SIMULATION

SIMULATION
WITH EGO


__ADS_3

Keesokan harinya, Sandra menjalani latihan fisik yang cukup berat dipimpin Komandan Ego. Pria berkulit hitam itu benar-benar tangguh dan memiliki fisik yang kuat saat melakukan pemanasan.


Ego memaksa Sandra untuk terus berjuang. Bahkan, ia tak segan mengajaknya bertanding dengan para kandidat User lainnya.


"Kalian kini sudah mengenal Otka Oskova bukan?" tanya Ego dan para kandidat tersebut mengangguk.


Sandra gugup karena ditatap tajam oleh para pria di hadapannya yang kini diikutsertakan oleh Ego agar ia lebih termotivasi.


"Siapapun yang berhasil mengalahkan Otka dan mendapat skor lebih tinggi darinya selama satu minggu penuh pelatihan di bawah bimbinganku, akan mendapatkan libur satu hari serta vocer makan gratis di Plaza Restoran Jepang."


Praktis, para kandidat itu terlihat begitu senang dan bersemangat, sedang Sandra pucat seketika karena dijadikan taruhan.


"Jadi. Jangan sungkan mengalahkannya. Baiklah. Semua bersiap di mesin treadmill. Kalian akan berlari sejauh 1 kilometer. Yang lebih dulu sampai finish dengan catatan waktu tercepat, dia aku anggap menang di pelatihan babak pertama ini," ucap Ego tegas seraya berjalan di hadapan para calon User yang sudah siap di mesin treadmill generasi terbaru.


"Eco!" panggil Ego lantang.


"Simulasi berlari dimulai dalam hitungan mundur. 5 ... 4 ... 3 ... 2 ... 1, go!"


Dengan sigap, semua User yang telah menggunakan kacamata fiber khusus bergegas melangkahkan kakinya. Sandra memulainya dengan berlari kecil untuk menjaga stamina, napas, dan ritme larinya.


Dua puluh calon User berada dalam satu ruangan dan hanya Sandra, wanita seorang diri di sana yang melawan para bujangan bertubuh kekar siap mengalahkannya.


Ego melihat Sandra begitu siap dalam pelatihan ini. Ia tersenyum tipis di mana tak ada satupun calon User yang melihatnya karena mata mereka fokus pada trek yang harus dilalui dan ternyata, medan tersebut berupa jalan tanah di dalam hutan.


Ego tersenyum melihat para calon User tersebut seperti berada di hutan sungguhan. Mereka berlari menghindari pepohonan yang menghalangi laju lari.


Orang-orang itu terlihat berhati-hati dalam melangkah. Bahkan, ada yang terjatuh dari papan treadmill karena tergelincir dan membuat kacamata fibernya terlepas.


"You out!" tegas Ego menunjuk dan calon User tersebut terlihat kesal.


Ego melihat dengan fokus saat kandidat lainnya berusaha agar tiba dengan cepat dan tak mengalami cidera.

__ADS_1


Kedua telinga para calon itu ditutup dengan earphone yang memperdengarkan suara alam seolah-olah mereka sedang berada di tempat tersebut.


Suara kicauan burung, gemercik aliran sungai, gesekan daun-daun di rimbunnya pepohonan, bahkan angin yang berhembus terasa nyata.


Dalam layar simulasi, rangking para peserta terlihat. Sandra terlihat berusaha untuk mengalahkan dua peserta di depannya yang ternyata begitu tangguh. Jaraknya dengan dua pria itu cukup jauh.


Napas Sandra mulai terengah, tapi ia terus melaju memaksakan dirinya hingga ke batas maksimal.


"Aku harus bisa! Aku akan menjadi lulusan terbaik non-akademik militer! Aku calon User robot level A! Nilaiku harus di atas rata-rata! Harus!" ucapnya menyemangati diri dan ternyata di dengar oleh Ego dan para operator yang bertugas.


"Hem, aku suka semangatnya. Buktikan, Otka," ucap Ego di depan wanita berambut pirang itu, tapi Sandra tak mengetahuinya.


Hingga akhirnya, TERERET!


"Selamat kepala Retro Roservo. Kamu berhasil menjadi peserta pertama yang tiba di garis finish," ucap Eco yang membuat semua petugas di ruangan bertepuk tangan.


