Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 241


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻


Serbu GAJAAAAAAAAHHHHH!!" teriak Ay dengan kerasnya membuat Reza terlonjak kaget!!!


"Mana gajah?" tanya Chaca, ia sampai berhenti memukuli papanya.


"Eh, salah! maksud kakak itu Papah!" kekehnya, Reza yang tadinya terkejut kini bisa bernafas lega, ia mengusap dadanya sendiri sambil melirik kearah istrinya yang membuang muka sembari mengulum senyum.


Awas kamu, Ra!


Air dan Cahaya yang kelelahan akhirnya terlelap di tempat tidur dengan mudahnya begitu pun dengan bumi yang sudah mendengkur halus di pelukan Melissa.


"Dasar anak cebong, malah tidur disini" kekehnya sambil menciumi seluruh wajah kedua anaknya yang tidur dengan lelapnya.


"Mas, berat nih, bawa kesitu" titah Melisa yang meminta Reza untuk memindahkan bumi ke tengah kasur.


"Siap, tuan putri"


Reza langsung turun dari ranjang berjalan kearah istrinya yang masih duduk di kursi meja rias tanpa memakai apapun, Polos.


"Aaaaaa... imutnya!!!" jeritan wanita tiga anak itu pelan namun sungguh menggemaskan saat melihat belalai suaminya ikut terlelap bersamaan dengan ketiga hasil semburannya.


"Jangan berisik!" ujar Reza sambil meraih tubuh Bumi dari dekapan istrinya.


Setelah mensejajarkan ketiganya, kini Reza kembali pada Melisa yang masih menahan gelak tawanya.


"Ayok, lanjutin!" titahnya yang sudah berdiri tepat di hadapan gadis halal kesayangannya.


"Lanjutin apa?" tanya Melisa yang sudah sangat malu saat belalai yang mulai ON tepat di depan wajahnya.


"Sana, Ah" Melisa mendorong tubuh Reza agar mundur, detak jantungnya sudah berkali kali lipat saat ini.


"Cepetan!" kata Reza terus menggoda.


"Ya tapi gak gini juga, nanti si kembar liat"

__ADS_1


Reza meraih tubuh istrinya agar bangun dari duduk, kembali melahap bibir ranumnya yang seakan tak pernah puas ia nikmati, sambil berciuman Reza malah terus mendorong tubuhnya agar sang istri berjalan semakin mundur dan mundur


CEKLEK


Saat tangan kirinya tetap memegang pinggang ramping Melisa, tangan kanannya kini justru sudah membuka knop pintu kamar yang langsung terhubung ke kamar anak-anak.


"Mas" desah Melisa saat kehabisan nafas karna suaminya terus berperang lidah dengannya.


"Kita disini ya, tukeran kamarnya" sahutnya dengan mata yang sangat mendamba


Pria tampan dengan tubuh polos itu langsung membuka kembali apa yang menutupi tubuh langsing istrinya, satu persatu kain tipis berwarna hitam itu sudah tergeletak di lantai kini tinggal tersisa bagian yang menutupi dua area sensitif yang selalu memabukkannya jika ia sentuh.


Meremas apa yang kini ia genggam adalah awal sebelum ia menyesap dua daging kenyal yang dulu pernah dua tahun tak dinikmatinya.


Pelan namun pasti remasan itu semakin liar sampai Melisa harus menggigit pelan bibir suaminya menahan sakit bercampur geli.


"Sekarang...!!!"


Melisa hanya mengangguk pasrah, merebahkan dirinya di ranjang si sulung namun Reza buru-buru menariknya.


"Di kasur Bumi aja, takut jadi ntar kaya dia" godanya sambil tergelak, membuat Melisa memukul lengan suaminya.


"Ay, lucu loh, Mas. Anak kesayangannya aku" Protes Melisa.


"Tapi berisik, gangguin aku patroli Mulu!"


Keduanya tertawa kecil bersama, jika mengingat seringnya mereka di ganggu oleh si sulung, anak itu bagai punya insting tersendiri saat belalai gajah papanya sedang ingin di manjakan.


"Pelan-pelan, Mas" pinta Melisa saat suaminya sudah bersiap.


"Pelan awalnya aja ya" kekehnya sambil berusaha, masuk sedikit demi sedikit.


.


.

__ADS_1


.


.


.


"***Huaaaaaaaa.....papa kakak hilang!"


"Tolooooooooong***!!"


Jeritan si sulung langsung membuat Reza ambruk di atas tubuh istrinya.


"Aku mau nangis, boleh?"


.


.


.


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Boleh bang 😂😂😂😂😂😂😂


Sini gue tampung aer mata kesialan Lo!


Tau punya anak Rese tapi gak tau diri 🤭


Lama bet dah Travellingnya..


yuk kita ketawain babang Reza secara berjamaah 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_1


__ADS_2