SIMULATION

SIMULATION
DESERT*


__ADS_3

Akhirnya, setelah perjalanan panjang, mereka tiba di Oasis. Ketiga puluh kandidat pria tersebut terlihat seperti sudah tak sanggup lagi untuk melanjutkan. Hebatnya, tak ada satu pun dari mereka yang pingsan dari pelatihan berat ini.


"Selamat datang di Great Mazepita," sapa Morlan yang diikuti oleh beberapa orang dari warga setempat menyambut kedatangan tamu mereka dari Great Ruler.


"Selamat malam,  Walikota Morlan. Maaf jika menganggu istirahat Anda dan lainnya," ucap Sandra dengan robot level A miliknya seraya menjabat tangan mantan Presiden Great Ruler tersebut.


Morlan mengangguk dengan senyuman. Sandra melihat para manusia evolusi ikut hadir dan sosok mereka, tentu saja mengejutkan para kandidat User.


"Bersiap!" seru Sandra lantang.


Tiga puluh pria tersebut langsung berdiri tegap dengan senapan laras panjang dalam genggaman di depan perut. Keringat bercucuran, tak bisa menutupi rasa lelah di balik helm mereka.


"Pertama kalinya kalian mendatangi Great Mazepita. Kita akan melakukan pelatihan di tempat ini selama 3 hari ke depan. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu singkat yang kalian miliki untuk mempelajari banyak hal dariku, Walikota Morlan, warga Distrik 10 dan warga Zezeta," ucap Sandra di hadapan para kandidat.


Para kandidat terlihat serius mendengarkan.


"Lepaskan seluruh atribut dan istirahatlah. Kita mulai latihan berikutnya esok hari. Bubar!"


"Yes, Mam!" jawab para kandidat serempak seraya menurunkan senjata.


Para kandidat langsung melepaskan helm dengan embusan napas panjang. Sandra terkekeh melihat pasukan dalam bimbingannya seperti akan ambruk.


Para warga Distrik 10 yang kini menetap di Great Mazepita mengajak orang-orang itu memasuki gedung di bawah gunung untuk menyimpan perlengkapan.


Tentu saja, pemandangan indah di dunia luar memberikan kesan tersendiri bagi mereka. Orang-orang itu tampak kagum dengan arsitektur, cara pengolahan lahan dan air dari wilayah baru tersebut.



Bulan bersinar terang dengan sungai-sungai buatan di sekitar bangunan sebagai sentra untuk pengolahan bahan-bahan mentah penunjang hidup.


Para kandidat menikmati makan malam di tepian sungai Oasis. Terlihat suasana sepi jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota, membuat malam itu terasa damai.


"Silakan nikmati makan malam dari Great Mazepita," ucap salah satu warga yang bertugas sebagai koki di tempat tersebut.



Para calon User tersebut terlihat sedikit terkejut dengan jenis sajian yang dihidangkan. Mereka tampak bingung dalam menikmati makanan-makanan tersebut.


Namun, Walikota Morlan menunjukkan caranya termasuk warga yang lain saat mereka makan bersama. Para lelaki itu akhirnya mengikuti cara makan Morlan dan mulai menikmati sajian.


Sedang robot Sandra diistirahatkan di ruangan khusus. Raganya kembali bersama sang kekasih yang sudah menjemputnya di ruang kendali simulasi.


"Pastikan isteriku pergi dan pulang dengan selamat," tegasnya menunjuk para operator yang bertugas malam itu.


"Yes, Mr. President!" jawab para operator lantang seraya berdiri dan memberikan hormat.


Sandra yang telah mengganti pakaiannya dengan baju yang lebih casual, mendatangi kekasih hatinya yang terlihat sibuk memberikan banyak arahan kepada para operator.


"Sudah malam, Sayang. Jangan menambah beban pekerjaan mereka," ucap Sandra lembut seraya merangkul lengannya. Para operator bernapas lega karena Sandra memahami mereka.


Matteo hanya mengangguk pelan saat undur diri. Sandra menunjukkan senyumnya saat pergi meninggalkan ruangan.


