SIMULATION

SIMULATION
LIQUID*


__ADS_3

"HARRGHHH!!"


KRAKKK!


Mata semua orang di ruang simulasi melotot. Robot level C tersebut hancur karena kepalanya diremukkan oleh mutan tersebut dengan kedua tangannya.


"Hah! Hah!"


"Oh, syukurlah, tepat waktu," ucap Wakil Presiden Lala lega saat mendapati Sandra tersadar di ruang simulasi.


Sandra berlari menuju ke ruang pengendali di mana HeliBug yang kini menyelesaikan tugasnya untuk mencoba menjatuhkan mutan manusia itu.


Namun, "Harrghhh!"


BRAKK!! DUWAARR!!


"HeliBug hancur, Mam!" pekik Wego usai layar helikopter robotnya rusak setelah mutan tersebut berhasil menahan tembakan laser lalu menangkap benda terbang tersebut. HeliBug dilempar hingga menghantam dinding dan menghancurkannya.


Mutan tersebut lari ke sebuah bangunan tempat Sandra dulu dan Tony melihat penyeleksian para warga Distrik 10 agar bisa menjadi penduduk Great Ruler.


"Harrghhh!"


"Dia menuju ke menara!" teriak Xili lantang yang membuat orang-orang di menara terkejut.


Beruntung, gedung tersebut telah dikosongkan. Mutan itu terperangkap di sana karena semua pintu menuju ke lantai atas ditutup. Mutan itu merusak barang-barang di sekitarnya.


Semua orang dibuat tegang. User robot level E dilarang terjun ke lapangan. Senapan laser yang berada di dalam gedung membidik mutan manusia yang gesit itu.


Namun, manusia mutan itu berhasil menghindari tembakan dengan bersembunyi. Sandra melihat pergerakan manusia setengah mutan itu dengan seksama.


"Oh! Izinkan aku menggunakan robot level B," pintanya yang membuat semua orang melebarkan mata.


"Apa kau tahu sistem persenjataan robot itu?" tanya Lala menatapnya lekat.


"Ya. Aku mempelajarinya saat di perpustakaan dan dikelas teori bersama Captain Tony. Tentang pedang laser, aku mengetahuinya dari Jenderal Matteo. Biarkan aku mencobanya. Selain itu, botol serum masih ada di robot level C. Aku harus mengambilnya!" jawab Sandra tegas.


Semua orang dibuat bingung dengan hal ini. Namun tiba-tiba, "Hei! Hei! Lihat!" seru Xili menunjuk saat dua buah HeliBot tipe pengangkut tanpa senjata datang membawa dua buah robot level B.


"Siapa yang mengendalikannya?" tanya Lala berkerut kening.


"Dua mentor tampan dan berkarisma, Wapres Lala," jawab Tony yang membuat semua orang tersenyum seketika.


"Aku tak memuji diri, Wapres Lala. Tony yang melakukannya, tapi terima kasih jika kalian semua berpikir demikian," sahut Ego yang membuat senyum semua orang semakin lebar.


Sandra lega karena dua kawannya muncul, tapi tetap tak bisa menutupi kecemasan dalam hatinya karena takut mereka terluka.


HeliBot membawa dua robot tersebut ke pintu masuk menara tempat mutan itu berada. Dua robot level B siap untuk bertempur.


"Tony! Ego! Kalian mendengarku?" panggil Sandra mendekati Xili dan berbicara di salah satu telinganya. Pemuda itu sampai kaget dan memiringkan kepala.


"Yes!" jawab keduanya telah bersiap dengan pedang laser dalam genggaman.

__ADS_1


"Ada botol serum di dada robot level C. Ambilah, dan pulanglah dengan selamat," pintanya cemas.


"Tentu saja. Sepuluh menit," jawab Tony berlagak.


"Sejak kapan dia jadi sombong seperti itu?" tanya Lala geleng-geleng kepala. Semua orang menggeleng tidak tahu.


Kini, pandangan semua orang terfokus pada pertarungan 2 VS 1. Semua orang yang menyaksikan tegang seketika.


"Jangan biarkan dia kabur. Dobel attack?" tanya Tony seraya mengambil kuda-kuda dengan pedang laser dalam genggaman.


"Oke! Dobel attack! Arrghh!" jawab Ego lantang dan langsung berlari kencang begitu robot mereka mendarat di lantai Distrik tersebut.



"Harrghhh!" sambut manusia mutan tersebut dengan raungannya dan liur menetes dari mulut bergigi runcing. Manusia itu kini telah berubah wujud sepenuhnya. Xili melakukan identifikasi pada makhluk tersebut.


"Mam! Aku melihat dari kamera pengawas, pria itu menggunakan jam tangan yang dipakainya untuk menyuntik dirinya. Lalu perlahan, manusia itu berubah wujud. Ia bahkan sudah tak berpakaian lagi," ucapnya seraya menunjukkan dalam tayangan lambat perubahan mengerikan pria tersebut.


"Gila! Morlan sudah bertindak terlalu jauh. Ia bahkan bisa membuat manusia mutan seperti itu? Dia sungguh ingin merebut Great Ruler dengan menghancurkannya dari dalam," ucap Colonel Brego geram dari sambungan video.


"Jangan biarkan makhluk itu lolos. Bunuh dia. Kita tak perlu sandera untuk diinterogasi," tegas Lala.


"Yes, Mam!" jawab Tony mantap seraya berlari saat Ego sudah memulai aksinya lebih dulu untuk menyerang mutan tersebut dengan menyabetkan pedangnya.


Namun, "Hah! Hah! Hah!" engah Ego karena ternyata kekuatan mutan tersebut begitu besar.


