
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
------ back to Story :
Segera, Tony dan Akira mendekati kumpulan para Perwira senior yang kini sedang berbisik seraya melihat data diri, dan latar belakang Sandra dari database Departemen Kependudukan Great Ruler.
Sedang Komandan Ego, bergegas keluar dari ruang tes Kejiwaan sembari menekan layar pada jam tangan untuk mengaktifkan earphone yang terpasang di telinga kanannya. Ego berjalan ke luar gedung.
"Yes?"
"Roves? Ini aku, Ego. Ingat?" tanyanya seraya menuruni tangga dan berjalan menuju ke teras yang menghadap ke perairan dengan banyak benda mengapung berbentuk seperti sebuah tempurung kelapa tengkurap berwarna bening, sehingga manusia yang berdiri di dalamnya—beralaskan sebuah papan yang memiliki baling-baling di bawah sebagai penggerak—terlihat jelas.
"Oh ya, tentu saja. Komandan Ego, ada apa kau mencariku?" tanya Roves terdengar sungkan.
"Aku tahu tentang Otka dan Sandra." Seketika, Roves terdiam. Wajah Ego ikut serius karena hal yang akan ia sampaikan. "Aku terancam terkena hukuman jika sampai suatu saat pemerintah mengetahui kebohongan ini, tapi aku ambil resikonya. Aku berhutang nyawa pada Rey, dan ini caraku menebusnya. Apa kau memihakku?"
"Ya, tentu saja. Katakan apa yang harus kulakukan?" tanya Roves terdengar siap untuk ikut menanggung petaka jika sampai hal ini terbongkar.
"Oke. Dengarkan hal ini baik-baik," sambung Ego yang akhirnya menyiapkan sebuah skenario dan melibatkan banyak orang termasuk keluarga Roves, Eliz, bahkan Vemo nantinya.
"Aku mengerti, aku siap melakukannya. Pastikan, Sandra lulus dan tak terkena imbas dari kesalahanku ini. Terima kasih, Ego," ucap Roves lalu menutup panggilan telepon.
Komandan Ego mengusap mulutnya lalu menghembuskan nafas panjang. Ia kembali melangkah dan kini memasuki ruang tes kejiwaan. Wajahnya tegang, ketika para Perwira berkumpul.
"Komandan Ego," panggil Wapres Lala menatapnya tajam.
"Yes, Mam," jawabnya sopan berdiri tegap.
"Kau mengenal Otka Oskova?" Ego mengangguk. Akira dan Tony saling melirik. "Bisa kau jelaskan? Kenapa pernyataan Otka, tak ada dalam berkas? Apa dia menyalahgunakan peraturan?"
Ego menarik nafas dalam. Tony terlihat tegang termasuk Akira.
"Saya bisa jelaskan, Mam," jawabnya dengan sikap siap sempurna. Semua orang serius menyimak. "Otka Oskova, sebenarnya sudah menikah, tapi Roves tak menyetujuinya, karena ... anaknya hamil di luar pernikahan dan tak mendapat restu darinya. Bisa dibilang pernikahan yang dilakukannya secara sepihak dan tak dilakukan di Great Ruler, tapi diperbatasan. Ya, Distrik 10," jawab Ego tenang.
"Hem. Lanjutkan," pinta Lala terlihat tertarik.
__ADS_1
"Sebuah tragedi terjadi. Suami Otka adalah pria yang berasal dari Distrik 10. Ingat kejadian saat pasukan dari Rusia dan Siberia datang menyerang Great Ruler?" Lala dan semua Perwira mengangguk. "Suami Otka dinyatakan tewas karena serangan itu. Otka nekat menerobos perbatasan untuk mengetahui kebenarannya, tapi ia terkena imbas dari serangan kala itu yang menyebabkan dirinya keguguran."
"Pengawas perbatasan mengatakan Otka sering berkunjung ke Distrik 10 menggunakan identitas ayahnya, Roves. Apa yang dia lakukan di tempat itu?" tanya Perwira senior, Colonel Brego.
"Pernah dengar nama Vermendis Vemo?" Orang-orang itu mengangguk. "Otka mendapat kabar jika suaminya masih hidup. Ya, Vermendis Vemo adalah suami Otka. Saat dia tahu suaminya masih hidup, Otka berusaha keras membawa Vemo masuk ke Great Ruler, tapi selalu gagal," jawab Ego mengarang dengan lancar.
Akira dan Tony saling melirik dengan anggukan kepala.
"Oh, pantas saja lelaki berandalan itu selalu mengajukan diri hingga puluhan kali, dan ngotot ingin masuk ke Great Ruler. Ternyata inilah alasannya," sahut Laksamana Joe seraya memasukkan kedua tangan ke saku celana.
"Ya, seperti itulah, Laksamana," jawab Ego sopan.
"Lalu, kenapa Otka mengajukan diri menjadi User?" tanya Lala penuh selidik.
