Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra part 55


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


Om harus terima Abang buat jadi menantu om.. Abang akan pulang dan melamar Cahaya!


Permintaan Langit sungguh di luar dugaan pasangan suami istri yang kini saling pandang.


Dengan ekspresi terkejut Reza menelisik kedua manik mata anak angkatnya


"Apa maksud kamu?" tanya Reza datar.


"Aku mencintai Cahaya, aku ingin Om dan Buna menjaganya selama aku menimba ilmu di sana dan pulang menjadi yang terbaik untuk kalian" ucapnya tegas penuh penekanan.


"Belajar aja dulu, gak usah mikirin adek" jawab Reza santai.


"Gak, Om. Aku serius dengan hal ini" tambahannya lagi dengan mata menatap ke arah pria ya h selama ini menghujaninya dengan fasilitas mewah.


"Abang gak usah mikirin hal itu, adek gak akan kemana-mana, Buna akan tunggu kedatangan Abang"


Reza mengernyitkan dahinya menoleh kearah istrinya yang dengan mantap meyakinkan Langit.


"Datanglah nanti setelah menjadi yang sukses, bahagiakan Chaca lebih dari kami" ucap Reza sambil bangun dari duduknya kemudian berlalu menaiki tangga.


.


.


.


"Maaf Buna, maafkan Abang yang lancang mencintai anak Buna" Langit kembali menangis di atas pangkuan wanita yang lima belas tahun lalu menemukannya di pinggir jalan.


"Anak tak tahu diri tak bisa menekan perasaannya sendiri pada gadis itu, maaf... maaaf kan Abang"

__ADS_1


Melisa yang masih terisak hanya bisa mengusap kepala Langit dengan rasa haru dan bangga.


Ibu manapun akan terharu jika anak gadisnya ternyata di cintai oleh pemuda baik hati dan baik sikap seperti Langit.


"Tak ada yang harus di maafkan, Buna justru bahagia jika kalian bersama karna Cahaya akan bersandar pada pria yang tepat" jawab Melisa.


"Jangan pisahkan kami, Bun. Abang mohon, berjanjilah hanya selama Abang kuliah saja" pintanya lirih dengan menangkup kan kedua tangannya.


"Mana mungkin Buna memisahkan kalian, Buna akan menjaga Cahaya disini untukmu hanya untukmu"


Langit menyungging kan senyumnya di wajah yang masih banjir air mata, keduanya berpelukan dengan begitu erat, entah kenapa pemuda itu kini merasa hatinya sungguh lega setelah meminta hal konyol pada Reza, ayah dari gadis yang amat ia cintai.


"Istrirahat lah, dan jangan memikirkan apapun. Semua akan baik-baik saja" pesan Melisa pada Langit yang terlihat kini lebih tenang.


"Aku mau liat adek, boleh?" pintanya walau ragu.


"Biar Buna yang lihat lebih dulu, Abang masuk kamar sana karna besok harus beresin semua keperluan yang masih ada di panti jangan lupa buat pamitan dan minta doa sama semua adik-adik kamu juga ya"


Pemuda itu kini bangun kemudian bergegas masuk kedalam kamarnya dengan langkah gontai.


Melisa yang masih duduk sendirian di ruang tengah berkali-kali menarik nafas dan membuangnya perlahan ia meremat baju bagian dadanya yang seakan begitu sesak ia rasa, ini momen paling menyedihkan dalam hidupnya yang sudah terbiasa bahagia.


Aku kuat, aku harus kuat jauh dari Abang...


*****


Reza yang masuk kedalam kamarnya lebih dulu langsung merebahkan tubuhnya di tengah kasur, matanya sedikit bekabur saat menatap langit-langit kamarnya, dan ternyata satu tetes air mata akhirnya lolos juga.


Andai kalian tau kalau ini adalah pilihan paling sulit yang harus papa ambil.. demi kalian!


Demi utuhnya keluarga kita, papa akan lakukan apapun meski harus mengorbankan jarak untuk sesaat.

__ADS_1


Lamunannya buyar saat ponselnya bergetar di saku celana, Reza langsung merogoh nya untuk meraih benda pipi itu.


"Hallo, pah" sapa Reza pada pria paruh baya yang menghubunginya lewat sambungan telepon.


"Kapan Langit berangkat?" tanya papa tanpa basa basi lagi, ada nada resah yang di dengar Reza.


"Lusa, Pah. Besok baru mau siap-siap, kita berangkat pagi kesana" jawabnya lesu, banyak sekali yang ia pikirkan akhir akhir ini.


"Semua sudah kamu siapkan?, ingat kak, papa gak mau hal buruk terjadi padanya" ucap papa yang justru mengarah ke ancaman.


.


.


.


.


.


.


.


Papa tenang aja, aku udah siapin delapan orang yang jago bela diri dan terpercaya buat jagain Abang selama dua puluh empat jam disana. gak akan ada yang bisa nyentuh dia sedikitpun, pah!


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Lo mau ngajakin Maen petak umpet Bang, banyak amat bodyguard nya 😂😂😂


Bagi gue satu buat nyuci piring sini 🤭🤭🤭

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ❤️


__ADS_2