"Aku akan ikut saat kau pergi untuk menemui negara-negara musuh," ucap Matteo ketika mereka berjalan berdampingan menuju ke kamar fasilitas yang dimiliki oleh sang Jenderal di Distrik 9.


"Kau serius?" tanya Sandra menatap suaminya lekat tampak terkejut.


"Hem. Aku ingin memastikan kau baik-baik saja," jawabnya berwajah tegang.

__ADS_1


"Sebaiknya jangan, Sayang. Meskipun aku memang berkeinginan untuk berdamai dengan negara-negara tersebut, tapi salah satu dari mereka pasti ada yang berpikiran picik. Aku tak mau mereka memanfaatkan hal itu dengan adanya kau di sana. Presiden dan Wakil Presiden mendatangi sebuah negara, akan menjadi santapan empuk untuk dibasmi. Jika kita berdua kalah di sana, dan hal buruk terjadi, mereka akan mudah menyerang Great Ruler," ucap Sandra menegaskan.


Matteo menarik napas dalam dan pada akhirnya setuju dengan saran sang isteri untuk tetap mengawasi seperti saat ia menjalani misi dari Morlan.


Malam itu, Sandra dan Matteo kembali melakukan penyatuan tubuh. Tak bosan-bosannya sang Jenderal mengajak isterinya bercinta yang terasa candu baginya.


Rintihan Sandra yang terdengar polos dan lirih, memberikan sensasi berbeda dalam diri pria bermanik biru tersebut, saat ia pernah melakukannya dengan wanita lain.


Kini, hati dan pikiran Matteo Corza sudah terpatri pada Sandra Salvarian seorang. Keduanya juga mulai memahami karakter dari pasangan masing-masing.


Keesokan harinya, Matteo kembali bertugas dengan robot cacing meski ia juga didampingi oleh Sora untuk memeriksa berkas digital laporan para Walikota dari masing-masing Distrik.


"Ceros minta apa?" tanya Matteo dengan kening berkerut yang wajahnya keluar dari mulut cacing robotnya.


"Ceros meminta agar kendaraan terbangnya dibuat masal sebagai alternatif kendaraan. Menurutnya, mobil otomatis dan kendaraan sejenisnya memakan tempat. Dengan menggunakan 'D2R', dia menyebutnya, yang berarti double skateboard robot, menghemat banyak hal. Lebih efisien, efektif, dan ekonomis," tegas Sora seraya menunjukkan papan terbang yang digunakan oleh Ceros sebelumnya ketika ia datang ke Great Ruler untuk membantu melawan para mutan.


"Dia ingin menerapkan teknologinya di Great Ruler? Sungguh?!" tanya Matteo memekik dan Sora mengangguk dengan wajah datar.


"Setujui. Aku sudah lama mengincar papan terbangnya itu. Meskipun aku sudah bisa membayangkan teknis kerja teknologi tersebut, hanya saja, rasanya tak sopan jika aku mereplikanya. Hohoho, sungguh suatu keberuntungan jika Ceros memberikan teknologinya pada kita," ucap Matteo senang yang kembali masuk ke dalam perut cacing robot yang masih dalam proses pengerjaan karena ia ingin agar tubuh robot itu mencapai 20 meter.


Sora menekan papan layar sentuh dengan tanda centang pertanda setuju. Ternyata, hasil itu langsung terkoneksi di RC milik Ceros. Pemuda itu menunjukkan senyumnya.


"Terima kasih, Presiden Corza. Aku menunggu detail pengerjaannya," ucap Ceros dari pesan khusus yang dikirimkan ke papan sentuh yang digenggam Sora.


Sekretaris Negara berambut toska itu tersenyum dan memasukkan permintaan Ceros sebagai catatan yang harus Matteo lakukan nanti.


Sora kembali menjabarkan laporan dari para pejabat kepada Presiden Great Ruler yang baru di mana lelaki itu terlihat begitu bersemangat membuat robot cacing seperti milik Gobi bersama lima asistennya.



