
Matahari terbit menyambut suka cita atas kebahagiaan yang merundung seluruh daratan di Bumi atas terciptanya perdamaian dunia dari kesepakatan bersama.
Para warga Great Ruler yang berlindung di dalam bunker akhirnya bisa bernapas lega. Mereka kembali ke rumah masing-masing meski banyak bangunan yang telah hancur akibat gempuran.
Namun, orang-orang itu tak terlihat sedih karena mereka yakin, jika perang yang terjadi kemarin telah berakhir dan tak akan datang lagi.
Eliz dan Otka mendapatkan pujian besar atas aksi mereka mendamaikan hati warga yang diliputi kecemasan karena gempuran yang tak berkesudahan.
Sora memeluk suaminya erat yang terlihat berantakan atas aksinya mencoba menghalau musuh saat akan menembus Distrik 7 tempatnya bermukim.
"Hiks, Tony ...," tangis Sora sampai sesenggukan.
"Aku baik-baik saja. Lihatlah, aku tetap tampan dan gagah. Suamimu masih hidup, Sora sayang," jawab Tony seraya melepaskan pelukan sang isteri.
Terlihat, make up Sora sedikit luntur karena menangis. Tony menahan tawanya dan tak ingin merusak momen itu.
"Aku takut kau tewas. Aku tak mungkin menjadi single parents. Aku tak bisa merawat bayi," ucapnya kembali menangis, tapi membuat Tony langsung melebarkan mata.
"Kau ... kau hamil?" tanya Tony memastikan dan menatap sang isteri lekat. Sora mengangguk dan terus mengelap wajahnya dengan tisu karena air matanya tak berhenti menetes. "Hahaha! Hahaha! Aku akan menjadi Ayah!" serunya senang dan menjadi pusat perhatian para User lain karena sikap Kapten mereka.
"Kau senang?" tanya Sora yang sudah berhasil menghentikan tangisannya.
"Ya, tentu saja! Oh, aku senang sekali. Akhirnya, rumah kita akan berisik," jawabnya lalu memeluk Sora erat dengan senyum terkembang.
Sora tersipu malu dan balas memeluk suaminya dengan senyuman. Para User di ruang simulasi memberikan ucapan selamat kepada pasangan muda itu atas karunia calon bayi dalam rahim Sekretaris Negara Great Ruler.
Disisi lain, Otka juga tak bisa menutupi kesedihannya saat Ego hampir saja kehilangan nyawa ketika sebuah bom dijatuhkan tepat di samping robot level B yang ia kendalikan ketika berjuang di Distrik 6.
"Hei, sudah jangan menangis. Semua sudah berakhir, Sayang," ucap Ego seraya mencubit pipi sang isteri.
"Aku takut sekali, Ego," jawabnya dengan wajah berkerut.
"Aku juga sangat takut, Sayang. Aku takut tak bisa bertemu denganmu lagi. Saat aku terlempar dan membuatku hampir tak sadarkan diri, aku melihatmu di kejauhan sedang tersenyum padaku. Kau memberikan tanganmu agar aku bangkit. Sungguh, ilusi itu terasa sangat nyata. Aku merangkak dan akhirnya bisa berdiri lagi untuk kembali bertempur. Dan sekarang, kau sungguh berada dipelukanku," ucap Ego yang membuat Otka malah kembali menangis karena ucapan manis sang suami.
Ego tersenyum lebar dan mengecup kepala sang isteri yang terlihat begitu menghawatirkannya.
Sedang di tempat Eliz berada. Akira tampak baik-baik saja bahkan tersenyum merekah seraya merentangkan tangan ketika Eliz berlari mendatanginya di luar ruang simulasi.
"Kau hebat!" ucap Eliz memeluk sang suami erat.
"Yeah. Tak kusangka akan semudah itu. Sayangnya, banyak bangunan hancur karena ledakan. Sepertinya, butuh waktu yang cukup lama bagi Great Ruler untuk pulih sepenuhnya," jawab Akira seraya memeluk isterinya erat.
"Rumah kita hancur," rengek Eliz.
