
Malam itu, Matteo yang penasaran dengan bengkel cacing Gobi, malah menghabiskan waktunya untuk memperbaiki robot cacing bersama Vemo, Roman, dan lima asisten kepercayaannya.
Khan mengizinkan tamunya untuk melakukan perbaikan setelah Khan semakin yakin jika Matteo dan orang-orangnya tak memiliki maksud jahat selama mereka mengunjungi Baatar.
Matteo, Morlan dan Roman terpaksa mengenakan kalung detektor kebohongan yang dibawa oleh empat WolfBot kiriman Great Ruler kala itu untuk membuktikan kebenaran dari perkataan mereka.
Matteo dibantu para tenaga ahli dari negara Baatar yang saat itu juga ikut andil dalam pembuatan cacing robot Gobi.
Para ahli itu tak menyangka jika Great Ruler bisa mereplika dengan cepat meski ada beberapa komponen yang berbeda. Namun, dua pihak itu mampu bekerja sama dengan baik meski cukup lama menyamakan persepsi.
Sandra pasrah saat suaminya memilih kerja lembur dengan melibatkan banyak orang. Sandra yang tak begitu mengerti tentang ilmu mekanik, rancangan robot dan komponen komputer, memilih untuk tidur serta berharap bisa segera bertemu dengan puteri kesayangannya.
HeliBot yang rusak, juga ikut diperbaiki meski hanya beberapa saja. Beberapa komponen yang dimiliki oleh HeliBot lain dipergunakan untuk mengganti kerusakan HeliBot dengan tingkat kerusakan minim.
SpiderBot masih disebar di sekitar gurun untuk mengamankan negara Baatar dari para penyerang negara musuh.
Malam itu, bengkel terasa penuh dan ramai karena orang-orang bekerja ekstra memperbaiki armada robot milik Great Ruler.
Khan berharap agar cacing robot dan HeliBot bisa membawa pulang para tamunya dengan selamat ke rumah.
Khan mengerahkan para teknisinya untuk ikut membantu sebagai perwujudan aksi damainya dan Great Ruler.
Sebagai gantinya, Great Ruler akan menepati janjinya seperti yang diungkapkan Matteo dan Sandra saat itu.
Akhirnya, hari yang dinantikan tiba. Semua warga negara Baatar berkumpul di Aula seperti permintaan dari Presiden mereka, Khan.
Semua orang tampak bingung karena undangan ini berkesan mendadak dan ada beberapa wajah ikut tampil di kiri Presiden.
Sambutan meriah tepuk tangan terdengar saat Khan melangkah maju dengan gagah. Sebuah earphone portabel terpasang di salah satu telinga dan sebuah pin yang berfungsi sebagai mic, ditempelkan pada dagu sang Presiden.
Semua orang terlihat fokus menyimak saat Khan mengangkat kedua tangan dan keriuhan itu pun reda.
Para pejabat tertinggi termasuk Nekhii dan dua pengasuh bayi kembar, duduk di sisi kanan panggung dengan kursi berukir dari batu yang terlihat kokoh.
Sedang orang-orang dari Great Ruler duduk di bangku batu di sisi kiri panggung. Terlihat, Matteo dan lainnya gugup. Sandra tetap mengenakan kalung detektor kebohongan termasuk Matteo, Morlan, dan Roman.
"Baatar!" seru Khan memulai pidatonya dengan panggilan lantang.
"Baatar! Baatar! Baatar!" jawab para penduduk serempak menyuarakan nama negaranya tiga kali.
Sandra terlihat kaget begitu pula orang-orangnya karena tak menduga hal itu.
"Semoga keselamatan selalu melindungi jiwa-jiwa Baatar," ucap Khan dan semua penduduk langsung memejamkan mata dengan kepala tertunduk seperti berdoa. Sandra mengamati dengan serius budaya negara itu.
"Tujuanku mengumpulkan kalian semua kemari, untuk memberikan kabar gembira! Di sisi kiriku, mereka adalah orang-orang dari Great Ruler!"
__ADS_1
Praktis, mata semua penduduk melebar seketika. Mereka tampak terkejut setelah mengetahui siapa wajah-wajah yang tampak asing itu.