Pedang laser Ego berhasil ditahan sebelum mengenai tubuh mutan tersebut dengan kedua tangannya. Mutan tersebut menangkap pergelangan tangan robot dan terdengar suara besi remuk saat dicengkeram kuat.


Orang-orang terkejut. Pedang laser Ego jatuh dari genggamannya. Monster itu meraung. Tiba-tiba, tubuh robot Ego diangkat. Mata semua penonton terbelalak.


"Harrghhh!!"


"Oh, shitt!" pekik Tony saat ia menyadari sebuah gerakan.


BRUKK!!


Robot Ego dilempar dan mengenai robot Tony. Dua robot itu saling menimpa. Tony dan Ego roboh di ruang simulator. Keduanya berusaha untuk segera bangun, tapi baju robot mereka saling tersangkut. Semua orang kembali panik.


"Ego! Tony! Awas! Dia datang menyerang!" seru Xili lantang mengejutkan dua User tersebut.


Mutan manusia itu kembali mendekat. Namun tiba-tiba, "Hargh! Haggg!" erangnya roboh dan menggelinjang hebat di atas lantai seperti kesakitan. Kening semua orang berkerut.


Ego dan Tony yang berhasil melepaskan diri ikut kaget ketika mendapati mutan manusia itu perlahan berubah menjadi manusia lagi. Sayangnya, wujudnya sudah tak seperti sedia kala. Orang itu seperti kesakitan.


Tubuhnya berubah menjadi hijau, kulitnya terkelupas, darahnya berwarna merah kehijauan yang merembes keluar dari balik kulitnya.


"Ya Tuhan, mengerikan sekali," ucap Lala memalingkan wajah karena pria itu muntah darah dan cairan aneh muncul di lubang telinga, mata, dan hidungnya.


"Kita beruntung, dia yang mati, bukan kita," ucap Tony lega, dan Ego mengangguk.


"Ego. Bawa mutan itu ke Gerbang Kermogal untuk diidentifikasi," perintah Lala.

__ADS_1


"Yes, Mam," jawabnya seraya mengangkat tubuh pria malang yang sudah tak bernyawa itu keluar dari ruangan.


"Dan Tony, ambil serum di tubuh robot level C. Bawa ke Pusat Kendali."


"Sure, Mam," jawabnya lalu melangkah keluar dari gedung menuju ke robot yang telah remuk di halaman Distrik.


Tony berhasil mendapatkan serum tak dikenal tersebut. Sang Captain membawanya ke Pusat Kendali Distrik 9 usai mengembalikan robot level B miliknya.


Petugas medis segera meneliti kandungan dari serum tersebut. Sandra terlihat lega karena Tony baik-baik saja.


"Sepertinya Great Ruler berhasil disusupi. Aku akan mengadakan rapat besar bersama para Petinggi. Tony, aku ingin kau menyelidiki Distrik 10 dan memastikan tempat itu tak memiliki celah untuk dimasuki lagi dari luar. Sepertinya, ada jalan lain yang tak kita ketahui," tegas Lala.


"Oke, Mam," jawab Tony mantap.


Pria tampan itu pamit dan meninggalkan senyuman untuk Sandra. Wanita cantik itu dipersilakan untuk kembali ke ruangannya karena ia harus beristirahat untuk ujian level ilmu bela diri.


Namun, Sandra terlihat enggan untuk masuk ke kamar. Ia memilih untuk pergi ke Rumah Sakit untuk mengetahui kondisi sang Jenderal.


Hanya saja, karena pria tersebut masih dilakukan observasi dengan penyakit aneh yang dideritanya melebihi diare, Sandra tak diizinkan untuk menemuinya. Pada akhirnya, wanita cantik itu tetap harus kembali ke rumah.


"Semoga dia baik-baik saja," ucapnya lirih dengan tubuh telah ia rebahkan di kasurnya.


Ternyata, kabar penyerangan mutan baru, bahkan ada penduduk dari luar berhasil menyusup ke Great Ruler, membuat kepanikan di masyarakat.


Lagi-lagi, Presiden Roman harus menunjukkan diri di monitor yang muncul di tiap Distrik untuk menenangkan para warganya.


"Beruntung, para User andalan kita dengan sigap merespon ancaman ini. Selain itu, Otka Oskova, berhasil merebut sebuah serum yang dibawa oleh manusia tersebut sebelum menjadi mutan. Serum tersebut adalah obat untuk kesembuhan jenderal kita, Matteo Corza," ucap Roman yang membuat para warganya mulai bernapas lega.


"Halo, aku Matteo Corza. Aku ucapkan terima kasih atas doa dari seluruh warga Great Ruler untuk kesembuhanku dan calon User baru kita, Otka Oskova karena telah bertempur dengan gagah berani untuk menangkap buronan tersebut. Terima kasih," ucap Matteo Corza dalam sebuah video yang menunjukkan dirinya di mana sosok sang 'Manusia Langit' hampir terlupakan karena tak pernah menunjukkan diri.


Video ditutup dan semua orang kini bisa kembali tersenyum termasuk Sandra yang ikut menyaksikan di kamarnya.


Sandra beranjak dari dudukkan di mana hari itu adalah hari yang dinantikannya untuk menjalani tes 10 level ilmu bela diri campuran.


"I'm ready," ucapnya mantap seraya menarik sleting di bagian dada hingga ke bawah lehernya.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



uhuy tengkiyuw tipsnya😍 met malam minggu😘 oia lele mau info juga.



ini dia tampilan cover untuk cetakan novel simulation nanti ya, plus dapet masker gratis dari lele khusus bagi pembeli buku lewat lele langsung. bonus lainnya ada cap bibir merekah, kwkwkw, dan ttd serta tulisan ekslusif yang berbeda spesial bagi pemesan❤️


__ADS_1


__ADS_2