SIMULATION

SIMULATION
TOUR*


__ADS_3

Pria yang diberikan hukuman terlihat kelelahan. Sandra memilih untuk diam dan memalingkan wajah dari tatapan tajam Tony padanya.


Tak lama, Komandan Akira datang dengan seragam Perwira. Semua kandidat langsung melakukan sikap siap sempurna tanpa harus diberikan aba-aba.


"Hem. Aku ucapkan selamat kepada kalian semua. Hasil kerja keras kalian, patut untuk dibanggakan. Mari berikan tepuk tangan untuk keberhasilan diri sendiri," ajak Akira dengan senyum ramah.


Suasana yang tadinya tegang berubah ceria. Senyum terkembang tampak di wajah para kandidat, tapi Tony masih bermuka masam. Dan ternyata, Akira menyadarinya, tapi memilih diam.


"Aku ambil alih dari sini, Captain Tony. Anda diminta untuk menemui Komandan Ego di ruang kerjanya," ucap Akira menatap Tony lekat. Tony mengangguk dan keluar dari ruangan berwajah dingin.


Sandra menghembuskan nafas pelan. Akira yang peka terhadap sekitar, hanya bisa diam seperti tahu dengan apa yang terjadi antara dua orang yang dikenalnya itu.


Akira mengajak semua kandidat berjalan membentuk tiga barisan mengikutinya di belakang.


Para kandidat berbaris dengan rapi menyusuri koridor hingga mereka tiba di sebuah fasilitas pelatihan simulator yang selama ini menjadi kebanggan Great Ruler.



Mulut semua kandidat menganga lebar melihat ruang kendali bagi para User robot yang akan melakukan simulasi.


"Kami sedang mengembangkan robot level A. Dan jujur, sampai sejauh ini, belum ada yang mau menjadi relawan karena masih dalam tahap pengembangan. Bukan bermaksud meminta kalian menjadi kelinci percobaan. Hanya saja, Presiden Roman menawarkan hadiah yang sangat menggiurkan bagi yang bersedia," ucap Akira tenang.


"Apa hadiahnya, Komandan?" tanya pria berkulit hitam terlihat tangguh.


"Kalian memiliki saudara, kawan, kekasih, atau mungkin keluarga yang masih menunggu antrian di luar benteng Great Ruler? Jika ya, ini kesempatan emas untuk membawa mereka masuk ke dalam, tanpa harus seleksi. Namun, hanya satu orang yang diizinkan tinggal."


Semua orang terlihat kaget. Sandra terlihat serius menyikapi hal ini. Akira melirik Sandra saat wanita itu melangkah maju, tapi dengan cepat, Akira melotot padanya. Pria berwajah Asia itu seperti tahu isi pikiran Sandra.


"No," ucapnya tanpa suara dengan gelengan kepala pelan melarang kawan dari calon isterinya itu.


Sandra kembali mundur ke tempatnya berada. Para kandidat tak ada yang menyadari pergerakannya karena mereka saling berbisik seperti membicarakan hal ini dengan serius.


"Baiklah. Karena fasilitas ini masih baru dan para operator yang bertugas baru akan bekerja minggu depan, hari ini kita akan melakukan tour gedung pelatihan. Aku tak mau kalian tersesat di tempat ini," ucap Akira menyampaikan dan orang-orang itu tersenyum dengan anggukan.


Akira menunjukkan senyum dan keramahannya. Bahkan ia tak sungkan menjawab semua pertanyaan yang ditujukan padanya. Namun hari itu, Sandra terlihat tak antusias seperti kandidat lain.


"Baiklah, tujuan akhir kita adalah kantin. Kalian pasti lapar karena menyusuri gedung yang sangat luas ini. Ayo," ajak Akira dan semua orang terlihat senang.

__ADS_1


Setibanya di kantin, para kandidat berbaris rapi untuk mengantri makan siang. Sandra berdiri di paling belakang dan Akira mendekatinya.


"Ikut denganku sebentar," bisiknya dan Sandra mengangguk.


Akira keluar dari kantin di susul oleh Sandra. Para kandidat pria hanya menoleh dan kembali menyantap hidangan mereka.


"Apa Tony bersikap menyebalkan hari ini?" tanya Akira menebak dengan kedua tangan menggenggam pinggir pagar besi, menatap birunya lautan di hadapannya.


"Dia sepertinya marah denganku, tapi aku tak tahu alasannya," jawab Sandra tertunduk terlihat murung.


Akira tersenyum. "Apa kau tak menyadari kesalahanmu? Mungkin bagimu sepele, tapi perbuatanmu itu tidak benar, Sandra."


Wanita berambut pirang itu menoleh dan menatap Akira lekat. "Katakan di mana kesalahanku," pintanya terlihat gugup.


"Kau memberikan barang-barang milik Tony kepada Vemo. Apa kau sudah meminta izin padanya?"


