SIMULATION

SIMULATION
BARTER*


__ADS_3

Matteo mendekati sang isteri dan mengecup keningnya lembut. Sandra tersenyum seraya menggenggam kedua tangan sang suami erat di depan perutnya.


"Entah apa lagi yang harus kukatakan. Aku sangat bersyukur bisa menikahi wanita luar biasa sepertimu, Sandra Salvarian. Kau selalu membuatku terpukau dengan kehebatanmu. Seharusnya, kau yang menjadi pemimpin negara, bukan aku," ucap Matteo menatap wajah sang isteri sendu, tapi Sandra malah terkekeh menanggapinya.


"Sayangnya, aku tidak mau. Jangan menambah pekerjaanku lagi. Aku sudah cukup lelah menjadi Wakil Presiden. Dan kini, aku malah ditunjuk sebagai Pemimpin Lembaga Perdamaian Dunia. Tugasku sudah sangat banyak, Sayang. Aku tak mau Alva kekurangan kasih sayang kedua orang tuanya karena mereka sibuk menyerukan perdamaian dan mensejahterakan masyarakat," jawab Sandra lesu.


"Hem, aku mengerti. Aku sangat mencintaimu," sahut Matteo lalu mencium bibir Sandra mesra.


Siapa sangka, banyak orang yang melihat aksi romantis itu, tapi mereka memilih diam tak ingin mengganggu. Acara lalu dilanjutkan dengan jamuan.


Para tamu akan menginap di Great Mazepita. Selanjutnya, mereka akan melakukan tour ke Great Ruler untuk berbagi ilmu agar kota-kota dan negara lain yang mengalami kesulitan bisa menemukan solusi dari para ahli di negara besar tersebut.


"Jangan lupa, kita memiliki janji untuk mengembangkan robot cacing, Presiden Matteo," bisik Khan dan Matteo ber-Oh karena baru ingat hal itu.


Sandra melirik suaminya yang kembali disibukkan dengan hobinya sebagai insinyur.


"Awas saja jika kau lupa jalan pulang ke rumah," tegas Sandra yang ternyata didengar oleh beberapa orang yang berdiri di samping mereka.


Matteo sampai tersedak saat ia akan menelan puding Otka. Sandra terlihat santai dan tetap memasang wajah dingin pada sang suami jika ia sampai lupa pulang karena sibuk dengan pengembangan ciptaannya.


Sora menjadi pemimpin tour dan mengajak para tamunya melintasi Distrik menggunakan kereta cepat.


Sayangnya, karena banyak bangunan yang rusak, perjalanan itu dibagi menjadi beberapa kelompok.


Akira, Tony, Ego, Jaksa Helium, Colonel Brego, Roman, Laksamana Joe, Ceros, Alolo, dan Mayor Kyel, menemani para tamu dari negara tetangga serta kota-kota yang telah tergabung dalam LPD (Lembaga Perdamaian Dunia) ke distrik-distrik yang mereka pimpin.


Meskipun banyak bangunan yang rusak, tapi orang-orang itu mempelajari banyak hal karena beberapa tenaga ahli dari para cendikiawan ikut serta dalam tour.


"Ini hebat. Jadi ... gedung seperti biji gandum itu dapat berpindah tempat sesuai dengan cekungan yang menggerakkan mereka begitu?" tanya Birova selaku Presiden Mega-US saat ia berkunjung ke Distrik 9 ditemani oleh Roman.


"Ya, begitulah, Tuan Presiden. Gedung akan bergerak sesuai dengan kebutuhan. Gedung-gedung itu difungsikan sebagai pusat pelatihan para kandidat User robot-robot kami. Selain itu, ada fasilitas penunjang lainnya," jawab Roman tenang seraya menatap gedung-gedungnya yang sedang diperbaiki oleh tim teknisi di bawah komando Roves.


"Hem, boleh aku menirunya? Sepertinya itu ide yang bagus pengganti jembatan di Mega-US," tanya Birova melirik Roman dan sang Walikota Distrik 9 tersebut mengangguk pelan.


Di tempat lain, pertanyaan-pertanyaan juga banyak diajukan. Terlebih, malah ada barter yang terjalin.


"Aku sangat menyukai permata-permata indahmu ini, Walikota Brego," ucap Bom yang terlihat kagum akan batu-batu mulia yang kini ada dalam apitan jarinya, termasuk pemimpin kota lain yang ikut tour ke Pertambangan Batu Mulia.


"Ya, boleh saja jika kau menginginkannya. Great Ruler belum memiliki pesawat tempur. Jujur, aku penasaran bagaimana rasanya menerbangkan pesawat. Buatkan kami pesawat tempur dan kau boleh membawa batu-batu ini. Bagaimana?" tanya Brego seraya menaikkan salah satu alis.


