
Senyum kebahagiaan terlihat jelas di wajah semua orang. Sandra juga melakukan kiss bye kepada para warga. Tony ikut bertepuk tangan, meski masih terlihat kesal.
“Menurutmu, antara aku dan Sandra, siapa yang lebih cantik, Captain Tony?” tanya Sora yang tiba-tiba saja merangkul lengannya.
Tony terkejut dan menatap Sora yang ikut bertepuk tangan dengan anggun.
“Jika kau mau menjadi kekasihku, pasti kau yang lebih cantik,” jawab Tony ikut bertepuk tangan terlihat angkuh dengan dagu terangkat.
“Kekasih? Aku kira kau ingin menikahiku,” tanya Sora dengan mata menyipit.
“Ehem!” dehem Ego yang menunjukkan wajah kesal karena Tony ternyata meninggalkannya untuk menjadi bujangan sendirian.
Akira dan Eliz terkekeh. Otka menyenggol lengan Ego tersipu malu, dan sang Komandan terlihat kikuk saat wanita gemuk berparas cantik itu tersenyum manis padanya. Vemo ikut bertepuk tangan, meski wajahnya masam.
Vemo akhirnya kini menjadi penduduk di Great Ruler secara resmi. Kemampuannya sebagai teknisi dan ahli dalam membuat persenjataan, membuatnya menjadi salah satu pegawai di bidang Pengembangan Senjata di Great Ruler.
Vemo nantinya akan tinggal di apartemen Distrik 7, tempat Sandra dulu tinggal. Otka kembali kepada keluarganya karena bagaimanapun, ia dianggap ilegal jika menetap di kamar Sandra.
Otka menyadari kesalahannya dan menerima hukuman kecil itu. Roves dan Yaz menerima Otka kembali dalam kehidupan mereka karena bagaimanapun, mereka adalah keluarga.
Nantinya, barcode Sandra dan Otka akan dikembalikan seperti semula. Dua wanita itu terlihat lega karena kebohongan mereka telah berakhir.
Sedang Roves yang dianggap masih mampu, ditugaskan kembali sebagai operator di Menara Distrik 10.
Kelima kawan wanita pekerja tambang Sandra, mendapatkan posisi yang mereka impikan sebagai kepala bagian di divisi yang mereka incar. Hadiah itu diberikan sebagai ucapan terima kasih atas jasa mereka selama pertempuran.
Cita-cita dan harapan besar semua orang terwujud karena Sandra Salvarian yang memberikan jalan kesuksesan bagi mereka melalui pengorbanannya.
“Kita menikah bertiga saja. Kita buat Matteo bangkrut. Anggap saja sebagai balas jasa atas pengabdian kita kepada Great Ruler selama ini,” tegas Tony terpikirkan ide licik di kepalanya.
Kawan-kawan Tony terkekeh, tapi mengangguk setuju. Akira bahkan menunjukkan jempolnya.
Sandra dan Matteo tersenyum merekah saat keduanya melambaikan tangan ke hadapan penduduk Great Ruler dan Great Mazepita yang mendukung kepemimpinan mereka sebagai Presiden serta Wakil Presiden yang baru.
Pesta besar diselenggarakan di Colosseum seperti tahun baru. Banyak makanan dan minuman disajikan dengan berbagai jenis pilihan sampai ke halaman gedung berbentuk elips itu.
Tony terlihat mulai bisa merelakan cintanya kepada Sandra setelah wanita cantik itu memutuskan untuk melabuhkan hatinya kepada Matteo Corza. Pria itu menjabat tangannya seraya mengucapkan selamat.
__ADS_1
"Dengar, Tony. Sora mencintaimu, kau harus membuka hatimu untuknya. Berikan dia kesempatan. Kalian berdua cocok," ucap Sandra saat berjalan bersama kawan mendiang suaminya—Rey—di konblok luar Colosseum di mana semua orang memadati wilayah tersebut untuk menikmati jamuan gratis.
Tony tak menjawab dan hanya menundukkan wajah, meski mengangguk.
"Apakah kau memaafkan kesalahan calon suamiku?" tanya Sandra menghentikan langkah sedang Tony masih berjalan perlahan di depannya, tapi pada akhirnya ia berhenti.
"Yah, mau bagaimana lagi. Setelah mengetahui semuanya, aku mulai bisa merelakan kematian Rey. Kau tahu, salah paham itu menjengkelkan. Meski demikian, ada beberapa hal yang membuatku masih tak menyukai pacarmu itu," tegas Tony seraya membalik tubuhnya dengan kedua tangan dimasukkan dalam saku celana.
"Aku tahu. Matteo menyebalkan, dia juga menyadari hal itu. Setidaknya, kau tak menaruh dendam padanya. Dan satu hal yang harus kau tahu, Tony. Aku sangat bangga bisa menjadi kawanmu. Kau hebat seperti Rey. Kalian berdua pejuang tangguh," ucap Sandra seraya berjalan mendekat dengan senyum terkembang.
Tony membungkukkan tubuhnya dengan kaku. Ia bergaya layaknya pangeran kerajaan zaman dahulu sebagai ucapan terima kasih karena dipuji.
