
Hubungan kerjasama antar negara dan antar kota itu terjalin dengan begitu apik hari itu. Banyak perjanjian yang ditandatangani dan disahkan oleh Matteo selaku kepala negara dan Sandra selaku Wakil Presiden Great Ruler.
Ceros yang kalah dari Yaz saat perolehan angka dalam melawan musuh, tak menjadikan anak Roves sebagai Walikota menggantikannya.
Yaz sengaja menantang sang Walikota asal kota Cryzen agar semangat juangnya kembali, dan hal itu berhasil.
Kini, Ceros berteman akrab dengan Yaz. Bahkan, pemuda itu dijadikan salah satu tangan kanan sang Walikota. Sayangnya, Yaz yang belum selesai sekolah belum diizinkan untuk bekerja.
"Aku akan datang berkunjung tiap akhir pekan. Kau jagalah Distrik 2 dengan baik selama aku sekolah. Kau bisa melakukannya 'kan, Walikota Ceros," tanya Yaz berlagak layaknya orang dewasa.
"Hem, aku bisa. Panggil saja Ceros, tak perlu Walikota," jawabnya, dan hal itu membuat Yaz senang. Baginya, Ceros sudah menganggapnya sebagai teman.
Ceros dan Yaz mengajak para tamunya ke Sentra Video Games. Tentu saja, orang-orang yang tak pernah memainkan game simulasi itu begitu antusias.
Selama sehari penuh, mereka tak keluar gedung. Namun, tak ada perjanjian yang terjadi dengan Walikota Distrik tersebut karena para tamunya malah asyik bermain.
Sedang di tempat Komandan Ego, Distrik 3. Ego mengantarkan para tamunya untuk melihat salah satu bangunan bersejarah yakni Colosseum.
Orang-orang itu tampak kagum, terlebih ada dari mereka yang berasal dari Italia, Roma. Sayangnya, negara itu kini menjadi sebuah kota akibat gempuran dari perang dunia keempat yang membuat pemerintahan negara tersebut jatuh.
"Bangunan di tempat kami bahkan tak seindah milik kalian. Beruntung, bangunan ini masih bisa diselamatkan. Colosseum milik kami, sudah kehilangan kemegahannya," ucap pemimpin asal Italia tersebut.
"Bangunan yang rusak bisa dibangun kembali. Begitu Great Ruler sudah pulih sepenuhnya, para pekerja konstruksi kami bisa membantu kota Italia untuk membangun ulang. Anda tak perlu khawatir, Tuan Alessandro," ucap Ego di hadapan pemimpin Italia tersebut.
"Sungguh, aku tak menyangka jika hal seperti ini akan terwujud. Italia sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Great Ruler nanti. Jadi, apa yang bisa kami tawarkan kepada Great Ruler sebagai bentuk kerjasama kita?" tanya Alessandro menatap Ego lekat.
"Kudengar, Italia sedang mengembangkan sarana transportasi udara. Kalian menggunakan helikopter mini dalam bentuk Pod untuk mengirimkan barang layaknya kurir sebuah ekspedisi. Apakah itu benar?"
Pemimpin kota tersebut mengangguk. "Ya. Jujur, aku kagum dengan kemampuan HeliBot milik kalian. Bagiku, itu sudah sangat bangus, hanya perlu dikembangkan. Maksudku, menggantung manusia itu memberikan dampak jangka panjang pada struktur tulang karena beban tak seimbang. Jika diterapkan pada robot pasti akan lebih baik. Maksudku, fungsi robot tempur kalian sebaiknya ditambah dengan kemampuan terbang. Kami bisa membantu melakukan modifikasi itu jika diizinkan," jawab Alessandro yang membuat Ego langsung tertarik dengan penawaran tersebut.
"Baiklah, Tuan Alessandro. Saya rasa, Great Ruler setuju untuk kerjasama pertukaran ini. Great Ruler akan membantu membangun kembali kota, dan Italia, akan membantu Great Ruler mengembangkan robot level B dengan kemampuan terbang," jawab Ego dengan uluran jabat tangan.
"Saya terima," jawab Alessandro seraya menerima jabat tangan itu dengan mantap.
Semua tamu yang mendengar kesepakatan secara lisan itu bertepuk tangan. Selanjutnya, Ego akan meneruskan kepada Matteo untuk disahkan.
Di Distrik 4, kerjasama juga terjalin. Jaksa Helium menunjukkan bengkel yang menjadi pusat bisnis di wilayah itu.
__ADS_1
"Woah, segala jenis perbaikan dilakukan di tempat ini? Termasuk pembuatan cacing robot seperti milik Gobi?" tanya Curva yang tertarik dengan segala mekanisme kerja para robot di kawasan industri itu.
