Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 70


__ADS_3

🌻🌻🌻


"Mas!"


"Reza!"


"Tuan!"


Ketiga wanita yang berada di ruangan pemeriksaan berteriak bersamaan saat melihat Reza limbung tak sadarkan diri.


"Kenapa,Za?" Caca terus mengguncang bahu Reza sedang kan Melisa meraih kepala suaminya untuk ia letakan dipangkuannya sembari menepuk pelan pipi Reza.


"Panggil perawat laki-laki, sus!" Titah dokter Caca pada suster yang ada di ruangannya.


"Ba..baik, Dok" jawabnya terbata karna masih terkejut.


Suster itu segera pergi untuk meminta pertolongan perawat lainnya agar bisa mengangkat tubuh Reza.


"Dok, gimana ini, suami saya kenapa?" kata Melisa yang sudah berderaian air mata.


"Tenang,Mel. Reza gak kenapa kenapa, mungkin dia shock" jawab dokter Caca menenangkan.


"Aku takut" kini tangannya bergetar.


"Jangan panik, ingat kandunganmu masih sangat muda"


tak lama terdengar beberapa derap langkah mendekat kearah ruangan pemeriksaan, ada tiga orang perawat laki-laki yang siap membantu.


"Ada apa dok?" tanya seorang perawat.


"Angkat tubuhnya, dan bawa keruang rawat pasien VVIP" titah dokter Caca sedikit khawatir.


"Baik!" jawab mereka serempak.


**

__ADS_1


Tubuh Reza yang sudah dipindahkan keruang inap masih terbaring lemas dengan mata tertutup, banyak buliran bening di kening juga lehernya.


"Nih orang pingsan kayanya sambil lari-lari deh di alam bawah sadarnya " Caca terkekeh saat memeriksa keadaan sahabatnya itu.


"Gimana dok?" tanya Melisa masih panik, tangannya tak lepas dari genggaman sang suami.


"Gak apa-apa, nanti juga sadar, dia emang sedikit lebay, haha" jawab Caca dengan tawa renyahnya.


"Mas, ayo bangun" pinta Melisa lirih, ia tak menyangka kabar kehamilannya justru membuat sang suami harus tak sadarkan diri.


"Kamu istrirahat dulu, Mel. Udah malam gak bagus buat kehamilan kamu"


"Iya, Dok. Terimakasih" sahut Melisa menganggukan kepalanya.


"Apa kamu gak kabarin orang rumah?" tanya dokter Caca.


"Mungkin besok pagi, Dok" sahut Melisa setelah melirik kearah jam dinding.


"Baiklah, aku permisi dulu" pamit Caca pada Melisa, namun baru tiga langkah ia berjalan Caca justru kembali mendekati Reza.


Melisa hanya tersenyum mendengar perkataan dokter cantik itu.


Kini hanya Melisa dan Reza yang tertinggal di kamar ruang inap, ia tak hentinya menatap wajah Reza yang terlihat sedikit pucat.


"Mas, Aku takut!" tangis Melisa pecah, sungguh selama hidupnya ia tak pernah membayangkan akan tidur dirumah sakit meski ruangan tempat ia berada justru lebih mirip kamar hotel bintang lima.


"Aku gak bisa tidur, Mas Reza gak peluk aku?" ia merengek disisi suaminya, dada yang biasanya menjadi tempat ia bersandar tak bisa ia rengkuh.


****


"Kecebong, mana kecebong nya" teriak Reza setelah sadar dari pingsannya.


"Mas" Melisa yang mendengar suara suaminya langsung bangun.


"Ada apa, Mas?" tanya Melisa.

__ADS_1


"Kecebong,Ra!" jawabnya dengan mata tajam menatap istrinya.


"Aku hamil,Mas" ucap Melisa pelan, mencoba menenangkan suaminya.


"Hamil, kamu hamil kita punya anak?" tanya Reza memastikan.


"Iya, kita akan punya anak" Melisa meraih tangan kanan suaminya untuk diletakkan di perutnya yang masih rata.


"Disini?" tanya Reza lembut.


"Iya, disini. Disni ada hasil Pikniknya mas Reza," Melisa terkekeh dengan ucapannya sendiri.


"Aku berhasil?, ada Reza junior nantinya, iyakan Ra?" ujar Reza mulai berkaca-kaca.


"Iya, Mas"


Keduanya berpelukan, tangis keduanya pun pecah begitu saja saat mereka saling memeluk dalam keharuan dan juga kebahagiaan. Sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


"Aku bahagia,Ra!" ucap Reza disela Isak tangisnya.


"Iya, Mas. Aku juga bahagia banget" sahut Melisa sambil menyeka air matanya.


"Tapi..."


"Tapi apa?" tanya Melisa lalu mengurai pelukannya.


"Tapi kamu harus janji kalau cuma aku yang kamu peluk?" ucap Reza pelan, ada raut khawatir jelas di wajahnya.


"MAS REZA !!!!"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Gitu aja terus bang!!


kalo bisa ikut masuk gih sama kecebong kedalam perut Melisa 🤭🙈🙈🙈🙈

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan ♥️🤗


__ADS_2