
Robot Sandra yang terbawa angin gurun karena masih menggunakan parasut, membuat semua orang yang terhubung dengannya panik seketika.
Tampilan dari mata robot level A tetap terkoneksi dengan pusat kendali simulator yang dihubungkan ke pusat komando tempat Roman berada.
"Dia berada di luar Great Ruler! Bagaimana sekarang?!" pekik Matteo panik karena sistem yang menghubungkan User dengan robot masih belum bisa dinonaktifkan entah apa penyebabnya.
Matteo merasa jika ada kesalahan dalam pemrograman karena Mola juga tak bisa dihubungi.
"Otka terlihat baik-baik saja, Matteo. Meski kami semua yakin jika ia panik karena berada di luar Great Ruler. Namun, Otka wanita yang tangguh. Ia pasti bisa menghadapinya," ucap Lala mencoba meyakinkan keponakannya dari dalam ruang simulasi sembari terus memantau pergerakan Sandra.
Xili dengan sigap melakukan pemantauan dari satelit untuk melihat pergerakan robot level A. Angin membawanya semakin menjauh ke wilayah tanah gersang tak bertuan.
Namun, yang menjadi kekhawatiran semua orang adalah, kegelapan mulai menyelimuti. Matahari mulai menyembunyikan dirinya di balik kabut.
Saat semua orang sedang berusaha untuk memulihkan keadaan, hal mengejutkan kembali terjadi. Kamera dari mata robot Sandra melihat pergerakan sekumpulan hewan yang mereka kenali.
Praktis, mata Sandra dan semua orang di pusat kendali serta komando di Great Ruler melebar seketika.
"Apakah ... itu sekumpulan mutan?" tanya Sandra yang didengar oleh semua orang.
Sandra mencoba mempertajam mata robotnya. Sayangnya, Mola yang menghilang begitu saja membuat wanita cantik itu kesal. Ia tak bisa melakukan zoom in agar bisa melihat dengan jelas.
Beruntung, para petugas di Great Ruler dengan sigap menggunakan tangkapan dari satelit untuk melihat pergerakan besar tak lazim itu.
"Gila! Itu ... para mutan. Apakah Morlan yang mengirimkannya?" tanya Wego—salah satu operator simulasi robot level A—bergidik ngeri.
"Mengerikan. Kita harus bersiap. Segera laporkan hal ini kepada seluruh pejabat militer untuk bersiaga dengan segala jenis serangan! Laksanakan!" tegas Roman.
"Yes, Sir!"
Segera, para operator menghubungi pusat kendali di seluruh Distrik. Para pejabat yang baru saja menyelesaikan tugas mereka dibuat panik seketika. Mereka gagal pulang ke rumah lebih awal karena ancaman serangan.
Namun, Roman meminta agar hal ini jangan disebarluaskan ke warga Great Ruler karena dikhawatirkan akan menimbulkan kepanikan.
Kekacauan yang terjadi di Distrik 4 terpaksa ditutupi dengan alasan uji coba robot. Sayangnya, televisi tak lagi mengiklankan kehebatan robot Sandra saat menjalankan misi seperti yang sudah-sudah.
Lala terpaksa berdalih dengan mengatakan jika robot dan User diistirahatkan. Lala menampakkan senyum manisnya di seluruh televisi Distrik seraya menyampaikan jika uji coba robot baru akan dimulai lagi esok hari.
Para warga yang menunggu tayangan itu terpaksa dibuat menunggu hingga esok hari, tapi mereka memaklumi hal itu karena mereka tahu, untuk menjadi seorang User bukanlah hal mudah. Bagaimanapun, mereka tetap bangga dengan kemampuan Otka Oskova.
"Aku ... membuat kebohongan lagi," ucap Lala sedih saat teringat akan kematian Aurora.
Roman kembali ke pusat kendali usai melihat tayangan yang disiarkan oleh sang isteri, segera mendatanginya.
__ADS_1
Roman tahu jika hal itu terpaksa dilakukan untuk menghindari kepanikan warga yang bernaung di dalam Great Ruler.
