SIMULATION

SIMULATION
LASER SWORD*


__ADS_3

Setelah bersabar cukup lama, akhirnya keseleo di kaki Sandra sudah mulai membaik. Entah kenapa, kali ini Sandra terlihat tak sabar untuk bertemu dengan Matteo Corza yang akan menjadi mentornya sampai uji coba simulasi robot A direalisasikan.


PIP!


"Oh!" kejut Sandra saat mendapati sang Jenderal telah berada di depan pintu kamarnya dengan seragam sepertinya layaknya kandidat User. Sandra mengedipkan mata terlihat bingung. "Anda ...."


"Ternyata, baju latihanku ini masih muat. Aku masih ramping, seksi dan menggemaskan, hem," ucapnya memuji diri sendiri seraya mengelus otot perutnya, meski tak terlihat karena tertutup seragam berwarna putih-hitam-abu-abu tersebut. Sandra tersenyum tipis melihat tingkah aneh sang Jenderal.


"Selamat pagi, Jenderal Matteo," sapa Purple yang ikut muncul.


"Oh, Purple. Tolong kau jemput Roboto. Aku ingin melakukan pembaruan padanya juga. Spectra akan melakukan penjadwalan untuknya," ucap Matteo menunjuk robot berwarna ungu itu.


"Baik, Jenderal," jawab Purple lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut menggunakan lift.


Sandra terbengong karena Purple terlihat begitu pintar layaknya manusia seperti memiliki otak.


"Kau kenapa?" tanya Matteo menatap Sandra keheranan.


"Pasti sebuah kode pemrograman yang sangat rumit untuk membuat robot secerdas Purple, Spectra dan Roboto," jawab Sandra lugu.


"Thank you," jawab Matteo tersenyum.


"Anda? Jangan bilang Anda yang menciptakan ketiga robot itu," tanya Sandra menunjuk dengan kening berkerut.


"Yup. Kau telah bertemu sang maestro. Jangan pingsan. Akan kuberikan tanda tangan setelah latihan hari ini usai," ucap Matteo dengan sebuah kedipan sebelah mata. Sandra tertegun, tapi Matteo terlihat santai dengan kemampuan dirinya.


Sandra mengikuti Matteo di belakangnya. Sesekali, Sandra melirik ke arah sang Jenderal yang selalu terlihat tampan dan menawan, meski ia hanya berdiri diam tak melakukan apapun.


"Hari ini, kita akan melakukan pengenalan senjata. Aku sudah melihat riwayat pelatihanmu dengan Ego, Akira, dan Tony. Kau beruntung, tiga orang itu termasuk orang-orang hebat di Great Ruler, dan kau mengenal baik mereka," ucap Matteo saat pintu lift terbuka lalu melangkah menyusuri koridor dengan Sandra berjalan di sampingnya.


"Ya. Semoga kali ini, saya tak terluka lagi," jawabnya sungkan.


"Terluka itu diperlukan. Jika selama berlatih kau tak terluka, kau tidak akan paham tentang arti resiko, waspada dan rasa sakit. Dengan kau merasakan semua kesulitan itu, kau akan menjadi wanita tangguh, dan hati-hati dalam bertindak. Tidak sembrono, dan tangkas. Jika kau tak terluka, kau akan menjadi sombong dan angkuh, seperti diriku dulu," ucapnya tiba-tiba yang membuat Sandra spontan menoleh ke arah sang Jenderal.


"Saya mengerti," jawab Sandra mengangguk pelan.


PIP!


"Selamat datang, Jenderal Matteo Corza dan Otka Oskova," ucap Eco menyapa.


"Eco. Tunjukkan pedang laser kita," pinta Matteo di sebuah ruangan yang hanya bercahaya redup seperti penerangan di tempat itu sengaja dimatikan.


PIP! GREEKKK .....


Seketika, mata Sandra melebar. Sebuah pedang laser berwarna biru menyala terang muncul dari balik dinding yang tadinya tertutup rapat. Matteo berdiri di samping pedang yang berukuran cukup besar tersebut. Sandra terlihat kagum dengan senjata itu.


