
Wakil Presiden New-US—Geros—ditatap oleh semua orang yang berdiri di sekitarnya. Pusat Komando New-US mendadak hening usai mendengar pernyataan dari para pemimpin negara yang kini bergabung menyuarakan perdamaian dunia.
Geros tampak bingung dan ia memilih duduk perlahan di bangku tempat biasanya Xivovo duduk untuk memimpin.
"Wakil Presiden. Anda yang kini memegang kekuasaan penuh atas negara ini. Semua keputusan Anda bersifat mutlak dan tak bisa dibantah. Jadi, apa pun yang Anda pilih, akan menjadi pilihan kami pula," ucap Menteri Pertahanan New-US seraya mendekat.
"Tolong beri aku waktu 10 menit untuk memikirkan hal ini," pinta Geros kepada para pemimpin yang menunggu jawabannya di Great Ruler.
Bom, Khan, Curva, Birova, dan Matteo saling berpandangan, mereka mengangguk setuju. Geros tak diizinkan mematikan sambungan tersebut. Geros menaatinya.
Ternyata, sang Wakil Presiden meminta agar dirinya ditampilkan dalam tayangan langsung ke seluruh penduduk New-US.
Tentu saja, aksi Geros menuai kritik dari para pejabat yang tak sejalan dengan pikirannya, tapi sang Wakil Presiden bersikeras.
"Bukankah, semua perintahku adalah mutlak?" tanya Geros menatap orang-orang yang menganggap sikapnya tak tepat untuk dilakukan.
Para pejabat itu langsung melangkah mundur dengan kepala tertunduk. Orang-orang yang sepertinya satu pemikiran dengan sang Wakil Presiden terlihat tak sabar menunggu jawaban dari pengganti Xivovo tersebut.
"Selamat malam para warga New-US. Aku, Geros Lambosa, dengan ini ingin memberikan pengumuman penting bagi kita semua. New-US berduka atas kematian Presiden kita, Xivovo Morago atas usahanya yang ingin menaklukkan Great Ruler. Semoga kedamaian selalu bersama Presiden kita, Amen," ucap Geros yang mengejutkan semua penduduk New-US.
Beberapa ekspresi muncul dari wajah orang-orang itu. Geros tetap tenang seraya menarik napas dalam untuk melanjutkan pengumumannya.
"Dengan ini, sesuai dengan peraturan negara, aku, Geros Lambosa selaku Wakil Presiden New-US akan menggantikan jabatan sebagai kepala negara dari Presiden sebelumnya, Xivovo Morago. Semoga, dalam kepemimpinanku nantinya, New-US terus berjaya," ucap sang Presiden dan semua orang yang masih terkejut dengan berita duka itu memilih diam dan menyimak.
"Dan inilah, yang akan kulakukan pertama kali sebagai Presiden New-US. Hari ini, para pemimpin negara dari seluruh dunia, menyatakan ingin melakukan aksi damai dengan menyuarakan perdamaian dunia. Mega-US, Baatar, Bintang, Russ-King, dan Great Ruler, telah sepakat untuk berdamai dan menghentikan peperangan untuk selamanya! Dan aku, selaku pemimpin New-US juga menginginkan perdamaian itu. Oleh karena itu, aku meminta dukungan kepada seluruh penduduk New-US untuk menyuarakan perdamaian bersamaku! Damai untuk selamanya!" seru Geros lantang dengan tangan mengepal ke atas.
Praktis, ucapan sang Presiden membuat mata semua orang melebar. Para pemimpin negara yang melihat usaha Geros terlihat serius menunggu keputusan dari warganya yang belum memberikan respon.
Geros terlihat tak putus harapan, ia seperti mencoba lagi agar orang-orang dari New-US memihak padanya.
"Sudah cukup kebencian yang kita tuai selama ini. Kita hidup terkurung dalam benua ini, tanpa tahu kehidupan luar. Sudah waktunya bagi kita untuk saling memaafkan, saling mendukung, saling membantu dan saling bekerjasama untuk kehidupan yang lebih baik bagi para generasi penerus kita," ucapnya mantap dan mulai mendapatkan respon dari rakyatnya.
