Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 171


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Kenapa gak bilang?


kamu tau gimana takutnya Abang saat kamu gak ada..


Apalagi pergi tanpa Abang.


Jangan kaya gini lagi.


Abang bisa gila karna panik nyariin kamu!


Cahaya hanya bisa tersenyum dalam pelukan Langit yang mendekapnya dengan begitu erat, ia menikmati detak jantung pria itu yang memang berdegup begitu kencangnya karna rasa khawatir.


"Adek cuma pergi sebentar sama kau Hujan, Bang" ucap Cahaya sambil terkekeh.


"Tapi kenapa gak bilang Abang?" balasnya sambil mengurai pelukan.


"Lupa"


Langit mencubit gemas pipi kanan gadisnya itu sampa di bungsu harus meringis kesakitan.


"Ampun, Bang"


Drama romantis itu tentu di saksikan Hujan yang sedari tadi ada disana, ia terharu melihat adik. iparnya itu begitu di cintai dan di jaga oleh Langit sepenuh hatinya.


Senyum kecil tersinggung di sudut bibirnya saat ia mengingat Air, suaminya.


Bayi buaya cengengnya yang hoby sekali memancing emosinya.


"Kak, kok ngelamun?" tanya Cahaya pada Hujan.


"Eh, iya" sahut sang kakak ipar sambil tergagap.


Cahaya dan Langit tertawa melihat ekspresi wajah Hujan yang terkejut.


"Kita cari makan dulu ya" ajak si bungsu yang di balas anggukan kepala oleh Hujan.

__ADS_1


Ketiganya kini sudah naik mobil Langit, meninggalkan enam pengawal yang sedari tadi mengikutinya, karna kini ada Langit maka dua gadis itu tak butuh lagi para pengawal suruhan papanya.


*********


Reza duduk di hadapan seorang pria yang memakai jas rapih, Wajah angkuh pria itu membuat Reza semakin geram di buatnya.


Jika saja ini bukan menyangkut anak-anaknya mungkin pria itu sudah habis di hajar olehnya.


"Kembalikan Langit padaku" ucap pria tersebut.


"Hah! anakku bukan barang!" jawab Reza dengan nada mengejek.


"Kembalikan baik-baik, atau saya ambil paksa!" ancamnya serius tak main-main.


"Silahkan, jika anda mampu!" balas Reza dengan santai dan tak perduli dengan ancaman yang tertuju padanya.


"Langit anak saya, darah daging saya" sentaknya yang mulai emosi.


"Saya tahu, tapi selama lebih dari dua puluh tahun anak itu saya yang mengurusnya" jawab Reza tak mau kalah.


"Berapa yang harus saya bayar untuk menggantinya?" tanya pria itu semakin sombong, ada kilatan amarah di matanya.


Pria itu semakin mengeram kesal.


BRAAAAAAKKKKKK


"Jangan main-main atau memancing kesabaran saya" ucapnya dengan begitu tegas.


Reza hanya tersenyum masih bergeming di tempatnya duduk, tak ada perasaan takut sedikitpun dalam hatinya meski selalu di ancam dan teror bahkan berkali-kali hampir di jatuhkan.


"Anakku tetap anakku meski dalam tubuhnya ada darahmu" balas Reza sambil berdiri lalu meninggalkan pria itu.


Langkahnya begitu santai keluar dari privat room sebuah restauran ternama di ibu kota menuju mobil mewahnya di area parkiran.


Reza masuk kedalam kereta besinya, duduk di balik kemudi lalu mengendur kan dasinya yang bagai mencekik leher.


Ia pejamkan matanya sejenak untuk memutar lagi semua kenangan tentang anak yang kini sedang diperebutkan.

__ADS_1


Langit yang masuk kedalam hidup ia dan Melisa yang baru saja menikah seakan menjadi jalan untuk mereka berlatih menjadi orang tua sebelum memiliki anak kandung.


Lebih dari dua puluh tahun ia selalu memberikan yang terbaik pada Langit termasuk nama besar keluarganya dan tak lama lagi ia pun akan menyerahkan Anak Kesayangannya juga.


Bukan hal mudah bagi Reza melepas anak itu meski kepada orang tua kandungnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Abang tetep jadi Langitnya papa sama Buna ya,


Jangan pernah ikuti jejak Ayahmu sebagai seorang MAFIA.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Wah, Abang bapaknya serem juga ya 🙄🙄🙄


Aku jadi Atut..

__ADS_1


Gak nakal lagi deh abis ini ama Abang, sok atuh kalo mau kawin sama adek 😂😂 dari pada ntar aku di dooooor sama bapakmu.😓😓😓😓


Like komen nya yuk ramai kan.


__ADS_2