Di tengah cuaca terik panas matahari gurun, Sandra mengajak para kandidat User berlatih dengan pakaian robot level E keluar dari wilayah Oasis.


"Meskipun kalian akan menjadi User robot level B, tapi tak menutup kemungkinan bagi para User di level kalian untuk bisa mengoperasikan robot dengan level lain. Kini, kalian akan mencoba mengoperasikan robot level D di tempat ini. Jangan khawatir melukai siapa pun karena tempat ini luas dan kita terlindungi," ucap Sandra di depan para kandidat seraya menatap dua robot level D yang berukuran besar dan tinggi di hadapan mereka.


"Buat dua barisan memanjang untuk melakukan pergantian latihan. Kerjakan!" titah Sandra tegas.


"Yes, Mam!" jawab para kandidat serempak.


Dengan sigap, ketiga puluh orang itu membagi jumlah mereka seperti yang Sandra perintahkan.


WolfBot dan Helibot menjaga di sekitar gurun di luar Oasis. Dua orang pria menaiki masing-masing robot level D yang telah siap di hadapan mereka.


Dua manusia evolusi dan Morlan, ikut menyaksikan pelatihan hari itu. Sandra memastikan komunikasinya tersambung dan tak mengalami gangguan ke dua robot yang kini sedang dinaiki oleh dua kandidat yang akan mencoba mengendalikan dua robot besar tersebut.


"Apa kalian mendengar suaraku dengan jelas?"


"Yes, Mam!" jawab dua orang itu serempak di mana wajah dan aktivitas mereka di dalam robot terlihat jelas dari kamera pengawas.


"Oke. Kalian pernah mempelajari robot level D sebelumnya saat di kelas Komandan Ego," ucap Sandra mengingatkan dan orang-orang itu mengangguk membenarkan. "Teori hanya membantu untuk menjabarkan dari teknis cara kerja alat yang akan digunakan. Sekarang, waktunya kalian mempraktekkan dari teori yang telah kalian pelajari. Video simulasi akan ditayangkan sebagai pemandu untuk menggerakkan robot. Perhatikan dan segera praktekkan," ucap Sandra tegas.


"Begitu satu orang berhasil menyelesaikan misi, robot akan kembali ke tempat semula dan dilanjutkan oleh kandidat lain. Hal itu diteruskan hingga ke orang terakhir dalam kelompok. Robot yang selesai lebih dulu, akan mendapatkan hadiah dariku, yakni libur selama satu hari dari pelatihan."


"Yeah!" seru para kandidat lantang dan langsung bersemangat. Wajah-wajah siap untuk berkompetisi terlihat jelas di paras mereka.


"Hitungan mundur. 3! 2! 1! Go!"


Seketika, layar di sisi kiri dari papan pengendali robot menyala. Video tentang teknis kerja untuk menggerakkan robot ditayangkan dengan gambar Matteo selaku penciptanya muncul di sana.

__ADS_1


Video interaktif itu sangat membantu para kandidat untuk memahami tombol-tombol dan juga tuas penggerak dalam robot.


Video yang memakan waktu 5 menit itu tak ditayangkan ulang. Memori ingatan para User sangat dibutuhkan untuk mengingat tiap instruksi yang Matteo jelaskan.


Begitu video berakhir, salah satu robot mulai bergerak. Sandra telah menunggu di titik akhir di mana robot tersebut diminta berjalan menuju ke arahnya.


"Wohooo! Bagus, Vito!" seru para kandidat yang menyemangati kawan mereka dari regu A karena robot yang dikendalikan Vito bergerak lebih dahulu.


Tiba-tiba, dari dalam pasir, muncul sebuah target yang harus dilumpuhkan oleh robot bersenjata seperti yang dikendalikan Matteo kala itu ketika masih dalam prototipe.


"Mm, tombol senjata ...," ucap Vito gugup karena pertama kalinya mengendalikan robot besar itu. "Oh, ini!" serunya lantang. Seketika, DODODODOR!