Sandra terkekeh dan memeluk Tony erat. Tony balas memeluk Sandra meski terlihat ia seperti sangat kehilangan cinta sejatinya karena wanita pujaannya memilih pria lain.
"Kenapa kalian berpelukan?" tanya Matteo tiba-tiba muncul dengan wajah garang dengan Sora di sampingnya bertolak pinggang.
"Kau masih mencintainya? Kau berjanji menikah denganku. Jangan bilang, kalian akan melakukan perselingkuhan di balik pernikahan nanti," tegas Sora menyipitkan mata.
Praktis, mata Tony dan Sandra melebar karena pasangan mereka malah menaruh curiga. Sandra mendatangi Matteo lalu merangkul lengannya dengan senyum terkembang.
Matteo masih terlihat kesal karena calon isterinya bersikap mesra dengan rivalnya. Sandra membawa Matteo pergi meninggalkan kerumunan orang-orang.
Sedang Tony, tampak bingung merayu Sora yang kesal dan cemburu karena melihat kedekatannya dengan Sandra.
"Kami 'kan berteman, wajar jika berpelukan. Lain ceritanya jika kami saling berciuman, terutama di bibir seperti ini."
CUP!
Sora tertegun saat tiba-tiba saja Tony mencium bibirnya yang mengerucut karena cemberut. Sora salah tingkah dan amarahnya lenyap seketika. Tony tersenyum lebar melihat Sora tersipu malu.
Tony memeluk kekasihnya yang memiliki warna rambut khas dan tampak berkilau setiap hari. Tony baru menyadari jika aroma tubuh Sora begitu wangi dan kulitnya halus saat ia bersentuhan dengannya.
Namun, Tony juga baru menyadari jika gaya hidup Sora di atas rata-rata. Tony sedikit cemas dengan keuangannya mengingat gaji Sora lebih tinggi darinya.
"Kau akan tinggal di rumahku. Aku tak menerima penolakan," tegas Sora membalas pelukan di tengah keramaian jamuan.
"Sure. Hanya saja, karena gajimu lebih besar dariku, sepertinya aku tak perlu memberikanmu uang bulanan, Sayang," jawab Tony yang membuat Sora langsung mendesis.
__ADS_1
"Lalu? Uangmu untuk apa?" tanya Sora melirik sadis.
"Untuk tabungan anak-anak kita nantinya. Aku ingin memiliki banyak anak, Sora. Aku ingin mereka memiliki berbagai jenis pekerjaan. Militer, wirausaha, teknisi, atau apa pun terserah. Aku bosan hidup kesepian hanya dengan Eliz saja selama tahun-tahun yang menyedihkan ini. Aku ingin dikelilingi oleh kegembiraan dari anak-anak kita saat tua nanti," jawab Tony terdengar serius dan Sora terharu mendengarnya.
"Hem, alokasi gajimu tak buruk," jawab Sora masih memeluk kekasihnya.
Tony tersenyum lebar dan meninggalkan kecupan manis ke kepala calon isterinya.
Di sisi lain. Ego duduk bersama Otka menikmati jus buah. Keduanya tampak gugup dan malah canggung dalam bersikap.
"Otka—"
"Ego—"
Dua orang itu terkejut karena menyebut nama pasangannya bersamaan. Otka tertunduk malu, begitupula Ego.
"Tinggalah bersamaku setelah kita menikah nanti. Aku rasa, Roves dan Yaz tak keberatan," pinta Ego dan Otka mengangguk pelan.
"Aku ingin tetap bekerja kepada nona Eliz. Bagaimanapun, itu sebagai balas jasaku kepada Sandra dan Eliz," ucapnya sungkan. Ego mengangguk mengizinkan.
Otka terlihat lega dan bahagia karena Ego bisa menerima keputusannya dengan baik. Ego meraih satu tangan Otka dan mengelusnya.
"Kini, aku tak akan kedinginan lagi tiap malam. Kau akan menjadi selimut yang hangat untukku," ucap Ego seraya mengecup punggung tangan Otka lembut.
Otka merasa tersindir karena tubuh gemuknya, tapi sepertinya hal itu malah membuat Ego mencintainya.
"Kau tak masalah dengan penampilanku?" tanya Otka minder.
"Pernah dengar sebuah perkataan? Orang gemuk, enak untuk dipeluk," jawabnya. Otka terkekeh dan menggeleng tidak tahu akan hal itu.
Namun, Ego meyakinkannya jika istilah itu memang ada. Otka akhirnya menyerah meski ia bertekad untuk menguruskan badan karena Ego memiliki tubuh indah dan sempurna layaknya para prajurit Great Ruler. Otka ingin tampil ideal saat bersanding dengan suaminya kelak.
"Aku ingin kau mengajakku berolah raga tiap hari, Ego. Setidaknya, turun 5 kg?" pintanya meringis.
Ego mengangguk dan menjanjikan jika kekasihnya akan bisa menurunkan berat badan selama ia menjadi mentornya. Otka tampak gugup, tapi ia sudah tak sabar untuk bisa berolah raga bersama sang kekasih yang akan menjadi pendamping hidupnya kelak.
***
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya❤ Semoga jadwal simulation Tamat Sesi Pertama akhir bulan ini terealisasi dan Sesi 2 tetap di buku yg sama tahun depan. Terima kasih. Lele padamu.