Sandra melirik Matteo dan orang-orangnya. Terlihat, Roman dan lainnya tegang, tapi tetap tenang. Khan mengangkat kedua tangannya lagi dan keriuhan dari bisikan para penduduk kembali reda.
"Great Ruler sudah membutikan pada kami, para petinggi jika mereka bukan lagi ancaman. Kini, Baatar dan Great Ruler sudah resmi berdamai! Great Ruler berjanji, akan membantu Baatar memulihkan keadaan dan membawa kita ke permukaan tanpa rasa takut adanya serangan!" ucap Khan lantang, tapi para penduduk seperti ragu dengan hal itu.
"Hanya saja, kita masih harus bersabar. Kemarin, para penjaga gurun mendapati temuan jika negara musuh masih mengintai. Kemungkinan besar, itu dari negara Mega-US, New-US dan Russ-King. Mereka akan menjadi penghambat dan penghalang kita untuk mewujudkan impian," sambung Khan yang membuat semua penduduk terlihat serius menyikapinya.
"Kaisar! Lalu, apa yang harus kami lakukan?!" tanya salah seorang warga seraya mengangkat tangan lalu mengutarakan pendapatnya.
Khan mengangguk pelan. "Kita harus bersiap. Kali ini, yang kita lakukan adalah benar. Diantara tiga negara itu, salah satunya pasti akan melakukan penyerangan untuk menggagalkan perdamaian yang telah terjalin antara Great Ruler dan Baatar. Mereka pasti akan bersungguh-sungguh untuk menimbun dan meratakan kita dalam tanah untuk selamanya," jawab Khan mantap.
Para warga saling memandang terlihat panik dengan kabar yang cukup mengkhawatirkan tersebut.
"Oleh karena itu, para pemimpin pasukan dan tentara yang telah kutunjuk, sebagai bentuk kerjasama kita dalam bidang pertahanan negara, akan bertukar posisi dengan para tentara keamanan Great Ruler. Kita akan bekerjasama untuk mempertahankan negara. Selain itu, Great Ruler juga menjanjikan untuk membantu menyuburkan lahan kita yang tak berpotensi karena kita terkurung di dalam tanah," ucap Khan menambahkan.
Orang-orang mulai menunjukkan senyum begitupula Morlan serta lainnya. Hanya saja, wujud Morlan yang seperti monster membuat orang-orang Baatar menunjuknya.
Morlan menundukkan wajah seperti tak siap dengan pandangan merendahkan itu. Ternyata, Khan menyadarinya.
"Tuan Morlan Corza, silakan," panggil Khan dan Morlan tampak bingung karena ia diminta berdiri di samping sang Presiden.
Roman dan Matteo memastikan jika ia akan baik-baik saja. Morlan segera beranjak dan melangkah.
Praktis, suara bisikan terdengar membicarakan sosok Morlan yang tampak mengerikan.
Morlan menundukkan wajah. Kening Sandra berkerut karena merasa ucapan Khan terlalu tajam untuk mertuanya. Ternyata, hal tersebut juga dirasakan oleh orang-orang Great Ruler.
"Namun, karena hal itu, Morlan menyadari banyak hal. Ia banyak kehilangan, tapi ia mendapatkan banyak kebaikan setelah tragedi itu. Seperti kita. Setelah tewasnya Gobi dan hancurnya cacing robot karena membantu Morlan untuk menyerang Great Ruler, kita sekarang malah dipertemukan dalam aksi damai agar peperangan tak berkelanjutan," ucap Khan seraya memegang pundak Morlan yang terasa keras karena kulit mutannya.
Morlan mulai mengangkat kepala. Ia menoleh dan mendapati Khan tersenyum tipis padanya.
"Baatar dan Morlan sama-sama pernah melakukan kesalahan. Oleh karena itu, kuterima ajakan damai dari Great Ruler dan mengakhiri perang ini!" seru Khan lantang dengan kepalan tangan ke atas.
"Yeahhh!" seru para penduduk yang akhirnya setuju dengan keputusan pemimpin mereka.
Sandra terharu dan bertepuk tangan dengan senyum terkembang. Nekhii dan lainnya ikut gembira mendengarkan kabar ini.
Sandra dan Nekhii berdiri bersamaan lalu berpelukan. Hal itu juga dilakukan oleh Matteo kepada para pejabat tinggi negara Baatar.
