
Setelah beristirahat, Sandra merasa lebih baik. Ia pulang ke rumahnya bersama dengan Otka.
Terlihat, Otka gugup saat melakukan identifikasi barcode dengan cetakan baru di tangannya, tapi sejauh ini sukses, bahkan ketika masuk ke rumah Sandra.
"Welcome home, Sandra," sapa Rey—asisten ruangan.
"Hallo, Rey," balas Sandra seraya meletakkan tasnya di atas sofa.
Otka terlihat kagum karena rumah Sandra lebih luas, modern, dan indah dari huniannya. Sandra menatap Otka lekat dengan senyum tipis.
"Semua hunian di Distrik 7 memiliki asisten ruangan, begitupula denganmu. Di rumahku, kuberi nama, Rey," ucap Sandra menjelaskan.
"Ya. Aku ingat Rey, mendiang suamimu," jawab Otka membalas senyumannya, Sandra mengangguk.
"Rey akan membantumu dengan banyak hal. Dia sudah aku lengkapi dengan berbagai macam tambahan data sehingga kau tak akan kesulitan untuk menghubungi seseorang, suatu kantor di sebuah Distrik, bahkan supermarket untuk mengantarkan persediaanmu," jawab Sandra menambahkan. Otka mengangguk. "Hanya saja, masalah utamanya adalah, Eliz. Kawanku yang akan mempekerjakanmu di restorannya nanti. Jadi, dengar dan lakukan apa yang akan aku instruksikan. Aku yakin, jika Eliz dan Akira akan mengerti, meski aku tak yakin dengan Tony, tapi ... jika aku berhasil menjadi User, Tony pasti akan paham dengan alasanku," ucapnya terlihat sedih.
"Sandra," lirih Otka terlihat merasa bersalah.
"Jangan merasa berhutang budi dan bersalah. Tujuanmu menjadi User untuk menolong keluargamu. Sedang tujuanku, ingin balas dendam. Tujuan kita berbeda, Otka. Kehadiranmu di kehidupanku, membuka sudut pandangku yang sempit. Aku tak menyangka jika di dalam Great Ruler masih bisa menemukan orang berhati mulia sepertimu. Hal itulah yang membuatku, merasa malu pada diriku sendiri," ucapnya seraya memegang tangan Otka erat. Otka terdiam dengan mata berkaca. "Selama ini, dendam menyelimutiku. Aku kini memiliki cara lain agar Matteo bisa mendapatkan hukuman atas kelalaiannya. Doakan aku," sambung Sandra penuh harap.
Otka memeluk Sandra erat. Wanita itu menangis karena ia sungguh takut jika wanita sebaik Sandra akan gagal dan harus terusir dari Great Ruler.
Sandra akhirnya mengajarkan kepada Otka tentang fungsi-fungsi dari peralatan di rumahnya. Otka mendengarkan dengan serius.
Bahkan, pergantian suara dan sidik jari pun dilakukan. Sandra benar-benar menyerahkan rumahnya pada wanita itu.
Malam itu, Sandra tertidur pulas, tapi tidak dengan Otka. Wanita gemuk itu memandangi pertambangan batu mulia di hadapannya dengan dua tangan saling menggenggam di depan dada.
"Tuhan, tolong mudahkan jalan Sandra untuk menjadi User. Aku akan sangat menyesal dan merasa bersalah jika dia sampai gagal. Bantu dia, please," doa Otka dengan tulus dan mata terpejam.
Selama seminggu penuh, Sandra tinggal bersama Roves dan Yaz menjadi anggota keluarga mereka. Dua orang itu terharu akan kebaikan Sandra yang tak mereka sangka.
Roves membalas budinya dengan menemani Sandra berlatih meski beberapa peralatan dari Tony sudah tak ada karena ia berikan kepada Vemo.
"Ayo, Sandra! Kau bisa! Bertahan 5 menit lagi!" ucap Roves lantang, meski suaranya serak karena sakit yang dideritanya. Roves duduk di pinggir kolam dengan timer pada jam tangannya.
Sandra menyelam di dalam kolam renang penghuni Apartemen tempat tinggal Roves menggunakan cara kuno untuk berlatih.
Sandra mengikat pergelangan kakinya dengan sebuah tali melilit batu besar di hari yang masih gelap pukul 3 dini hari.
Yaz melihat dari jendela kamarnya jika Sandra bersungguh-sungguh dengan latihan fisiknya. Yaz membantu dengan membuat jadwal latihan pada papan transparan yang seharusnya berisi kegiatan sekolahnya demi kesuksesan Sandra.
Di kolam renang.
"Hah, uhuk!" engah Sandra saat kepalanya keluar dari permukaan air setelah ia memotong tali dengan belati yang ia genggam.
__ADS_1
"Good. Semakin bagus. Jika kau terus berlatih, kau bisa tahan di dalam air selama 10 menit. Itu adalah standar minimun menjadi User, Sandra," ucap Roves mantap.
"Lagi. Aku harus bisa lebih dari 10 menit. Aku tak mau di garis standar. Aku harus di atas rata-rata," ucapnya dengan sorot mata tajam penuh keyakinan.
Senyum Roves terkembang. Ia mengangguk mantap dan kembali melakukan perhitungan waktu.
Sandra kembali menyelam, tapi kali ini ia memegang kedua tali yang masih terikat dengan batu besar di dasar kolam menggunakan kedua tangannya.
Sandra memejamkan mata mencoba untuk menenangkan hatinya agar tak panik selama di dalam air. Ia mengapung meski kakinya hampir menyentuh lantai.
Sandra yang mulai bisa menenangkan pikirannya, malah membawa kenangan lama yang hampir terlupa.
