Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 178


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻


Buna.. Abang takut!!


Bathin Langit terus menyebut nama Melisa yang jauh disana, entah apa yang sedang di lakukan wanita terbaiknya itu di apartemen bersama Cahaya setelah kepergian mendadaknya itu.


Langkahnya begitu berat meski hanya sekedar menghampiri wanita yang sedang terbaring lemah tak berdaya yang di sebut Reza sebagai ibu kandungnya.


Sampai di sisi brankar, Langit menarik kursi yang tersedia dia sisi ranjang pasien tersebut dengan pelan.


Ia duduk masih dengan perasaan tak karuan juga resah.


"Bu..." lirih Langit dengan suara bagai tercekat di tenggorokannya.


"Ini Langit, apa Langit bener anak ibu?" tanyanya masih tak percaya. Jika saja ia boleh memilih tentu ia ingin ini hanya sebuah mimpi belaka dan berharap cepat terbangun dari tidurnya ini.


"Jawab Langit, Bu" pintanya sedikit memohon.


Ada perasaan ia ingin menyentuh punggung tangan wanita itu tapi rasanya begitu berat, Apalagi saat ia ingat bagaimana lembutnya sentuhan BUNA mengusap kepalanya sedari kecil sampai sebesar ini, kasih sayang wanita itu tak pernah berubah meski ia sudah melahirkan tiga anak sekaligus secara bersamaan yang kini menjadi adik angkatnya, malah salah satunya kini ia harapkan menjadi istrinya kelak.


"Langit lupa sama ibu, Langit cuma tau Buna. Langit harap Ibu gak akan maksa Langit buat milih ibu di banding Buna ya"


Kini terdengar isakan kecil dari Langit, bahkan ia menggigit bibir bawahnya sendiri untuk meredam emosi dan sakit hatinya.


Bohong jika ia tak berprasangka buruk pada wanita di depannya kini.

__ADS_1


Mengapa datang secara tiba-tiba di saat hidupnya sudah tertata begitu rapih dan indah?


Wanita itu benar-benar tak merespon semua ucapannya ia bagai bayi baru lahir yang lelap dalam tidurnya.


Entah selama apa ia terpejam, Langit tak pernah tau.


Hanya suara monitor detak jantung yang menemani keduanya yang kini justru saling diam.


Langit tak mampu berkata apa apa lagi untuk ibunya.


Tak seperti saat ia sedang bersama Buna nya yang bisa mencurahkan semua isi hati suka dan dukanya.


"Langit tak pernah merindukan ibu, maaf"


"Hati Langit tak pernah kosong selama ini, bahkan kejadian sebelum Langit bertemu Buna pun, Langit gak ingat lagi. Yang Langit tau cuma nama Langit saat Buna tanya"


"Ibu jangan marah ya, Langit terima kalo ibu bilang Langit anak durhaka nantinya" lirihnya begitu sedih di sela Isak tangis yang tak lagi bisa ia tahan.


Saking tak kuatnya menahan rasa sesak, Langit akhirnya menyandarkan kepalanya di tepi ranjang tepat di sisi ibu kandungnya berbaring tak sadarkan diri, ia menangis sesegukan lumayan lama sampai Langit merasakan bahunya di usap lembut seseorang dan entah kenapa ia justru sangat menikmati sentuhan itu.


Setelah dirasa cukup tenang, iapun kembali mengangkat kepalanya yang malah justru kini terasa pusing dan berat, dengan mata dan wajah begitu basah ia menoleh ke arah seseorang yang berdiri tepat disisinya dengan tangan masih memegang bahunya.


"Kamu siapa?" tanya Langit.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku Nana,!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Saha deui bae lah 🤭🤭🤭


apa itu boneka Annabelle yang akan mengobrak-abrik hati Abang ganteng ku 🥱🥱🥱🥱

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_2