
🌻🌻🌻
Melisa yang merasa tubuhnya terguncang dan bergoyang akhirnya mengerjapkan matanya sedikit demi sedikit.
Ia membukanya dengan pelan, sembari mengumpul kan kesadarannya.
Dingin banget. gumamnya dalam hati.
"Eh, aku dimana?"
Ia terlonjak kaget, saat melihat seisi ruangan yang tak ia kenal sama sekali.
Terlebih saat ia menundukkan kedua wajahnya hanya selimut tipis yang menutupi kedua bongkahan area favorit sang suami.
Aku dimana? ya tuhan!!
Melisa yang panik hanya meremat selimut itu dengan erat, air mata mulai membanjiri wajahnya, fikirannya kini kalut dan jantungnya berdegup kencang.
"Eh ko goyang? gempa... ya ampun gempa!" teriak Melisa semakin panik, ia mencari bajunya yang entah berserak dimana.
" bajuku mana sih?" sungut Melisa kesal dengan deraian air mata.
"Mas Reza tolong aku!" Isak tangisnya semakin kencang, ia pasrah dan akhirnya hanya merunduk di tepi tempat tidur dengan wajah yang ia tundukkan di tangan yang bertumpu diatas lututnya.
Ceklek..
Melisa tak berani menoleh, tubuhnya bergetar hebat saat mendengar suara pintu terbuka, terlebih dengan langkah kaki yang semakin mendekat.
"Ra.."
Reza menyentuh bahu istrinya yang tak tertutup apapun.
"Mas Reza!" Melisa mendongakkan wajahnya saat mendegar suara yang sangat ia kenal memanggil namanya. Nama yang di berikan khusus untuknya dari sang suami.
"Kamu kenapa?" tanya Reza heran melihat istrinya duduk merunduk di tepi tempat tidur.
"Gempa, ada gempa mas!" ucap Melisa ketakutan dan langsung berhambur memeluk suaminya.
"Gempa dimana? aku gak ngerasa apa apa" jawab Reza bingung.
"Iya tadi aku lagi tidur goyang goyang" ujar Melisa meyankinkan apa yang ia rasakan.
"Itu mah aku kali lagi Patroli dadakan diatas gunung" goda Reza santai.
"Aku serius loh, Mas!"
"Aku juga serius sayangku"
Keduanya saling menatap, kemudian Reza mengangkat tubuh istrinya untuk ia baringkan ke ranjang.
"Kamu diem sini, aku ambilin minum dulu"
"Gak, aku gak mau sendiri!" cegah Melisa menarik kembali tangan suami nya.
"Gada gempa sayang, kan aku belum ngapa ngapain"
"Aku ikut kalau gitu"
"Ya udah pake bajunya" titah Reza pasrah.
"Mana bajunya?" tanya Melisa.
__ADS_1
"Ko tanya aku?" protes Reza.
"Mas Reza kebiasaan kalo buka suka di lempar" sungut Melisa kesal dengan kelakuan suaminya itu setiap mendaki gunung.
"Aku lupa, dimana ya?" Reza mengedarkan pandangannya mencari baju istrinya.
"Udah makanya diem, aku ambil minum sebentar diluar"
"Jangan lama-lama!" ancam Melisa.
"Ya ampun, cium ni" Reza yang sudah mendekat kan bibirnya langsung didorong oleh Melisa.
"Mesum!!"
***
Melisa yang sudah mendapatkan segelas teh hangat akhirnya merasa lega, tangannya tak lagi dingin dan tubuhnya tak lagi bergetar karna takut.
"Pakai bajumu, jangan sampai aku khilaf" titah Reza sembari memberikan dress panjang pada istrinya.
"Iya, tapi dimana kamar mandinya" tanya Melisa.
"Haha buat apa memar mandi, pake aja disini"
"Ish, aku malu" Melisa sudah menutup wajahnya dengan Dress yang diberikan suaminya tadi.
" ya udah cepet ganti, aku tutup mata ya"
Melisa terkekeh melihat tingkah suaminya.
"Udah belum?" tanya Reza tak sabar.
Reza membuka matanya dan langsung menatap kagum dengan sosok wanita dihadapannya kini.
"Mas Reza ngapain kasih aku baju begini?"
"Kan kita mau makan"
"Tiap hari juga makan, baru kali ini mau makan beliin aku baju dulu" Melisa tertawa sendiri sambil memutar mutar badannya.
"Diem!!" perintah Reza.
"Sini aku peluk dulu" Reza meraih pinggang istrinya untuk ia dekap dalam pelukannya.
"Cantik banget, jadi gak laper!" bisiknya di telinga Melisa.
"Terus mau apa?" tanya Melisa polos.
"Mau bobo" Reza tergelak sendiri dengan keinginannya.
"Udah ah, aku laper" Melisa melepas pelukan suaminya.
"Yuk," ajak Reza sudah meraih tangan mungil sang istri.
"Nanti, aku belum rapihin rambutku"
Melisa langsung berjalan kearah cermin untuk Merapihkan rambut dan wajahnya.
Kini keduanya melangkah keluar kamar, Reza terus menggenggam tangan Melisa dengan erat..
"Eh, apa ini?"
__ADS_1
Tangan Reza langsung dilepas oleh istrinya yang takjub dengan apa yang ia lihat sekarang..
"Mas Reza gak lagi bercanda kan?" tanya Melisa tak percaya.
"Gak sayang, suka gak?"
"Suka banget!!!" Melisa berteriak senang dengan wajah menggemaskan.
Reza langsung memeluk istrinya dari belakang, menciumi ceruk lehernya dengan lembut.
"Maaf" bisiknya setelah puas.
"Untuk apa?"
"Untuk semua salahku, dan terima kasih atas rasa sabarmu"
Melisa memutar tubuhnya agar bisa berhadapan dengan Reza.
"Aku terima maaf dan ucapan terima kasihmu, Mas"
Reza memeluk Melisa, ia ciumi pucuk kepala istrinya itu berkali-kali.
"Kita honeymoon lagi ya,Ra"
Melisa hanya mengangguk, senyum manis terukir jelas diwajahnya.
"Yuk makan dulu, kita kesana" ajak Reza.
Melisa yang bergelayut manja di lengan sang suami hanya menurut.
"Wah, Mas Reza so sweet" goda Melisa saat melihat sebuah meja yang sudah terhidang berbagai makanan.
"Untukmu Sayang"
Reza menarik satu kursi untuk istrinya.
"Terima kasih"
Keduanya makan dengan lahap, rasa laparnya sudah mengalahkan suasana romantis yang dirancang suaminya.
Semuanya habis tanpa sisa, membuat Reza harus terkekeh gemas.
"Mas, aku takut tenggelam" ujar Melisa dengan raut wajah khawatir.
"Kamu udah tenggelam sayang, tenggelam didasar hatiku" goda Reza.
"Beneran,Mas"
"Gak, ada aku yang akan jagain kamu. kapal pesiar ini aman. khusus aku beli buat kamu"
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Huuuuuuaaaaaaaa....
😭😭😭😭😭😭😭😭
babang Reza jalan2 othor gak diajak!
Like komen yuk ramaikan.
hari ini Alhamdulillah up 3 part.🤭🤭
__ADS_1