SIMULATION

SIMULATION
JUDO*


__ADS_3

Usai bertanding melawan Akira, Sandra kembali ke kamarnya. Selama ujian, dia diawasi dengan ketat, tak boleh keluar kamar kecuali keadaan mendesak dan itu pun harus didampingi oleh robot bowling.


Sandra menuruti peraturan yang diberlakukan demi keselamatan dan kesuksesan ujiannya mengingat status keamanan di Great Ruler siaga 1 usai tragedi yang melukai Jenderal muda mereka—Matteo Corza.


"Akira sungguh hebat. Dia gesit dan tenaganya sangat kuat. Jika dia setangguh itu, kenapa saat melawan mutan dia bisa kalah ya?" tanya Sandra heran saat melepaskan seragamnya dan berganti dengan baju yang nyaman karena merasa tubuhnya sakit di beberapa bagian. "Apa karena hewan itu kekuatannya melebihi Akira? Jika benar, itu akan sangat mengerikan," sambung Sandra langsung pucat membayangkan jika dugaannya benar.


Makan siang dan makan malam Sandra diantarkan oleh robot pelayan. Sandra menerimanya dengan senyum terkembang, tapi ia baru menyadari sesuatu.


"Tadi sepertinya ... Spectra tak ada di ruangan. Dia ke mana?" tanya Sandra bingung saat ia akan menyedot susu cair dalam kemasan.


Sandra kembali fokus dengan makanan yang tersaji di hadapannya. Ia ingin segera beristirahat usai menyemprotkan obat untuk menghilangkan memar yang masih belum memudar sejak terakhir kali ia berlatih, meski rasa nyeri mulai tak dirasakannya.


"Besok adalah tes terakhir. Kira-kira ... siapa lawanku?" tanya Sandra gugup saat merebahkan tubuhnya yang letih di atas kasur.


Sandra tak ingin membebani pikirannya. Perlahan, Sandra memejamkan matanya dan tertidur lelap.


Keesokan harinya. Sandra terlihat gelisah karena hari ini adalah penentuan dari pelatihan kilatnya mempelajari ilmu bela diri selama satu bulan penuh.


Namun, Sandra berkeinginan untuk memperdalam ilmu bela diri Taekwondo kepada Akira usai pertandingan terakhirnya.


Usai sarapan, Sandra bergegas ke ruang pelatihan. Dan betapa terkejutnya, saat kedua matanya mendarat ke sosok yang tak ia duga akan menjadi lawannya hari itu, sang Presiden—Roman. Sandra mematung seketika.



"Apa yang kaulakukan di sana, Otka? Kemarilah dan bertarung denganku," ajak Roman yang membuat Sandra malah semakin gugup.


Wanita berambut pirang itu melangkah dengan ragu dan pandangan tertunduk. Ia terlihat tak yakin dengan ujiannya hari ini, terlebih jika harus menghajar sang Presiden.


Ia membayangkan hukuman yang akan diterimanya jika sampai pemimpin tertinggi di Great Ruler babak belur.


"Maaf. Anda ... lawan tandingku, Sir?" tanya Sandra memastikan, dan Roman mengangguk seraya melepaskan jaket yang ia kenakan dan diberikan ke Spectra yang ikut hadir pada hari itu tanpa Matteo di sisinya.


"Ya, begitulah teknisnya," jawabnya santai yang kini memakai seragam Judo yang dipasangkan oleh Wakil Presiden Lala berwarna biru tua terlihat keren di tubuh sang Presiden.


"Oke," jawab Sandra pasrah.


Ia menuju ke ruangan khusus untuk memakai seragam Judo berwarna putih tanpa atribut pelindung seperti dua pertandingan sebelumnya.


Meski demikian, baju tersebut telah dilapisi oleh pelindung bagian dalam untuk menghindari benturan kuat dari serangan lawan.


Sandra melangkah memasuki arena terlihat gugup. Presiden Roman telah berdiri tegap menunggu User yang akan melawannya.

__ADS_1


"Jangan khawatir, aku tak semudah itu dijatuhkan," ucap Roman dengan senyuman, dan Sandra balas tersenyum dengan anggukan kecil. Semua orang ikut tersenyum.


Roman lalu memberikan kode kepada sang isteri—Lala—dari tempatnya berdiri. Tak lama, terdengar suara Eco untuk menjelaskan instruksi pertandingan.


"Tes ilmu bela diri Judo akan berlangsung selama 15 menit. Teknik yang akan dinilai mencakup teknik penghormatan, teknik kumikata atau pegangan, Tai-Sabaki atau gerak memutar, sikap langkah, teknik bantingan, teknik kuncian, dan teknik menyerang yang terbagi menjadi beberapa gerakan. Total level untuk mencapai kelulusan adalah 10. Poin yang didapat tak berpengaruh pada persyaratan. Poin hanya sebagai penyemangat karena selisih angka yang didapat akan mempengaruhi mental serta motivasi petarung di arena."


"Hem, ucapannya benar. Aku lolos ujian Taekwondo, tapi aku kalah telak dalam perolehan nilai dengan Akira. Itu sangat menyebalkan," gerutu Sandra yang sependapat dengan penjelasan Eco.


"Aku mendengarmu, Otka," seru Akira dari kejauhan, dan hal itu membuat Sandra terkejut karena sang Komandan ada di bangku penonton untuk melihat aksinya hari ini.


