
Hari berikutnya, pesta pernikahan dilangsungkan di Distrik 3 dengan nuansa peach karena banyaknya bangunan dengan warna tersebut. Pernikahan diselenggarakan di Ballroom Colosseum.
Bangunan berbentuk elips yang memiliki banyak kenangan di seluruh hati penduduk Great Ruler, membuat tempat itu menjadi pilihan tepat untuk mengumpulkan para warga di Distrik tersebut dalam pesta mewah bak negeri dongeng.
Para tamu undangan dibuat terpesona dengan keindahan dekorasi yang ditampilkan karena tak pernah melihat gaya pernikahan model kuno, tapi pelayan dan sajian yang dihidangkan berkesan modern.
Semua orang menikmati sajian lezat dan keramahan dari pasangan pengantin saat mereka berkeliling seraya berdansa. Matteo dan Sandra sudah tak terlihat canggung lagi malah semakin intim.
Para tamu yang masih membujang terlihat iri karena keharmonisan pasangan pengantin. Matteo dan Sandra saling menunjukkan perhatian meski hanya hal sepele. Siapa sangka, gerak-gerik mereka diperhatikan oleh banyak tamu undangan.
Seperti ketika Matteo membantu merapikan tatanan rambut Sandra termasuk mengangkat gaunnya.
Padahal Spectra, Roboto dan Purple selalu mengikuti mereka, tapi sang Jenderal seperti ingin melakukannya sendiri.
Sandra terharu dengan perhatian sang suami yang menyempatkan untuk mengurusnya meski terlihat lelah dan tetap sibuk menyambut para tamu.
Meskipun sudah tiga hari pesta dilaksanakan, tapi pasangan pengantin terlihat masih mampu untuk meneruskan sampai hari terakhir di Great Mazepita nanti.
Hari berikutnya, Distrik 4.
Pesta pernikahan di Distrik 4 dilaksanakan di Ballroom perpustakaan. Sandra memilih tempat ini sebagai pengingat saat ia pertama kali berkenalan dengan Otka Oskova hingga banyak kejadian berlangsung usai pertemuan itu.
Dekorasi didominasi warna biru dan putih yang membuat pernikahan pada hari itu berkesan mewah. Sandra teringat saat berkunjung ke rumah orang tua Zua ketika musim salju.
Sandra ingin orang-orang bisa merasakan kehangatan seperti saat ia berada di sana dalam suasana berkumpul di Ballroom meskipun cuaca dingin mengusik.
"Jangan pernah merasa sendiri. Great Ruler adalah rumah kalian, dan penduduknya adalah keluarga kalian. Kita saling bersapa meski tak mengenal dekat. Namun, hal itu tak menjadikan kita seperti orang asing. Ada pepatah yang pernah kubaca pada sebuah buku ketika di perpustakaan. 'Tak kenal, maka tak sayang'. Aku rasa, itu ada benarnya. Jangan menutup diri. Kita adalah bangsa yang cerdas, beragam budaya dan ras, serta pastinya, kita kuat jika terus bersama," ucap Sandra berdiri di atas mimbar memberikan pidatonya dengan gaun pernikahan berwarna biru yang senada dengan dekorasi pernikahannya.
Semua orang terhanyut dengan kata-kata indah dari User wanita pertama robot level A di hadapan mereka.
"Terima kasih atas kedatangan kalian dan mau mendengarkan kisahku yang singkat saat di Distrik ini. Sekali lagi, terima kasih dan semoga kedamaian selalu menyertai kita," ucap Sandra dengan senyuman saat menutup pidatonya.
Semua tamu undangan bertepuk tangan dengan senyum terkembang. Mereka terlihat senang karena disambut dengan baik bahkan makanan yang disajikan terasa lezat.
Sajian kue kering Natal seperti yang Sandra bawa pulang dari puteri Zua juga dihidangkan sebagai pengingat momen indah ketika ia berkunjung ke sana.
Tentu saja, puteri Zua terlihat begitu senang karena Sandra mengingat momen itu meski pada akhirnya, kue tersebut ludes tak bersisa dimakan oleh sang Jenderal.
"Kuemu sungguh lezat. Dengan segala kerakusanku kala itu, Matteo Corza meminta maaf. Apakah, Nona Zia Zelova memaafkanku?" tanya Matteo memelas seraya membungkuk di depan gadis berkulit hitam puteri Zua.