"Ya, Anda benar, Presiden Curva. Kudengar, Titan juga memiliki banyak armada. Seperti Oto-Fly yang digunakan oleh para prajurit Anda saat itu ketika melintasi daratan. Apakah, itu juga bisa digunakan di atas permukaan laut?" tanya Helium penasaran.
"Ya, benda itu bisa digunakan di segala medan. Sayangnya, tak banyak ruang di Titan untuk membuat bengkel seperti ini," jawab Curva tampak sedih.
"Anda bisa membuatnya di negara Bintang, Presiden Curva. Kudengar dari Morlan, jika banyak bangunan yang tak difungsikan dengan maksimal. Mungkin, kita bisa merombak salah satunya untuk dijadikan pusat perbaikan seperti di sini," sahut Helium yang membuat Curva memikirkan ucapan itu dengan serius.
"Aku ingin sekali membawa Titan naik ke permukaan," sambungnya.
"Namun, entah kenapa. Bagiku, Titan sebaiknya tetap berada di dasar laut saja. Kota itu memberikan ciri khas dari kota Anda, Presiden. Banyak orang mengagumi kemampuan Titan dalam bertahan hidup di dalam air. Mungkin, jika Anda ingin menunjukkan keberadaan Titan, Anda cukup membangun kota terapung di atasnya sebagai pangkalan. Sehingga, kota-kota atau negara lain yang ingin singgah, bisa mengetahui lokasi Anda. Sebenarnya, ada satu design dari Aurora yang belum kami terapkan karena bagi kami, bangunan ini kurang cocok untuk wilayah Great Ruler yang memiliki perairan sempit. Sedang Titan, perairan Anda cukup luas. Jika berkenan, Anda bisa memilikinya," ucap Helium yang membuat Curva terkejut mendengarnya.
"Sungguh, seperti apa itu? Boleh kulihat?" tanya pria berambut biru itu antusias.
Helium lalu meminta kepada asisten ruangan di bengkel tersebut untuk menunjukkan berkas yang dimaksud.
Dengan segera, design dari Aurora Dimensia ditampilkan ke sebuah layar besar dari proyektor di ruangan tersebut. Praktis, semua orang langsung dibuat takjub olehnya.
"Itu akan sangat bagus, Presiden Curva. Perjalanan jauh dari satu tempat ke tempat lain, pasti memaksa kita mendarat untuk beristirahat sekaligus pengecekan mesin dan juga pengisian bahan bakar. Ini akan sangat menguntungkan," sahut pemimpin kota yang dulunya negara itu adalah Filipina.
"Lalu, ada lagi. Ini dia," sambung Helium menunjukkan design lain dari karya Aurora. Semua tamu dibuat takjub akan keindahan bangunan tersebut jika sungguh terealisasi.
"Bangunan itu terapung di atas lautan, seperti kapal induk milik New-US. Bangunan itu sebenarnya sebuah kapal besar. Yang membuat dirinya berbeda dan unik adalah, wilayah-wilayah itu bisa memisahkan diri dan bergabung dengan wilayah lainnya sesuai dengan kebutuhan. Seperti bangunan yang berada di Distrik 9 yang disebut Eco-Green," ucap Helium menjabarkan.
"Indah sekali," guman Curva dengan mata berbinar saat melihat bangunan terapung tersebut.
"Selama ini, Titan memindahkan muatan dengan kapal ikan pari bukan?" tanya Helium menebak dan Curva mengangguk membenarkan. "Bangunan ini, memiliki fasilitas lift yang menghubungkan permukaan dengan bangunan yang ada di dasar lautan. Mungkin akan sangat panjang, tapi kami sudah memiliki teknologi dan rancangan bangunan untuk merealisasikan hal tersebut," sambung Helium yang membuat Curva seperti akan menangis.
"Anda tidak apa, Presiden Curva?" tanya pemimpin dari Filipina, Tuan Datu.
"Aku ... aku tak pernah menyangka jika Titan bisa muncul ke permukaan. Aku selama ini hanya selalu berandai-andai. Ternyata, hal itu memang bisa diwujudkan," jawabnya penuh rasa haru.
"Itulah kenapa Wakil Presiden Sandra Salvarian gencar menyerukan perdamaian. Ia ingin agar kota-kota yang masih hidup di Bumi ini, yang tak terlihat, yang terabaikan, yang menyembunyikan diri, diketahui dan dikenal oleh seluruh penduduk Bumi. Sudah waktunya Titan membuka diri, Presiden Curva," ucap Helium seraya menepuk pundak lelaki yang memiliki tato garis di wajahnya dengan senyuman.
