
Sandra mendapatkan banyak ucapan selamat dan pujian atas keberhasilannya. Roman dan Lala terlihat bangga akan kemampuan Sandra meski terlihat masih hijau dalam dunia militer, tapi dengan ketekunannya, ia mampu menjadi wanita tangguh.
"Sebentar lagi, kau akan segera menjadi seorang User, Otka. Lanjutkan latihanmu sampai wisuda User dilaksanakan awal musim semi," ucap Roman dan Sandra mengangguk.
Sandra kembali ke kamarnya karena esok ia diizinkan untuk menikmati liburan akhir tahun layaknya hak para penduduk Great Ruler. Sandra terlihat begitu senang.
Presiden Roman mengundangnya ke jamuan besar seraya mengenalkan dirinya di hadapan seluruh orang di Colosseum.
Sandra sangat berterima kasih dan gugup karena takut jika penampilannya tidak maksimal di perhelatan megah itu.
"Gara-gara Tony. Aku tak membawa gaun untuk acara besok. Apa yang harus kukenakan?" tanya Sandra mengeluh terlihat pusing jika penampilannya akan memalukan.
Bagai mendapat sebuah mukjizat, tiba-tiba saja Eco melaporkan jika Sandra diminta ke ruangan Matteo Corza di mana sang Jenderal menjalani rawat jalan di rumahnya.
Sandra yang penasaran dengan kondisi terkini salah satu mentornya itu pun datang menjenguk, meski tak membawa apapun selain dirinya sendiri.
PIP!
"Selamat datang, Otka Oskova. Silakan masuk," ucap Eko mempersilakan seraya membuka pintu untuk tamu istimewa sang Jenderal.
Sandra terlihat gugup. Ia melangkah dengan ragu melihat ke kanan dan ke kiri isi rumah sang Jenderal yang selalu sunyi dan terasa dingin meski sudah memakai penghangat ruangan.
PIP!
Pintu kamar Matteo terbuka saat Sandra mengarahkan barcode di tangannya. Terlihat, Matteo berbaring dengan lesu tanpa perawat atau Spectra di sampingnya.
"Jenderal?" panggil Sandra gugup seraya melangkah perlahan.
"Oh, hai," jawabnya membuka mata perlahan dengan senyum tipis.
"Apa kau sudah lebih baik?" tanya Sandra yang kini langkahnya terhenti di samping ranjang pria bermanik biru tersebut.
Matteo mengangguk. Ia lalu menunjuk sebuah almari di kamar itu. Sandra mengikuti arah telunjuk sang Jenderal.
"Bukalah. Aku rasa kau sangat cocok memakainya," ucap Matteo dengan pandangan sayu.
Sandra terlihat bingung. Ia lalu berjalan mendekati almari tersebut yang terbuka dengan sendirinya dengan pintu bergeser ke samping.
Sandra melihat sebuah gaun putih yang pernah ia kenakan sebelumnya saat sang Jenderal mengajaknya makan malam pertama kali di rumahnya.
"Ba-bagaimana gaun ini bisa ada di sini?" tanya Sandra bingung karena seingatnya, gaun itu terakhir kali ada di kamarnya.
"Anggap saja aku memiliki ilmu sihir."
Sandra menyipitkan mata. "Oh. Purple," tebaknya dan Matteo hanya menaikkan kedua pundak dengan wajah lugu.
Sandra mengambil gaun tersebut yang lengkap dengan sepatu berhak, perhiasan dari emas putih, dan clutch.
"Maaf, jika aku harus meminjamnya lagi, Jenderal," ucap Sandra gugup.
"Untukmu. Hadiah karena kau lulus ujian ilmu bela diri. Selamat, Otka Oskova. Kau memang layak menjadi User robot level A," ucapnya dengan senyuman.
Sandra mengangguk berterima kasih. Wanita cantik itu lalu mendatangi sang Jenderal yang masih terlihat lemas. Matteo menatap Sandra sendu.
"Besok sepertinya, aku tak bisa hadir di jamuan. Aku masih tak enak badan. Jika kau tak keberatan, maukah kau mengunjungiku usai acara dan menceritakan padaku apa yang terjadi di tempat itu?" tanya Matteo penuh harap.
