
Mega-US tak memberikan celah bagi New-US untuk memukul armada tempur mereka. Pesawat-pesawat bagai burung elang merah itu terus menjatuhkan bom-bom hingga seluruh bangunan di atas kapal induk tersebut hancur dan hampir menenggelamkan kapal.
"Captain! Pesawat tempur New-US berhasil meninggalkan landasan. Kini mereka mengincar kita!" seru salah satu pilot tempur Mega-US dari hasil pantauannya.
"Jangan sampai kalah! Kita tunjukkan jika Mega-US tak pantas untuk diremehkan!" jawab pemimpin pasukan udara tersebut.
"Yes, Sir!" jawab seluruh pilot pesawat tempur.
Pesawat tempur dari kubu New-US kini melakukan aksi balas. Mereka menggelontorkan seluruh amunisinya untuk menembak jatuh pesawat Mega-US yang mencoba menggagalkan usaha mereka merebut Great Ruler.
DODODOOR! BLUARR!!
"Agh! Aku terkena! Aku akan melontarkan di—"
SHOOT! DOR!
"Eagle-1!" teriak pemimpin pilot pesawat tempur saat melihat pilotnya ditembak mati ketika ia akan melontarkan diri menggunakan parasut.
Amarah dan rasa ingin balas dendam atas kematian kawan seperjuangan bangkit. Mega-US semakin brutal dan gesit dalam melakukan aksi gempuran, tapi New-US juga tak ingin dianggap gagal.
Dua negara dari satu benua yang sama yakni Amerika, saling berperang di tengah Laut Cina Timur karena mereka tak sepemikiran.
Di sisi lain. Great Ruler.
SpiderBot mulai kehilangan jumlah pasukannya karena berguguran saat melakukan aksi perusakan komponen pada drone-drone yang mencoba masuk melalui celah dari gempuran.
WolfBot ikut terkena imbas setelah musuh mengetahui kelemahan dari serangan para serigala robot itu.
"Robot itu hanya bisa menembak sebanyak tiga kali dan harus mengisi ulang daya. Hancurkan mereka saat pengisian daya dilakukan! Laksanakan!" titah salah satu Komandan Perang New-US yang berhasil masuk melalui celah menggunakan roket kapsul.
"Yes, Sir!"
Para pasukan robot New-US melakukan eksekusi penghancuran ke para WolfBot yang sedang mengisi daya.
SHUW! BLUARRR!!
"Tidak!" seru Lala geram saat ia melihat robot-robot serigalanya terkena luncuran granat dari senapan khusus berukuran besar yang bisa ditenteng dan memiliki 4 silinder pada moncong senjata.
Para WolfBot meledak hebat dan tidak lagi bisa berperang mempertahankan Great Ruler. Semua orang dari kubu Great Ruler mulai kehilangan semangat karena robot-robot mereka mulai dihancurkan satu per satu.
New-US benar-benar serius dengan penyerangannya. Senjata yang digunakan pun memiliki daya penghancur yang kuat. Great Ruler merasa jika masa kejayaannya akan jatuh bersama dengan runtuhnya benteng terluar.
"Ini belum berakhir! Kita belum tiba di sana! Great Ruler masih ada harapan! Jangan menyerah dan terus berjuang demi orang-orang yang kalian lindungi!" seru Sandra lantang saat ia mendengar laporan dari seluruh Pusat Kendali jika para penjaga mulai berguguran.
Semua prajurit Great Ruler dan juga prajurit Titan yang mendengar ucapan Sandra kembali menguatkan mentalnya.
__ADS_1
Siren, Atlanta dan Verosa memimpin pasukan Titan untuk melawan manusia berpakaian tempur robot yang mencoba membobol Distrik 9 dari perbatasan Distrik.
Verosa menggunakan cambuknya kembali untuk menangkap para pasukan robot dan menyetrumnya.
Siren mengakhiri nyawa orang-orang itu dengan menusuk mereka menggunakan ujung tombaknya yang ikut dialiri listrik.
Senjata utama Titan adalah listrik, racun dan gerigi tajam seperti gigi predator. Mereka menirukan cara makhluk laut melindungi diri.
"Siren!" seru Atlanta lantang saat ia berhasil merusak pakaian tempur robot para pasukan New-US di pantai dengan pedang gerigi mirip seperti hidung ikan hiu gergaji.
Titan menambahkan fungsi pada pedang gergaji itu dengan racun ikan buntal sehingga tubuh manusia pada korbannya langsung terkena dampak dengan mengalami kelumpuhan pada otot tubuh sampai gagal jantung yang berujung kematian.
Usaha pasukan Titan yang dikomandoi oleh tiga orang kepercayaan Curva, berhasil melumpuhkan pasukan robot dari negara New-US meski kawan-kawan mereka juga tewas akibat membela negara yang mengibarkan perdamaian.
Saat pasukan dari kota Titan berusaha merebut kembali wilayah yang dikuasai oleh musuh, tiba-tiba ....
DOR!
"Argh!"
"Siren!" seru Atlanta lantang saat kawan berambut hijaunya terkena tembakan tepat di punggung oleh salah satu pasukan New-US ketika ia hendak menusuk tubuh lawannya dengan ujung tombak beracunnya.