Pria bernama Retro terlihat senang, sedang Sandra dan pria di urutan kedua terlihat kecewa karena kalah bersaing. Ego lalu mengumpulkan para kandidat untuk diarahkan lagi.


"Oke. Istirahat 15 menit lalu kita lanjutkan latihan selanjutnya. Kalian akan melakukan push up terbanyak dalam waktu 30 menit. Papan sensor yang akan menilai. Kalian, tidak bisa mengakalinya. Sensor itu akan menilai jarak tubuh bagian depan dengan alas, tekanan pada dua telapak tangan saat menahan beban tubuh, dan banyaknya dorongan saat push up dilakukan. Jadi, maksimalkan istirahat kalian. Bubar!" ucap Ego lantang.


Sandra memilih duduk dan menenangkan diri layaknya orang Yoga seraya menikmati minuman berenerginya yang memiliki banyak kandungan vitamin.


TET!


"Silakan para kandidat mengambil posisi," ucap Eco memulai instruksi pelatihan.


Sebuah lampu berwarna biru muncul membentuk persegi panjang seukuran tubuh manusia. Kotak-kotak itu muncul di beberapa tempat dengan nama kandidat di alasnya.


Sandra mendapati nama Otka Oskova di sebuah persegi panjang di paling depan posisi tengah.


Sandra terlihat gugup saat berdiri di sana dengan beberapa User terlihat siap dalam posisi tegak sempurna. Ego berdiri di hadapan para kandidat berwajah garang.

__ADS_1


"Kotak bercahaya itu akan menilai kalian. Jumlah push up yang kalian lakukan dan waktu hitung mundur 30 menit akan terlihat di depan mata kalian saat melakukan gerakan tersebut. Jadi, picu diri kalian dan jadilah yang terkuat! Posisi!" ucap Ego lantang dan segera, semua kandidat memposisikan diri dalam posisi tiarap. Sandra terlihat tegang termasuk calon User lainnya.


"Jika kalian lelah, jangan paksakan. Katakan 'Pause' maka sistem akan mengentikan penilaian, tapi waktu terus berjalan. Semakin banyak kalian melakukan pause, semakin jauh kalian tertinggal. Apa kalian mengerti?!"


"Yes, Sir!" jawab seluruh kandidat serempak.


"Good. Kita mulai. Bersiap!" seru Ego lantang.


"Pelatihan push up dengan waktu selama 30 menit di mulai dalam hitungan mundur. 5 ... 4 ... 3 ... 2 ... 1, go!"


Segera, para kandidat melakukan push up dengan serius. Ego melihat satu persatu anak didiknya melakukan gerakan seperti memompa tubuh dengan ritme berbeda.


Ego menatap Sandra tajam yang terlihat cukup mampu menopang tubuhnya. Kedua tangannya terlihat begitu kokoh dan kuat menahan beban tubuhnya bahkan tak bergoyang. Sandra juga bisa mengatur napasnya dengan baik.


Ego melihat catatan jumlah push up dan waktu yang sudah terlaksana di monitor besar yang terpasang di dinding ruangan.


Otka kembali menduduki peringkat ketiga. Kali ini, wanita berambut pirang itu tak mau mengalah meski keringatnya sudah mulai membasahi wajahnya.


Ternyata, papan penilai tiap peserta bisa mendeteksi jumlah keringat yang dikeluarkan oleh penggunanya. Tiba-tiba, hembusan angin sejuk menerpa dari lubang di bawah beberapa titik dari papan tersebut.


Senyum Sandra terkembang. Ia merasakan energinya kembali karena awalnya, tetesan keringat cukup mengusiknya dan membuatnya sulit berkonsentrasi.


Kini, angin buatan itu membantunya mengeringkan keringat. Sandra kembali bersemangat dan terus memacu tubuhnya sampai ke titik terakhir.


Hingga Sandra mulai merasakan kedua tangannya bergetar seperti tak mampu untuk bertahan lebih lama lagi. Benar saja, BRUK!


"Agh! Hah ... hah ... pause, pause," ucapnya letih yang mulai tak sanggup untuk menopang tubuhnya lagi dengan kedua tangan dan ujung kakinya.


Ego dan para petugas menatap Sandra seksama dari tempat mereka bekerja seperti kecewa.


***

__ADS_1


upnya kemaleman. ngantuk parah gaes. smg gak ada typo. makasih tipsnya. lele padamu❤️



__ADS_2