Sandra melihat dirinya saat masih kecil dulu bermain di sebuah savana menunggu kereta lintas Distrik yang ditumpangi oleh para Petinggi Great Ruler melintas di atas langit.
'Distrik 9,' ucapnya dalam hati mengingat tempat itu.
Ia melihat seorang anak seumurannya berdiri di balik celah gerbang yang terbuka bagai fatamorgana ketika kereta itu akan melintas. Sandra dan anak lelaki itu saling melihat di kejauhan tanpa bicara.
Ternyata, Sandra dan anak lelaki itu terus bertemu di balik dinding pembatas transparan, di mana keduanya tak bisa melintas, tapi bisa saling bicara dan mendengar.
"Siapa namamu?"
"Otka. Kau?"
Sandra mengangguk berjanji. Mereka melakukan janji kelingking di balik gerbang tembus pandang itu.
Namun, ketika Sandra kembali setiap satu minggu sekali saat akhir pekan, anak lelaki itu tak pernah muncul lagi hingga berbulan-bulan lamanya.
Perlahan, Sandra melupakan tempat itu. Ia kecewa dan akhirnya tak pernah kembali ke tempat itu lagi.
"Sandra! Sandra!"
Seketika, mata Sandra melebar. Ia mulai merasakan sesak di paru-parunya karena kekurangan oksigen. Sandra melepaskan genggaman tali yang ia lilit di tangannya dan segera berenang ke atas.
"Hah ... uhuk!"
Roves langsung menarik Sandra dan membawanya naik ke pinggir kolam. Roves cemas saat Sandra memiringkan tubuhnya yang basah kuyup.
"Kau tak apa? Aku kira kau pingsan. Kau hebat! 15 menit menyelam tanpa alat bantu! Kau seperti manusia ikan, Sandra. Aku kagum padamu," ucap Roves memuji, dan praktis mata Sandra melebar karena kaget.
"15 menit? Sungguh?" tanyanya tak percaya. Roves menunjukkan penunjuk waktu di layar jam tangannya.
Sandra terlihat begitu senang. Ia memeluk Roves erat, tapi pria itu langsung mendorongnya karena ikut basah kuyup. Sandra meringis tak enak hati.
__ADS_1
"Ayo pulang. Sudah cukup latihan hari ini. Aku juga mengantuk," pintanya terlihat letih.
"Maaf jika merepotkanmu, Roves," ucap Sandra merasa bersalah, tapi Roves hanya tersenyum.
"Jika tak enak hati, kau harus berjanji lolos tes dan menjadi User robot level B," jawabnya seraya berdiri dengan tergopoh.
Sandra tersenyum dan mengangguk mantap. Keduanya berjalan kembali ke lantai rumah Roves berada.
Sesampainya di rumah, Sandra terkejut saat mendapati Yaz ternyata bangun dari tidurnya sembari memegang pulpen elektrik.
"Aku sudah membuat jadwal untukmu, Kak. Lihat!" ucapnya mantap seraya menunjuk papan digital yang telah berisi misi buatannya. Kening Sandra dan Roves berkerut. "Jika kau berhasil dalam latihan, cukup berikan tanda check list. Yang belum lulus, komputer akan selalu memberikanmu peringatan agar terus berlatih sampai kau berhasil," ucapnya menjelaskan.
"Ah. Sandra berhasil menyelam dengan waktu 15 menit," ucap Roves seraya mengambil pulpen elektrik itu dan melakukan check list pada 'Latihan Menyelam'.
"Oh, sungguh? Hebat! Aku sangat yakin kau akan berhasil. Semangat, Kak! Kami akan selalu mendukungmu!" ucap Yaz dengan mata berbinar.
Senyum Sandra merekah, ia merasa berterima kasih. Suasana yang Sandra rindukan layaknya keluarga ia rasakan bersama Roves dan Yaz selama seminggu penuh sebelum tes User diadakan.
Hingga akhirnya, hari yang mendebarkan itu tiba. Roves dan Yaz terlihat tegang saat Sandra pamit untuk mengikuti ujian dengan identitas Otka dalam barcode-nya.
Sandra sudah mempelajari kehidupan dan masa lalu Otka atas bantuan Roves dan Yaz yang menceritakan kisah Otka sejak lahir hingga sekarang.
"Semoga berhasil, Sandra. Doa kami selalu menyertaimu," ucap Roves bangga dan Sandra mengangguk berterima kasih.
Sandra meninggalkan Distrik 7 menuju ke Distrik 9 di mana tes dilakukan. Sandra mengenakan pakaian serba hijau seperti instruksi dari syarat pendaftaran.
Ia merasa seperti manusia tumbuhan berjalan, dan sedikit geli dengan dirinya yang tampak lucu seperti lumut.
Sandra terlihat gugup ketika keluar dari Stasiun dan berjalan bersama kumpulan orang-orang yang beberapa dari mereka mengenakan warna pakaian serupa menuju sebuah gerbang.
Sandra terlihat kagum karena pertama kalinya datang ke kawasan tersebut di mana tak semua penduduk Great Ruler bisa masuk ke dalam karena merupakan salah satu fasilitas pelatihan militer.
Bentuk bangunan seperti biji tanaman padi yang masih terbungkus oleh kulit hijau mentah, melayang di atas permukaan air. Beberapa gedung berbentuk oval itu menyatu dengan sebuah bangunan sebagai landasannya.
Sandra masih tak tahu fungsi dari bentuk unik gedung tersebut serta bangunan berbentuk lingkaran yang mengapung di atas permukaan air, tapi ia akan mencari tahu ketika sudah berada di dalam.
Semangat Sandra membumbung tinggi dan semakin tak sabar untuk segera masuk ke dalam.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE (archdaily.com) and FREE IMAGES
__ADS_1
lele terharu krn ada yg ngetips utk novel SIMULATION. makasih ya Carmen❤️