"Penduduk akan memaafkanmu, Bibi. Jangan bersedih," ucap Matteo ikut menenangkan. Lala mengangguk pelan. Sora masih terlihat serius di hadapan Sandra yang terperangkap di ruang simulasi.
Sandra yang merasa jika ia dibawa semakin jauh dengan Great Ruler mengambil inisiatif dengan memotong tali parasut menggunakan pedang laser.
KRASS!!
"Apa yang dia lakukan?!" pekik Matteo saat melihat dari kacamata robot Sandra jika wanita itu nekat melompat dari ketinggian agar tak semakin jauh dari Great Ruler.
BRUKK!
"Agh! Hah, hah," engah Sandra ketika ia berhasil mendarat di tempat antah berantah di hari yang mulai gelap meski cahaya matahari masih menyorot dari balik kabut gelap di tanah gersang.
Sandra melihat sekeliling di mana tempat itu cukup mengerikan karena hanya ada dia seorang diri.
Sandra melihat jika ada sekumpulan burung terbang di mana ia yakin jika hewan-hewan yang berhasil selamat dari kekacauan di bumi sedang menuju ke Great Ruler.
"Aku akan mengikuti mereka," ucapnya dengan napas terengah dan jantung berdebar karena berada di wilayah yang tak pernah ia datangi sebelumnya.
Sandra melewati batuan terjal yang menghalangi langkahnya demi bisa kembali ke Great Ruler.
Semua orang dirundung kecemasan karena Sandra terperangkap dalam simulasi dan tak bisa keluar. Roman berusaha mengembalikan sistem yang rusak entah apa penyebabnya. Hingga tiba-tiba, PIP!
"Selamat, Otka Oskova. Kau berhasil menyelesaikan misi level 4 dengan baik. Kau siap untuk melanjutkan misi level 5?" tanya Mola yang mendadak muncul dan mengejutkan semua orang.
"Apa yang kaulakukan, Paman?" tanya Matteo melihat sang Presiden yang nampak bingung di depan komputernya.
"Entahlah. Baru kali ini aku tak tahu apa yang kulakukan. Aku belum melakukan apapun pada sistem komputer dan pemrograman ini," jawabnya terdengar jujur.
Namun, melihat Mola sudah kembali aktif, semua orang lega. Orang-orang berkumpul di depan monitor 100 inch di mana kini pergerakan robot dan Sandra di ruang simulasi terlihat jelas.
"Sebenarnya apa yang terjadi, Mola? Dan ... di mana aku?" tanya Sandra bingung berdiri di tengah-tengah bukit batu seperti berada di pertambangan batu bara tempat ia bekerja dulu.
"Kausiap melanjutkan misi level 5?" tanya Mola mengulang dan tak menjawab pertanyaan Sandra.
Wanita itu nampak kesal, tapi akhirnya ia memilih pasrah. Sandra masih berpikir jika semua ini adalah salah satu misi dari uji coba level yang Roman berikan.
"Apakah ... misi level 4 mengalahkan para mutan burung?" tanya Sandra menebak.
"Ya. Kau benar," jawab Mola, tapi mengejutkan Roman dan Matteo karena hal itu tak ada dalam sistem.
Matteo dan Roman saling melirik tajam seperti memiliki satu pemikiran. Keduanya tegang seketika.
__ADS_1
Sedang dalam pikiran Sandra tidak demikian. Wanita itu teringat kejadian saat menggunakan parasut. Ucapan Roman kala itu, seperti memberikannya petunjuk.
Sandra menenangkan hatinya di mana ini sudah menjadi pilihannya sebagai relawan. Baginya, sudah terlambat untuk melakukan protes.
"Mungkin karena ini, aku diminta untuk menghafalkan geografis sekitar Great Ruler kala itu. Jadi ... apakah di sini tempat misi selanjutnya? Aku berada di luar Great Ruler? Bagus, aku merasa seperti dibuang," ucapnya terlihat kesal, meski tubuhnya masih berada di Great Ruler.
"Tak bisakah kita menghubunginya?" tanya Lala cemas.