"Sudah cukup kematian dari peperangan yang tak berkesudahan. Sudah waktunya bagi kita, untuk saling bergandengan tangan dengan negara lain dan membuka diri. New-US tetap bisa melakukan hal mengagumkan untuk masa depan tanpa peperangan. Aku tak bisa berjalan sendiri untuk mewujudkan perdamaian itu. Aku ingin para rakyatku berjalan bersamaku untuk mencapai kebebasan itu," ucap Geros penuh harap menatap layar besar di hadapannya yang menunjukkan CCTV dari seluruh kamera yang memantau kehidupan warganya.
Tiba-tiba saja, terdengar suara langkah mendekati sang Presiden baru. Geros menoleh dan melihat Menteri Pertahanannya berdiri di samping lalu memegang pundak kanannya dengan kuat.
"Aku mendukung Presiden untuk kedamaian dunia!" serunya lantang.
"Aku juga. Aku mendukung Presiden untuk perdamaian dunia!" sahut Penasihat Keamanan Nasional.
Ternyata, satu per satu para pejabat tinggi militer di ruangan itu setuju dengan keputusan Geros untuk mengakhiri perang dan menyambut perdamaian.
__ADS_1
Penduduk New-US akhirnya ikut menyuarakan aksi damai untuk mengakhiri perang. Tentu saja, semua orang yang menyaksikan dibuat tak percaya.
New-US akhirnya memilih untuk menghentikan penyerangan ke Great Ruler dan menarik semua armada tempurnya yang tersisa.
"Terima kasih, Presiden Geros. Terima kasih, New-US," ucap Matteo dengan penuh kebanggan terlihat di wajahnya.
"Hidup perdamaian dunia!" seru Bom lantang dengan kedua tangan mengepal menantang langit.
"Yeah!" seru Khan tak kalah gembira karena aksinya mendukung Great Ruler akhirnya terwujud.
Tangis haru langsung pecah di seluruh Distrik karena perang akhirnya berakhir. Sandra memeluk bayinya erat dengan mata terpejam.
Mimpi terbesarnya untuk mendamaikan dunia akhirnya terwujud. Sora dan semua orang mengerubungi Sandra.
Mereka mengucapkan terima kasih karena usaha wanita berambut pirang itu bukan hanya sekedar lisan saja.
"Yeahhh! Kita berhasil!" seru Vemo lantang menyuarakan kegembiraannya.
Praktis, sorak-sorai dan tepuk tangan terdengar santer di seluruh Distrik. Semua armada tempur yang berada di sekitar wilayah Great Ruler diminta untuk berkumpul di luar benteng untuk saling berjabat tangan dan berkawan.
Xili dan lainnya yang sudah berhadapan dengan kapal induk milik New-US di Laut Cina Timur akhirnya saling menurunkan senjata usai mendengarkan pengumuman bersejarah itu.
Seluruh personil yang bertugas di kapal induk keluar dari tempat perlindungannya dan berdiri di landasan. Mereka berkumpul di sana tanpa menenteng senjata.
Artic membawa seluruh orang dari kubu Great Ruler, Mega-US, Titan dan para nelayan Jepang untuk merapat ke kapal induk milik New-US.
Kedatangan mereka disambut baik oleh para ABK kapal tersebut. Xili dan lainnya tak menyangka jika hal yang mustahil ini sungguh bisa terjadi.
"Jadi ... perang sudah berakhir?" tanya seorang Laksamana dari kubu New-US saat menjabat tangan Xili erat.
"Ya, Pak. Perang sudah berakhir. Kini, Great Ruler dan New-US sudah berdamai. Kita berkawan sekarang. Bukankah ... ini hebat?" tanya Xili dengan senyum merekah.
Laksamana tersebut mengangguk dengan senyuman.
"Aku tak pernah membayangkan jika perdamaian akan terwujud. Aku berpikir, sampai akhir hidupku, aku akan berperang. Siapa sangka, Tuhan masih memberikanku kesempatan untuk melihat keindahan negara lain yang belum pernah kukunjungi," jawab seorang pria tua beruban selaku Kapten kapal dengan senyum terkembang.
