
🌻🌻🌻
Selesai sarapan Reza langsung berpamitan kepada istri dan ketiga anaknya, di ciumi dan di beri pesan satu persatu sudah menjadi kewajiban baginya Setiap pagi
"Kakak Ay jangan nangis terus ya" pesan pertama untuk si sulung
"Iya, papah, tapi nanti beliin es krim banyak banyak ya" jawabnya sambil menbulatkan kedua tangannya ke udara.
"Siap sayang"
"Kakak Bu, jangan gangguin kakak ya" kini pesan kedua ia tunjukkan untuk si tengah.
"Dan kalian berdua jagain adeknya ya"
"Iya,.Pah" sahut Ay dan Bu bersamaan.
"Papa kerja dulu ya tuan putri"
"N'Da boleh lama-lama" jawab Chaca.
"Haha, iya sayang, kan nanti sore mau ketemu sama tante dokter" ucap Reza sambil mengusap kepala si bungsu.
"N'Da mau" jawabnya sambil menggeleng.
"Kenapa, Tante dokter kangen katanya sama adek"
"Adek juga kangen, papah, tapi N'Da mau di kasih obat lagi" Reza langsung menggendong si bungsu, mendekapnya penuh sayang, hati orang tua mana yang tega jika putri kesayangannya harus rutin meminum obat tanpa waktu yang belum bisa di tentukan.
"Nanti kita bilang sama Tante dokter buat gak kasih adek obat lagi ya" Rayu Reza dengan hembusan nafas berat.
Melisa yang sudah berkaca-kaca langsung membuang mukanya tak ingin kedua jagoannya melihat ia menangis.
"Janji?" Chaca mengacungkan jari kelingking nya pada Reza.
"Janji sayang" kelingking keduanya pun kini bertautan.
"kakak mau..kakak mau..kakak mau,Pah" teriak Ay tak mau kalah, si biang rusuh ini memang tak pernah mau diam.
"Ayo sini papa gendong"
__ADS_1
"Bu, mau gendong gak?" tanya Ay sambil tertawa menggoda adiknya itu.
"Gak" sahutnya dingin tanpa ekspresi.
"Udah, papanya mau berangkat, Ayo kalian turun" titah Melisa setelah bisa menguasai hatinya yang sempat sesak.
"Es krimnya jangan lupa ya, dua aja buat kakak sama adek, Bu jangan dikasih hihi" bisik Ay di telinga Reza.
"Hus, gak boleh gitu" sahut Reza mencium pipi Ay, anak yang paling dekat dengannya karna seringnya mereka berinteraksi.
"Nanti pasti aku yang abisin deh" bisiknya lagi sambil tertawa
"Huh, Maunya kakak itu sih"
Reza menurunkan kedua anaknya dan kembali menciumi mereka satu persatu, Jatah sang istri tentu lain lagi.
"Aku berangkat ya, nanti aku kabarin lagi Jam pulangnya" kata Reza sambil berjalan kearah pintu dengan merangkul bahu istrinya
"Kabari sebelum jam tiga ya" pesan Melisa sembari membetulkan dasi.
"Iya, sayang"
"Bibir aku tipis nih kebanyakan ciumin kalian" kekeh nya Sambil memeluk pinggang istrinya yang selalu ramping.
"Gak apa-apa, biar gada jatah buat ciumin yang Laen"
"Wah..wah ngomongnya, segini rasain perjaka tong-tong nya aku"
"Ih, apaan sih, udah sana!"
Reza melepaskan pelukannya, memegang gagang pintu lalu membukanya.
"Aku berangkat ya" pamitnya lagi.
"Iya, hati-hati di jalan"
"Titip anak-anak ya, Ra"
"Iya, Mas"
__ADS_1
Reza menutupnya dan kini ia sudah menghilang dari balik pintu namun baru lima detik ia membuka kembali pintu tersebut.
"Apa lagi?" kata Melisa yang baru saja membalikkan badannya.
"Ada yang lupa, Ra!" sahut Reza
"Apa?, ponsel atau dompet, kunci mobil?"
"Bukan, Ra"
"Lalu apa yang lupa?" tanya Melisa bingung.
"Lupa bilang--_"
.
.
.
.
.
" Ay lop yu raaaaaa" suara Ay yang berteriak di sofa ruang tv langsung membuat wajah Reza dan Melisa merah Karna malu.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Wah.. mang enak lu bang di skak anak sendiri 😂😂😂😂...
Bucin Mulu sih 🤭
Like komen nya yuk ramai ♥️♥️
Kakak Ay lagi main2 Sama adek..
Kakak Bu mah anteng aja sendiri an..
yang penting sehat ya sayang ❤️❤️
__ADS_1