Dengan sigap, Bom langsung menjabat tangan Brego dengan mantap. Para pemimpin kota lain terlihat iri karena mereka tak tahu apa yang harus ditawarkan.


Sedang di Pertambangan Batu Bara, Distrik 8. Komandan Akira terlihat bersabar dengan Presiden Khan yang tampak bersemangat dengan batu-batu hitam sebagai salah satu sumber energi penggerak cacing robot.

__ADS_1


"Semua batu-batu ini adalah sumber energinya?" tanyanya dengan mata melotot di tengah hamparan ladang Batu Bara. Akira mengangguk pelan. "Sebanyak ini, bisa digunakan untuk seratus tahun ke depan, bahkan lebih untuk menjelajah seluruh dunia!" serunya lantang.


"Ya, mungkin. Namun, selama ini, batu bara hanya kami gunakan untuk penggerak mesin industri saja. Seperti, mesin penggiling pangan, tekstil dan lainnya," jawab Akira tenang.


"Aku ingin membelinya. Akan kugunakan batu bara ini untuk menggerakkan seluruh mesin yang selama ini tak bisa bekerja optimal karena kekurangan energi," ucapnya antusias. Akira menarik napas dalam.


"Baik. Lalu yang Anda tawarkan sebagai gantinya?" tanya Akira mulai serius.


"Aku tahu jika kalian ingin menjelajah dengan cacing robot. Aku bisa membantu memproduksi cacing robot dalam jumlah banyak. Kita akan membuat jalur khusus dalam tanah seperti terowongan kereta api zaman dulu. Bagaimana? Kita tetap bisa bergerak dalam tanah tanpa harus muncul di permukaan. Jadi, kita akan aman dari serangan pihak lain," jawab Khan mantap.


"Namun, sudah tak ada bahaya lagi di permukaan, Presiden Khan. Kita semua sudah berdamai," jawab Akira mengingatkan.


Khan sepertinya lupa dengan hal itu. Akira tersenyum tipis. Namun, Khan tak menyerah.


"Kalian tetap membutuhkan cacing robot. Selama ini, cacing robot hanya difungsikan sebagai transportasi dengan kapasitas terbatas. Kita bisa mengoptimalkannya. Kita jadikan cacing robot sebagai salah satu transportasi antar negara atau antar kota," ucap Khan mantap.


Para pemimpin dari kota lain terlihat serius menyimak termasuk Akira.


"Di permukaan, masih banyak halangan yang akan merusak komponen cacing robot. Seperti badai yang tiba-tiba saja datang. Atau, wilayah yang terkontaminasi oleh nuklir, belum bencana lainnya yang belum kita ketahui. Permukaan masih berbahaya karena kita melawan alam. Namun di dalam tanah, kita masih aman karena struktur yang sudah dilewati selama ini tidak mengalami perubahan yang signifikan," sambung Khan mantap dan diangguki oleh beberapa orang yang setuju dengannya.


Akira tersenyum seraya berjalan mendekati Khan. Presiden dari negara Baatar itu menatap Akira lekat saat sang Walikota mengulurkan tangan mengajaknya berjabat.


"Deal."


Akira tersenyum geli melihat sikap Presiden dari negeri bawah tanah itu yang tampak mengagumi batu bara di negaranya.


Lalu, di tempat Mayor Kyel berada. Siapa sangka, gaya bangunan kota Zalama menarik perhatian.


Di tambah, teknologi yang digunakan oleh beberapa restoran dan layanan publik dioperasikan oleh robot.



"Hebat sekali. Jadi, robot ini akan memproses pesananku, memasak, dan mengantarkannya? Lalu ... semua pembayaran dilakukan dengan barcode yang tercetak pada lengan seperti milik Anda?" tanya pemimpin dari kota Kagoshima di Jepang.


"Ya, begitulah. Tagihan akan langsung masuk ke rekening digital Anda dan menariknya. Anda tak perlu repot membawa dompet, uang dan semacamnya. Barcode, di sini adalah hak yang dimiliki oleh warga Great Ruler. Semua data Anda terekam di garis-garis hitam ini," jawab Mayor Kyel seraya menunjukkan barcode di lengannya. Para pemimpin kota itu mengangguk paham. "Oleh karena itu, tak semua orang bisa tinggal di Great Ruler karena kami memiliki sistem penyeleksian yang ketat," sambung Mayor Kyel menjelaskan.


"Aku tadi melihat jika bagian bawah robot ini seperti melakukan pembersihan. Apakah itu benar?" tanya pemimpin dari kota Nagoya.


