SIMULATION

SIMULATION
LEVEL 3-ROBOT LEVEL A TRIAL*


__ADS_3

Sandra terlihat fokus memindai sekitar. Mola membantu melakukan pemindaian di mana semua orang cukup yakin jika akan menghabiskan banyak waktu karena jumlah produk mencapai ribuan.


Hingga tiba-tiba, "Ditemukan bahan non-organik dalam rak sayuran organik," ucap Mola yang membuat semua orang langsung fokus ke layar.



Sandra segera mendekati rak sayuran yang khusus menyediakan berbagai jenis sayuran segar. Mola memindai jika terdapat benda yang bergerak di belakang tumpukan paprika merah seperti mengintainya.


"Aku tak mau merusak susunan paprika yang cantik ini," ucap Sandra terlihat enggan membuat keributan di tempat itu. Namun ucapannya, malah membuat semua orang terkekeh.


Sandra melihat seorang pelanggan wanita sedang berbelanja di dekatnya. Sandra menghampiri pelanggan itu dan terlihat, wanita itu terkejut.


Troli di supermarket hanya mengikuti manusia yang memiliki barcode, sedang Sandra mengendalikan sebuah robot di pusat perbelanjaan.


"Aku minta tolong. Aku ingin menurunkan semua paprika itu. Maaf," ucap Sandra tak enak hati pada salah seorang pelanggan, tapi wanita itu tak keberatan.


Wanita paruh baya berambut sebahu malah menolong Sandra menurunkan semua paprika merah dari rak tersebut.


Namun, kacamata pemindai Mola melihat jika benda tersebut bergerak ke sisi tempat paprika kuning berada.


"Jangan kabur!" gusar Sandra yang membuat pelanggan di sebelahnya sempat terkejut, meski tetap mengambil paprika-paprika segar itu lalu memasukkannya dalam troli yang melayang.


Sandra dengan sigap menurunkan semua paprika langsung beberapa buah tidak satu persatu. Ternyata, aksi itu menarik perhatian banyak orang.


"Ketemu! Hei! Jangan lari!" pekik Sandra cepat ketika melihat robot laba-laba buatan Matteo ternyata telah dioperasikan sebagai salah satu misi Sandra di level 2.


"Itu kan ... SpiderBot?" tanya Mayor Kyel memastikan.


"Hem, begitulah, Mayor. Aku penasaran, seberapa gesit laba-labaku itu," jawab Matteo tersenyum sinis.


Semua orang terlihat tegang ketika Sandra berusaha menangkap laba-laba yang ternyata bisa melompat.


Mola mengunci pergerakan laba-laba itu yang berjalan di dinding rak dengan sangat gesit dan memanfaatkan produk-produk di sana sebagai tempat persembunyiannya.


"Ah, aku tahu maksud dari uji coba level 2 ini," ucap Lala dan membuat semua orang menoleh ke arahnya. "Kesabaran. Jika Otka kesal, ia pasti sudah menghancurkan seluruh rak di supermarket itu. Ia bisa menggunakan pedang atau pistol laser untuk membunuh laba-laba tersebut. Namun, itu juga berdampak pada kerusakan di supermarket dan bisa mengakibatkan kekacauan. Hem, bagus juga," sambung Lala dan Matteo tersenyum lebar karena tebakan sang Bibi benar.


"Agh, jika aku jadi Otka, sudah kuledakkan swalayan itu," sahut Mayor Petroska, tapi membuat semua orang langsung melirik heran padanya, dan sang Mayor menyadarinya. "Beruntung, bukan aku yang di sana," imbuhnya.


Semua orang bernapas lega karena yang dikatakan pria tua itu benar. Jika Petroska di sana, sudah pasti swalayan itu akan berubah menjadi puing-puing.


Sandra melakukan gertakan dengan menyelipkan tangan robotnya ke celah produk-produk buatan pabrik. Laba-laba robot berukuran kecil tersebut sangat sulit untuk ditangkap. Sandra mulai kesal, tapi otaknya tidak buntu.