"Ya, tentu saja, Jenderal," jawab Otka menatap Matteo lekat yang memejamkan mata terlihat letih.
"Maaf, Otka bukan bermaksud mengusir. Hanya saja ...."
__ADS_1
"Ya, ya, aku paham. Anda butuh istirahat. Aku akan kembali ke kamarku. Terima kasih atas hadiahnya. Aku sangat menyukainya. Selamat malam, Jenderal," ucap Sandra seraya membawa gaun satu set tersebut di sebuah koper berwarna putih seperti koper.
Matteo mengangguk lalu memejamkan mata terlihat lelah. Sandra tersenyum manis dan segera keluar dari kamar Jenderal. Sandra kembali ke kamarnya dan segera membuka koper lipat tersebut.
Gaun satu set Sandra yang tergantung pada sebuah besi berhanger kembali berdiri tegak seperti dipajang saat koper itu di buka.
"Indah sekali," ucapanya seraya menyentuh gaun putih yang terlihat berkilau itu dengan senyuman. Sandra bergegas tidur karena esok, hari yang melelahkan.
Matahari menunjukkan kekuasaannya dengan sinar terang menembus kabut udara dingin di akhir tahun bulan Desember. Sandra bersiap untuk acara malam nanti.
Sandra segera mengenakan gaun pemberian Matteo untuk hari kemenangannya. Sandra juga memoles wajah dengan make up minimalis yang membuatnya terlihat segar dan menawan menghadiri acara jamuan di Colosseum.
Saat wanita cantik itu keluar kamar, dan betapa terkejutnya, Tony telah menunggu dengan setelan ekslusif berwarna biru tua yang membuatnya terlihat tampan.
"Oh, wow. Kau berdandan," puji Sandra seraya melangkah mendekat.
"Yah, untuk menghormati acara spesial untukmu," jawab Tony seraya memberikan lengannya pada wanita yang disukainya.
Sandra menyambut ajakan itu dan berjalan berdampingan dengan Tony menuju ke Colosseum yang berada di Distrik 3 dengan mobil otomatisnya. Keduanya terlihat begitu serasi dan mendapat pujian karena penampilan yang mengesankan.
Malam itu, Colosseum dipenuhi oleh para warga Great Ruler dari golongan M dan Z. Mereka duduk di bangku dari bantalan empuk berwarna merah maroon serta dekorasi tambahan yang membuat arena pertandingan seperti stadion itu terlihat memukau.
"Indah sekali. Ini pertama kalinya aku duduk di sini," ucap Sandra gugup melihat sekitar.
"Ah, aku ingat. Kau selama ini hanya melihat dari televisi bukan? Seperti kejadian terakhir saat mutan melawan B-One di arena?" tanya Tony, dan Sandra mengangguk.
Sandra dinobatkan menjadi warga Great Ruler level M karena ia menjadi salah satu User yang nantinya akan dilatih secara khusus.
Pangkatnya akan sejajar dengan Akira dan Ego menjadi seorang Komandan dalam tingkatan Perwira Level 1 di Great Ruler.
Sandra nantinya juga bisa memiiki pasukan, tapi belum bisa menjadi pemimpin dalam sebuah misi karena hal itu hanya bisa dilakukan oleh Kapten yang masuk dalam golongan 2 seperti Tony dan mendiang Rey meski masuk dalam jajaran Perwira.
Sandra merasa bangga dengan dirinya karena mimpinya untuk menjadi salah satu pasukan militer Great Ruler tercapai.
"Hei, kau tak apa? Apa kau gugup?" tanya Tony tiba-tiba yang membuat Sandra menaikkan pandangan yang sedari tadi tertunduk karena memikirkan masa lalunya.
"Ya, begitulah. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku ikuti saja ritmenya. Semoga aku tak memalukan," jawab Sandra sampai menggembungkan kedua pipinya seperti kodok. Tony terkekeh.
"Apa kau sudah siapkan pidato keberhasilanmu?"
Praktis, mata Sandra melebar. Ia sungguh tak tahu jika harus memberikan sambutan.
"Maksudmu ... aku bicara di podium? Membuat semacam ... mm, ucapan heroik begitu?" tanyanya gugup terlihat tegang. Tony mengangguk.
Sandra pucat seketika. Ia terlihat tertekan dan bingung dalam merangkai kata untuk pidatonya nanti.
