SIMULATION

SIMULATION
GREAT MAZEPITA*


__ADS_3

Akhirnya, hari yang dinantikan itu tiba. Semua orang berkumpul di Colosseum untuk menghadiri acara akbar yang diselenggarakan oleh presiden Roman.


Sandra dan Matteo bergandengan tangan, berdiri di sebuah balkon di sisi kanan mengenakan pakaian senada yang membuat keduanya tampak serasi.


Sedang di sisi kiri diisi oleh para sekutu yang membantu dalam mempertahankan Great Ruler. Presiden Roman beserta para petinggi berdiri di atas mimbar Colosseum.


Para penduduk dikumpulkan untuk mendengarkan sebuah pernyataan penting dari Presiden Roman dengan Morlan di sebelahnya yang berwujud mutan.


Tentu saja, para penduduk yang masih menaruh kebencian pada mantan Presiden itu menatapnya tajam.


Morlan terlihat siap dengan tatapan kebencian itu. Morlan diam seperti pasrah dengan keputusan yang akan diberikan oleh Great Ruler padanya.


Roman mengarahkan kedua tangannya ke depan untuk menenangkan para warga yang duduk di bangku Colosseum maupun yang berada di luar karena terbatasnya kursi yang disediakan.


Delapan layar besar mengelilingi gedung Colosseum. Layar-layar televisi itu terpampang di luar dinding Colosseum dan diperuntukkan bagi para warga yang menyaksikan dari luar bangunan.


Keriuhan pun reda dan kini semua orang menatap wajah sang Presiden lekat yang terlihat jelas di layar.


“Aku ucapkan terima kasih kepada seluruh orang yang bekerja keras untuk menjaga kedamaian di Great Ruler. Kini, Great Ruler menerima warga baru dari Magenta, Cryzen, Pipemo, dan Zezeta. Mereka akan tinggal di Distrik 10, Distrik 2, dan wilayah baru yang berdekatan dengan Great Ruler di mana akan kita namai Great Mazepita. Hal ini dilakukan sebagai perwujudan perdamaian dari empat kota yang bersengketa, dan ucapan terima kasih Great Ruler karena empat kota tersebut telah membantu kita. Beri tepuk tangan yang meriah untuk koloni baru kita,” ucap Roman dengan senyum terkembang.


Para penduduk menyambut kehadiran penduduk baru tersebut dengan suka cita. Penduduk kota Magenta melambaikan tangan di mana mereka mengenakan pakaian berwarna ungu seperti nama kota mereka.


Para penduduk Great Ruler balas melambaikan tangan sebagai salam hangat untuk penduduk baru tersebut.


Sedang penduduk kota Cryzen, berpakaian serba putih. Sosok mereka mudah dikenali karena memiliki tubuh setengah robot, berbeda dengan yang lain.


Ceros yang tampan langsung mendapatkan perhatian dari para gadis-gadis muda yang terlihat tertarik padanya. Sedang Ceros, tetap memasang wajah dingin terlihat biasa saja.


Sedang penduduk Pipemo yang tak terlihat, mengenakan pakaian robot seperti User level E. Kemampuan tak terlihat mereka masih dirahasiakan oleh orang-orang yang terlibat perang agar para penduduk tak merasa jika mereka sebagai ancaman.


Sandra mengusulkan orang-orang itu berikan pakaian warna cokelat sesuai dengan warna kulit mereka. Bagi warga Pipemo, hal itu bukan sebagai bentuk diskriminasi atau pelecehan suatu ras.


Menurut mereka, pilihan Sandra tepat karena warna itu sesuai dengan mereka. Meski demikian, wajah para penduduk Pipemo masih belum bisa ditunjukkan karena menggunakan helm.


Roman berdalih dengan mengatakan jika mereka belum terbiasa dengan sambutan dan kehidupan di Great Ruler. Para penduduk pun memakluminya.

__ADS_1


Sedang para manusia evolusi, mengenakan jubah warna biru tua. Penduduk Great Ruler terlihat kaget saat melihat wujud mereka.


Namun, saat Roman menjelaskan, akhirnya para warga pun bisa mengerti kondisi yang memprihatinkan itu. Malah, para warga terlihat menaruh perhatian pada para manusia evolusi.


Para manusia evolusi mendapatkan sambutan hangat dari para warga meski nantinya orang-orang itu tak tinggal di dalam Great Ruler.


"Selanjutnya untuk Morlan Corza, saudara kembarku. Kalian tahu perbuatan yang telah ia lakukan di masa lalu. Namun, di sini, aku, Roves, Yaz, Vemo dan User Robot Level A kita ingin memberikan pengakuan. Kami berenam akan menerima semua konsekuensi dari hasil keputusan seluruh warga Great Ruler. Apa pun keputusan kalian, akan kami terima dengan baik," ucap Roman yang praktis membuat semua orang terkejut mendengarnya, termasuk Matteo yang tak tahu jika calon isterinya ingin menyampaikan sebuah kebenaran tentang dirinya.