"Kau pernah melihat jenis ini sebelumnya?" tanya Matteo menunjuk pedang tersebut.

__ADS_1


"Ya. Saat di kelas teori ketika Captain Tony mengajak salah satu User robot level E untuk mempresentasikan dirinya termasuk menunjukkan persenjataan yang ada pada seragam tempur robot itu," jawab Sandra mantap.


Matteo mengangguk. "Ini adalah jenis pertama. Pedang ini digunakan oleh para User robot level E. Oleh karena itu, kau lihat 'kan fisik para User level tersebut? Tubuh mereka besar dan tangguh karena beban yang banyak," jelasnya. Sandra mengangguk paham.



"Lalu ... bagaimana dengan User robot level B? Bukankah ... mereka juga dilengkapi oleh pedang tersebut?" tanya Sandra mengingatkan.


Matteo tersenyum. "Eco! Tunjukkan pedang laser User level B!" perintahnya lantang dengan kedua tangan saling menggenggam di belakang pinggang.


PIP! GREEKKK .....


Kali ini, sebuah pedang laser dengan warna serupa muncul, tapi beda bentuk, terlihat lebih ramping dan ringan. Matteo melangkah mendekati pedang tersebut dan Sandra mengikuti sang Jenderal.



"Ini yang digunakan oleh para User robot seperti Tony, Akira, Ego dan lainnya. Namun, milikku berbeda, termasuk para Perwira Tinggi lainnya," jelasnya.


"Kenapa berbeda?" tanya Sandra heran.


"Jabatan, Nona Otka," jawabnya sombong, dan Sandra ber-Oh.


"Jadi ... seperti apa pedang laser para Perwira Tinggi itu, Jenderal?" tanya Sandra dengan kedua alis terangkat.


Matteo tersenyum. Ia meminta kepada Eco untuk menunjukkannya. Kali ini, seperti yang dikatakan oleh Matteo, jenis pedang itu memang berbeda, tak mencolok seperti pedang laser User robot level E dan B.



"Oh, wow! Jadi ... pedang ini ... kuno, dan ... bersinar seperti kristal. Ya, menarik," ucap Sandra menilai. Namun, Matteo malah meliriknya tajam. Sandra langsung membungkam mulutnya.


"Aku bisa merasakan sindiran dari pujian terselubungmu itu, Otka Oskova," tunjuknya, dan Sandra memilih untuk menundukkan wajah karena itu benar adanya.


"Mm ... bagaimana dengan pedang laserku nanti?" tanya Sandra gugup.


"Kau akan menggunakan pedang kayu. Kau belum lulus level 10. Jangan lupa itu," tegas Matteo lagi menunjuknya. Sandra diam seketika.


Matteo lalu meminta kepada Sandra untuk melakukan hal yang baginya aneh. Sandra diminta untuk mengenakan seragam User robot level E. Pedang laser besar tersebut disarungkan di punggungnya.


Sandra diminta untuk berjalan mengelilingi ruangan. Ia terlihat bingung, tapi melakukannya. Matteo berdiri menatap Sandra tajam di kejauhan hingga wanita cantik itu kembali di tempatnya berada.


"Eco! Hasil analisis," perintahnya dengan sikap istirahat di tempat.


"Analisis selesai. User mampu membawa pedang laser jenis E-01 dengan sempurna. Kontur tulang dan persendian normal. Tak ditemukan masalah saat pedang laser dibebani di tubuh User," jelasnya. Matteo mengangguk.


"Good. Sekarang, berlari kecil. Jangan memaksakan diri, meski aku yakin jika cideramu telah pulih," pintanya.


Sandra mengangguk pelan. Ia masih tak paham dengan semua perintah sang Jenderal, tapi ia sudah bertekad untuk tak membantah perintah lagi.