"Yeah!" seru kawan-kawannya bersorak karena senjata gatling di tangan kanan robot itu mulai menggelontorkan peluru untuk menjatuhkan papan target dari besi dengan bentuk mutan serigala milik Morlan.


Pria berwujud setengah mutan itu terlihat santai saat makhluk ciptaannya kini berlubang karena ulah dari robot besar tersebut.


KRAKK! BLOM!


"Yeah! Remukkan dia!" seru salah seorang kandidat saat melihat kaki robot besar itu menginjak papan target.


Sandra tersenyum tipis dengan kedua tangan di depan dada melihat aksi calon User dari kamera pengawas dalam robot.


Pelatihan yang mirip kompetisi itu semakin sengit. Sorak-sorai begitu santer terdengar di gurun pasir.


Robot yang lebih dulu menyelesaikan misi, orang-orang dari kelompok tersebut dijanjikan Sandra akan mendapatkan libur satu hari dari pelatihan militer.


Tentu saja, hadiah yang sangat dirindukan itu membuat semua calon User begitu bersemangat untuk memenangkan lomba.


"Kenapa malah menjadi seperti sebuah pertandingan? Dia sungguh penuh kejutan dan improvisasi," ucap Lala berkomentar saat ikut melihat di ruang kendali simulasi.


"Ya. Cara yang digunakan oleh Wapres Sandra cukup efektif. Para calon User sangat antusias melakukan pelatihan ini ditengah terik matahari gurun pasir. Seperti lomba estafet," ucap Qimi menjelaskan dan Lala mengangguk paham dengan senyuman.


Akhirnya, setelah memakan waktu hingga hampir 2 jam, pertandingan itu selesai dan dimenangkan oleh tim A.


Tentu saja, orang-orang dari kelompok itu begitu gembira. Sedang tim B langsung lemas seperti kehilangan gairah hidup.


"Menang dalam kompetisi ini adalah bonus. Bagi kalian yang belum merasakan hadiah dari sebuah pertandingan, ingat hari ini baik-baik," ucap Sandra tegas mendatangi sekumpulan orang-orang itu. Semua orang diam dan fokus menyimak.


"Jangan sia-siakan waktu dan kesempatan yang diberikan setiap detiknya oleh para mentor untuk melatih kalian. Apa yang kalian pelajari selama ini, ingat, praktekkan dan terapkan. Jangan pernah sepelekan tiap hal yang diajarkan. Waktu sangat berharga dan kita tak bisa kembali ke masa lalu untuk mengubahnya. Waktu bergerak maju, begitupula hidup kita," ucap Sandra dengan dua tangan robotnya saling menggenggam di belakang pinggang.


"Jadi, yang ingin aku tekankan. Selagi kalian masih mampu untuk berjuang, tak tergeletak sekarat dan akan mati, kerahkan semua kemampuan seakan esok tak akan datang lagi. Jangan buat dirimu kecewa dengan semangat juang layaknya manusia yang tak memiliki harapan. Jika hari ini kalian menang, itu pertanda jika kalian siap untuk menjadi pemenang. Jika kalian kalah dalam sebuah pertandingan, itu pertanda jika kalian masih belum maksimal dalam berjuang karena mengharapkan kesempatan akan datang di lain hari. Ingat, tak semua yang kita harapkan dan rencanakan akan terealisasi. Cukup sekian dariku untuk pelatihan di padang pasir ini. Bubar, dan kita berkumpul di Oasis. Kerjakan!"


"Yes, Mam!" jawab para kandidat serempak.


Para kandidat yang kalah, merasa ucapan mentor mereka ada benarnya. Mereka tak memaksimalkan kemampuan dan seperti memaklumi diri jika kalah.


Mereka mencari-cari alasan untuk menutupi kelemahan. Namun, ucapan Sandra terasa begitu menohok.


Para kandidat yang kalah menjadi termotivasi agar bisa menjadi pemenang untuk kesempatan selanjutnya dan tak ingin menjadi pecundang.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


4YM diusahakan up 1 eps tapi baru up normal di Januari. Trims❤

__ADS_1


__ADS_2