SIMULATION

SIMULATION
LIBRARY*


__ADS_3

Hari itu. Matahari hangat menyambut senyum manis Sandra saat wanita cantik itu keluar dari mobil otomatis yang mengantarkannya.


"Kau harus memiliki pengetahuan lengkap tentang sejarah, dan berita ter-update mengenai Great Ruler. Kau harus tahu fungsi dari 10 Distrik yang berada di negara ini. Siapa saja pemegang kendali dan penguasa di tiap Distrik itu. Aku tahu, mungkin ini terdengar membosankan, tapi ini adalah salah satu tes yang akan diujikan untuk menjadi salah satu User," ucap Tony tegas saat ia mengantarkan Sandra di halaman Perpustakaan Negara Great Ruler Distrik 4.


"Oke, aku mengerti. Terima kasih, Tony," ucap Sandra dengan senyum terkembang.


Tony mengangguk dan melambaikan tangan ketika menutup jendela mobil otomatisnya. Tony meninggalkan Sandra di sana, dan akan menjemputnya saat ia pulang bekerja.


Sandra terlihat gugup. Ia melangkah dengan ragu ketika memasuki sebuah gedung besar dengan bentuk unik menumpuk berwarna abu-abu silver di hadapannya.



Tempat itu tak begitu ramai pengunjung seperti mall-mall yang berada di Distrik 1 kota Zalama.


Seperti biasa, petugas robot di pintu masuk meminta identitas tiap pengunjungnya dengan barcode yang tercetak seperti tato pada pergelangan tangan Sandra.


"Welcome to World of Science, Geo Library. Harap tetap tenang dan tak diizinkan untuk membawa benda apapun keluar dari perpustakaan. Terima kasih," ucap mesin yang bertugas layaknya resepsionis penyambut tamu ketika seorang memasuki pintu perpustakaan yang terbuka otomatis.


"Wow," kagum Sandra karena ia belum pernah ke tempat itu sebelumnya.


Banyak rak-rak berisi buku-buku yang disusun rapi berdasarkan warna di tiap lantai. Seperti sebuah pelangi yang melengkung karena seperti itulah isi dari perpustakaan modern itu.


Sandra melangkah pelan dan ia kembali kagum ketika melihat seorang wanita tua dengan kacamata, seperti menuliskan sesuatu pada layar monitor transparan di depannya menggunakan sebuah pulpen khusus berwarna silver.


Tiba-tiba, rak buku berwarna hijau yang berada di sebuah lorong dengan tulisan G-Flora bergeser ke samping kanan.


Rak di bagian atas itu berputar seperti ketika mengambil koper pada layanan bagasi di Bandara di masa kini. Lalu, sebuah buku masuk ke tabung transparan dan meluncur ke bawah.


TING!


"M-D7-1375 buku Anda sudah siap," ucap mesin dari komputer yang dioperasikan oleh Nenek itu.


Wanita tua itu berjalan menuju ke tempat membaca saat sebuah robot pelayan perpustakaan mendekatinya seraya membawa buku tersebut.


"Terima kasih," ucap Nenek itu dengan senyum terkembang seraya duduk dan terlihat nyaman saat membacanya.


"Hem, menarik," guman Sandra saat matanya masih sibuk berkeliling.


Ia lalu memasuki sebuah ruangan yang terlihat lain dengan cahaya lampu berwarna putih terang.


Sandra terlihat ragu saat memasuki lorong tersebut. Hingga seketika, matanya terbelalak lebar.

__ADS_1


Ruangan itu terlihat lebih modern ketimbang perpustakaan yang ia lewati tadi. Semua informasi yang dibutuhkannya bukan dari sebuah buku melainkan dari sebuah layar sebesar 14 inch.


Ia melihat seorang wanita berkacamata dengan rambut ikal berwarna pirang sekilas mirip dirinya hanya saja lebih gemuk, berada di sebuah box transparan berbentuk balok.


Wanita itu duduk di sebuah bangku plastik terlihat kokoh dan banyak camilan di dalam sana.


Terlihat, ia asyik menikmati keripik seperti mengatakan 'Next' tiap ia selesai membaca, meski ia terlihat bosan untuk membaca tulisan dari layar itu.


Pandangan Sandra lalu beralih ke seorang pria yang memakai topi terbalik berada di dalam kapsul transparan.


Pria itu meluruskan kaki terlihat santai, menyenderkan punggung ke sebuah bantalan empuk seperti sedang duduk lesehan dan memangku sebuah tablet berikut pulpen khusus di tangan kanannya.


Dua buah earphone terpasang di kedua telinganya dengan warna berbeda—merah dan biru. Pria itu terlihat seperti orang yang mendengarkan sesuatu karena mengangguk-anggukan kepala.


"Ada yang bisa kubantu?"


"Oh!" kejut Sandra ketika sebuah robot mendatanginya. Robot itu mirip dengan robot yang melayani wanita tua di ruang buku tadi.


