
Usai makan siang, para kandidat calon User kembali berkumpul. Mereka kini harus menahan udara dingin di luar gedung untuk melanjutkan pelatihan dari Komandan Ego.
"Oke, listen up! Udara dingin sangat cocok untuk memaksa kita membakar kalori tubuh. Sebentar lagi musim semi, dan jangan buat suasana nyaman itu untuk menimbun lemak. Jadi, yang harus kalian lakukan adalah ...," ucap Ego menggantung, tapi membuat semua orang tegang seketika. "Mengeruk salju," sambungnya dengan senyuman.
"What?" sahut salah satu kandidat pria dengan kening berkerut.
"Oke. Saatnya bermain. Aku akan membagi kalian menjadi empat tim. Satu tim beranggotakan lima orang. Utara, Selatan, Timur dan Barat. Kalian buatlah benteng pertahanan dari perang bola salju. Benteng runtuh, dianggap kalah. Apa kalian mengerti?" tegas Ego dan orang-orang itu mengangguk paham.
Ego lalu membuat empat buah kelompok di depannya. Para kandidat berbaris rapi sesuai dengan regunya.
Sandra satu kelompok dengan Retro Roservo, Boldomero Baden, Benvelio Benigno, dan seorang pria berkulit hitam bernama Sam. Sandara wanita seorang diri dalam kelompok Utara.
"Waktu kalian 30 menit untuk membuat benteng. Tak ada peralatan apapun untuk melakukannya. Gunakan tubuh kalian. Selanjutnya, 15 menit untuk membuat bola salju. Aku ingin lapangan ini bersih dari tumpukan salju. Laksanakan!" perintah Ego tegas.
"Yes, Sir!"
Segera, para kandidat berpencar untuk mengumpulkan salju dengan kedua tangan mereka.
Orang-orang itu bergerak dengan gesit di tengah udara dingin dan hanya memakai pakaian seragam latihan tanpa jaket tebal. Mereka sengaja bergerak agar tak kedinginan.
Jam digital dengan penghitung mundur terpampang jelas di dinding luar gedung sebagai pengingat mereka jika waktu yang terus berjalan.
Sandra terlihat sigap saat mengumpulkan salju-salju itu. Lima orang dalam regu Utara membagi tugas.
Retro dan Baden fokus membuat benteng yang kokoh agar tak mudah runtuh. Sedang Sandra dan dua pria lainnya fokus mengumpulkan salju di sekitar.
Ternyata, pemandangan di halaman luar gedung pelatihan menarik perhatian sang Jenderal yang masih sibuk di ruang kerjanya.
Pria bermanik biru itu tersenyum melihat Sandra yang berusaha menahan rasa dingin yang membekukan tubuhnya karena salju-salju itu.
Matteo melupakan pekerjaannya dan asyik menonton seraya menikmati cokelat panas ditemani Spectra di balik jendela ruangannya.
Hingga akhirnya, TET!
Suara alarm peringatan untuk membuat benteng telah usai. Sandra melihat tiga regu lainnya berhasil membuat sebuah benteng dengan berbagai bentuk terlihat kokoh bahkan ada yang menjulang tinggi.
"Jangan kau kira, benteng yang tinggi tak rapuh, Otka. Kita akan melakukan strategi untuk meruntuhkan tim Selatan," bisik Sam dan Sandra mengangguk pelan.
"Oke, bersiap! 15 menit untuk membuat bola salju. Dimulai ... sekarang!" seru Ego lantang dari tempatnya berdiri di bawah jam digital.
__ADS_1
Sandra dengan sigap mengumpulkan salju. Ia menumpuknya di sebelah Ben dan Sam di mana mereka kini bertugas untuk membuat gumpalan-gumpalan itu.
Retro dan Baden membantu Sandra mengumpulkan salju di sekitar. Orang-orang itu bekerja dengan cepat karena saat pertarungan salju nanti dimulai, mereka tak diizinkan untuk memperbaiki benteng dan membuat amunisi lagi.
Matteo terlihat makin menikmati pertunjukkan yang berada di halaman gedung. Ia kini menambah cemilannya dengan biskuit cokelat di sebuah mangkuk berisi penuh.
"Oh, aku sangat berharap Otka menang, Spectra. Aku tak suka melihat wajah sedihnya saat kalah," ucap Matteo seraya mengambil biskuit lalu mengunyahnya.
Dan akhirnya, perang bola salju akan dimulai. Seluruh tim berdiri di depan benteng dengan siap sempurna.
Ego melihat persiapan dari keempat tim yang memiliki bentuk benteng berbeda termasuk jumlah bola salju yang tersembunyi di balik benteng.