Mata Sandra melebar saat menyadari ada Tony dan juga Ego di sana. Sandra menelan ludah. Ternyata, para Petinggi Pemerintah ikut duduk dengan rapi untuk menonton pertandingan akhir dari ujian User tersebut.


"Kenapa kau pucat begitu? Tetaplah fokus, jangan sia-siakan latihan beratmu selama ini. Aku tahu kau bisa, jangan putus asa," ucap Roman menasehati.


Sandra tersenyum dengan anggukan. Ucapan sang Presiden menenangkan hatinya, tapi tetap saja ia merasa bersalah jika harus memukul atau bahkan menendang pria yang dihormatinya itu.


"Kau siap?" tanya Roman menatap Sandra yang berulang kali menarik nafas dan menghembuskannya.


"Yes. I'm ready," jawabnya mantap menatap Roman tajam. Roman mengangguk.


"Ujian bela diri Judo akan dimulai dalam hitungan mundur. 5 ... 4 ... 3 ... 2 ... 1, start!" seru Eco memulai pertandingan.


Orang-orang bertepuk tangan, tapi kemudian kembali tenang dan fokus melihat dua manusia berbeda jenis kelamin sedang melakukan pertarungan di arena.


Dua orang itu berputar di arena saling bertatapan tajam. Suasana tegang kembali terasa setelah dua hari berturut-turut para penonton merasakan hal serupa.


"Boleh taruhan?" tanya Xili melirik sang Wakil Presiden.


"No," jawab Lala tegas dengan kedua tangan melipat di depan dada melihat dua orang di arena saling menjulurkan tangan untuk menangkap tubuh lawan.


Sandra berusaha menampik dan mengelak dari setiap juluran tangan Roman yang ingin memperangkapnya dengan kuncian mematikan.


Sandra terlihat panik karena Roman tersenyum saat dirinya berusaha untuk menghindar, tapi sang Presiden terus mengejarnya.


"Ah! Stop! Stop!" teriak Sandra tiba-tiba yang mengejutkan semua orang termasuk sang Presiden.


Sandra malah berlari keluar arena terlihat panik. Semua orang berkerut kening.


"Maaf, hanya saja ... rasanya aneh ketika Presiden Roman menyentuhku. Aku malah merasa geli dan bersalah kepada Wakil Presiden Lala," ucapnya terlihat sedih.


Praktis, semua orang tertawa mendengarnya.

__ADS_1


"Hei! Aku tak ada niatan untuk menggodamu atau semacamnya! Kita sedang bertanding!" seru Roman keheranan.


"Aku tahu, tapi ... sungguh aku tak bisa. Rasanya aneh. Kulitku jadi merinding. Bisakah ... lawannya diganti?" pinta Sandra gugup dan menjaga jarak dengan sang Presiden.


Para petinggi Great Ruler tertawa karena Sandra terdengar sungguh polos. Roman bertolak pinggang dengan pandangan mendongak ke atas terlihat pusing.


Lala tersenyum dan menatap Sandra yang terlihat serius dengan ucapannya. Ia berdiri di pojokan enggan mendekati arena.


"Oke, denganku saja," usul Lala yang membuat semua orang terkejut.


"Wow, seriously?" tanya Roman heran dengan kening berkerut.


"Ya, memang kenapa? Daripada ia diloloskan begitu saja tanpa hambatan?" jawab Lala mendekati sang suami di arena dan malah melepaskan seragam Judo yang dipakainya.


Roman terkekeh, tapi menurut. Kini, ia yang gantian memakaikan seragam itu di tubuh sang isteri. Sandra meringis tak enak hati, tapi ia akhirnya mau mendekat. Semua orang menahan senyum karena bagi mereka sikap Sandra sungguh lucu.


"Dia sangat menggemaskan. Kenapa aku tak mengajukan diri saja ya?" celetuk Tony yang membuat orang-orang di sekitarnya berkerut kening mendengar ucapan sang Captain entah pria itu sadar atau tidak dengan ucapannya barusan.


"Kini, kau tak punya alasan lagi untuk kabur, Otka," tegas Lala yang telah siap dengan pakaian Judo dan mengantikan posisi sang Presiden.


"Yes, Mam," jawab Sandra sopan seraya membungkuk, dan Lala membalasnya dengan melakukan hal yang sama.


Roman kini duduk bersama para Petinggi Great Ruler lainnya menjadi penonton. Ia terlihat kecewa karena tak jadi memamerkan keahliannya.


Mata semua orang kini terfokus pada dua wanita yang berdiri di arena, siap untuk saling menjatuhkan lawan.


"Aku siap," ucap Sandra mantap.


"Ujian bela diri Judo akan dimulai dalam hitungan mundur. 5 ... 4 ... 3 ... 2 ... 1, start!" seru Eco memulai pertandingan setelah percobaan pertama gagal.


Dua wanita itu saling memberikan penghormatan lalu keduanya berjalan mendekat. Sandra dan Lala terlihat siap dengan lompatan kecil untuk memulai pertarungan.


"Taruhan?" ajak Roman dengan senyum terkembang menatap orang-orang di sekitarnya.


Xili dan lainnya terkejut karena sang Presiden malah mengizinkan. Senyum para penonton merekah. Mereka akhirnya setuju dan mulai bertaruh menjagokan idola mereka masing-masing.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


uhuy tengkiyuw tipsnya💋 kwkw itu knp novel si 13DK udh up ya😆 kalo ada typo koreksi aja. Soalnya pas setor tau2 mati lampu🤭



__ADS_2