Dan akhirnya, acara perhelatan super megah itu dimulai. Semua orang bersorak-sorai baik di rumah atau di Colosseum.
Hari ini, mereka merayakan atas keberhasilan Sandra yang telah berhasil menjalani pelatihan kilat dan akan menjadi User relawan untuk robot generasi baru, level A.
"Selamat malam dan semoga kejayaan senantiasa menyelimuti Great Ruler," ucap Lala memulai pembukaan dengan rentangan tangan ke atas.
Semua penduduk Great Ruler mengikuti gerakan Wakil Presiden layaknya sebuah puji syukur atas keberkahan yang diberikan oleh Tuhan pada mereka selama ini.
"Hari ini, tepat menjelang penutupan tahun, segala usaha untuk mewujudkan mimpi, telah berhasil digapai oleh salah satu kandidat User non-akademik demi menjadi User robot di Great Ruler generasi terbaru. Hal ini, diberengi dengan pencetusan sebuah ide jenius dari Presiden kita, Roman Rodega dan Jenderal muda kita, Matteo Corza. Berkat kolaborasi sempurna mereka, terwujudlah, inovasi terbaru dari kecanggihan teknologi yang digabungkan dengan kemampuan manusia. Dengan bangga, Departemen Pertahanan Militer dan Senjata Great Ruler mempersembahkan, generasi terbaru dari sebuah robot. Sambutlah, Robot Level A!"
"Wohooo!" sorak semua orang saat robot tersebut muncul di dalam sebuah tabung kaca terlihat ringan, modern, dan bertubuh ramping.
Tabung itu melayang di tengah-tengah arena agar semua orang di Colosseum bisa melihatnya secara langsung. Sandra semakin gugup dan berkeringat dingin karena panik.
__ADS_1
"Mungkin kalian bisa menebak, kenapa robot generasi baru ini terlihat berbeda dari robot-robot kita sebelumnya dan terkesan 'feminim'," ucap Lala dengan senyum penuh maksud dan penekanan pada kalimat kutip.
Orang-orang di Colosseum mulai berbisik. Sandra semakin gugup hingga kaki kanannya mengetuk lantai. Tony menahan senyum karena Sandra pucat pasi.
"Apa kalian tahu? Siapa yang akan mengoperasikan robot level A ini nanti?" tanya Lala lagi yang membuat beberapa orang yang belum mengetahuinya mulai berbisik.
Tak lama, muncul sebuah tayangan saat Sandra melakukan pelatihan keras selama di Gedung Eco-Green mulai dari perekrutan. Sandra terpaku dengan tayangan yang tak pernah disangkanya akan direkam dan ditunjukkan ke seluruh penduduk di Great Ruler.
Otka, Roves, Eliz, Yaz bahkan kawan-kawan Sandra saat di Pertambangan Batu Bara, ikut dibuat kagum karena mereka tak menyangka jika pelatihan tersebut sangat sulit bahkan Sandra sampai terluka karenanya.
Terlihat jelas wajah-wajah para mentor yang terus memberikan semangat dalam bentuk teriakan lantang seperti Ego, Akira, Tony, Matteo, Roman, bahkan Lala ikut muncul di sana meski hanya dalam bentuk cuplikan.
Erangan kesakitan Sandra, tekanan berat yang diterimanya hingga tubuhnya lebam, membuat semua orang seakan ikut merasakan kesulitan yang harus Sandra hadapi untuk menjadi seorang User wanita. Perlahan, air mata haru menggenang di wajah para penonton.
"Kau beruntung karena gagal di awal, Otka. Lihatlah perjuangan Sandra. Kebulatan tekatnya tak perlu diragukan lagi. Jiwa kesatriaku ikut bangkit melihat ketangguhannya hingga ia berhasil sampai akhir. Aku sungguh kagum padanya," ucap Roves mantap.
Otka mengangguk membenarkan. Ia bersyukur karena Tuhan menunjukkan jalan lain untuknya, meski ia sedih karena sempat berpikir jika keluarganya akan terusir.
"Dia sungguh keren," ucap Yaz dengan senyum terkembang, dan orang-orang yang berada di ruangan itu tersenyum lebar.
"Hiks, dia ... sudah berubah. Dia begitu kuat. Oh, Sandra," ucap Eliz menangis.