"Aku mengenal Roves cukup baik sebelum ia akhirnya pensiun dari Militer. Roves mengatakan jika kesehatannya menurun drastis. Jika ia meninggal, kedua anaknya tak bisa tinggal di Great Ruler lagi, dan ia tak ingin hal itu terjadi. Oleh karena itu, sebagai penebusan Otka karena telah membangkang nasehat ayahnya, Otka memaksa ikut menjadi User. Harapannya, jika ia berhasil menjadi User robot minimal level E, ia bisa ditempatkan di Distrik 10. Ia tetap bisa menghidupi keluarganya, dan bisa bertemu Vemo saat bertugas. Ya, cara yang cukup cerdik mengakali kehidupannya yang rumit. Bagaimanapun, aku bisa mengerti kenapa Otka nekat melakukan hal ini. Ia, merasa bertanggungjawab kepada keluarganya," tegas Ego serius dengan penjelasannya.
Para Perwira berkumpul, termasuk Akira dan Tony. Diam-diam, dua pria itu tersenyum tipis dan Ego balas tersenyum dengan memalingkan wajah.
"Vote?" tanya Kapten Tony membuka diskusi.
"Lulus," jawab Laksamana Joe to the point.
"Lulus," imbuh Akira.
"Pastinya, lulus," tekan Tony dengan mantap.
Akhirnya, 9 Perwira yang berada di ruangan itu—tanpa Ego—menyatakan sepakat jika Otka Oskova lulus. Kini, mata para pria itu menatap Lala tajam.
"Well, lulus. Aku tak mau di demo oleh kalian," jawab Lala pasrah pada akhirnya.
Para Perwira tersenyum dan terlihat puas dengan keputusan Lala. Akira dan Tony mendekati Ego yang berdiri sendirian tak diikutsertakan dalam diskusi.
"Kau seharusnya menjadi penulis skenario film. Jarang ada kisah drama seperti ini," bisik Akira, dan Ego hanya tersenyum simpul.
"Jika tak mengingat Roves jatuh miskin, aku akan meminta bayaran mahal darinya," jawab Ego dengan wajah datar. Akira dan Tony terkekeh pelan.
Sandra yang dibuat kebingungan dengan emosi naik turun karena tayangan yang ia tonton, mulai kembali tenang saat ia duduk dan televisi sudah tak bisa dinyalakan.
PIP!
__ADS_1
"Otka Oskova, ikut kami," ajak dua robot berbentuk seperti bola bowling masuk ke ruangan penuh cermin tersebut. Sandra berdiri dan keluar dari ruangan terlihat gugup.
Sandra di bawa menyeberang ke gedung lainnya menggunakan jalur terowongan bawah air.
Sandra terlihat kagum karena tak tahu jika ada tempat menakjubkan di bawah gedung berbentuk biji berwarna hijau tersebut.
Sejenak, Sandra teringat akan kediaman Colosseum Blue. Sandra juga heran, kenapa bayang-bayang pria bermata biru itu tak bisa lepas dari ingatannya.
Hingga akhirnya, mata Sandra terbelalak, dan membuat langkahnya melambat ketika melihat fasilitas lain yang baginya tampak menakjubkan.
Sebuah koridor dengan banyak pintu di sisi kiri dan kanan. Cahaya biru dengan lapisan dinding besi memperkuat kesan futuristik modern di tempat tersebut.
Sandra terlihat kagum, hingga dua robot bowling berhenti di sebuah pintu yang ternyata memiliki nomor barcode seperti di lengannya.
Sandra mendekatkan barcode yang tertera di pergelangan tangannya pada sensor cahaya biru depan pintu. Wanita berambut pirang sebahu tersebut melangkah masuk saat pintu tersebut terbuka secara otomatis.
"Silakan. Ruangan ini sekarang menjadi kamarmu. Tes hari ini cukup. Beristirahatlah dan tunggu instruksi selanjutnya dari asisten ruangan Eco. Sampai jumpa, dan selamat. Kau kini bergabung dengan Departemen Keamanan Great Ruler," ucap dua robot warna hijau serempak.
"Oh! Aku lulus tes? Aku diterima?" tanya Sandra melebarkan mata.
"Yes. Hore!" jawab dua robot itu menyerukan kegembiraan dengan menggelinding ke sana kemari seakan ikut bahagia atas kelulusan Sandra.
Wanita itu menangis haru. Ia tak menyangka jika akan lolos tes dan impiannya untuk menjadi User akan terwujud. Sandra mengucapkan terima kasih pada dua robot tersebut.
Dua robot berwarna hijau berbentuk seperti bowling karena memiliki 3 mata, keluar dari ruangan yang kini akan Sandra tinggali sementara waktu sampai instruksi selanjutnya ia terima.
Sandra terlihat kagum akan kamar barunya yang tampak lain dan berkesan modern.
"Hempf. Finally," ucapnya dengan hembusan nafas lega dan mata terpejam. 'Tinggal sedikit lagi, Rey. Begitu aku menjadi User, dan menemukan Matteo, akan kubuat pria itu menyesali perbuatannya. Kematianmu harus mendapatkan keadilan,' ucap Sandra dalam hati dengan wajah tertunduk.
***
wah ada tips. makasih ya😍
__ADS_1