"Ah, yes. Ini pertama kalinya buatku. Em, jika boleh tahu, kenapa banyak kotak dan kapsul transparan di sini?" tanya Sandra seraya melihat sekitar.


"Di sini adalah ruang baca digital. Semua pengunjung dipersilakan makan, minum, mendengarkan musik dan melakukan apapun asalkan tak melanggar norma, di dalam kotak atau kapsul tersebut. Tempat itu kedap suara, sehingga tak mengganggu pembaca lainnya. Sedang ruang baca buku, hanya diperuntukkan bagi para pembaca yang menyukai ketenangan dan cara kuno dengan membaca buku bentuk fisik," jawab robot itu menjelaskan.


"Tentu saja. Kau ingin di ruang baca digital atau ruang baca buku?"


"Mm, ruang baca buku saja," jawab Sandra yang merasa jika tempat tak sesuai dengan gayanya.


Robot itu mengajak Sandra kembali ke ruangan besar yang memiliki banyak buku dengan rak bertingkat seperti sebuah benteng.


Sandra duduk di sebuah bilik seperti yang dilakukan oleh nenek tadi. Ia diajarkan oleh robot tersebut bagaimana melakukan pencarian. Sandra dengan cepat belajar.


Wanita cantik berambut pirang sebahu itu melihat ada banyak menu pilihan yang bisa ia baca selain sejarah Great Ruler.


KLIK!


Sandra melihat sekeliling karena ia penasaran dengan buku yang ia cari.


"S-D7-2756 buku Anda sudah siap."


Sandra menoleh dan mendapati robot pelayan membawakan buku yang ia inginkan.


"Oh, thank you," ucap Sandra ramah. Namun, ia penasaran dengan buku lainnya. Sandra akhirnya memilih banyak buku hingga 5 buah. Dan kini, buku itu menumpuk di hadapannya.

__ADS_1


"Oke. Ini pasti akan memakan waktu lama hingga Tony datang menjemputku," ucapnya sembari menarik nafas dalam saat mengambil sebuah buku yang mengisahkan tentang para pahlawan Great Ruler.


Ternyata di dalam buku, terdapat nama Aurora—ibu dari Colosseum Blue. Sandra terlihat fokus saat membaca sejarah tentang Aurora Dimensia.


Di sana disebutkan, jika Aurora adalah seorang arsitek handal kebanggan Great Ruler. Aurora meninggal di umur 30 tahun karena sebuah kecelakaan yang terjadi di Gerbang Kermogal Distrik 5 ketika ia ingin menerapkan sebuah design dari rancangannya.


Di ceritakan, jika Aurora adalah isteri dari Presiden Morlan Ruler. Mereka dikaruniai seorang putera bernama Matteo Corza.


Hanya saja, cerita tentang keluarga Aurora hanya sampai di situ saja. Tak ada penjelasan mendetail alasan meninggalnya wanita cantik tersebut.


Sandra menghembuskan nafas panjang. Ia teringat akan cerita Blue yang mengatakan jika ia seperti anak tak dianggap. Sandra kembali iba jika teringat akan kenangan singkatnya bersama Bos bermanik birunya itu.


PIP!


"Diberitahukan kepada seluruh pengunjung jika waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. Silakan untuk beristirahat sejenak dari kegiatan membaca dan diperbolehkan untuk melanjutkan lagi setengah jam kemudian. 'Pikiran sehat adalah hal penting untuk menyerap semua ilmu, dan keseimbangan hidup hanya bisa tercapai dengan hidup teratur'. Ungkapan ini dikutip dari salah satu pahlawan Great Ruler, Aurora Dimensia. Selamat siang dan silakan mengisi energi," ucap dari pengeras suara yang terdengar ramah di seluruh gedung perpustakaan.


"Jangan khawatir, kami akan menyimpan buku Anda. Silakan kembali ke kursi ini begitu Anda selesai beristirahat," ucap robot pendamping, dan Sandra mengangguk berterima kasih.


Sandra melangkah mengikuti tanda 'Rest' di mana orang-orang berjalan dengan teratur menuju ke sebuah tempat. Sandra terlihat penasaran ke mana orang-orang ini pergi.


Ternyata, sebuah restauran dengan design interior menyejukkan mata muncul di hadapannya.


Namun, tempat itu dengan cepat terisi penuh. Sandra melihat masih ada sebuah meja kosong dengan dua kursi berada di sana.



"Oh!" ucapnya bersamaan dengan seorang wanita yang ternyata mereka duduk berseberangan.


Sandra dan wanita yang ia yakini pernah dijumpai di ruang baca digital saling tersenyum.


"Hai, aku Sandra," ucapnya mengajak bersalaman.


"Aku Otka," jawabnya seraya membalas jabat tangan.


Sandra tertegun. Nama wanita itu sama dengan nama masa kecilnya dulu. Keduanya terlihat canggung dan tersipu malu.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE (tripadvisor.com.ph) & Free Images

__ADS_1


__ADS_2