__ADS_1


Sandra melakukan seperti yang diperintahkan Matteo selaku instrukturnya. Matteo terlihat serius melihat pergerakan Sandra terutama di pergelangan kakinya. Hingga akhirnya, Sandra kembali ke titik ia memulai.


"Lelah?" Sandra menggeleng, dan nafasnya terlihat biasa saja tak tersengal. "Eco! Analisis," perintahnya lagi.


"Analisis selesai. User mampu mengolah pernafasannya dengan baik. Semua fungsi organ berjalan dengan normal tak ditemukan cidera."


"Sekarang berlarilah," pintanya dengan wajah datar.


Sandra mengangguk. Ia seperti mengambil persiapan, dan pada akhirnya, ia mulai melaju dengan kencang. Matteo menyipitkan mata. Ia seperti menyadari sesuatu dari Sandra.


Perempuan cantik itu kembali dengan nafas sedikit tersengal, dan Matteo kembali meminta Eco untuk melakukan analisis. Sandra terlihat serius mendengarkan.


"Analisis selesai. User mampu menahan beban dan mengatur nafas dengan baik. Cidera tidak ditemukan."


"Terakhir. Kau berlari sambil mengayunkan pedang seperti ada musuh di hadapanmu. Menangkis, menusuk, dan memutarnya. Go," perintahnya.


Sandra kembali mengangguk terlihat lugu. Ia menarik pedang tersebut tanpa menyalakan laser. Matteo mengangguk sebagai kode Sandra untuk segera beraksi.


"Now!" seru Matteo lantang.


Sandra segera melangkah dengan cepat layaknya orang berlari. Ia menggerakkan pedang itu membentuk huruf X, lalu melakukan sabetan ke kanan dan ke kiri dengan satu tangan kanan lalu berganti dengan tangan kiri melakukan operan tanpa jatuh. Matteo mengangguk pelan.


"Gerakan menusuk!" perintah Matteo lantang, dan Sandra segera melakukan yang Matteo perintahkan. Sandra melakukan berbagai jenis gerakan seperti sebuah improvisasi dan Matteo menajamkan pandangan.


"Hah, hah," engah Sandra meski ia tak berkeringat. Matteo meminta Sandra menyarungkan pedang, dan Sandra segera melakukannya.


"Eco! Analisis!"


"Analisis selesai. User mampu mengendalikan pernafasan, kestabilan dalam melakukan serangan dan pertahanan. Tak ditemukan cidera dan semua organ berfungsi normal."


"Hahahaha! Kau hebat! Ah, aku bangga padamu. Jika semua User sepertimu, aku akan awet muda," ucap Matteo bangga seraya mengusap kepala Sandra, tapi malah membuat rambut wanita cantik itu berantakan. Sandra bingung, tapi ia hanya bisa pasrah.


"Aku anggap itu sebagai pujian, Jenderal. Terima kasih," ucapnya dengan senyuman meski terlihat kikuk.


"Mulai besok, kau gunakan seragam User robot level E. Kau tahu 'kan, jika mereka tak melakukan simulasi. Semua nyata," tegas Matteo, dan Sandra mengangguk. "Oke. Kau simpan seragam itu sekarang di kamarmu, lalu temui aku di Dojo. Kita selesaikan level 10. Ingat, jika sampai kau keseleo lagi, kau akan tinggal di rumahku," tegasnya menunjuk, dan Sandra langsung melebarkan mata.


"Ti-tinggal di rumah Anda?" tanya Sandra tergagap.


"Yup. Memasak untukku, makan malam bersamaku, dan tentu saja, tidur denganku," jawab Matteo dengan satu kedipan mata. Seketika, Sandra terperanjat dan melangkah mundur, tapi Matteo malah tersenyum lebar.


"Dasar playboy tengik," guman Sandra menggerutu saat sang Jenderal telah meninggalkan ruangan.


***


ILUSTRASI


SOURCE : ArtStation, CGSociety, Funnyjunk

__ADS_1


Uhuy tengkiyuw tipsnya nak Carmen🤩 diborongšŸ˜† Lele padamu😘



__ADS_2