Semua tamu yang melihat tingkah sang Jenderal menahan senyum. Zia terlihat kesal, tapi pada akhirnya tersenyum lebar dan memaafkan calon Presiden Great Ruler tersebut.
"Sebagai permohonan maaf, maukah Nona Zia berdansa denganku?" tanya Matteo dan Zia mengangguk.
Semua orang bertepuk tangan saat Zia menari dengan riang bersama Matteo Corza. Zia berputar-putar dengan gaun cantik berwarna biru di altar dansa.
Sandra ikut bertepuk tangan dan berdiri di samping meja keluarga Zua yang datang ke pesta pada hari itu.
"Selamat, Sandra. Kau wanita yang beruntung. Semoga pernikahanmu selalu diwarnai kebahagiaan hingga akhir hayat," ucap Ibu Zua mendoakan.
__ADS_1
"Terima kasih," jawab Sandra dengan senyuman seraya menggenggam tangan tua wanita itu.
Para tamu yang mendengarkan kisah Sandra terharu termasuk keluarga dari kawan-kawan batu baranya yang diundang bersama seluruh sanak saudara.
Sandra mengobrol seru bersama kawan-kawan semasa bekerja di tambang batu bara. Matteo terlihat sibuk berbincang dengan para pejabat di Distrik 4 untuk kemajuan negerinya.
Distrik 5, Gerbang Kermogal.
Meskipun tempat yang dipilih memiliki kisah angker bagi para penduduk, tapi Sandra sengaja memilihnya agar para warga tak takut lagi. Kini, dalam gerbang memiliki sisi manusiawi tak lagi menyeramkan.
Bahkan, sebuah Ballroom juga tersedia dan nantinya akan digunakan sebagai ajang kreativitas dari bidang sains-biologi bagi para ilmuwan cendikia Great Ruler untuk memamerkan temuannya.
Warna jingga dipilih oleh Sandra dengan bunga-bunga indah sebagai dekorasi pesta pernikahannya hari itu. Gaun yang dikenakannya pun begitu meriah seperti kelopak bunga yang sedang mekar.
Para penduduk Distrik dibuat terpesona dengan kemeriahan dan kemegahan dari pesta pernikahan hari itu seperti yang terjadi di distrik-distrik sebelumnya.
Para warga di berbagai distrik awalnya mengira akan terjadi kesenjangan dalam pesta pernikahan, tapi ternyata Sandra dan Matteo sungguh adil dalam memanjakan para tamunya.
Sajian yang dihidangkan hampir serupa agar semua warga di seluruh Distrik bisa menikmati menu-menu dari Distrik lainnya. Hanya warna pada dekorasi dan tata letak sebagai pembedanya.
Para tamu undangan yang hadir dipuaskan oleh penyelenggara pesta sebagai ucapan terima kasih atas cinta kasih mereka di masa-masa sulit bersama.
Hari keenam, Distrik 7.
Tak diselenggarakan pesta pernikahan di Distrik 6. Distrik tersebut tak difasilitasi sebagai tempat hunian karena difokuskan sebagai tempat kerja. Para penduduknya bermukim di Distrik 5.
Distrik 7 memberikan kenangan tersendiri untuk Sandra Salvarian. Tempatnya tumbuh bersama Eliz dan Tony, serta bertemu cinta pertamanya-Rey serta meniti hidup di sana.
Hari itu, para penduduk yang tinggal di Distrik 7 begitu antusias mendatangi Ballroom untuk merasakan pesta pernikahan salah satu warganya.
Sandra disambut baik di mana sebelumnya ia tak dikenal dan sempat terlupakan karena mengurung diri dari kehidupan sosial.
Kini, Sandra telah membuka diri dengan menyambut jabat tangan dan pelukan orang-orang yang datang padanya.
Dekorasi dan gaun pengantin dengan warna emas membuat pesta pernikahan hari itu terlihat mewah dan gemerlap. Sandra sengaja memilih warna tersebut dengan memiliki tujuan.
"Aku tak ingin terperangkap dalam masa lalu yang diliputi dendam, kebencian, amarah dan kesendirian. Hal itu membuatku menjadi pribadi yang buruk. Namun, kepedihan membuat kita kuat hingga aku bisa menjadi seperti sekarang," ucapnya memberikan pidato dengan gaun berkilau memanjakan mata.