Otka memeluk Bosnya dari samping seraya memberikan tisu. Eliz tak bisa menghentikan air mata kebahagiaannya karena kawan semasa kecilnya berhasil mencapai mimpinya.
"Baiklah. Langsung saja. Kepada Otka Oskova, kami persilakan," ucap Lala yang membuat beberapa mata melebar seketika.
"Otka Oskova? Seingatku namanya Sandra Salvarian," ucap salah satu kawan pertambangan Sandra bernama Nega.
Ternyata, empat kawan Sandra lainnya ikut merasa aneh dengan nama yang disebutkan oleh Wakil Presiden mereka.
Sandra berdiri dengan gugup terlihat kaku. Semua orang bertepuk tangan untuknya. Sandra tetap diminta berdiri di tempatnya di mana sebuah drone televisi merekam pidatonya malam itu.
"Mm ... aku gugup dan tak tahu harus mengatakan apa," jawabnya lugu. Praktis semua orang tertawa.
Eliz yang tadinya menangis malah terkekeh melihat tingkah konyol kawannya. Namun, semua penonton tahu jika wanita berambut pirang dengan potongan seperti pria itu sungguh polos.
"Katakan saja tentang pengalamanmu selama pelatihan dan mimpimu, Otka," sahut Lala dari mimbar tempatnya berdiri dan Sandra mengangguk.
"Well, oke. Mm, aku ... aku tak pernah menyangka jika akan lolos. Aku selalu meyakinkan diriku agar tak menyerah dan terus berjuang apapun hasilnya. Dan, melihat tayangan barusan, sepertinya aku berhasil," ucapnya tersenyum dan diangguki oleh semua orang dengan senyum yang sama.
"Aku tak menyangka jika latihanku akan sekeras itu. Dari rekaman, aku bisa melihat jasa orang-orang yang berusaha keras agar aku berhasil. Semoga ... aku tak mengecewakan kalian saat menjadi User kelak," ucapnya seraya menoleh ke arah Tony, Akira, dan Ego yang duduk satu baris dengannya. Tiga pria itu menunjukkan jempolnya. Semua orang ikut tersenyum.
"Bahkan saat ujian terakhir, aku sungguh tak menyangka jika Presiden Roman dan Wakil Presiden Lala akan ikut andil secara langsung untuk mengetesku. Jujur, aku takut setengah mati jika melukai mereka dan aku dibuang dari Great Ruler," ucapnya takut.
Kembali, semua orang tertawa terbahak bahkan Lala sampai memalingkan wajah sembari menutup mulutnya menahan tawa. Roman geleng-geleng kepala.
"Bisa kau bayangkan. Kau memukul, menendang, dan membanting dua orang paling dihormati di Great Ruler? Aku sudah berpikir jika ... hari itu, adalah hari terakhirku menginjakkan kaki di Great Ruler. Namun ternyata, aku salah. Mereka sangat bijak dan mendukungku lebih dari 1000%. Aku ... ucapkan banyak terima kasih," ucapnya seraya membungkuk sebagai penghormatan. Orang-orang bertepuk tangan karena pidato Sandra yang membuat hati hangat.
"Oh, dan satu lagi. Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Jenderal Matteo Corza atas bimbingannya, dan semoga ... Anda segera pulih. Pertarungan pedang kita belum selesai," ucapnya berwajah serius seketika menunjuk kamera.
Praktis, semua orang kembali tertawa, tapi tidak dengan Tony yang langsung memalingkan wajah tanpa senyuman terlihat di sana. Sandra kembali duduk dan melambaikan tangan dengan senyum manisnya.
Matteo terlihat gembira. Ia melompat-lompat di atas kasur kamar tidurnya seperti anak kecil dengan tiga robot mendampinginya yakni Spectra, Roboto dan Purple.
"Haha! Dia memujiku! Kalian dengar itu! Ia memujiku!" ucapnya riang.
Tiga robot itu tak berkomentar dan diam saja melihat Tuan mereka melampiaskan kegembiraannya.
***
__ADS_1
Tengkiyuw tipsnya💋 Lele padamu❤ 2000 kata lebih cuy jarinya gak bisa direm😆 smg gak ada typo nyambi antri ATM🤭