SIMULATION

SIMULATION
PARTY*


__ADS_3

Sambutan Sandra ternyata mengena di hati para penonton malam itu. Tepuk tangan meriah begitu riuh terdengar. Tiba-tiba, langit Colosseum ditutup karena salju mulai turun.


Kepala para tamu yang memenuhi ruangan spontan mendongak. Lampu menerangi arena tersebut berikut udara hangat dari pemanas ruangan yang terpasang di tiap sudut layaknya AC.


Tabung berisi robot level A kembali masuk ke dalam pintu. Lala kembali menenangkan para penonton di Colosseum yang tak henti-hentinya bersorak menyuarakan rasa bangga mereka akan User baru mereka, terlebih seorang wanita.


"Terima kasih atas dukungan kalian. Dan malam ini, kita semua akan merayakan malam pergantian tahun. Kita akan mengenang masa lalu sebagai pengingat bagaimana para manusia puluhan tahun yang lalu memiliki kreasi yang unik dalam menyajikan hidangan. Dan, berkat Departemen Seni dan Budaya Kreatif Great Ruler yang bekerja keras selama 3 bulan penuh untuk memeriahkan acara tutup tahun kita malam ini, kami persilakan untuk menikmati hidangan dari Departemen Nutrisi Great Ruler. Bagi yang di rumah, silakan lihat keluar jendela," ucap Lala dengan senyum terkembang.


Praktis, para penduduk yang menyaksikan tayangan di rumah langsung bergegas menuju ke jendela masing-masing.


Betapa terkejutnya, saat puluhan truk makanan yang masih menggunakan roda menyentuh jalanan dihiasi dengan lampu berwarna-warni. Kendaraan-kendaraan itu berada di pinggir trotoar di dampingi robot pelayan.



"Silakan dinikmati. Semuanya gratis dan selamat tahun baru," ucap Lala yang membuat semua warga bersorak senang.


Tentu saja, para warga berbondong-bondong berkumpul di jalanan. Truk-truk makanan menyajikan menu-menu yang dulu dinikmati oleh para manusia seabad yang lalu.


Penduduk dari segala umur terlihat antusias dan mengantri dengan sabar di mana para pelayan manusia ikut membantu dan berpakaian layaknya koki.



Selama dua hari, segala jenis kegiatan bisnis di non-aktifkan untuk menyambut tahun baru. Kendaraan pribadi tak boleh melintas. Warga hanya diperkenankan untuk menaiki kereta cepat dengan tujuan untuk berkunjung ke rumah kerabat yang berada di Distrik lain.


Hal inilah, yang membuat solidaritas antar warga begitu erat, meski beberapa orang tak merasakan demikian terlebih jika mereka hidup sendiri tak memiliki keluarga.


Di Colosseum, hal serupa juga terjadi. Meskipun yang memadati kawasan tersebut adalah orang-orang dari golongan M dan Z, tapi makanan yang disajikan sama. Sandra terlihat bersemangat untuk mencicipi makanan-makanan tersebut.



Sandra didampingi Tony, Akira, dan Ego mendekati sebuah truk makanan yang belum ramai diserbu pengunjung.


Tak lama, Sora ikut merapat diikuti oleh para operator yang mengawasi simulasi ujian Sandra selama beberapa hari.

__ADS_1


"Hei kalian, mengantrilah," tegas Tony garang dan semua orang melakukan hormat dengan senyuman.


Sandra berdiri di barisan paling depan untuk memesan sebuah menu dari daftar yang dibuat dari sebuah papan kayu berwarna hitam dan tulisan dengan sebuah kapur tulis berwarna-warni.


Sandra malah kagum karena truk penyaji makanan itu terlihat unik untuknya dan hanya pernah dilihatnya saat di Museum ketika ia bersekolah dulu.


"Hei! Kami lapar, cepatlah!" seru Sora menggerutu yang berdiri di belakang Tony.


"Nona Sora yang cantik, bersabarlah. Wanita di depanmu itu sedang terheran-heran dengan benda di depannya. Biarkan dia beradaptasi," ucap Tony membalik tubuhnya dan menatap Sekretaris Negara itu dengan gaya santai.


Sora mendesis kesal dan cemberut, tapi ia menuruti perintah Tony. Orang-orang yang melihat tingkah Sora menahan senyum karena jarang sekali wanita berambut Tosca itu mau bersabar.


Sandra yang tak enak hati segera memesan sebuah waffle dengan ice cream vanila di atasnya. Koki manusia tersebut mengangguk siap. Robot pelayan ikut membantu menyajikan di mana Sandra diminta menunggu di sebuah meja dan kursi lipat yang tersedia di dekat truk.