"Aku juga, Pak. Akhirnya, aku akan menjelajah dunia tanpa takut harus berperang dengan negara atau kota lain," sahut Artic dan diangguki semua orang yang setuju dengannya.
Bablo dan lainnya mendekati para personil dari awak pesawat tempur negara New-US. Bablo memberanikan diri menjabat tangan seorang wanita berwajah tegas dihadapannya dengan senyuman.
"Aku belum pernah naik pesawat sebelumnya. Apakah ... kau sudah pernah naik sebuah robot yang berselancar dengan kapal ikan pari?" tanya Bablo memulai percakapan.
__ADS_1
Wanita cantik itu tersenyum dengan gelengan kepala.
"Kursiku muat untuk dua orang. Mau pergi bersamaku? Kau pasti penasaran dengan Great Ruler. Yah, mungkin sekarang tempat itu kacau, tapi pasti ada hal bagus di sana yang bisa kutunjukkan," ucap Bablo menawarkan.
Wanita itu tampak ragu, tapi Kapten dari skuadron di bawah komandonya mengangguk seperti memberikan izin.
"Oke, aku ikut," jawabnya malu.
Bablo terlihat senang. Ternyata, Imo dan lainnya iri. Mereka akhirnya menggunakan cara yang sama untuk menggaet wanita lain dari negara New-US untuk ikut bersama mereka. Siapa sangka, para wanita tangguh itu antusias.
Xili mendekati Siren dan terlihat wanita berambut hijau itu tersipu malu ketika pemuda berambut keriting itu meraih tangannya.
"Ayo pulang," ucapnya dan Siren mengangguk.
Akhirnya, semua armada bergerak menuju Great Ruler. Xili membawa kawan-kawan barunya untuk berkunjung ke tanah kelahirannya meskipun sedang porak-poranda.
Ternyata, kedatangan mereka telah disambut oleh warga dari Great Mazepita. Orang-orang itu datang dan menggiring mereka untuk singgah di wilayah baru tersebut.
Mereka pergi menggunakan helikopter berwarna putih dalam jumlah banyak untuk melintasi daratan tandus.
Sedang Xili dan empat kawannya, tetap menggunakan robot DG2 untuk membawa teman kencan mereka.
Artic dan orang-orang dari Titan, menggunakan Oto-Fly dan berboncengan dengan para nelayan Jepang yang ingin ikut menjadi saksi mata penandatanganan perjanjian perdamaian.
Praktis, mata semua orang itu melebar karena tak menyangka jika ada wilayah subur di tengah gurun yang tandus.
"Selamat datang di Great Mazepita," ucap Brego yang memimpin rombongan besar itu untuk berkumpul di sana.
Great Mazepita yang tak terkena gempuran, sengaja diminta oleh Sandra untuk menampung para tamunya.
Di tempat itu nanti, seluruh negara yang bertikai, termasuk kota-kota yang menyatakan perdamaian akan memberikan kesaksiannya pada buku Sejarah Perdamaian Dunia berlogo burung merpati putih sebagai simbol Perdamaian.
Orang-orang dari negara tetangga dibuat terpukau dengan jamuan lezat usai perang besar. Great Mazepita langsung terlihat sibuk di hari menjelang fajar itu.
"Makanan ini apa namanya?" tanya Siren saat menikmati sebuah puding cantik.
"Pudding Otka. Wakil Presiden kami saat masih kecil dulu dipanggil Otka. Di sinilah tempat ia membuat puding itu pertama kali saat ia masih menjadi User robot. Dia wanita tangguh dan hebat. Dialah pencetus perdamaian ini. Namanya, Sandra Salvarian," jawab Laksamana Joe mengungkapkan.
Semua orang yang belum melihat sosok Sandra dibuat penasaran dengan dirinya. Tak mudah untuk menyuarkan sebuah perubahan terlebih itu adalah perdamaian.
***
__ADS_1
uhuy tengkiyuw tipsnya mbak aju❤️ sampai dibela-belain rekaman loh untuk kasih penghormatan terakhir pada novel mbak lele karena mau tamat💪 yg lainnya, mana kuy? jejak tips koin dong sebagai bentuk dukungan atas karya mbak lele yg lain dari biasanya💋