Matteo tampak gugup saat drone-drone kamera melayang di depan orang-orang itu. Kalung detektor kebohongan terpasang di leher para pendosa.


Suasana tegang begitu terasa. Orang-orang yang telah tahu apa yang ingin dikemukakan orang-orang itu terlihat memejamkan mata seperti berdoa, berharap agar kesalahan mereka dimaafkan.


"Kalian mengenalku sebagai Otka Oskova. Aku minta maaf. Aku melakukan kecurangan dan kebohongan pada semua orang," ucap Sandra memulai pengakuannya. Semua orang terkejut. "Namaku sebenarnya adalah Sandra Salvarian, dari keluarga Salvarian. Aku menukar barcode dengan salah seorang wanita, penduduk dari Great Ruler bernama Otka Oskova. Kami ... bertukar kehidupan setelahnya," sambungnya.


"Apa alasanmu melakukan kebodohan itu?!" tanya seorang warga berjenis kelamiin laki-laki terlihat marah. Sandra menarik napas dalam.


"Sandra Salvarian berhati mulia. Dia tahu jika keluargaku akan terusir dari Great Ruler. Anakku Otka Oskova, salah satu peserta yang akan mengikuti ujian calon User. Namun, aku tahu jika anakku tak mungkin lolos. Sandra mengatakan padaku jika dia sudah sebatang kara, tak memiliki sanak saudara, sedang aku, masih memiliki dua anak. Sandra tak ingin keluargaku menderita dengan hidup di luar benteng karena aku dan Otka tak memiliki pekerjaan," sahut Roves yang kini wajahnya ikut tampil di layar besar.


Sandra tak menyangka jika Roves nekat memberikan kesaksian. Roves tersenyum. Detektor kebohongan tak berbunyi. Semua orang percaya dengan yang diucapkan oleh Roves dan Sandra.


"Vemo! Apakah alasanmu menukar barcode mereka berdua karena ingin masuk ke Great Ruler?" tanya salah seorang warga berjenis kelamiin perempuan menunjuknya, dan Vemo mengangguk membenarkan.


"Sandra Salvarian adalah kawan semasa kecilku. Kami bertemu di dinding perbatasan di waktu-waktu tertentu. Aku berjanji padanya untuk selalu menemuinya di balik dinding, tapi aku mengingkari janji. Kedua orang tuaku tewas dan aku sendirian di luar sana. Tiketku untuk masuk ke Great Ruler lenyap, dan saat aku kembali ke perbatasan dinding, Sandra Salvarian sudah tak ada. Namun, karena aku ingin sekali bertemu dengan temanku, ingin meminta maaf padanya karena tak bisa menepati janji, aku begitu terobsesi dan berambisi agar bisa masuk ke Great Ruler. Aku membuat senjata dan peralatan ilegal sebagai salah satu cara agar bisa masuk ke sana. Hingga akhirnya, Sandra yang datang sendiri padaku bersama Otka. Takdir, mempertemukan kami. Dan tawaran darinya, tak bisa kutolak," jawab Vemo menjelaskan.


"Kau bohong tentang pernikahan kalian?" tanya seorang gadis warga Great Ruler menunjuk Vemo di kejauhan. Vemo mengangguk membenarkan.


"Ya. Saat itu aku berpikir, jika Sandra ketahuan, dan dia diusir, aku sangat senang. Karena pada akhirnya, kami memang akan bersama untuk hidup di luar benteng. Namun, saat aku diculik oleh mutan Morlan, aku menyadari satu hal. Sandra tak mencintaiku. Ya, itu menyakitkan, tapi aku senang saat bertemu lagi dengannya di luar sana. Dia menyelamatkanku seperti janjinya. Dia membawaku pulang ke Great Ruler. Ia percaya padaku. Dia memberiku kesempatan untuk menebus dosa dengan bertarung bersama para User mengalahkan para mutan. Dan yang terpenting, menyelamatkan kalian semua yang bersembunyi di dalam bunker, sedang aku, mati-matian bertahan hidup agar kalian tak terluka," tegasnya menyindir.


Para warga terlihat kesal akan ucapan Vemo, tapi pria bertato barcode itu terlihat cuek tak merasa bersalah dengan ucapannya.


Detektor kebohongan juga tak berbunyi. Hal itu menyatakan jika ucapan Vemo benar adanya. Roman dan para petinggi menghela napas.


Semua orang mulai saling berbisik. Sandra, Roves, Yaz, Vemo, dan Morlan menarik napas dalam terlihat cemas dengan hasil keputusan warga.


"Lalu, kesalahan apa yang Anda buat, Presiden Roman?" tanya salah seorang pria tua menunjuk ke pemimpin mereka.