__ADS_1
"Yah, kita akan tinggal sementara waktu dalam pod. Malah kudengar, negara tetangga mengizinkan kita menginap di tempat mereka. Aku rasa, itu akan menjadi hal bagus. Anggap saja seperti honeymoon. Bagaimana?" tanya Akira seraya melepaskan pelukan.
"Benarkah? Kita ... mengungsi sementara waktu di negara tetangga begitu? Bisakah ... aku pergi ke Titan? Aku penasaran dengan kota bawah laut yang katanya indah itu," pinta Eliz dan Akira mengangguk.
Eliz terlihat senang dan melompat sambil bertepuk tangan. Akira tak menyangka, jika sang isteri setuju untuk mengungsi sementara waktu sampai Great Ruler bisa ditinggali lagi.
Ternyata, usulan dari para pemimpin negara itu disambut baik oleh semua orang termasuk Matteo selaku kepala negara.
Para warga yang kehilangan rumah mereka diizinkan untuk pergi ke negara tetangga untuk mengungsi sementara waktu sampai Great Ruler siap untuk ditempati lagi.
Para petinggi dari seluruh negara dan juga para pemimpin kota yang masih bertahan di dunia, berbondong-bondong menuju ke Great Mazepita untuk menandatangani aksi damai yang ikut mereka serukan usai mendapat transmisi khusus dari Pusat Komunikasi di Great Ruler.
Warga Great Ruler yang tahu jika akan dikunjungi oleh penduduk dari wilayah lain, bergegas merapikan kota dibantu oleh para tentara dari negara lain.
Mereka dengan sigap segera membersihkan sisa peperangan dibantu oleh robot-robot konstruksi yang dikendalikan para User.
Senyum merekah terlihat di wajah semua orang di pagi hari itu. Sungguh, fenomena langka yang terjadi setelah peperangan besar yang dimulai 100 tahun silam.
Manusia mutan bekerja maksimal dengan Morlan sebagai pemimpin mereka untuk menyingkirkan puing-puing besar yang menghalangi jalan.
Pembersihan besar-besaran terjadi di seluruh Distrik hari itu. Para tentara yang terluka dari semua kubu, segera ditindak oleh para robot dokter dan juga petugas medis di Rumah Sakit Great Ruler.
Para korban yang tewas karena peperangan, dikumpulkan dan dibungkus dengan kain sesuai dengan bendera negara masing-masing untuk dimakamkan secara masal di daratan penghubung antara Great Ruler dan Great Mazepita.
Meskipun Great Ruler belum pulih sepenuhnya, tapi prosesi pemakaman tetap harus segera dilakukan.
Tempat itu, nantinya akan menjadi sebuah monumen perdamaian sebagai pengingat perang besar yang telah terjadi dan berakhir untuk selamanya.
Patung burung merpati besar akan dibuat dan diletakkan di puncak dari menara putih sebagai lambang perdamaian.
Wilayah itu di kelilingi oleh nisan-nisan dari para pejuang negara masing-masing yang bertempur di tanah Great Ruler.
...***...
Tak terasa, seminggu telah berlalu. Great Ruler masih dalam tahap pembersihan dan perbaikan. Tentu saja, para warga dan pekerja yang bertugas terlihat sibuk.
Namun, perbatasan antara Distrik 9 dan 10 sudah berfungsi dengan optimal karena pembersihan dan perbaikan difokuskan pada tempat itu terlebih dahulu untuk mengurus para warga yang berkeinginan untuk mengungsi ke negara tetangga.
Kini, gedung-gedung dengan menara tinggi di tempat itu dipenuhi oleh orang-orang yang mengajukan diri untuk keluar dari Great Ruler sementara waktu.
Lala dibuat repot dengan hal ini, tapi ia dibantu oleh pejabat dari negara tetangga untuk melakukan penyortiran.
Beberapa ada yang pergi ke Baatar, Russ-King, New-US, Mega-US, Titan, dan Bintang. Orang-orang tersebut tampak tak sabar untuk diberangkatkan.
__ADS_1
Orang-orang itu pun terlihat bersemangat saat harus mengisi beberapa formulir yang diajukan oleh beberapa negara tetangga yang akan ditinggali sementara waktu.
