
🌻🌻🌻
"MAS REZA!!"
Reza terkekeh mendengar teriakan istrinya, ia begitu gemas melihat raut wajah Melisa yang langsung berubah kesal.
"Aku gak mau berbagi, Ra. kamu milikku" ucapnya sambil meraih tubuh sang istri agar masuk kedalam pelukannya.
"Ini anakmu, Mas!"
"Iya, aku tahu , pokonya nanti kalau udah lahir anaknya harus di pojok, kamu di tengah aku di sisi ya" kata Reza sudah memberikan perintah, padahal sang cabang bayi saja baru berumur tiga Minggu, masih ada tiga puluh lima Minggu lagi anaknya berada di perut sang istri
"Iya, iya terserah mas Reza aja" sahut Melisa pasrah, ia sedang menikmati cara Reza mencintainya.
Pagi ini keduanya masih berpelukan di ranjang pasien namun hanya reza yang terlelap, sedang Melisa hanya bermain ponsel setelah menghubungi kedua mertuanya untuk
mengabarkan keadaan anak mereka yang kini di rawat dirumah sakit.
"Eugh," Reza menggeliat, ia membuka sedikit matanya.
"Ada apa, Mas!"
"Aku mual, oooek"
Reza langsung turun dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi disusul Melisa yang mengekor di belakangnya.
"Mual banget ya?" tanya Melisa sembari memijit tengkuk Reza
"Enek, Ra!" jawabnya pelan.
Reza mencuci mulut dan wajahnya, kini tubuhnya menjadi lemas bagai tak menapak dilantai.
"Yuk, keranjang lagi"
Melisa memapah tubuh Reza menunju tempat tidur, namun Reza memilih bersandar di sofa.
"Aku sakit apa ya,Ra?" tanya Reza yang bingung dengan kondisinya sendiri.
"Gak tau, Mas. nanti aku hubungi dokter buat periksa ya,"
"Caca gak kesini?"
"Belum, belum ada siapapun yang datang" Jawab Melisa, setelah melihat jam ternyata belum pukul enam pagi.
__ADS_1
"Kamu rasain apa?" tanya Reza penuh perhatian.
"Engga, aku biasa aja!".
"Mas Reza mau makan apa? biar aku cari ke kantin" tanya Melisa, ia sangat mengkhawatir kan keadaan suaminya yang sangat lemas.
"Aku gak pengen apa apa, aku cuma pengen dipeluk" ucapnya manja seperti bocah kecil yang merengek ingin permen.
"Ya udah, sini" Melisa merentangkan kedua tangannya agar sang suami bisa masuk dalam dekapannya.
Dengan cepat Reza meringsek mendekati istrinya, namun baru mau memeluk, rasa mual kembali bergejolak didalam perutnya.
"Oooooooekk"
buru-buru Reza kembali kekamar mandi, di wastafel ia memuntahkan seluruh isi perutnya yang sudah kosong.
"Kamu bau,Ra!" ucap Reza setelah membasuh mulutnya.
"Aku,bau?" Melisa menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, ih. biasanya juga gak gitu" Reza mengendus tubuh istrinya lagi, dan
oooooooekk...
Rasa mual kembali menyerangnya.
"Ya udah, udah belum muntahnya?"
"Udah, Ra."
keduanya kini kembali ke sofa, Melisa memijit pelipis dan juga kepala Reza yang mengeluh pusing dan sakit.
BRAK..
Terdengar suara pintu terbuka yang sontak membuat pasangan suami istri itu menoleh dengan cepat kearah suara.
"Reza." ternyata orangtuanya yang datang, membawa wajah panik terutama sang mama.
"Kenapa? apa yang sakit?" tanya mama sudah duduk di sebelah anak sulungnya itu.
"Gak tau mah, kemarin pingsan lalu sekarang mual terus" jawab Reza masih dengan suara pelan.
"Asam lambung mu naik?" kini papa yang bertanya, ia memilih duduk di sofa single di depan Melissa.
__ADS_1
"Enggak, Pah" sahut reza.
"Lalu kenapa?, jangan terlalu lelah, Nak" ucap mama.
"Melisa hamil, Mah!" kata Reza, dengan senyum bangga.
"Apa?" jawab mama dan papa bersamaan, kini kedua mata orang tua itu menatap kearah menantunya.
"Iya, Mah" dengan wajah menunduk Melisa menjawabnya.
Kini mama langsung pindah duduk disisi Melisa, untuk memastikan jawaban sang menantu.
"Kamu hamil?" tanya mama lagi, seakan tak percaya dengan apa yang barusan di katakan anaknya.
"Iya, mah. Aku hamil baru tiga Minggu"
"Ya , ampun, pah! kita mau punya cucu, Reza bisa punya anak, Haha" ucap mama merasa sangat senang, ia memeluk menantunya dengan perasaan campur aduk, haru bahagia cemas dan khawatir. Sebagai seorang wanita yang sudah dua kali merasakan kehamilan mama pasti lebih berpengalaman.
"Selamat ya, Mel atas kehamilan mu, tolong jaga calon pewaris Rahardian Wijaya" kata papa dengan senyum bahagianya.
"Si mama, kayanya meragukan banget aku bisa bikin anak, ya bisalah" oceh Reza kesal.
"Ya kan mama takut, Za."
"Kalau di sinetron tuh ya, kalau belum hamil menantunya yang di salahin bukan anaknya"
"Menantu mama itu yang terbaik, iya kan sayang?" balas mama kembali memeluk Melisa.
"Lalu kenapa kamu pingsan,?" tanya papa masih penasaran.
"Apa kata dokter?" tambahnya lagi.
"Belum di periksa, pah"
"Jadi kamu belum tau sakit apa? moga hanya kelelahan ya, Nak" sahut mama kembali cemas.
"Reza tuh pingsan pas Caca bilang Melisa hamil kecebong, Mah!!" jawab Reza, yang membuat kedua orangtuanya melongo., kaget.
"HAH, KECEBONG?" ucap mama dan papa bersamaan.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Si babang masih bahas kecebong aje😂😂
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan ❤️❤️
🙏🙏🙏🙏🙏🙏