"Entahlah. Sambungan komunikasi kita seperti terhalang begitu Otka terhempas saat menggunakan parasut. Namun, jika Mola saja bisa tersambung, seharusnya kita juga bisa. Kita masih dalam satu jaringan. Ini sungguh aneh. Kerusakan seperti apa hingga menjadi rumit seperti ini?" tanya Roman ikut heran dengan sistem komputernya, tapi ia tak bisa melakukan apapun untuk memperbaikinya saat ini mengingat Sandra masih terhubung dengan simulator.
Roman tak mau ambil resiko dengan memperbaiki program saat simulasi dijalankan. Kenangan masa lalunya kepada Mola tak ingin terulang. Roman memilih untuk kembali ke ruang kontrol untuk melihat perkembangan uji coba di luar perkiraan.
Saat semua orang dilanda kepanikan, tiba-tiba Laksamana Joe memberikan kabar mengejutkan ke pusat kendali simulasi Sandra dari Distrik 8, Pertambangan Batu Bara.
"Apakah yang Anda informasikan itu benar, Laksamana?" tanya Lala ikut terkejut.
"Ya. Para penjaga tambang mengatakan, tiba-tiba saja muncul kepulan asap di seluruh pertambangan mirip kabut. Namun, sistem tak mendeteksi adanya kebocoran gas. Lalu tiba-tiba saja mereka pingsan. Saat mereka bangun, mereka tak mendapati apapun. Ketika mereka memeriksa sistem keamanan dari kamera pengawas, selama beberapa jam, kamera dimatikan sehingga kejadian apapun tak terekam. Sepertinya, ada penyusup," jawab Laksamana Joe yang membuat Roman dan lainnya tegang seketika.
"Apakah sudah diselidiki secara menyeluruh? Bagaimana kesehatan orang-orang yang tak sadarkan diri?" tanya Roman khawatir.
"Ya. Mereka baik-baik saja. Hasil pemeriksaan mengatakan jika mereka terkena gas bius. Hasil tes darah menemukan kandungan tersebut dalam tubuh mereka," jawab Joe serius. Semua orang terdiam.
"Apakah ... orang itu dari kelompok yang sama? Maksudku ... aku pernah diracun sebelumnya. Mereka bisa memasuki Great Ruler tanpa terdeteksi sistem. Termasuk burung-burung mutan itu. Bagaimana mereka bisa menembus langit Great Ruler?" tanya Matteo penuh selidik.
"Aku sudah memeriksa Distrik 4. Sensor gerak yang terhubung dengan luar dinding sejauh 1 km telah dirusak. Oleh karena itu, burung-burung itu bisa masuk ke dalam tanpa terdeteksi. Padahal, kabel itu ditanam cukup dalam di bawah permukaan tanah. Hanya para pendahulu Great Ruler yang mengetahui jalur kabel-kabel itu," sahut Mayor Fergus Felipe—Walikota Distrik 4—dari sambungan teleconference.
"Morlan," guman Roman yang ternyata didengar oleh beberapa orang di sekitarnya.
Matteo terlihat begitu marah dengan sikap ayahnya. Semua orang dibuat tegang dengan kejadian ini. Para pemimpin di sepuluh Distrik makin waspada dengan ancaman yang akan menyerang negara mereka.
"Perketat keamanan. Aku merasa, Morlan mengincar robot level A milik kita entah apa yang dia inginkan. Aku akan berusaha untuk memperbaiki sistem agar Otka bisa kembali pada kita dengan selamat. Jika hanya robot, kita bisa membuatnya berkali-kali. Namun, nyawa User pengendalinya tak akan bisa digantikan," ucap Roman dengan sorot mata tajam.
Semua orang mengangguk setuju. Para pejabat yang diberikan tugas untuk mengamankan seluruh Distrik segera menginformasikan kepada para penjaga perbatasan.
Para teknisi dikerahkan malam itu juga. Tempat-tempat yang mengalami kerusakan segera diperbaiki agar pihak musuh tak bisa menyusup lagi.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
uhuy tengkiyuw tipsnya❤️ lele padamu💋adeh nyeri mens melanda smg bisa crazy up hari ini😩 amin~
__ADS_1