"Mola! Adakah cara untuk menghentikan pergerakan laba-laba itu?" tanya Sandra yang kini menggunakan kedua tangannya untuk memblokir pergerakan robot berkaki delapan tersebut yang menyembunyikan dirinya di kumpulan kaleng ikan sarden.


"Sengatan listrik."


Sandra melihat kaleng-kaleng di depannya terbuat dari besi. Sandra setuju dengan jawaban dari Mola.

__ADS_1


"Aktifkan sengatan listrik!" serunya lantang dengan dua tangan telah mengepung sekumpulan kaleng ikan sarden di sebuah rak.


"Sengatan listrik diaktifkan."


CRETTT!!!


"Woah!" seru orang-orang baik di pusat kendali maupun di supermarket saat kedua tangan robot level A mengeluarkan semacam cahaya hingga membuat kaleng-kaleng dalam lingkupnya berasap.


Sandra melihat dari kacamata fibernya jika laba-laba robot itu terkena dampak. Robot itu seperti kocar-kacir mencoba menghindari serangan, tapi pada akhirnya mengalami konsleting.


"Nonaktifkan!" seru Sandra saat melihat incarannya itu tak bergerak lagi.


"Sengatan listrik dinonaktifkan."


Sandra menurunkan beberapa kaleng sarden yang menjadi panas ke lantai. Ia akhirnya mendapati robot laba-laba yang mengeluarkan asap. Sandra mengambilnya dan mengamatinya saksama.


KREK!


"Pengacau kecil," ucap Sandra kesal meremukkan robot laba-laba tersebut dengan menggunakan ibu jari dan telunjuknya.


Tiba-tiba, suara tepuk tangan terdengar di sekeliling robotnya. Para pelanggan menyuarakan selamat karena Sandra berhasil menemukan robot pengintai incarannya itu.


Sandra membungkuk hormat berterima kasih. Malah, ada beberapa pelanggan yang mengambil kaleng sarden yang diyakini isinya telah matang karena perbuatan Sandra.


"Oh. Aku yakin jika sarden ini akan terasa lezat berkatmu, Otka Oskova. Teruslah berjuang," ucap pelanggan yang tadi menolongnya menurunkan paprika seraya membawa dua kaleng sarden dalam genggaman meski dilapis oleh kain dari pakaiannya karena masih terasa panas.


Sandra mengangguk pelan. Ia melihat orang-orang menyentuh tubuh robotnya sebagai pujian, tapi Matteo terlihat tidak senang.


"Pengecekan dilakukan," jawab Mola yang ikut didengar oleh Sandra karena komunikasi yang terhubung.


Sandra merasa jika ucapan sang Jenderal ada benarnya. Ia segera menyingkir dari kerumunan dan mencari cermin. Ia melihat seluruh tubuh robotnya untuk memastikan tak ada benda tak dikenal yang bisa merusak dan membuatnya gagal dalam menjalankan uji coba.


"Analisis selesai. Tak ditemukan gangguan. Fungsi robot bekerja dengan optimal sesuai standar."


Semua orang bernapas lega. Roman tak menyangka jika Matteo akan sedetail dan secemas itu.


Tak lama, suara Mola membuat Sandra langsung terperangah karena dinyatakan lolos uji coba level 2. Kembali, orang-orang di ruang kendali bertepuk tangan memberikan semangat.


"Baiklah, sesuai instruksi. Aku ... harus diinfus," ucap Sandra dan petugas medis bersiap di pusat kendali bersiap.


Sandra melihat sebuah ruangan yang telah disediakan oleh petugas penjaga User level E di supermarket tersebut. Robot Sandra duduk di sebuah kursi.


Sandra diminta untuk tetap santai saat infus akan dipasang di lengannya selama 30 menit agar nutrisinya tetap terjaga.


Sandra tetap bisa merasakan saat jarum infus menancap di lengannya, tapi hanya tangan robot yang ia lihat. Sandra menarik napas dalam mencoba untuk tenang.