"Warna emas, sebagai sebuah simbol bagiku untuk menyongsong masa depan. Aku ingin bercahaya dan abadi seperti emas yang sinarnya tak pernah memudar. Aku ingin agar perjuanganku dikenang. Aku ingin perjuanganku untuk Great Ruler dan Great Mazepita di masa mendatang mengukir sejarah. Dan semua itu hanya bisa terwujud dengan dukungan dari kalian semua," sambungnya dengan rentangan tangan.
Para tamu undangan bertepuk tangan dan terlihat siap untuk mendukung kepemimpinan calon Wakil Presiden mereka.
"Semoga ... masa depan kita semua gemilang layaknya emas dan semangat kita tak akan berkarat layaknya besi yang terkikis. Hidup Great Ruler!" serunya lantang dengan kepalan tangan kanan terangkat ke atas.
"Hidup Great Ruler!" seru warga lainnya.
"Hidup Great Mazepita!"
"Hidup Great Mazepita! Yeah!"
Tepuk tangan meriah begitu riuh terdengar. Para tamu berdiri tampak bangga dengan wanita tangguh yang kini membungkukkan badan sebagai tanda terima kasih dan penghormatan.
__ADS_1
Matteo memberikan tangan kanannya untuk membantu kekasih hatinya turun dari panggung.
"Wah. Kau sangat cocok sebagai politikus, Sayang. Aku harus berhati-hati. Kau bisa mengerahkan seluruh warga untuk mengusirku dari Great Ruler jika membuat kesalahan," ucap Matteo bergidik ngeri membayangkan. Sandra terkekeh mendengar ucapan suaminya.
Tony memandangi Sandra dan Matteo yang berdansa layaknya seorang Raja dan Ratu dengan harmoni.
Tony memilih untuk menikmati jamuan karena ia sudah berjanji dengan hatinya jika masa depannya adalah bersama Sora.
Eliz terlihat iri karena Sandra begitu menawan. Akira menggaruk kepalanya saat ia tahu harga dari gaun pengantin pemberian Matteo tersebut.
"Aku tak berjanji, tapi aku akan mengusahakannya, Sayang," ucap Akira terlihat tertekan.
"Eliz, bisa ikut denganku?" pinta Sandra mendatangi sahabatnya yang cemberut karena Akira tak bisa mewujudkan keinginannya.
"Ke mana?" tanya Eliz yang diikuti Akira menemani calon isterinya.
Sandra hanya tersenyum dan terus berjalan seraya mengangkat gaun indahnya bersama Matteo berjalan di sampingnya.
PIP!
"Oh!" pekik Eliz langsung membungkam mulutnya.
Akira berkerut kening melihat sebuah gaun berwarna emas terpasang pada sebuah patung tampak berkilau.
"Hadiah untuk pernikahanmu. Maaf, jika tak sesuai keinginan, tapi Matteo bersikeras jika ini sudah paling bagus dari semua koleksi yang ada di toko," ucap Sandra meringis seraya menunjukkan koleksi gaun lain yang tersedia di ruang tersebut.
Namun, Eliz malah menangis. Sandra, Matteo dan Akira bingung melihat respon wanita berambut cokelat itu.
"Kau tak menyukainya?" tanya Sandra sedikit kecewa.
"Kau gila? Ini bagus sekali. Persis seperti yang kuinginkan," ucapnya dengan air mata terus menetes.
Matteo bernapas lega. Sandra mendatangi sahabat karibnya dan memeluknya erat. Akira tampak sungkan saat menjabat tangan sang Jenderal seraya mengucapkan terima kasih.
"Tak ada potongan gaji dan semacamnya 'kan, Jenderal?" tanya Akira cemas.
Matteo terkekeh dan menggeleng. Pria bermanik biru itu menepuk pundak Akira seraya memberikan selamat.
Sandra meninggalkan Akira dan Eliz karena mereka diminta untuk mencoba pakaian pernikahan. Sandra dan Matteo harus kembali ke Ballroom untuk menyambut para tamu undangan.
"Terima kasih, Sandra!" seru Eliz seraya menghapus air matanya.
Sandra tersenyum dengan anggukan. Sandra merangkul lengan Matteo dan pergi berdampingan kembali ke pesta.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Makasih mbak Aju tips koinnya. Duh pengen crazy up sumpah doain lele selalu sehat dan ada waktu untuk update terjadwal. Amin
__ADS_1