Mulut Sandra menganga lebar. Ia baru menyadari kelalaiannya. Sandra langsung memejamkan mata sejenak terlihat bersalah. Akira tersenyum.


"Hem, mungkin sebuah makan malam bisa meluluhkan hatinya, apalagi jika kau yang memasaknya sendiri," ucap Akira menyarankan.


Sandra menarik nafas dalam dengan anggukan saat menoleh ke arah kekasih Eliz.


"Kandidat diizinkan kembali ke rumah selama satu hari untuk berpamitan kepada keluarganya dan membawa barang-barang yang diperlukan selama mereka tinggal di sini untuk menjalani pelatihan. Kau bisa memanfaatkan hal itu. Aku akan meminta Eliz untuk mengusir Otka sementara waktu," bisik Akira, dan Sandra tersenyum.


"Baiklah. Aku menurut," jawab Sandra lembut.


Akira mengajak Sandra kembali ke kantin dan makan bersama. Keduanya ditatap oleh beberapa kandidat pria yang merasa jika keduanya cukup dekat. Akira angkat bicara.


"Kapten Tony hanya bercanda soal ancamannya. Ia penasaran, kalian menurut atau tidak dengan perintahnya, dan ternyata ya. Itu hal yang bagus. Kalian harus patuh pada perintah Kapten karena dia tahu yang terbaik untuk anggotanya. Jadi, kemarilah. Kalian satu tim besar dan harus saling tolong-menolong. Ingatlah, di luar sana dunia sangat kejam dan kerjasama tim sangat dibutuhkan. Kalian mengerti?"


"Yes, Sir!" jawab para kandidat serempak.


Para pria itu membawa nampan makan siang masing-masing. Mereka bergabung di meja panjang tempat Sandra dan Komandan Akira duduk.


Usai makan, Komandan Akira mengajak orang-orang itu menaiki sebuah kereta cepat yang biasa digunakan oleh para petinggi Great Ruler untuk melihat seluruh Distrik. Tentu saja, tour hari itu membuat hati para calon User begitu gembira.


__ADS_1


Kereta itu melayang di udara, melewati gerbang-gerbang berbentuk persegi sebagai jalur lintasan.


Gerbang-gerbang tersebut bisa bergerak dan berpindah tempat sesuai dengan pengaturan di Pusat Kendali Departemen Perhubungan Divisi Lalu Lintas Antar Distrik.


Gerbang-gerbang tersebut dilengkapi dengan mesin pendorong di bagian bawah layaknya roket sebagai penggerak. Kecepatan kereta tersebut mencapai 500 km/jam.


Mata para kandidat User terbelalak lebar ketika melihat Great Ruler dari udara. Semua orang terkagum-kagum terlebih Sandra. Namun perlahan, wanita itu malah berlinang air mata dan semua orang terkekeh melihatnya.


"Ada yang menangis," ledek seorang kandidat berambut pirang.


"Apakah kalian tak merasa jika hal ini sungguh hebat? Teknologinya, dan semua yang kita punya. Kini aku tahu kenapa banyak orang yang ingin sekali bisa tinggal di Great Ruler. Tempat ini, memiliki segalanya," ucap Sandra seraya menahan air matanya.


Para pria itu mengangguk pelan, setuju dengan penuturan Sandra yang menjelaskan alasan dari air matanya.


"Apa kau berpikir mengajak Vemo masuk ke dalam Great Ruler, Otka?" tanya seorang pria berambut hitam di mana kisah Sandra sudah meluas.


Sandra tertegun. Ia terlihat gugup dalam menjawab. Akira ikut tegang, tapi memilih menyimak dari tempatnya duduk.


"Ya, tentu saja. Dia suamiku. Selama ini dia berjuang agar bisa masuk kemari. Aku harap ... para petinggi Great Ruler menerima tawaranku untuk menjadi relawan uji coba robot level A."


"What?!" pekik semua orang terkejut, termasuk Akira yang sampai berdiri dengan mata melotot.


"Wow! Apa kau tak dengar penjelasan Komandan Akira tentang resikonya saat kita naik ke kereta ini?" tanya seorang pria berambut merah menyala.


"Aku tahu. Namun, jika robot itu tak pernah dicoba, bagaimana kita tahu jerih payah Presiden Roman berhasil atau tidak? Apa kalian tak ingat ancaman dari Morlan? Aku cukup yakin, jika di luar sana, dia sedang menyiapkan pasukan mutannya untuk menggempur Great Ruler," jawab Sandra tegas.


"Bagaimana kau tahu hal itu?" tanya kandidat berambut cokelat.


"Firasat. Aku membaca sejarah Great Ruler untuk bisa menjadi seorang User. Watak Morlan tertulis jelas di sana, dan ucapannya adalah janjinya. Dia akan kembali dan merebut Great Ruler. Saranku, bersiaplah," jawab Sandra tegas.


Sontak, wajah semua orang pucat seketika.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE & PINTEREST (Art People Gallery)

__ADS_1


tengkiyuw tips nya❤️



__ADS_2