"Otka," panggil Roman dari sambungan komunikasi dan Sandra dengan sigap menunggu instruksi. "Sumber energi robotmu dari panas matahari. Di luar sedang terik. Cukup 30 menit untuk mengisi baterai jika kapasitas daya robotmu tersisa 50%. Tubuh robotmu mampu menyerap panas matahari. Baterai akan terisi dengan sendirinya begitu baju robot merasakan panas sesuai standar pengisian. Jangan sampai daya habis atau kaubisa terperangkap dalam simulasi. Kau mengerti?"

__ADS_1


"Yes, Mr. President," jawab Sandra serius.


Sandra diperbolehkan untuk tidur jika menginginkannya, tapi wanita itu menolak karena ia merasa energinya masih meluap-luap.


Dua misi yang berhasil ia tuntaskan, tak seberat saat berlatih dengan para mentor. Sandra yakin jika dirinya mampu menyelesaikan semua misi dengan cepat bila ujian yang diberikan seperti dua level yang berhasil ia lalui.


Hingga akhirnya, 30 menit telah berlalu. Infus yang menancap di tubuh Sandra dilepaskan. Wanita itu menggosok lengannya yang terasa sedikit perih dan gatal.


"Bagaimana, kau siap?" tanya Roman.


"Yes. I am ready," jawab Sandra yang telah keluar dari ruang istirahatnya di mana User level E berjaga di luar kotak khusus tersebut.


"Selamat, Otka Oskova. Kau menyelesaikan misi dengan baik. Misi level 3. Kau akan pergi ke Distrik 3 di Colosseum. Selamat berjuang," ucap Mola menyemangati.


Sandra menguatkan kembali mentalnya. Meski ia tak minum, tapi ia tak merasa haus. Ruang simulasinya dilengkapi oleh semprotan air sehingga tubuhnya tetap merasa segar. Selain itu, butiran air tersebut bisa meresap ke kulitnya.


"Jika kau berhasil melewati level 5 hari ini, kita akan hentikan terlebih dahulu dan dilanjutkan esok hari. Aku ingin melakukan pengecekan fungsi robot setelah ia berada di luar seharian," tegas Roman.


"Baik, Presiden Roman," jawab Sandra sopan.


"Katakan jika kausiap," tegas Roman.


"Aku siap," jawab Sandra mantap.


"Misi dimulai dalam hitungan mundur. 10 … 9 … 8 … 7 … 6 … 5 … 4 … 3 … 2 … 1, go!" seru Mola.


Segera, Sandra kembali berlari. Kali ini tujuannya adalah Distrik 3 di Colosseum.


Colosseum merupakan tempat pertunjukan yang besar berbentuk elips yang disebut amfiteater atau dengan nama aslinya Amphitheatrum Flavium, yang termasuk salah satu dari Enam Puluh Sembilan Keajaiban Dunia Pertengahan.


Sayangnya, bangunan asli tersebut telah hancur akibat perang dunia keempat.


Aurora mendesign ulang bangunan dari sebuah peninggalan bersejarah berupa arena gladiator yang dibangun oleh Vespasian di Roma.


Aurora yang mengagumi sejarah dari bangunan tersebut, mengembalikan kejayaannya di Great Ruler.


Sandra terus berlari melewati terowongan khusus menuju ke Distrik 3. Tayangan keberhasilan robot level A di Pusat Perbelanjaan Distrik 2 kembali ditampilkan.


Orang-orang terlihat kagum karena robot tersebut memiliki banyak kemampuan yang mulai diketahui oleh para penduduknya.


Namun, orang-orang itu yakin, jika masih banyak kehebatan tersembunyi dalam tubuh robot tersebut yang belum terekspose sepenuhnya. Para penonton tak sabar menunggu.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1



Uhuy tengkiyuw tipsnya😍 Aduh lele pengen crazy up karena desember banyak utang up dibeberapa nopel. Semangatin lele ya, mulai pegel ni punggung. Hadeh😩


__ADS_2