__ADS_1
"Bisakah Australia juga memiliki stasiun seperti rancangan Aurora itu? Maksudku, masih banyak wilayah di Bumi yang memiliki perairan luas. Kita bisa gunakan stasiun-stasiun itu sebagai area transit. Pasti, perairan akan ramai dikunjungi oleh penduduk dari kota dan negara lain yang memiliki kepentingan bisnis. Ini akan sangat bagus untuk memajukan perekonomian," sahut pemimpin dari benua yang dulu bernama Australia—Tuan Goza.
"Ya, tentu saja. Semakin banyak stasiun akan lebih bagus. Hubungan kerjasama antar negara dan kota akan semakin terjalin erat. Oleh karena itu, kita harus merealisasikannya. Kita hanya harus mengajukan hal ini kepada Presiden Matteo Corza. Karena bagaimanapun, design itu adalah rancangan ibunya. Namun aku yakin, Presiden Matteo adalah orang yang bijak dan berhati mulia. Ia pasti akan setuju untuk merealisasikan bangunan itu diberbagai tempat," jawab Helium yang membuat semua orang yang ikut dalam kunjungan itu mengembangkan senyuman.
"Ayo, temui Presiden Matteo Corza," ajak Curva, dan diangguki oleh Helium serta pemimpin kota lainnya.
Di tempat Laksamana Joe berada, Distrik 5. Orang-orang dibuat terperangah dengan tubuh mutan yang diawetkan sebagai salah satu penelitian para ilmuwan di Great Ruler.
Meski terlihat mengerikan, ternyata ada nilai positif yang dikandung dalam DNA mutan tersebut.
"Ternyata darah mutan mampu membuat makhluk hidup yang memasuki wilayah paparan radioaktif dari nuklir tetap selamat. Hal itu dibuktikan ketika Wakil Presiden Great Ruler, Sandra Salvarian, menggunakan darah mutan untuk melapisi kulit dari penduduk Zezeta saat akan melintas. Percobaan itu memang sangat berisiko dan sedikit tak masuk akal. Namun siapa sangka, hal aneh itu malah berhasil," ucap Joe yang menuai pujian dari para pemimpin kota dalam kunjungan ke laboratorium Gerbang Kermogal.
"Setelah kami cek, hal itu disebabkan, para mutan sebelumnya menyerap udara yang telah terpapar dan menjadikan makanan mereka. Kekebalan tubuh para mutan meningkat, dan hal tersebut ternyata bisa dimanfaatkan oleh kami. Sebab itu, bagian Farmasi membuat krim khusus yang bisa digunakan bagi para penjelajah yang ingin meneliti wilayah-wilayah yang terkontaminasi agar bisa dipulihkan," sambung Laksamana Joe yang membuat semua orang tampak kagum mendengarnya.
"Siapa sangka, temuan dari Morlan kala itu ada sisi baiknya. Sungguh, ini keajaiban alam," timpal pemimpin dari negara yang dulu disebut Madagascar.
"Anda benar, Tuan Jioni. Hanya saja, krim tersebut tak kami jual secara bebas karena hanya diperuntukkan bagi para peneliti dan ilmuwan saja yang melakukan pekerjaan beresiko demi memulihkan alam," balas Joe dan diangguki oleh semua orang.
"Di beberapa wilayah dekat kotaku, masih banyak kawasan yang terkena paparan radiasi nuklir. Mungkinkah, bisa dinetralkan kembali?" tanya pemimpin dari kota yang dulunya adalah negara Saudi Arabia.
"Ya, pasti bisa, Tuan Altair. Namun, semuanya tetap membutuhkan waktu dan kesabaran. Sangat sulit mengembalikan wilayah yang telah terkontaminasi. Beruntung, Bintang bisa ditolong dan kini wilayah itu telah kembali subur," jawab Laksamana Joe yang membuat semua orang tampak kagum.
"Sungguh, aku ingin segera menjelajah seluruh dunia. Aku ingin melakukan banyak kerjasama dengan Great Ruler. Namun, kami tak memiliki banyak. Kira-kira, apa yang bisa kami tawarkan?" tanya Altair selaku pemimpin kota Saudi.
"Mari temui Presiden Matteo Corza untuk membahas hal ini lebih detail," jawab Joe mengusulkan dan diangguki oleh semua tamu yang ikut dalam kelompok itu.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Makasih tipsnya❤️ Wah senangnya kalau ada yg ngetips bukan dari lele doang. Lele padamu💋
__ADS_1