
Pesta pernikahan dari tiga kawan Sandra berlangsung meriah. Sandra dan Matteo memberikan selamat kepada para mempelai tiap mereka menghadiri acara tersebut.
Terlihat, rona kebahagiaan di wajah para pengantin. Baik Eliz, Sora, atau pun Otka yang tampil menawan dengan gaun pernikahan mereka.
"Bagiku, kau tetap yang tercantik, Sayang," ucap Matteo berbisik usai mereka menyalami pengantin. Sandra tersipu malu dan memilih untuk tak menjawab.
Meskipun pesta pernikahan hari itu milik orang lain, tapi mata semua orang tetap tertuju pada Matteo dan Sandra yang tampil serasi dalam setiap menghadiri undangan.
Tak terasa, bulan telah berganti. Matteo terlihat sibuk di bengkel untuk merealisasikan cacing robot seperti yang ia janjikan pada warga Pipemo.
Matteo tak bekerja sendiri. Ia didampingi oleh lima operator yang kini menjadi anak buah andalannya.
Roman ikut andil usai ia selesai bertugas sebagai Walikota Distrik. Spectra ikut disibukkan dalam melakukan analisis sistem dalam robot cacing usai pemasangan onderdil.
"Simulasi kemampuan kepala robot cacing saat membuat rongga dalam tanah mampu menembus hingga kedalaman 100 meter. Namun, gerigi besi pada gigi mulut robot belum mampu untuk menghancurkan batu," ucap Spectra menganalisis yang terhubung dengan sistem simulasi.
"Apakah dalam dunia nyata, cacing bisa menghancurkan batu, Sir?" tanya Rhyz polos kepada Roman.
Mantan Presiden itu terdiam seperti memikirkan dengan serius pertanyaan Rhyz. Ternyata semua orang ikut menunggu jawaban dari sang pria berahang tegas tersebut.
"Spectra, cari cacing untuk kita amati," ucapnya dengan tenang menunjuk robot putih tersebut.
Matteo dan semua orang terkejut karena ternyata, Roman juga tak mengetahui hal tersebut.
Orang-orang itu menahan tawa saat Roman seperti berguman sendiri entah apa yang ia pusingkan.
Akhirnya, mereka malah keluar dari bengkel dan pergi ke Distrik 9 untuk mencari cacing di tanah menjelang malam.
Tentu saja, hal tersebut menarik perhatian para pekerja yang penasaran dengan gerak-gerik Presiden dan mantan Presiden mereka.
"Mencari cacing untuk diamati?" tanya seorang petugas di peternakan sapi terheran-heran.
"Hem, cepat bantu kami mencarinya. Harus cacing tanah. Aku butuh 10 ekor lalu masukkan dalam wadah kaca ini. Cepat!" jawab Matteo tegas menunjukkan keseriusannya seraya memberikan toples kaca kepada petugas itu.
Akhirnya, banyak orang memenuhi tanah hijau tersebut untuk mencari cacing demi merealisasikan robot yang bisa bergerak dalam tanah tersebut.
Nantinya, Matteo dan timnya akan melakukan observasi lanjutan ke luar wilayah sekitar Great Ruler untuk melakukan uji coba. Matteo ingin melihat pergerakan cacing terpantau oleh satelit.
Sedang di sisi lain. Sandra kini menjadi pelatih para kandidat User karena Akira, Ego dan Tony sudah tak melatih para User lagi.
__ADS_1
Sandra menggantikan tugas 3 orang itu menjadi instruktur para kandidat calon User. Siapa sangka, para kandidat User non-akademik malah menantikan momen untuk dibina langsung oleh Sandra.
Tiga puluh orang, masing-masing kelompok berjumlah 10 orang adalah para kandidat calon User robot level B pilihan Ego, Tony dan Akira saat mereka masih menjabat.
Orang-orang itu telah dibina sebelumnya dan tahun depan siap untuk ditugaskan. Namun, karena tugas baru dari tiga pria itu yang meminta tanggungjawab menjadi seorang Walikota, ketiganya terpaksa meninggalkan pekerjaan sebelumnya sebagai mentor para User.
Meskipun Sandra menjabat sebagai Wakil Presiden, tapi tugas utamanya tetap menjadi seorang instruktur para kandidat User.
"Kalian ingin merasakan latihan seperti yang kujalani untuk menjadi seorang User?!" tanya Sandra tegas dengan kedua tangan saling menggenggam di belakang pinggang mengenakan seragam khusus berwarna abu-abu silver.
"Yes, Mam!" jawab para kandidat telah menggunakan pakaian tempur robot Level E lengkap dengan senapan laser dalam genggaman.
"Sayangnya, latihan yang aku berikan tak seperti Komandan Ego, Captain Tony atau pun Akira. Akan kulatih kalian seperti saat aku berada di luar Great Ruler ketika menjalankan misi mustahil dari Morlan," ucap Sandra berdiri tegak di depan para kandidat User.
Tiga puluh orang tersebut menelan ludah karena tak menyangka jika Sandra cukup tegas dalam memberikan pelatihan.
Sandra mengeluarkan seringainya seraya mengangkat tangan ke atas dengan telunjuk kanan ia tunjukkan.
Seketika, PIP!
Praktis, mata semua kandidat terbelalak saat dinding yang terlihat bagaikan tembok kokoh itu terangkat ke atas. Kegelapan di hari menjelang malam, membuat jantung semua kandidat berdebar kencang.