"Oke. Peraturannya mudah. Amunisi habis, benteng roboh, dianggap kalah. Aku hanya mencari satu tim yang menang untuk mendapatkan poin masing-masing 50 per orang untuk latihan ini. Kalian mengerti?!"
"Yes, Sir!" jawab para kandidat itu lantang.
"Oke, bersiap. Dalam hitungan ketiga, kita akan mulai. Bubar!" seru Ego lantang dengan kedua tangan saling menggenggam di belakang pinggang.
Sandra segera bersembunyi di balik benteng di mana ia dan timnya memiliki stragegi khusus untuk bertahan agar benteng tetap kokoh.
"Kalian siap?" tanya Sam, dan keempat anggota timnya mengangguk termasuk Sandra.
PRITTT!
Sedang Baden, ia fokus untuk menghancurkan benteng tim Selatan yang menjulang tinggi dengan melemparkan bola salju di bagian atas untuk meruntuhkannya.
Lalu Ben, fokus menghancurkan benteng dari tim Barat yang terlihat begitu tebal, tapi pendek hanya sedada.
Anggota tim Barat berlindung di balik benteng yang cukup kokoh itu berbentuk setengah lingkaran seperti tim lainnya.
Retro fokus menghancurkan benteng dari tim Timur. Namun ternyata, benteng-benteng dari tim lawan sungguh kuat.
Serangan yang diluncurkan mengenai sasaran, tapi tak memberikan dampak yang cukup hebat untuk meruntuhkan.
"Bagaimana kondisi benteng kita?" tanya Sandra yang ternyata menjadi pengintai dari seluruh tim lawan untuk mengetahui pergerakan dan cara menyerang mereka.
"Aman! Masih bisa bertahan, tapi amunisi kita semakin menipis," jawab Sam yang duduk menghadap ke sekumpulan bola salju di depannya.
__ADS_1
Sandra diam mengamati pergerakan.
"Oh! Benteng Selatan diincar dan sudah hancur setengah. Kita selesaikan!" ucap Sandra yang melihat semua tim kini fokus untuk menggempur tim Selatan yang mulai kewalahan.
"Hancurkan Selatan!" seru Retro lantang yang kini ikut membidik benteng tersebut. Kini, tim Selatan dibuat panik karena benteng mereka terkikis dan pada akhirnya roboh.
PRITTT!!
"Selatan gugur! STOP! Tim Selatan. Hitung sisa amunisi kalian," seru Ego menatap kelima orang itu tajam dari tempatnya berdiri.
Orang-orang itu menghitung sisa bola salju yang masih mereka miliki.
"Masih ada 20, Sir," jawab salah satu anggota terlihat lelah dengan usaha gagal mereka.
"Kalian ingin memberikan kepada siapa bola salju itu?"
Praktis, mata anggota tim yang masih bertahan melebar seketika. Para pria dari tim tersebut berdiskusi untuk menentukan kepada siapa amunisi mereka diberikan.
Para anggota tim lainnya terlihat seperti membujuk agar amunisi berharga itu diberikan kepada mereka.
"Mm, kami berikan kepada tim Utara, Otka Oskova," ucap salah seorang pria menunjuk Sandra dan wanita itu tersipu malu saat mendekat untuk mengambil bola-bola tersebut di bantu oleh Baden.
"Terima kasih. Kalian baik sekali," ucap Sandra dengan senyum terkembang dengan beberapa bola dalam dekapannya.
"Hem. Tolong kalian hancurkan tim Barat ya. Aku tak suka Cendric. Dia merebut pacarku," bisik seorang pria seraya melirik ke arah pria bernama Cendric dari tim Barat.
"Well, oke. Doakan kami berhasil," sahut Sandra malah merasa ini seperti sebuah dendam pribadi di mana dirinya ikut terseret.
Baden yang ikut mendengar mengedipkan salah satu matanya seraya membawa gumpalan bola salju itu. Sandra dan Baden segera kembali ke timnya untuk bersiap ronde kedua.
"Jadi, itu peraturan lainnya. Satu benteng roboh lagi, sisa amunisi akan diberikan kepada tim yang masih bertahan sesuai dengan kesepakatan. Bersiap!" seru Ego lantang dan membuat tiga tim yang tersisa bersedia. "Start!"
Seketika, bola-bola salju itu kembali dilemparkan dari masing-masing benteng. Pertempuran semakin sengit. Kini, Sandra ikut menjadi penyerang dengan fokus benteng Barat untuk dirobohkan.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Kwkwkw kemaleman lagi hadeuh. Tengkiyuw tipsnya mbak Carmen. Lele padamu❤️Yg gak bisa tips koin jangan lupa vote poin dan vocernya ya😘