Siren roboh dengan dua lutut menumpu tubuhnya. Atlanta dengan sigap berlari ke arah Siren termasuk Verosa yang menjulurkan cambuk tentakelnya ke tubuh pria berpakaian robot tempur itu.
"Errghhh!"
"Heahhh!"
JLEB! BRUKK!
Verosa dan Atlanta menatap mayat dari kubu musuh saat serangan mereka berhasil membunuhnya.
Siren mengerang kesakitan meski ia masih bisa bertahan dengan peluru bersangkar di paha belakang sebelah kanan.
"Siren! Siren!" panggil Atlanta panik segera mendatangi kawannya yang tubuhnya mulai bergetar.
"Jangan berhenti, teruskan. Aku bisa bertahan. Pergilah, aku akan mengobati lukaku. Peluru ini tak akan membunuhku, cepat!" perintah Siren dengan wajah pucat dan rambut basah karena keringat sudah menguasai raganya.
"Bertahanlah, Siren! Kami akan kembali padamu!" ucap Verosa menatap sahabat wanitanya lekat yang kini duduk di samping mayat tentara New-US seraya menggenggam tombaknya.
Verosa dan Atlanta terpaksa pergi meninggalkan kawan mereka. Siren menjatuhkan tubuhnya dengan menjadikan tubuh lawan sebagai alas kepalanya.
Siren terlihat pucat dan gemetaran saat ia merobek celana dari seragam tempurnya lalu mengarahkan kakinya yang terluka ke depan.
__ADS_1
SRING!
Siren melihat ujung dari tombak yang ia genggam dengan mata melotot. Ia mengarahkan ujung tombaknya yang tajam ke bagian luka di mana peluru itu bersarang.
Siren menekan tombol pada gagang tombak itu dan seketika, cahaya biru terlihat menyilaukan mata. Siren menarik napas dalam dan menusukkan ujung tombak itu masuk ke celah lukanya.
"ARRRGHHHH!" erangnya hingga seluruh otot tubuhnya menegang dan merah padam menahan rasa sakit saat ia berusaha mengeluarkan peluru besi itu.
CRAT! KLANG!
"Hah! Hah!" engahnya dan langsung menjatuhkan tombak begitu ujung dari senjatanya berhasil menangkap peluru itu karena ada magnet di dalamnya.
Siren tergeletak lemas dengan napas tersengal mencoba untuk mengembalikan fisiknya lagi karena peperangan belum berakhir.
Great Ruler terlihat begitu mengerikan jika dilihat dari laut, darat dan udara. Negara besar itu kini menjadi sasaran dari ketamakan pemimpin suatu negara yang menginginkan kejayaannya untuk dikuasai.
Sayangnya, masih banyak manusia dan jiwa-jiwa belas kasih dari para negara tetangga yang menginginkan perdamaian dapat terwujud kembali meski terlihat sangat sulit untuk dicapai.
Pusat Komando Negara Russ-King, Rusia.
Russ-King, ikut memantau pergerakan besar-besaran dengan tujuan utama Great Ruler.
Namun, pemimpin negara tersebut yang dijuluki 'Bom' melihat adanya dua kubu yang saling berseberangan.
"Apakah ini hanya dugaanku atau memang benar adanya jika Bintang, Baatar, Titan, dan Mega-US membantu Great Ruler untuk menghalau serangan dari New-US?" tanya Bom kepada salah satu Panglima perangnya.
"Sepertinya demikian, Presiden. Apakah kita hanya akan melihat saja dan tak ikut serta? Jujur, kesempatan emas ini sangat langka. Kita bisa mengambil bagian dari perang ini untuk ikut memihak salah satu kubu," jawab Panglima tersebut.
Bom diam terlihat serius mendengarkan dengan mata terfokus pada penyerangan New-US, tapi berusaha digagalkan oleh negara-negara yang memihak Great Ruler.
"Jika melihat dari penyerangannya, New-US unggul. Jika kita memihak New-US, kita bisa memenangkan perang. Hanya saja, jika melihat watak dari Xivovo, aku rasa kita akan melakukan banyak kesepakatan dengannya dan itu, tidak akan menguntungkan Russ-King sama sekali," sahut seorang wanita dengan rambut gaya fauw hawk warna merah muda selaku Komandan Skuadron Pesawat Tempur—Letkol Kisa.
Wanita berwajah tegas dan memiliki tato itu menatap Bom saksama seperti meyakinkan jika ucapannya adalah sebuah kebenaran.
Para pejabat lain saling berpandangan, dan seperti memiliki satu keputusan sama dari pembicaraan penting dalam rapat hari itu.
"Kita akan mendukung Great Ruler," ucap Bom yang pada akhirnya memberikan keputusan final.
"Pilihan bagus, Presiden. Aku akan bersiap," sahut Letkol Kisa tersenyum miring seraya beranjak dari dudukkannya.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Uhuy tengkiyuw tipsnya mbak Aju❤️ Habiskan terus nanti dubbing lagi. Kwkwkw lha punya koin bingung mau diapain jadi sangkutin disini aja biar berkah dan upnya lancar. Amin~