"Maaf, sudah merepotkan kalian semua. Namun, aku sangat berterima kasih," ucap Lala menatap seorang wanita yang duduk di sebelah kanannya, dan dia adalah Letkol Kisa dari Russ-King.
"Tak masalah, Menteri Lala. Sudah lama aku tak duduk di meja untuk mengurusi perizinan seperti ini. Terkadang, aku juga bosan jika terus mengudara di atas sana," jawabnya seraya menunjuk ke arah langit. Lala tersenyum dan mengangguk.
Nekhii yang telah tiba dengan dua pengasuh anaknya ikut serta dalam membantu menyeleksi warga Great Ruler yang ingin berkunjung ke negaranya.
Semua petugas penyeleksian dari kaum Hawa asal negara masing-masing. Para pria membantu dalam pembersihan dan perbaikan.
Siren dan Verosa ikut andil dalam menyeleksi warga Great Ruler yang ingin tinggal sementara waktu di kota mereka nantinya.
Eliz sudah mengajukan diri, dan ia lolos seleksi untuk tinggal di Titan selama 1 bulan. Eliz terlihat begitu senang dan tak sabar untuk segera diberangkatkan.
Sedang para petinggi negara dan kota yang telah berkumpul, sibuk dengan rapat besar di Great Mazepita.
Satu per satu dari mereka menandatangani perjanjian damai dengan berbagai jenis persyaratan yang harus mereka penuhi dalam sebuah buku besar berwarna putih bersampul burung merpati.
Jika pelanggaran terjadi, eksekusi yang dilakukan pun akan melibatkan seluruh negara dan kota yang ikut dalam perjanjian.
Hingga akhirnya, tercetuslah sebuah Lembaga yang akan menaungi seluruh negara dan kota agar perdamaian terus terjaga.
Pemimpin dari Lembaga itu adalah Wakil Presiden Great Ruler, Sandra Salvarian. Lembaga Perdamaian Dunia tersebut disahkan hari itu juga dan disaksikan oleh seluruh kepala negara dan kota di dunia.
Sandra memberikan pidatonya.
"I don't start the war, but i will finish it! Itu yang menjadi motivasiku hingga melangkah sejauh ini, dan ternyata, aku berhasil," ucapnya dengan senyuman.
Praktis, tepuk tangan terdengar riuh di Aula bawah tanah Great Mazepita yang dihadiri oleh 500 kota dan 6 negara. Sandra berdiri di sebuah mimbar dengan pakaian berwarna emas yang membuatnya terlihat begitu berharga.
"Semua tidak akan terwujud jika tak ada dukungan dari orang-orang yang memiliki visi dan misi sama denganku. Sebenarnya, kita semua sama. Kita sudah ditakdirkan untuk hidup bersama dalam harmoni. Namun terkadang, watak manusia yang lalai, membuatnya terjerumus dalam ketamakan. Oleh karena itu, jika suatu hari nanti, kalian melihat sifat buruk itu dalam diri seseorang, segera serukan kedamaian dalam dirinya, supaya ... bencana buruk seperti yang kita alami selama lebih dari seabad ini tak terulang. Kita jaga, agar perdamaian ini hidup selamanya. Hidup perdamaian dunia!" seru Sandra lantang dengan dua jari membentuk huruf V terangkat ke atas.
"Hidup perdamaian dunia!" seru semua orang lantang melakukan hal yang sama.
Matteo bertepuk tangan terlihat bangga pada sang isteri. Sandra tersenyum lebar seraya melambaikan tangan ke hadapan semua orang yang bertepuk tangan untuknya.
Rasa haru dan damai menyelimuti hati semua tamu yang hadir pada hari itu. Sandra menyalami banyak orang yang belum pernah ia temui sebelumnya.
Semua orang tampak bangga pada wanita yang dulunya tak dikenal itu, bahkan memiliki masa lalu kelam. Namun, ia kini disanjung, dihormati dan menjadi legenda pada zamannya. Dialah, Sandra Salvarian.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Uhuy tengkiyuw tipsnya mbak Aju❤️ Lele padamu💋Sehat-sehat karena otw tamat. Semangat! Yang belom pada tips koin ditunggu ya jejaknya. Buat kenang-kenangan novel ini yang bentar lagi tamat biar lele semangat crazy up nya!