"Ya. Sebenarnya jenis robot ini sudah lama ada, tapi kami kembangkan. Energi mereka dari listrik. Robot ini bisa memproses pesanan dari menu makanan dan minuman yang dipilih dari pengenal suara atau memilih menu langsung dari layar sentuh di dadanya. Selain itu, mereka juga melakukan pembersihan di lantai yang dilewati," jawab Kyel menjelaskan dan para pemimpin kota di Kepulauan Jepang itu tampak kagum dengan kemampuan robot tersebut.


"Untuk meja yang diduduki para pelanggan, bagian bawah meja ini memiliki alat pembersih otomatis. Alas pada meja ini akan terbuka dan memasukkan perabotan kotor di dalamnya. Mesin lalu melakukan pencucian lalu dikeringkan. Alat ini bekerja menggunakan sensor gerak. Saat pelanggan meninggalkan tempat, sensor akan langsung melakukan pembersihan. Lalu, perabotan yang telah dibersihkan akan dimunculkan kembali di atas meja. Begitu seterusnya," jawab Kyel mempresentasikan teknologi di salah satu Restoran yang berada di Distrik 1 tersebut.


"Jadi, kalian benar-benar meminimalisir para manusia untuk bekerja ya?" tanya pemimpin dari kota Tokyo.

__ADS_1


"Ya, itu benar. Hal itu dikarenakan, jumlah manusia yang hidup di Great Ruler terbatas. Selain itu, kami memang memprioritaskan untuk membentuk para bibit unggul calon cendikiawan, seorang pencipta, seorang ilmuwan, seorang revolusioner, bukan seorang pekerja kasar. Sisanya, menjadi User robot untuk menjaga keamanan negara," jawab Kyel makin mendetail.


Para pemimpin kota tersebut terlihat terpukau dengan teknologi dan sistem kepegawaian dalam kependudukan di Great Ruler.


Kyel lalu mengajak tamu-tamunya untuk mengunjungi toko lain dalam Mall besar tersebut.


Sebuah toko pakaian dengan mannequin terpasang, menunjukkan koleksi terbaru musim itu. Patung tersebut bisa bergerak, meski masih dalam areanya seperti seorang peraga busana.



"Lalu ... pakaian-pakaian ini. Halus sekali, apakah ini sutera atau wol?" tanya pemimpin dari kota Nagasaki saat meraba jenis pakaian yang bagi mereka tampak unik.


"Itu campuran. Tak semua murni dari alam. Anda tahu sendiri, untuk membudayakan hewan, membutuhkan waktu yang sangat lama dan ketelitian. Oleh karena itu, banyak barang-barang yang dicampur dengan buatan pabrik, tapi tetap aman dan nyaman digunakan," jawab Kyel seraya memegang salah satu koleksi dari rancangan seorang designer ternama di kotanya.


"Sayangnya, kami para pemimpin kota kecil, tak memiliki banyak untuk ditawarkan. Bagaimana dengan pohon Sakura. Apakah ... Great Ruler memilikinya?" tanya salah satu pemimpin dari kota Osaka.


Praktis, mata Kyel melebar.


"An-Anda masih memiliki jenis tumbuhan itu? Sungguh?" tanya Kyel seolah tak percaya.


Para pemimpin kota itu tersenyum lebar dan mengangguk. Kyel sampai membungkam mulutnya karena tak menyangka hal itu.


"Aku bisa memberikan robot-robot pelayan ini dengan pohon Sakura yang kalian katakan itu. Sudah lama sekali, selama ini aku hanya melihatnya dari video saja. Aku sangat ingin memilikinya. Aku membayangkan pohon itu tumbuh di kotaku di sepanjang jalan setapak," ucap Kyel berandai-andai.



"Mari kita bertukar, Walikota Kyel," ucap pemimpin kota Osaka dan Kyel menyambut jabat tangan itu dengan mantap.


Kyel akhirnya melakukan pertukaran robot pelayan dan produk fashion unik untuk para pemimpin di kota-kota Jepang yang masih memiliki bibit pohon Sakura.


Kyel terlihat senang karena impiannya untuk memiliki pohon Sakura asli akan segera terwujud.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Otw tamat. Akhirnya bisa napas lega setelah dari kemarin sibuk perang. Baiklah, doakan novel ini tamat dengan sempurna per akhir bulan Januari nanti. Amin❤️


Terima kasih kepada semua teman-teman atas dukungannya baik berupa komen, like, tips koin, poin, vote vocer dan lainnya.

__ADS_1


Jangan lupa boom like audio book rekaman lele. Secara gak langsung, temen2 udh bantu kasih tips koin ke lele. Dan yang masih pengen punya novel SIMULATION bisa japri lele ya. Tengkiyuw💋


__ADS_2