Suami Dadakan

Suami Dadakan
extara part 48


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


Setelah memberikan kunci mobil pada Langit, Reza langsung menuntun istrinya masuk kedalam rumah menuju kamar, apa yang akan mereka lakukan cukup dua manusia itu saja yang tahu!


.


.


.


Air dan Cahaya bersorak senang, tapi tidak dengan Bumi ia malah menguap berkali-kali pertanda kantuk kini tengah menyerangnya.


"Kamu kenapa sih?" seru Ay pada adiknya itu.


"Apa, aku ngantuk banget kak" ucapnya yang malah menyandarkan kepalanya di bahu Cahaya.


"Terus kakak mau ikut gak?" tanya si bungsu.


"Ikut dong! kalo Papa udah nyerahin kunci mobil sama kartu unlimited nya itu tandanya kita harus pergi jauh-jauh dari zona nyaman mereka" kekeh Air sambil menunjukan blackcard yang tadi diberikan Reza padanya.


"Tapi mau kemana?, aku nya ngantuk banget" kata Bumi yang matanya mulai merah dan berair.


"Kakak abis begadang?"


"Enggak, tapi emang semalem gak bisa tidur aja" sahut Bumi saat adiknya bertanya.


"Tumben, ada masalah?" timpal Langit yang sedari tadi justru sibuk menguncir rambut Cahaya.


"Enggak" balasnya lirih.


Anak kedua pewaris RAHARDIAN grup itu kini memejamkan matanya, pikirannya jauh melayang ke apartemen yang sekarang mereka tinggalkan.

__ADS_1


Aku lupa bawa kamu..


Aku gak bisa tidur tanpa liat kamu dulu..


Aku pengen pulang dan ambil kamu yang!!!


Yang di maksud Bumi tentu kalung yang ia temukan saat di toko buku tempo hari saat ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis sampai kalungnya harus jatuh dan ditemukan olehnya, benda itu masih ia simpan sampai saat ini malah justru menjadi candu baginya.


Kalung putih berliontin nama itu seakan menjadi temannya dalam segala rasa dan keadaan, ia akan menumpahkan isi hatinya pada benda yang ia genggam itu.


.


.


.


"Heh, malah tidur!" Air mengguncang bahu Bumi Sampai ia harus terlonjak kaget


"Kakak jahat loh, sumpah!" Seru Cahaya karna iapun ikut kaget dan mengusap dadanya sendiri.


Bumi bangun setelah di tarik paksa oleh Air juga Langit karna Cahaya sudah berteriak di depan mobil menunggu mereka bertiga.


Gadis cantik satu-satunya itu selalu menjadi yang paling bawel diantara saudaranya.


"Bang, cari yang banyak ceweknya ya" pesan Ay saat ia menutup pintu mobil.


"Emang kita mau kemana?" tanya Cahaya sambil memasang setbelt.


"Gak tau, coba cari deh tempat yang seru tuh dimana." titah Langit, pemuda tampan itu sudah siap menjalankan mobilnya.


"Aku gak mau ke tempat tongkrongan ya" kata Bumi yang sudah memejamkan matanya, meski hampir terlelap namun telinganya masih mendengar semua obrolan ketiga orang yang saling menyahut sedari tadi.

__ADS_1


.


.


.


Pilihan jatuh pada Taman Bunga yang lumayan dekat dari tempat mereka, mengingat waktu sudah sangat siang jika harus ke tempat yang lebih jauh.


Perjalanan hampir dua jam kini berakhir di area parkir, Semuanya turun dari mobil siap membeli tiket masuk.


"Kita ngapain kesini?" tanya Bumi yang bingung Karna baru terbangun dari tidurnya


"Tau tuh adek, awas aja ya kalian Ampe bikin drama kejar-kejaran di tengah taman ala ala film India!" ancam Ay pada Langit juga Cahaya, kedua pasangan itu malah tertawa lalu berpelukan.


"Ngapain kejar kejaran, orang aku maunya Deket Abang terus, iya kan Bang" kekeh si bungsu yang langsung mendapat ciuman di keningnya.


"Mumpung gada papa kamu" goda Langit yang seakan ada angin segar dalam hubungannya.


.


.


.


.


" Eh, Bumi mana?"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kakak Bu.. lagi mesen seblak 😂😂

__ADS_1


Mak othor beliin ya..🙈🙈


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_2