Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 100


__ADS_3

🌻🌻🌻


Reza yang sudah kesal karna pesanannya tak kunjung datang akhirnya menghampiri salah satu pelayan.


"Mba, udah jadi belum sih? saya udah empat puluh menit nunggu" ucap reza dengan kesalnya.


"Maaf pak bisa tunggu sebentar lagi?" ujarnya dengan sopan.


Reza mendengus kesal, lalu kembali' duduk di kursi tempat dimana ia tadi menunggu.


"Ponsel mana ya?" gumamnya sambil terus merogoh saku celana dan jasnya.


"Jangan-jangan dimobil atau di kantor" Reza semakin kesal karna ponselnya yang entah ada dimana.


"Ini pak" seorang pelayan datang menghampiri Reza dengan membawa bungkusan yang langsung di serah kan padanya, tak lupa rezapun memberikan selembar uang pecahan merah pada pelayan tersebut.


"Terima kasih" kata si pelayan, yang hanya di balas anggukan oleh Reza pria tinggi berjas hitam itu.


Langkahnya langsung tertuju pada mobil sedan mewahnya yang terparkir di sisi jalan raya utama, terdapat banyak stand makanan juga kios-kios yang menjajakan aneka dagangan mereka, dan Reza memilih mendatangi stand roti bakar yang akhir-akhir ini sangat di sukai istrinya.


Masuk kedalam mobil ia kembali mancari ponsel yang ternyata terselip.


"Nah ini dia" tanpa mengecek lebih dulu benda pipih itu di masukkannya ke dalam saku kemeja kemudian menyalakan mesin mobilnya.


Sampai dirumah mewah milik orangtuanya ia di kejutkan dengan Ameera yang lari dari arah tangga berhambur memeluknya.


Gadis remaja itu ternyata masih terisak karna terlihat jelas dari wajahnya yang berantakan dan kedua mata yang merah juga sembab.

__ADS_1


"Ada apa dek?" tanya Reza bingung.


"Kak, Mel" lirihnya sedih.


"Kakakmu, kenapa?" Reza melepas pelukannya dan menangkup wajah adiknya.


"Kak, Mel dibawa kerumah sakit" ucapnya sambil terisak-isak.


"Siapa yang bawa? memang kenapa dek?" tanya Reza panik, kini bungkusan roti bakar yang sengaja ia beli setelah pulang kantor pun jatuh begitu saja di lantai


"Mama papa dan eyang, Kak" jawabnya sambil menyeka air matanya.


"Kakak kesana" dengan cepat Reza meninggalkan adiknya menuju mobilnya lagi, di lajukannya kereta besi itu dengan kecepatan penuh tak perduli para dengan para pengendara lain yang mengumpatnya karna membawa mobil ugal-ugalan.


Tak sampai dua puluh menit mobil sampai dirumah sakit, beberapa yang menyadari kehadirannya langsung menunduk hormat tapi sayangnya Reza tak begitu memperdulikannya, dengan sedikit berlari ia langsung menuju lift kini harinya benar-benar kalut bayangan sang istri terus berputar di pelupuk matanya, baru pagi tadi ia memangku KHUMAIRAHnya.


"Reza, Istrimu,Nak" wanita paruh baya itu memeluk putranya.


"Ada apa, mah, Melisa mana?" walau ia sedang kacau tapi Reza masih mencoba menenangkan mamanya yang menangis dalam pelukannya.


"Dia pingsan dikamar, adek yang lihat istrimu tergeletak di depan kamar mandi"


"Ya tuhan, Ra" bathin Reza sambil memejamkan matanya.


"Lalu sekarang gimana?" tanya Reza setelah mengurai pelukannya.


"Masih belum sadar" jawab mama sedih, bukan hanya memikirkan menantunya tapi juga bayi dalam kandungannya.

__ADS_1


"Udah bicara sama Caca, Pah?" tanya Reza pada papanya yang duduk sambil memijit pelipisnya, baru datang dari luar kota langsung dihadapkan oleh masalah ketidaksadaran menantu kesayangannya.


" Caca belum keluar, banyak dokter didalam" jawab papa, Reza yang mendengar pernyataan papanya semakin panik.


"Minum dulu" eyang menyodorkan satu botol air mineral pada tuan mudanya.


"Makasih eyang" ucap Reza yang kemudian duduk disisi papa.


"Aku takut, Pah" ucap Reza, kini wajahnya tertunduk ada setetes air mata jatuh ditangan yang ia letakan di pangkuannya


"Kita berdoa, semoga anak istrimu baik baik saja" kata papa sembari menepuk pelan bahunya.


"Amiin, Pah" sahutnya lirih.


"Reza..."


Kini semua mata menatap dokter cantik yang sedang berdiri di depan pintu dimana didalam nya terdapat seorang wanita hamil yang tak kunjung sadar dari pingsannya.


"Gimana?, gue mau masuk" Reza Langsung berdiri dan menghampiri dokter Rissa, memaksa menerobos masuk.


"Maaf, Za" Reza langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya lagi matanya kini menatap tajam pada Rissa.


"Gue gak butuh maaf, gue butuh anak istri gue" ucap Reza penuh penegasan.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Like komen nya yuk ramai kan ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2