__ADS_1


"Matteo Corza dan Colosseum Blue adalah satu orang yang sama. Aku berbohong pada kalian semua. Hanya saja, dua orang dalam satu tubuh itu memiliki dua kepribadian yang berbeda. Ini jarang terjadi. Selain itu, Aurora Dimensia, bukan meninggal karena sakit, tapi secara tak sengaja tewas karena Matteo berusaha melerai pertengkaran kedua orang tua mereka. Kami juga baru mengetahui pelakunya saat peperangan terjadi. Semua salahku. Tak seharusnya aku menutupi kebohongan agar kalian tak ketakutan. Namun, setelah melihat peperangan kemarin, aku baru menyadari satu hal. Para warga Great Ruler bukan orang lemah. Kalian bisa mengerti kondisi negara yang sedang terancam dan bisa bertahan. Kalian membuktikannya selama di bunker, aku bisa melihatnya. Kalian berdoa agar keselamatan dan kedamaian kembali pada negara kita. Maaf, jika aku meragukan kalian," ucap Roman seraya membungkuk meminta maaf.


Semua warga terdiam terlihat sedih akan hal itu. Suasana hening seketika. Terlihat, para warga memikirkan dengan matang hasil keputusan mereka. Lala melangkah ke depan untuk mengambil keputusan.


"Pikirkan dengan baik keputusan yang akan kalian ambil. Kita semua sudah mendengar kesaksian orang-orang itu. Bagaimanapun, mereka adalah pahlawan bagi Great Ruler. Mereka mengabaikan nyawa pribadi agar orang-orang yang bernaung di negara ini selalu merasakan kedamaian. Morlan bahkan kembali untuk memusnahkan mutan-mutan ciptaannya. Semua orang pernah melakukan kesalahan, tapi hanya manusia yang bijak yang mau mengakui kesalahan dan rela untuk melakukan penebusan. Merekalah orang-orang itu," tegas Lala dan beberapa orang setuju.


"Ingatlah jasa Roman selama ini untuk kemakmuran Great Ruler. Ingatlah jasa Roves saat ia mengabdi menjadi User Level E menjaga perbatasan. Ingatlah Yaz yang ikut membantu selama peperangan terjadi dengan ikut berperang. Ingatlah Vemo yang ikut bertempur melawan para mutan dan membantu robot level A menyelesaikan misi. Dan, ingatlah Sandra Salvarian yang berjuang keras agar bisa membangunkan para User yang terkena hypersleep. Orang-orang yang kalian kasihi dan cintai terperangkap di dalamnya. Tanpa Sandra, para User masih tertidur dalam ruang simulasi," ucap Lala penuh penekanan di tiap kalimatnya.


Semua orang serius mendengarkan. Matteo menatap Sandra saksama yang hanya menundukkan wajah merasa bersalah.


Matteo menggenggam tangan kekasihnya erat tak dilepaskan, berdiri tegap dengan pandangan lurus ke depan.


Sandra terharu karena Matteo tetap ikut dengannya apa pun keputusan yang akan diterimanya nanti.


"Angkat tangan kanan kalian jika memutuskan orang-orang ini dimaafkan, dan diizinkan untuk tetap tinggal di Great Ruler," ucap Lala seraya mengangkat tangan kanan ke atas menunjukkan jika ia memihak.


Siapa sangka, semua warga baik Great Ruler atau pun Great Mazepita mengangkat tangan kanan mereka ke atas.


Sandra dan orang-orang yang mendapatkan kesempatan itu membungkuk bersamaan menerima keputusan dengan tangis haru.


Matteo melepaskan gandengannya dan bertepuk tangan. Tak lama, tepuk tangan itu menjadi bersahut-sahutan. Semua orang terlihat gembira dan saling berpelukan.


Sandra menangis saat dipeluk oleh calon suaminya. Matteo tersenyum bahagia karena penduduk Great Ruler bersedia memaafkan kesalahan masa lalu orang-orang yang dikasihinya.


Roman tersenyum lebar di hadapan warga yang dicintainya, termasuk Morlan, Roves, Yaz, dan Vemo. Mereka berterima kasih dengan air mata kebahagiaan menetes.


“Dan, satu hal lagi. Aku telah memutuskan jika … sudah waktunya jabatanku digantikan oleh pemimpin baru. Kami, para pejabat tinggi di Great Ruler telah sepakat, jika jabatan Presiden akan diberikan kepada Jenderal muda kita, Matteo Corza, dan nantinya akan didampingi oleh Sandra Salvarian sebagai Wakil Presiden Great Ruler menggantikan Lala. Aku rasa, kalian semua setuju dengan keputusan kami ini.”


“Wohooo! Yeah!” sorak para penduduk Great Ruler dan Great Mazepita yang menerima keputusan itu dengan gembira.


Tentu saja, hal itu mengejutkan Matteo dan Sandra karena tak mengetahui hal tersebut. Ditambah, Roman mengumumkan jika Matteo dan Sandra akan melangsungkan pernikahan.


Tepuk tangan meriah dan dukungan pun diberikan kepada dua calon mempelai itu. Matteo dan Sandra tertawa bersama karena tak menyangka jika mereka direstui oleh semua orang.


Dua pasangan yang berjasa besar pada Great Ruler balas melambaikan tangan sebagai tanda terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2