SIMULATION

SIMULATION
ANALISIS


__ADS_3

"3 ... 2 ... 1, jump!"


"Aaaa!" teriak Sandra lantang saat ia sungguh melompat. Dan ternyata, banyak orang terkejut karena wanita relawan itu berani melakukannya.


Matteo bertepuk tangan pelan. Orang-orang yang melihat tingkah lakunya hanya tersenyum tipis.


"Melepaskan parasut," ucap Mola.


KLIK!


WHOOM!!


Tubuh Sandra tersentak ke atas seakan ia sungguh berada di parasut itu. Sedang di ruang simulasi, punggung Sandra di topang oleh sebuah alat hingga ia seperti melayang di udara.


Sandra merasakan alat itu seperti parasut yang mengikat punggungnya, padahal tidak demikian.


"Analisis fungsi organ," pinta Lala kepada petugas kesehatan.


"Semua berjalan normal, Mam. Dia hanya grogi," jawab petugas, dan Lala mengangguk paham.


"Hem, lumayan untuk seorang pemula," ucap Matteo masih berkesan menyindir. Lala memilih diam enggan berkomentar.


Tiba-tiba, WHUSS!!


"Oh!" pekik Sandra saat parasut miliknya melenceng dari jalur karena tertiup angin.


Wanita cantik itu malah menuju ke sisi Timur dari Gerbang Kermogal. Sandara melihat dari kacamata-nya, jika prediksi titik jatuhnya membuatnya menghantam bebatuan.


"Potong tali parasut!" perintah Sandra yang mengejutkan semua orang.


"Analisis pendaratan. Anda akan jatuh di rerumputan dengan jarak 500 meter dari lokasi pelepasan parasut. Tekuk kedua kaki sebelum telapak menyentuh permukaan. Tingkat keselamatan 70%. Tingkat cedera 30%," ucap Mola memprediksi.


"70% huh? Not bad. Aku ambil opsi tersebut. Do it, now!" perintah Sandra yakin dengan pilihannya.


"Perintah diterima. Parasut dilepaskan."


TAK!


Sandra dengan sigap melakukan instruksi Mola. Sandra menekuk kakinya saat tubuhnya kini terasa bebas.


Mata semua orang melebar, meskipun punggung Sandra masih di topang dengan mesin, tapi sensasi nyata tetap dirasakan oleh isteri mendiang Rey.


BRUKK!!


"Agh!"


"Analisis cidera!" perintah Lala saat Sandra nekat melompat dari ketinggian 10 meter dari permukaan tanah.


Sandra jatuh bergulung, dan tubuh di dunia nyatanya bergulung. Matteo menyingkir agar tak terkena tubuh Sandra yang keluar dari zona lingkaran pertama ruang simulasi tersebut.

__ADS_1


"Zona simulasi diperluas. Zona aman. Simulasi dilanjutkan," ucap Mola yang dibarengi dengan cahaya lampu menyala putih di lantai berbentuk lingkaran dekat tempat Matteo berdiri.


"Tingkat cidera 3%, Wapres Lala," jawab petugas. Lala bernafas lega.


Sandra dengan sigap segera berdiri seraya merenggangkan kedua kakinya lagi.


"Wow. Aku masih hidup. Hem, ini hebat," ucapnya memuji diri sendiri. Matteo melengkungkan bibir dengan anggukan kepala.


"Aku suka tingkat percaya dirinya yang tinggi," ucapnya seraya menunjuk Sandra yang kini berjalan menuju ke Zona lingkaran pertama.


Lala melihat pergerakan Sandra yang kini berjalan menuju ke titik di mana seharusnya ia mendarat tadi. Sandra kembali ke Zona lingkaran pertama.


Lantai tempat ia berjalan bergerak seperti papan treadmill. Sandra masih berada di posisi itu, tapi lantai tersebut bergerak dengan sendirinya, seolah-olah ia telah berjalan jauh.


PIP! PIP!


"Sensor menangkap pergerakan di depan dengan jarak 100 meter," ucap Mola dengan tampilan di mata Sandra berwarna merah, menandakan bahaya.


"Identifikasi," pintanya cepat dan segera bersembunyi di balik batu besar.


"Melakukan analisis," ucap Mola saat Sandra menggelundungkan sebuah robot bola seukuran bola pingpong ke lantai.


Di ruang simulasi, robot bola berwarna hitam itu hanya sebuah hologram, tak nyata. Namun, bagi Sandra yang berada dalam simulasi, semua hal terasa nyata untuknya.


Lala dan semua petinggi militer makin serius menyaksikan gerak-gerik Sandra.


TET! TET! TET!


Sandra diam sejenak. Semua orang menunggu jawaban dari hasil pemikirannya.


"Kita cari jalan lain. Tugas kita memata-matai, bukan melakukan penyerangan. Jenis persenjataan kita tak mumpuni untuk melawan mutan serigala tersebut. Nekat, aku mati. Melawan, sama saja bunuh diri. Aku ambil opsi kedua. Kita pergi. Cari rute aman menuju ke jalan masuk Gerbang Kermogal," ucap Sandra tegas.


"Perintah di proses. Mencari dukungan dari pencitraan satelit untuk rute aman meninggalkan lokasi," jawab Mola.


Lala tersenyum seraya membalik tubuhnya menghadap para petinggi Great Ruler.


