SIMULATION

SIMULATION
NEW MUTANT*


__ADS_3

Sandra yang masih dalam masa pemulihan tetap tak ingin bolos dari latihan. Ia mengikuti kelas yang diisi oleh Tony di gedung pelatihan tentang pengetahuan persenjataan pada robot.


Sandra mengikuti kelas teori itu dengan serius di mana hanya dia satu-satunya kandidat wanita di sana.


"Ingat. Kalian harus fokus pada materi yang kuberikan. Jangan karena kehadiran satu orang wanita di kelas ini, kalian tak menyimak ilmu yang kuberikan. Kalian paham?!" tegas Tony garang.


"Yes, Sir!" jawab para kandidat pria lantang dari bangku mereka duduk. Sandra geleng-geleng kepala menahan senyum.


Tony mengajar dengan ketegangan begitu terasa. Sang Captain memberikan beberapa tampilan tentang kemampuan dari sebuah robot.


Tony menunjukkan sebuah tayangan dari kinerja seorang User robot level E mulai dari mengenakan baju tempur sampai ia mempersenjatai dirinya.


Para kandidat terlihat serius menyimak termasuk Sandra. Salah satu User robot level E didatangkan untuk memberikan contoh.


Hal itu membangkitkan semangat para calon karena diizinkan untuk menyentuh pakaian tempur serta senjata-senjata itu, mereka terlihat kagum. Namun, Sandra yang telah mempelajarinya terlihat biasa saja.


Selanjutnya, Tony memperkenalkan tentang robot level C yang bertugas sebagai mata-mata.


Kali ini, Sandra tertegun karena tayangan yang ditampilkan adalah robot yang ia gunakan saat menjalani simulasi pertama kala itu. Sandra membisu di kursi rodanya.


"Apa kalian tahu siapa User robot level C dalam tayangan ini? Orang itu ada di kelas ini," tanya Tony yang praktis membuat para kandidat penasaran dan saling memandang.


"Silakan maju ke depan, Nona Otka Oskova," panggil Tony yang mengejutkan semua kandidat pria.


Sandra tersenyum tipis. Kursi rodanya bergerak ke depan dan kini memposisikan dirinya di samping Tony.


"Mm, hallo. Aku ... Otka Oskova. Salam kenal," ucapnya menyapa. Para kandidat terlihat kagum karena tak menyangka hal tersebut.


"Selain itu. Otka Oskova akan menjadi relawan uji coba User robot level A pertama di Great Ruler. Berikan tepuk tangan dukungan kalian agar Otka segera pulih dan bisa kembali melanjutkan pelatihannya."


Seketika, ruangan yang tadinya hening menjadi riuh. Sandra tersipu malu dan terharu. Ia mengucapkan terima kasih dengan senyum terkembang. Tony melirik Sandra yang terlihat gugup karena dirinya di sanjung.


Tony meminta Sandra menceritakan pengalamannya saat menjalani simulasi dan mengendalikan robot level C untuk pertama kali. Sandra yang terlihat lugu dan jujur, membuat para kandidat seakan merasakan hal tersebut.


"Woah, aku tak sabar ingin ikut merasakan ketegangan itu," ucap salah satu kandidat berkulit hitam.


"Melihat kemampuan kalian, aku sangat yakin semua kandidat akan mendapatkan kesempatan itu, bahkan bisa lebih baik dariku. Kalian kuat dan tangguh," ucap Sandra memuji.

__ADS_1


Para pria terlihat senang dan semakin termotivasi agar bisa menjadi salah satu User robot di Great Ruler.


Sandra bahkan tak keberatan menjawab pertanyaan dari para kandidat yang antusias mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan rasa penasaran mereka.


Dua jam kelas berlangsung dan semua orang terlihat puas dengan materi yang diberikan hari itu.


Para kandidat pria melanjutkan latihan dengan Komandan Ego di akuarium seperti yang Sandra lakukan kala itu. Hanya saja, karena Sandra sedang terluka, ia tak bisa ikut serta.


"Kau pasti bosan. Ayo kita belajar tentang geografis wilayah di sekitar Great Ruler. Mengingat kau akan pergi ke luar sana, kau harus siap dengan perubahan yang cukup mengejutkan," ucap Tony yang membuat Sandra tegang.


Tony membawa Sandra ke sebuah ruangan dengan meja yang memiliki tampilan hologram di atasnya tentang bumi. Sandra terlihat kagum, tapi ruangan itu sepi tak ada operator yang bekerja di sana. Sandra bingung.



"Ke mana semua orang?" tanyanya heran.


"Oh. Ruangan ini dulunya digunakan oleh anak buah Presiden Morlan, em maksudku ... mantan Presiden. Tak sembarang orang diperbolehkan masuk, tapi aku telah meminta izin. Tempat ini kini beroperasi sebagai salah satu tempat pelatihan tambahan untuk mengetahui geografis di luar Great Ruler dari satelit kita di luar angkasa," jawab Tony menjelaskan. "Dan, mengingat kau calon User, kau mendapatkan kelas tambahan dariku."