"Kalian lihat yang kulihat? Itu adalah daratan di luar Great Ruler. Kalian akan berlari dari sini menuju Great Mazepita menggunakan pakaian tempur robot Level E dan persenjataan lengkap. Kalian pingsan saat perjalanan, aku anggap gugur dan harus mengulang dari awal. Bersiap!" tegasnya yang membuat semua kandidat berwajah tegang seketika saat melakukan sikap siap sempurna.
"Go!" perintah Sandra lantang.
Segera, para kandidat yang sudah dikelompokkan menjadi 4 regu berlari secara berurutan keluar dari tembok.
Empat ekor WolfBot ternyata telah bersiap di luar pintu seperti dinding tersebut. Empat robot yang dulunya juga menjaga robot Level A Sandra, kini menjadi pelindung sekumpulan kandidat User tersebut.
"Hah! Gila! Kita diminta berlari selama 4 jam? Aku bisa mati," ucap salah seorang kandidat mulai sempoyongan padahal baru 30 menit berlari.
"Aku mendengarnya," ucap Sandra yang berlari di samping para kandidat menggunakan robot level A miliknya.
Para kandidat terkejut dan langsung diam. Orang-orang di ruang simulator menahan tawa karena tak menyangka jika Sandra cukup kejam saat memberikan pelatihan.
Beruntung, mereka berlari saat malam hari. Panas terik daratan tak begitu menyakiti fisik mereka meski rasa lelah hampir meremukkan semangat orang-orang itu.
"Stop!" titah Sandra yang menghentikan laju lari robotnya.
__ADS_1
Para kandidat calon User level B tersebut langsung berhenti berlari. Napas mereka tersengal dengan pakaian tempur robot level E yang mereka kenakan.
"Masih sanggup berlari?" tanya Sandra setelah satu jam pertama mereka berlari meninggalkan Great Ruler.
"Yes, Mam!" jawab para kandidat serempak berbaris rapi sesuai kelompok.
"Good. Istirahat minum selama 15 menit lalu kita lanjutkan lagi. Bubar," ucap Sandra seraya yang berdiri di hadapan anak buahnya yang tetap berdiri saat minum.
Selang yang terhubung dengan pakaian tempur, menyimpan persediaan air di bagian punggung. Selang transparan terjulur sampai ke bahu sehingga memudahkan para User untuk menikmati air minum tanpa harus membawa botol dan sejenisnya.
Sandra tetap terhubung dengan robot di lapangan meski ia juga menikmati air minum dari selang yang terhubung dengan tabung air.
Tabung itu digerakkan oleh tangan robot yang bersiap di ruang simulasi. Vemo mengajari cara mengakali sistem simulasi Mola.
Tubuh manusia Sandra tetap berada di ruang simulasi dan menikmati air minum langsung saat operator mengetahui Sandra dalam mode 'pause'.
Sandra berdiri di ruang simulasi dengan selang transparan terarah ke mulutnya meski ia tak bisa melihat sosoknya dalam ruangan tersebut karena pikirannya berada di lapangan.
Sandra menyedot air itu tanpa harus menggunakan infus portabel seperti saat ia menjalankan misi Morlan beberapa waktu lalu agar tetap mendapatkan nutrisi. Sandra juga tetap bisa makan secara langsung dengan disuapi.
Vemo menjabarkan, 'Ibarat orang buta. User tetap bisa merasakan sesuatu di sekitarnya dari indera yang lain kecuali mata. Pandangan Sandra berada di luar sana seperti penglihatan robot di lapangan. Namun, raganya tetap milik User yang berada di ruang simulasi. Ia tetap bisa diberikan makan dan minum langsung. Hanya saja, ia tak bisa melihat siapa yang melakukannya. Mudah 'kan? Kenapa kalian membuatnya menjadi sulit dan menyakitkan dengan menggunakan infus portabel. Kalian kurang cerdik'."
Sandra terkekeh saat teringat ucapan Vemo kala itu yang penasaran dengan cara kerja Simulasi Mola ketika ia ditugaskan di luar.
Namun, sindiran dengan solusi itu membuat semua orang merasa ucapan Vemo ada benarnya. Kini, Sandra menerapkan cara kerja kawan semasa kecilnya itu.
"Oke! Istirahat selesai. Bersiap!" titah Sandra kembali mengomandoi pasukannya.
Segera, ketiga puluh calon User level B tersebut berbaris rapi, siap untuk berlari.
"Go!" seru Sandra.
Dengan sigap, orang-orang itu berlari dengan ritme seirama agar tak membuang energi. Sandra menerapkan cara yang ia lakoni ketika berada di luar agar para kandidat ikut merasakan bagaimana sulitnya menjadi seorang User meskipun nanti robot yang berada di lapangan.
Setiap satu jam sekali, para kandidat User istirahat minum untuk memulihkan stamina. Pelatihan beresiko dan mengancam nyawa karena dilakukan di luar benteng Great Ruler, mendapatkan penolakan dari para pejabat militer sebelumnya.
Namun, Sandra meyakinkan jika hal itu perlu dilakukan. Sandra teringat saat ia memaparkan idenya kala itu.
***
__ADS_1
lele fokus up simulation dulu biar sampai akhir bulan. novel lainnya up tentatif ya. tengkiyuw atas perhatiannya❤️