Morlan dan Khan saling menjabat terlihat keduanya kini telah saling percaya tak ada tipu muslihat lagi.
Saat suasana kegembiraan menyelimuti hati semua orang, tiba-tiba ....
TET! TET! TET!
Suara alarm peringatan terdengar nyaring dari robot Purple dan para WolfBot. Mata mereka menyalakan lampu berwarna merah.
__ADS_1
Matteo segera mendekat termasuk Vemo, Sandra dan lainnya. Seketika, hologram muncul dari mata Purple dan juga mata WolfBot. Wajah Lala tampak di sana.
"Hei! Apa kalian mendengarku? Apa kalian menerima transmisi ini? Halo?" panggil Lala yang terlihat panik akan sesuatu.
"Kami mendengarmu, Bibi. Ada apa?" tanya Matteo cemas karena Lala menoleh ke sana kemari seperti berbicara dengan seseorang.
"Jika kalian menerima panggilan ini, segeralah kembali ke Great Ruler. Kita diserang! New-US mencoba membobol barikade pertahanan terluar Great Ruler! Ceros dan lainnya berjuang bersama semua User robot untuk menghalau serangan!" seru Lala yang membuat mata Matteo melebar seketika.
Matteo menatap Khan lekat dan pria berwajah Asia itu mengangguk pelan.
"Sesuai dengan perjanjian. Kami akan membantu," ucap Khan mantap yang membuat Matteo tersenyum lebar. "Baatar! Bersiap! Kita hancurkan orang-orang yang tak menginginkan perdamaian ini terjadi!" seru Khan lantang.
"Hoiii!" jawab orang-orang itu serempak.
Segera, suara sirine terdengar nyaring di dalam Aula tersebut. Sandra tak memahami bahasa yang digunakan oleh orang-orang Baatar saat para pemimpin pasukan mengomandoi tentaranya untuk segera bersiap.
Pasukan Baatar dengan pakaian berwarna cokelat layaknya gurun pasir telah siap dengan persenjataan dan kendaraan mereka.
Beruntung, cacing robot sudah berhasil diperbaiki dan kini bisa mengangkut hingga 15 orang sekaligus.
Khan tampak gugup saat ia akan ikut dalam kelompok Great Ruler yang menggunakan cacing robot untuk kembali ke negaranya.
"Bersiaplah, Presiden Khan. Perjalanan kita kali ini akan sedikit berbeda. Namun, kujanjikan suatu saat nanti, kita akan menggunakan cacing robot ini untuk bertamasya mengelilingi dunia," ucap Matteo dan Khan mengangguk dengan senyuman.
"Colonel Brego. Saatnya pulang," titah Matteo mantap yang duduk di kursinya.
"Ai-ai, Sir," jawab Brego mantap seraya meletakkan kedua tangannya pada papan sensor untuk mengendalikan laju cacing robot.
"Dalam hitungan mundur, cacing robot siap untuk diberangkatkan. 10 ... 9 ... 8," ucap sistem komputer yang bertugas membantu masinis selama perjalanan menuju Great Ruler.
Tampak wajah tegang semua orang yang duduk pada kursi tambahan. Brego dipercaya sebagai masinis dan duduk paling depan.
Empat belas kursi berjejer dengan berurutan ke belakang di sisi kiri dan kanan masing-masing tujuh buah.
Sisi kanan diduduki oleh Khan, Imo, Wego, Rhyz, Bablo, dan dua penjaga sang Presiden Baatar. Lalu sisi kiri diduduki oleh Matteo, Roman, Vemo, Xili, Vemo, Morlan, dan Sandra.
WolfBot ditunggangi oleh orang-orang Baatar menuju ke Great Ruler melalui daratan. Beruntung, HeliBot masih bisa digunakan meski hanya 4 buah saja yang berhasil diperbaiki.
Konvoi besar menuju Great Ruler. Namun kali ini, Baatar bukan datang sebagai penyerang, tapi sebagai kawan untuk membantu melawan negara musuh yang masih menginginkan pertempuran.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Uhuy makasih tipsnya mbak Aju😘Lele padamu😆yg lain mana nih bosen cantumin ss sendiri 😩