Sandra tersenyum. "Terima kasih, Captain. Jadi ... pelajaran seperti apa yang akan Anda berikan?" tanya Sandra menaikkan salah satu alis.


"Ya. Aku ingat tentang pelajaran sejarah itu. Aku membaca kisahnya di Perpustakaan. Distrik 10 dibentuk karena banyak manusia yang tak bisa masuk ke dalam Great Ruler, tapi mereka bersikeras ingin tetap berada di dekat benteng. Roman akhirnya mengizinkan mereka tinggal dan malah memberikan ilmu pengetahuan. Ia juga memberikan kesempatan orang-orang itu untuk bisa masuk dengan seleksi ketat, seperti ... yang Vemo lakukan. Sayangnya ... ia tak berhasil dan malah diculik oleh pasukan mutan Morlan," ucap Sandra sedih.


"Aku cukup yakin jika Morlan memiliki rencana keji dengan membawa Vemo. Masalahnya, kita tak tahu apa yang direncanakannya," timpal Tony curiga, dan Sandra mengangguk setuju.


Di tempat Vemo berada.


"Arrrgghhh! Apa yang kalian inginkan dariku? Dan, makhluk apa di tabung-tabung itu? Jangan katakan, kalian membuat mutan lainnya!" teriak Vemo lantang yang dibelenggu dengan gelang pemberat pada kedua tangan dan kaki sehingga ia tak bisa kabur.


Vemo dibiarkan tergeletak di lantai yang dingin dan hanya mengenakan celana panjang.



"Hem, kau cukup pintar, Vemo," ucap salah seorang pria yang memakai pakaian serba putih dan tertutup berjalan mendekatinya.


Vemo yang berada di sebuah ruangan dengan dinding kaca sebagai pembatas, bisa melihat pergerakan orang-orang yang melakukan sebuah penelitian.


Vemo menatap tajam kaca di balik helm yang dikenakan oleh seorang pria yang berjongkok di hadapannya. Kening Vemo berkerut dan seketika, matanya melebar.

__ADS_1


"Morlan."


"Oh, kau mengenaliku. Bagus. Kau akan tetap di sini untuk sementara waktu. Sebaiknya, kau jangan bertingkah, atau aku akan menggunakanmu sebagai salah satu bahan eksperimenku. Berdoalah, aku tak kekurangan orang untuk melakukan uji coba, hehe," kekehnya seraya berdiri dan membalik badan.


Mata Vemo melotot saat sebuah pintu di dekat kakinya mulai terbuka. Ia terkejut ketika mendapati sosok di balik pintu dengan dinding kaca sebagai pembatas.



Vemo pucat seketika, saat terlihat seekor kucing dan anjing berlumuran cairan aneh dan lengket menyelimuti tubuh mereka kini sedang menoleh dan menatapnya tajam.


"Oh, aku akan uji mereka besok. Kita akan lihat, apakah mutanku ini bisa bertahan di luar sana dan kukendalikan? Hehehe," kekehnya dengan senyum merekah di balik penutup kepala.


Vemo tergagap. Dua hewan itu melangkah perlahan dan menabrakkan diri di dinding kaca. Vemo gemetaran dan tak bisa melakukan apapun karena tubuhnya dibelenggu.


Dua hewan itu menggesekkan tubuh dan kepala mereka ke dinding kaca sehingga benda transparan itu terkena cairan aneh berwarna merah kecokelatan seperti lendir mengotorinya.


"Morlan! Pindahkan aku! Aku tak mau berada di sini!" teriak Vemo lantang karena satu ruangan dengan makhluk-makhluk aneh itu.


Namun, Morlan mengabaikan keluhan pria bertato tersebut. Mata Vemo terbelalak saat mulut dua makhluk itu bisa terbuka sangat lebar seperti siap menelannya hidup-hidup. Terlihat, gigi runcing berjajar sampai ke tenggorokan mereka.


"Haaaa! Morlan!" teriak Vemo ketakutan karena dua makhluk itu kini mengerang dan mulai mencabik-cabik dinding kaca yang menghalangi pergerakan mereka.


Jarak tubuh Vemo dengan dua makhluk itu sangat dekat. Vemo menguatkan mentalnya dengan memejamkan mata.


Ia bisa mendengarkan lengkingan dua makhluk itu serta decitan dari ujung kuku tajam mereka yang membuat seluruh kulitnya merinding.


"Morlan!" teriak Vemo lantang untuk kesekian kali.


***


ILUSTRASI


SOURCE : PINTEREST & GOOGLE


Tengkiyuw tipsnya💋 Kwkwkw upnya kemaleman. Lele padamu❤️


__ADS_1


__ADS_2