"Oke. Bawa dia pulang," ucap Presiden Roman dengan senyum tipis, dan Lala mengangguk.


"Mola. Misi selesai. Uji coba dihentikan," perintah Lala.


"Perintah diterima. Sinkronisasi dengan simulator. Sinkronisasi selesai. Welcome back, Otka Oskova. Misimu berhasil. Selamat," ucap Mola.


Seketika, mata Sandra melebar. Ia terkejut saat tiba-tiba pemandangan alam terbuka di hadapannya hilang dan kembali dengan ruang simulasi tempatnya berada.


Suara tepuk tangan riuh terdengar, dan Sandra bingung dengan apa yang terjadi. Wanita cantik itu hanya mengedipkan mata.


"Selesai?" tanya Sandra bingung.


"Yup, uji coba pertama selesai," jawab Wapres Lala dengan senyuman.

__ADS_1


"Ta-tapi misi tersebut belum selesai. Aku belum mengumpulkan bukti dan analisis lokasi. Aku harus kembali. Waktuku juga masih tersisa 45 menit. Aku bisa menyelesaikannya," ucap Sandra terlihat serius dengan permintaannya.


"Wow. Dia berbeda. Hm, bagaimana?" tanya Wapres Lala menatap para petinggi, dan orang-orang itu mengangguk mengizinkan.


Sandra terlihat senang. Ia kembali ke lingkaran dan terlihat siap dengan misi yang belum diselesaikan.


Mola meneruskan dari lokasi terakhir tempat Sandra bersembunyi. Mola memetakan lokasi dan mengarahkan rute aman untuk menyusup dalam Gerbang Kermogal. Sandra terlihat berhati-hati dalam melangkah.


"Aktifkan persenjataan," perintah Sandra.


Dan segera, sebuah moncong senapan muncul di belakang punggung tangan robot. Sandra mendengarkan dengan seksama penjelasan Mola tentang penggunaan senjata tersebut.


Sandra menggelundungkan bola pengintai ke lantai. Bola tersebut memberikan visual di tempat-tempat yang ia lewati dan mengirimkan langsung tampilan tersebut ke kacamata khusus Sandra.


"Stop! Tempat apa itu? Identifikasi," perintah Sandra yang berjongkok di balik sebuah dinding batu ke pintu masuk lain Gerbang Kermogal sisi Barat.


Bola tersebut masuk ke ruangan yang Sandra tandai. Mola melakukan analisis, dan Sandra terlihat serius dengan pengamatannya.


"Ditemukan spesies tak dikenal dalam sebuah tabung dengan cairan dan tak diketahui kandungan molekul di dalamnya," ucap Mola menganalisis.


"Hem, menurutmu ... itu apa, Otka? Aku penasaran dengan hasil pengamatanmu," ujar Wapres Lala dari tempatnya berdiri, memangku dagunya dengan kepalan tangan kanan.


"Mola, apakah lokasi aman untuk kumasuki?" tanya Sandra setelah ia melihat sekitar jika tak ada pergerakan mencurigakan.


"Menganalisis ruangan," ucapnya seraya melakukan pemindaian. "Tak ditemukan kehidupan dalam ruangan. Aman untuk ditelusuri."


Sandra menarik nafas dalam dan mulai melangkah meski mengendap. Semua pejabat menatap gerak-gerik Sandra seksama. Sandra berdiri di depan tabung tersebut dan mengamati makhluk itu seksama.


"Seperti perpaduan antara manusia dan hewan," ucapnya menilai. Sandra mengitari tabung tersebut dan mempertajam pandangannya. "Mola, lakukan perekaman."


"Perekaman temuan dilakukan. Perekaman dimulai."


"Otka Oskova. Menemukan spesies tak dikenal. Makhluk ini seperti perpaduan antara manusia dan hewan. Postur tubuhnya, jumlah jari kaki dan tangan, mirip manusia. Tak diketahui jenis kelamin. Makhluk ini memiliki ekor panjang dengan duri tajam seperti sebuah besi yang ditanam karena terlihat jelas ada bekas operasi di sekitar munculnya kerucut runcing tersebut," ucap Sandra sampai berjongkok.


"Oh, benarkah? Apa kita menganalisis sampai sejauh itu?" tanya Lala dan orang-orang yang mendengar menggeleng tidak tahu.


"Begitupula kuku pada kelima jari makhluk ini. Bentuknya melengkung seperti cakar pada burung pemangsa untuk mencengkeram korbannya. Lalu ...."


"Wow! Dia sangat detail," sahut Kolonel Brego seraya menunjuk Sandra. Orang-orang mengangguk setuju.


"Hem, ada yang aneh dengan permukaan kulit makhluk ini. Semacam ... bulu halus? Warnanya transparan, hampir tak terlihat. Sayangnya, mataku bisa melihatnya," ucapnya menyeringai.


Matteo menunjukkan senyumnya, dan Lala menyadarinya.


"Tertarik, hem?" sindirnya.


"Ya. Sangat menarik. Otka Oskova, aku akan menandaimu," jawab Matteo dengan salah satu alis terangkat ke atas. Lala tersenyum tipis.


***

__ADS_1


makasih tipsnya😍 aduh lele berkunang-kunang gaes abis diambil darah 4x😵 jadi kalo nemu tipo koreksi aja tar lele benerin kalo udah mendingan. doain hasil cek darah bagus dan semua fungsi organ normal. amin🙏



__ADS_2