seperti penduduk Great Ruler.


"Hem. Pengamatan bagus. Ya. Kami menjanjikan beberapa dari mereka yang memiliki skill dalam bidang pelestarian alam dan konstruksi untuk membantu agar nantinya tempat ini layak huni," jawab Matteo menatap Sandra lekat yang tetap terlihat cantik meski tubuhnya tertutup oleh seragam robot.


"Mereka akan tinggal di sini nantinya?" tanya Sandra memastikan.


"Ya. Hanya saja seperti yang kubilang. Baru bisa dihuni setidaknya 100 orang saja. Kau lihat bagaimana geografis tempat ini? Akses di wilayah ini sulit. Untuk mendirikan sebuah bangunan, kami melubangi batu-batu besar tersebut dan menjadikannya gua. Hanya saja di dalamnya terfasilitasi. Daripada menghancurkan dinding batu kokoh itu, bukankah lebih baik memanfaatkannya sebagai tempat berlindung? Secara tak langsung, tempat ini sebenarnya sudah dibentengi oleh alam," jawab Matteo menjelaskan dan ternyata di dengarkan oleh semua kandidat User.


Matteo menatap Sandra saksama yang terlihat kagum dengan wilayah liar belum berpenduduk itu.


"Ayo ikut aku. Akan kutunjukkan hasil kerja keras para pekerja selama kurang lebih 4 tahun terakhir," ucap Matteo yang mengejutkan semua orang.


Sandra dan para kandidat User mengikuti Matteo yang membawa mereka mengikuti tepian sungai.


Ternyata, sudah terdapat sebuah bangunan di balik dinding batu tersebut. Orang-orang terlihat kagum, meski terlihat kuno tak seperti bangunan futuristik ciri khas Great Ruler.



"Sebenarnya, ini usulan dari Lala atas design yang pernah dibuat oleh ibuku Aurora, lalu dikembangkan," ucap Matteo berdiri di depan sebuah bangunan berwarna putih yang memanfaatkan kultur dari wilayah itu.


"Woah, indah sekali. Menurutku, ini mengagumkan, Jenderal," ucap Sandra memuji.


Matteo tersenyum di mana para User lainnya setuju dengan ucapan Sandra.

__ADS_1


"Yah. Bangunan ini sengaja dibuat seperti ... rumah penduduk bumi 100 tahun yang lalu. Nantinya, bangunan-bangunan ini akan dihuni oleh beberapa warga di Distrik 10 yang tak bisa tinggal di dalam Great Ruler. Lala merasa, beberapa dari mereka cocok untuk tinggal di wilayah seperti ini, dan orang-orang tersebut setuju," ucap Matteo menjelaskan di hadapan para kandidat yang berkumpul di sekelilingnya.


"Orang-orang itu, para pekerja di tempat ini?" tanya Sam menduga, dan diangguki oleh Matteo karena jawabannya benar. Kembali, semua orang terlihat senang.


"Tempat ini nantinya akan menjadi wilayah mandiri. Kami akan mengembangkan beberapa sektor agar mereka bisa mengelola dan memproduksi hasil dari pertanian, perikanan, dan pekebunan untuk penyambung hidup. Sehingga tak perlu bergantung sepenuhnya kepada Great Ruler," ucap Matteo seraya berjalan mendekati rumah tersebut.


"Boleh kami melihat di dalamnya?" tanya Retro penasaran.


Matteo diam sejenak menatap wajah para kandidat yang membuka kaca helm mereka terlihat antusias.


"Oke, tapi ... jaga tangan kalian. Jangan sentuh sembarangan. Semua masih dalam tahap pembangunan. Jika sampai merusak properti, aku tak segan memberikan hukuman berat untuk kalian nantinya," tegas Matteo dan orang-orang itu mengangguk meski terlihat takut.



Kembali, orang-orang itu terlihat kagum saat mendapati sebuah ruangan besar di dalam gua dengan sinar terang.


Matteo menghentikan langkah. Ia seperti pemandu jalan bagi para kandidat User yang pertama kali mendatangi tempat tersebut.


"Nantinya, semua kegiatan akan dilakukan di dalam gua. Sengaja, agar aktivitas di luar tidak mencolok. Ruangan ini akan menjadi tempat berkumpulnya para penduduk. Jujur, kami belum menemukan nama yang cocok untuk wilayah baru ini," ucap Matteo memaparkan. Semua kandidat serius menyimak.


"Oh! Pantas saja. Kami melihat ada banyak truk yang membawa banyak tumpukan salju keluar dari Great Ruler. Apakah ... sengaja untuk dicairkan di tempat ini?" tanya Baden menebak.


Matteo mengangguk seraya menunjuknya.


"Tepat sekali. Meskipun cuaca di wilayah ini cukup unik, tapi setelah kami pantau dan pelajari selama beberapa tahun terakhir, tempat ini bisa dihuni, bisa ditanami pohon, airnya pun bisa dikonsumsi. Para pekerja dari Distrik 10 telah menetap selama 2 tahun di tempat ini seraya bekerja. Oleh karena itu, Presiden Roman memutuskan, tempat ini nantinya akan menjadi salah satu anak dari Great Ruler."


"Woah, anak dari Great Ruler? Hebat sekali," sahut Ben dan diangguki oleh para kandidat yang setuju.