Terlihat, semua orang berpesta. Ini pertama kalinya perayaan tahun baru dilaksanakan dengan cara unik seperti ini.


Orang-orang itu tampak kagum dan menyukai semua makanan yang disajikan. Lala dan Roman bahkan duduk lesehan dengan sebuah karpet ditemani oleh beberapa Pejabat Tinggi Pemerintah saat menikmati cemilan malam.


TENG! TENG!


"Jangan panik. Itu adalah suara jam pada zaman dahulu ketika berdentang sebelum jam digital dan alarm suara ditemukan," ucap Lala yang terdengar di seluruh Distrik dan Colosseum. "Baiklah, sebentar lagi tepat pukul 12 malam. Kita akan melihat, peluncurkan kembang api atas hasil rekayasa dari Departemen Pengembangan Ilmu Kimia Great Ruler. Sambutlah, Bunga Langit!" seru Lala lantang.


Praktis, kepala semua orang mendongak ketika atap barikade Colosseum terbuka, tapi masih dilapisi oleh atap transparan karena langit masih bersalju.


Para warga yang berada di rumah karena di luar hujan salju, melihat dari tayangan televisi, tapi beberapa masih bertahan di pinggir jalan untuk melihat secara langsung.


SHUW! DWUAR! DWUAR!



"Woah!" Orang-orang berseru dan terlihat kaget, terutama anak-anak karena mereka belum pernah melihat pementasan kembang api sebelumnya. Senyum Sandra merekah, ia terlihat kagum dengan keriuhan dari kembang api tersebut.


Meski kemeriahan terjadi di dalam benteng, tapi para petugas keamanan dan Matteo Corza yang berada di kamarnya, terlihat serius mengamati pergerakan dari satelit duduk di RC.

__ADS_1


"Sepertinya para penduduk dari negara dan kota-kota di sekitar Great Ruler tak merasa jika pentas kembang api itu sebuah ancaman. Mungkin mereka ikut menikmatinya," ucap Matteo seraya menikmati makanan buatan Purple karena ia anti dengan makanan zaman dulu seperti yang tersaji untuk perayaan malam tahun baru ini.


"Bagaimana keadaan dinding terluar?" tanya Matteo dari earphone yang terpasang di salah satu telinganya.


"Aman terkendali, Jenderal. Tak terlihat pergerakan dan ancaman di luar benteng," jawab operator yang bertugas di Distrik 10 yang masih rawan akan serangan.


"Aku mengerti, terus awasi. Letusan kembang api yang memekakkan telinga itu pasti sangat mengundang perhatian. Pastikan apapun yang datang mendekat ke Great Ruler kalian halangi. Aktifkan meriam laser untuk mengantisipasi semua kemungkinan serangan," ucap Matteo tegas dari kacamata fiber yang terkoneksi ke seluruh CCTV pengawas di benteng terluar.


"Yes, Sir!"



Matteo melihat keindahan kembang api tersebut dari kamera pengawas di rumahnya dengan wajah sendu. Alasan sebenarnya ia tak ikut dalam acara jamuan ada dua.


Pertama, ia sudah tahu jika akan ada truck food yang menyajikan makanan zaman dulu, dan Matteo tak tertarik untuk mengincipinya.


Kedua, dia yang mengusulkan pesta kembang api tersebut dalam rangka mengenang sang ibu—Aurora—yang mengatakan jika menyukai kembang api dan berharap suatu saat nanti bisa menunjukkan bunga langit itu kepada warga Great Ruler.


Sayangnya saat itu, idenya ditentang oleh Morlan karena dianggap berbahaya dan mendatangkan musuh.


Kali ini, Matteo mewujudkan harapan sang ibu, meski Aurora telah tiada. Ia menjanjikan keselamatan dengan permintaannya ini, tepat sebelum ia mengajukan cuti dan diterima oleh para pejabat tertinggi Great Ruler.


Namun, permintaan beresikonya itu, membuat Matteo harus bertanggungjawab penuh untuk mengawasi secara langsung saat kembang api diluncurkan dari segala bentuk penyerangan ke negara super power tersebut.


Usai perayaan kembang api yang tak pernah dilakukan sebelumnya di Great Ruler, Lala menutup acara di malam yang sudah larut. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga karena mendukung dan setia terhadap Great Ruler.


Saat suasana hening karena orang-orang mulai pamit untuk pulang ke rumah masing-masing, Sandra baru teringat jika ia memiliki janji kepada sang Jenderal jika harus menemuinya usai acara. Sandra pucat seketika karena waktu telah menunjukkan pukul 1 dini hari.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


Tengkiyuw tipsnya😍 Lele padamu💋 Yang lain juga ya. Kwkwkw ditunggu😘



__ADS_2