Mereka lalu menyusuri koridor di mana sudah ada beberapa pintu yang nantinya akan menjadi kamar-kamar bagi para penghuninya layaknya apartemen. Ada beberapa kamar yang telah digunakan oleh para pekerja di tempat tersebut.



"Tempat ini indah. Sirkulasi udaranya juga bagus. Tak terasa pengap. Selain itu, sejuk di dalam sini," sambung Cendric menilai.


"Aku mau tinggal di sini," sambung Sandra yang malah membuat kaget semua orang. Sandra ikut terkejut dengan penuturannya. "Mm, maksudku ... tak ada yang salah. Tempat ini begitu alami. Dindingnya saja dari batu. Mungkin memang berkesan kuno tanpa Eco asisten ruangan, dan fiture modern lainnya, tapi ... hidup dalam kesederhanaan sepertinya ... membuat hati menjadi damai," ucap Sandra yang membuat semua orang melongo termasuk Matteo.


"Bagaimana jika terjadi hal buruk dan kau tertimbun di dalam sini?" tanya Sam yang membuat kening semua orang berkerut.

__ADS_1


"Jika memang sudah waktunya aku mati, mau bagaimana lagi? Setidaknya, hidup dengan damai dan bahagia, itu sudah lebih dari cukup untukku," jawab Sandra, tapi membuat semua orang terdiam.


"Oke. Aku tak mau berdebat dengan itu," sambung Baden, dan Sandra terkekeh karena kawan-kawannya sepertinya tak sependapat dengan dirinya.


Matteo diam, ia seperti memikirkan ucapan Sandra barusan. Para kandidat kembali menyusuri koridor untuk melihat apa saja yang ditawarkan dari bangunan unik tersebut.


Hingga akhirnya, perjalanan mereka berakhir di ujung koridor. Praktis, mata orang-orang itu terbelalak.


"Gurun?" ucap Cendric heran.


"Yup. Ternyata di balik bukit batu adalah gurun. Namun, jika melihat geografis 100 tahun sebelumnya, tempat ini bukanlah gurun. Wilayah ini rusak karena perang yang tak berkesudahan. Tanah menjadi tandus, pepohonan mati, hewan-hewan bermigrasi, badai pasir mulai datang dan pada akhirnya ... menjadi wilayah gersang tak layak huni. Beruntung, tak ada radiasi di sekitar wilayah ini sehingga aman untuk ditinggali," ucap Matteo berdiri di depan pintu dari ujung terowongan.


"Apakah mungkin ... bisa dikembalikan seperti dulu? Menjadi wilayah hijau?" tanya Sandra penasaran.


"Kau tak lihat? Tempat ini saja, butuh waktu lebih dari 4 tahun untuk mengolahnya. Beruntung, kita memiliki teknologi dan para cendikiawan sehingga wilayah ini menjadi subur kembali. Namun kau lihat, Otka. Hamparan gurun pasir di depanmu itu sangatlah luas. Mungkin membutuhkan waktu seumur hidup untuk memperbaikinya. Beruntung, lokasi ini ditemukan karena pengungsi yang bermukim di Great Ruler, pernah singgah di sini sebelum akhirnya tiba di Distrik 10 lalu menjadi salah satu orang kepercayaan di pemerintahan," ucap Matteo menjelaskan.


"Oh ya? Siapa?" tanya Sandra penasaran.


"Colonel Brego. Ia dulu salah satu pengungsi. Ia berasal dari Timur Tengah sebelum akhirnya negara itu hancur karena perang. Ia bersama orang-orang yang berhasil selamat, melakukan perjalanan jauh hingga berbulan-bulan lamanya untuk bisa menemukan wilayah layak huni. Sampai pada akhirnya, ia tiba di Great Ruler," jawab Matteo kembali menjelaskan.


Pertama kalinya, mereka tahu asal usul sang Colonel yang disebut seperti manusia singa karena warna rambutnya yang mencolok yakni merah. Namun, menurut penilaian beberapa orang, warna rambut itu jingga.


"Colonel Brego lalu menceritakan tentang tempat ini. Awalnya, ia dan orang-orangnya ingin tinggal di sini. Hanya saja, tempat ini begitu panas, tapi herannya, tumbuhan bisa hidup. Oleh karena itu, setelah melakukan pemetaan wilayah, pengamatan, dan penelitian selama kurang lebih 10 tahun, diputuskan jika tempat ini bisa dilestarikan untuk layak huni. Namun, baru bisa dikerjakan 4 tahun yang lalu karena kasus penyerangan yang terjadi di Great Ruler dan membuat proyek ini tertunda," ucap Matteo menjelaskan.


Sandra terdiam. Ingatannya tentang kejadian tragis masa lalu hingga merenggut nyawa Rey, kembali muncul. Namun dengan cepat ia tepis, saat Matteo menyadarinya melamun.


"Sepertinya keinginan Otka terkabul. Kalian akan menginap di sini semalam. Dan selama singgah, Colonel Brego yang akan menjadi pemandu serta pengawas kalian," ucap Matteo yang membuat semua orang kembali terpaku.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


Uhuy tengkiyuw tipsnya tante Aju šŸ˜Lele padamuā¤ļø Ngantuk uyy semoga gak ada typo. Amin~


__ADS_1


__ADS_2